4 Situasi yang Bisa Diatasi dengan Dana Darurat

Dari beragam jenis kebutuhan yang mengharuskan kita untuk menabung, dana darurat tak jarang jadi salah satu yang kita lupakan. Sesuai dengan namanya, dana darurat digunakan untuk menangani situasi atau kebutuhan yang bersifat darurat. Berikut adalah 4 jenis kebutuhan yang bisa diatasi dengan dana darurat.

1. Terkena Penyakit

Dana darurat akan sangat membantu jika kita mendadak memerlukan biaya yang besar untuk biaya berobat. Kamu dapat membiayai prosedur medis yang tidak ter-cover oleh asuransimu. Selain itu jika yang sedang sakit adalah anggota keluargamu, kamu juga bisa memanfaatkan dana darurat.

Old sick lady lying in hospital bed-2

2. Kehilangan Pekerjaan

Jika mendadak kamu harus meninggalkan pekerjaanmu, kamu bisa gunakan dana darurat untuk menggantikan penghasilan yang sebelumnya kamu peroleh. Untuk mengantisipasi situasi tersebut, dana darurat setidaknya harus sebesar 6 kali besar pengeluaran bulananmu biasanya. Kamu dapat menggunakan dana darurat ini hingga kamu mendapatkan pekerjaan dan penghasilan tetap yang baru.

Businessman being depressed by accounting in his office-1

3. Terkena musibah

Musibah datang tanpa kita duga dan dalam bentuk yang bermacam-macam. Ketika itu terjadi, kamu bisa gunakan dana darurat untuk segera pulih dari musibah itu. Ini juga berlaku jika musibah terjadi pada orang yang kamu kenal dan mereka perlu bantuanmu.

4. Kerusakan kendaraan, rumah, dan peralatan

Memperbaiki kerusakan itu nggak baik kalau ditunda. Apalagi kalau barangnya berhubungan erat dengan kebutuhan primer kita seperti kendaraan dan rumah. Dana darurat bisa banget kamu manfaatkan untuk kebutuhan macam ini.

Setelah tahu kegunaannya, jadi paham kan kenapa wajib banget untuk sedia dana darurat kapan aja. Dana darurat juga dapat menahan kamu untuk mengajukan pinjaman demi kebutuhan mendadak yang kamu punya. Jika nantinya kamu terpaksa mengajukan pinjaman dan akhirnya merasa kesulitan untuk pelunasan utang, kamu bisa meminta bantuan amalan.

3 Alasan Mengapa Kemerdekaan Finansial Penting untuk Diraih

Siapa yang tidak ingin meraih kemerdekaan finansial? Hal ini bisa membuat Anda hidup lebih tenang dan tentunya memberikan kepuasan untuk diri sendiri. Namun begitu, selalu saja ada alasan untuk menunda meraih kemerdekaan finansial. Salah satunya adalah rasa pesimis dan beranggapan bahwa sudah tidak mungkin meraih kemerdekaan finansial. Padahal, ada banyak alasan mengapa kemerdekaan finansial penting dan harus diraih dari sekarang.Sebelum membahas lebih lanjut, yuk kita mengingat-ingat sedikit apa itu arti kemerdekaan finansial dan mengapa penting untuk memilikinya.

Apa Arti Kemerdekaan Finansial?

Definisi kemerdekaan finansial sendiri sebenarnya berbeda-beda antara satu orang dengan yang lain. Hal ini terjadi karena setiap orang memiliki tujuan finansial yang berbeda-beda. Ada yang beranggapan bahwa dengan memiliki tabungan dengan nominal sekian sudah cukup merdeka, ada yang beranggapan bahwa jika sudah memiliki beberapa mobil mewah sudah merdeka. Di sisi lain, ada yang beranggapan bahwa jika sudah memiliki rumah sendiri tanpa harus menyewa sudah cukup merdeka. Pada kondisi lain, ada yang beranggapan bahwa kemerdekaan finansial baru didapatkan jika dirinya sudah melakukan pelunasan utang.

Jadi, definisi kemerdekaan finansial memang harus disesuaikan dengan kondisi dan target personal Anda.
Definsisi kemerdekaan finansial menurut amalan adalah jika seseorang sudah terbebas dari utang kartu kredit atau KTA yang menjeratnya. Jika sudah terbebas, biasanya orang tersebut memiliki awal baru bebas utang, yang memungkinkannya untuk mengambil langkah-langkah perubahan dalam hidupnya. Misalnya, bisa mulai mencicil rumah, menabung untuk dana darurat, dan tentunya hidup yang tenang dan sejahtera tanpa gangguan debt collector!

Sudah jelas ya, selanjutnya mari cari tahu mengapa penting untuk memiliki kemerdekaan finansial.

Mengapa Kemerdekaan Finansial Penting?

Untuk Mendapatkan Hidup yang Lebih Melegakan dan Bebas Stress

Tidak dapat dipungkiri salah satu alasan mengapa kemerdekaan finansial penting adalah karena dengan mendapatkannya, Anda bisa mendapatkan hidup yang lebih melegakan. Hidup dalam bayang-bayang masalah finansial bisa membuat Anda jadi mudah stress karena banyak pikiran. Dampak utama dari stress tentu saja sangat terasa pada aktivitas Anda sehari-hari. Bukan tidak mungkin, stress yang diakibatkan oleh masalah utang bisa mempengaruhi performa kerja, hubungan Anda dengan pasangan, cara Anda dalam berkomunikasi dengan anak dan keluarga, dan masih banyak lainnya.

Jika saja Anda berhasil meraih kemerdekaan finansial, tentu saja Anda bisa bekerja dan menjalankan aktivitas dengan lebih efektif dan positif. Jika tujuan kemerdekaan finansial yang Anda buat sudah terpenuhi, lalu masalah finansial yang masih berjalan sudah terselesaikan, maka efek yang langsung bisa dirasakan adalah rasa lega! Anda pun juga bisa memanfaatkan pikiran yang segar ini untuk mencoba kegiatan maupun hobi baru, tanpa perlu dihalangi dengan masalah finansial yang mengganjal, yang harus diselesaikan sesegera mungkin.

Untuk Memastikan Anak dan Keluarga Agar Hidup Sejahtera

Nah, yang satu ini juga merupakan salah satu efek yang paling terasa mengapa Anda harus serius dan cepat-cepat meraih kemerdekaan finansial. Anak dan keluarga (orang tua misalnya), bisa menjadi sosok-sosok yang merasakan langsung efek dari keberhasilan yang Anda capai. Setiap keputusan dan langkah yang Anda ambil memang secara langsung maupun tidak akan dirasakan oleh keluarga.

Misalnya Anda membuat target kemerdekaan finansial berupa terbebas dari utang yang tertunggak dan telah menjerat Anda selama beberapa tahun terakhir. Bisa kita lihat bahwa dalam target jenis ini, artinya ada masalah yang berlangsung yakni masalah utang. Siapa yang turut merasakan dampak tersebut? Tentu saja keluarga. Hal ini karena biasanya diperlukan kerjasama dari seluruh anggota keluarga untuk terbebas dari utang, misalnya saja pasangan harus turut bekerja keras, anak harus ikut menghemat dan menunda keinginannya untuk membeli barang-barang yang diinginkan, dan masih banyak lagi. Dampak lain yang dirasakan misalnya adanya gangguan dari debt collectors.

Jika saja berhasil meraih kemerdekaan finansial yang telah Anda buat yaitu terbebas dari utang, tentu saja anak dan keluarga bisa hidup dengan lebih sejahtera. Tidak perlu lagi hidup terlalu pas-pasan karena harus mengalokasikan uang untuk membayar utang dengan lebih cepat, tidak perlu takut akan gangguan debt collectors, dan masih banyak lagi. Jadi, setiap Anda ingin melakukan langkah strategis dalam meraih kemerdekaan finansial, ingatlah ada orang-orang di sekitar Anda yang pastinya akan sangat mendukung dan merasakan langsung efeknya!

Agar Dapat Menggunakan Uang untuk Kebutuhan Lain yang Lebih Bernilai

Saat sudah berhasil meraih kemerdekaan finansial, tentu saja Anda bisa mengalokasikan sisa uang yang berhasil disimpan untuk kebutuhan lain. Misalnya, Anda bisa mendapatkan dana lebih supaya bisa dialokasikan ke dana darurat, kalau-kalau ada kebutuhan mendesak yang harus menggunakan uang dalam jumlah banyak.

Di sisi lain, jika sudah meraih kemerdekaan finansial, Anda bisa menggunakan dana yang tersedia untuk kegiatan lain yang memang sudah lama ingin Anda lakukan. Anda bisa melakukan kegiatan apapun yang Anda suka, termasuk hobi atau bahkan mimpi yang memang selama ini ingin Anda lakukan tanpa ada halangan finansial. Ingin berjalan-jalan? Menjalankan bisnis? Apapun itu passion yang selama ini ingin Anda lakukan, bisa langsung terwujud!

Jadi, masih ada alasan mengapa harus menunda untuk meraih kemerdekaan finansial?

Tips Mengatur Keuangan Setelah Lulus Kuliah

Setelah melewati wisuda dan akhirnya lulus kuliah, sebagian besar dari Anda kemungkinan akan segera mencari pekerjaan. Mahasiswa biasanya mulai semakin was-was dengan kondisi keuangannya karena mulai saat ini  sudah harus mulai memenuhi kebutuhan Anda sendiri. Namun tidak hanya masalah mencari penghasilan sendiri, Anda juga harus memikirkan bagaimana cara mengatur penghasilan. Hal ini bisa jadi cukup sulit dilakukan bagi Anda yang baru lulus kuliah karena belum memiliki banyak pengalaman untuk mengatur keuangan sendiri. Berikut merupakan beberapa tips untuk mengatur keuangan setelah lulus kuliah.

Membuat Anggaran Bulanan

Kini sudah saatnya Ada mulai membuat anggaran keuangan secara berkala dan mengelola keuangan dengan lebih baik. Biasanya periode ideal untuk membuat anggaran berkala adalah dengan melakukannya tiap bulan, sesuai dengan waktu penerimaan gaji bulanan. Tentunya Anda pernah mendengar peribahasa “Lebih besar pasak dibanding tiang” yang bisa diartikan lebih besar jumlah pengeluaran dibanding pemasukan. Jangan biarkan hal ini terjadi pada Anda. Fungsi utama dari pembuatan anggaran ini adalah untuk mengontrol agar pengeluaran Anda tidak membengkak dan sesuai dengan jumlah pemasukan. Anda dapat dengan mudah menilai kondisi keuangan Anda dari anggaran berkala yang telah dibuat.

Berikut beberapa langkah mudah untuk mulai membuat anggaran pribadi:

  • Membuat daftar pengeluaran primer/wajib (contoh: biaya sewa tempat tinggal/kost, biaya makan biaya transportasi, dst.)
  • Menghitung jumlah pemasukan setelah dikurangi kebutuhan primer
  • Menulis kebutuhan sekunder seperti pakaian. Usahakan untuk menganggarkan secukupnya saja.
  • Minimalisir adanya kebutuhan tersier seperti biaya untuk nongkrong.
  • Anggarkan sisa penghasilan untuk keperluan lainnya seperti untuk dutabungkan atau diinvestasikan.

Hindari Utang Sebisa Mungkin

Sebelum mulai memiliki penghasilan sendiri, Anda mungkin telah mempunyai mimpi untuk membeli barang-barang tertentu. Biasanya barang tersebut bernilai cukup tinggi seperti gadget terbaru, motor, dan mobil. Barang-barang tersebut memang bisa didapatkan dengan mengambil program kredit/cicilan. Walaupun begitu, sebaiknya janganlah mudah tergiur untuk mengajukan utang apalagi mengingat Anda baru menjajaki masa awal memiliki penghasilan sendiri dan belum mengetahui jelas kondisi keuangan Anda seperti apa. Apabila perlu mengajukan utang, Anda pelu berhati-hati dan teliti dalam memilih program kredit. Pastikan apa yang anda pilih sesuai dengan kemampuan membayar anda. Jangan sampai timbul tunggakkan tagihan dan membahayakan riwayat kredit anda. Selain itu apabila Anda sedang dalam kondisi mendesak dan memerlukan dana lebih dari biasanya, usahakan mencari alternatif lain seperti dengan mencari penghasilan tambahan.

Siapkan Dana Darurat dan Kebutuhan Pensiun

Dana darurat merupakan sejumlah uang yang dialokasikan untuk nantinya dipakai ketika terjadi hal-hal yang tidak direncanakan yang dapat menyebabkan memburuknya kondisi keuangan Anda. Contoh situasinya adalah apabila tiba-tiba dipecat atau tidak dapat melanjutkan kerja karena penyakit serius. Dana darurat akan membantu Anda menghidupi diri selama Anda tidak memiliki penghasilan dalam periode waktu tertentu.

Pada umumnya, berikut merupakan jumlah yang perlu disiapkan untuk dana darurat:

  1. 6 kali pengeluaran bulanan untuk yang masih lajang (single).
  2. 9 kali pengeluaran bulanan untuk pasangan muda (tanpa anak).
  3. 12 kali pengeluaran bulanan untuk keluarga yang sudah memiliki anak.

Hindari Modus Penipuan dengan Cara-Cara Ini!

Menyambung dari topik minggu lalu yang membahas mengenai beberapa modus penipuan yang marak terjadi. Kali ini Seri Pendidikan Mulailah Baru akan memberikan seri lanjutan agar Anda dapat terhindar dari kejahatan yang semakin kreatif tersebut. Hindari modus penipuan dengan cara-cara berikut:

Belanja Online dengan Cermat

Ada berbagai jenis situs e-commerce yang sedang naik daun di Indonesia. Kasus ini biasanya muncul dalam bentuk tidak dikirimnya barang yang telah dibayar. Untuk menghindari modus tersebut, belanjalah di situs yang sudah terpercaya sebagai langkah awal. Selanjutnya, jika situs tersebut berwujud marketplace (seperti Tokopedia atau Elevenia), pilihlah penjual dengan rating yang bagus. Baca testimonial yang diberikan oleh pembeli-pembeli sebelumnya. 

Abaikan SMS/ Email yang Tidak Dikenal

Tidak jarang kasus penipuan ini muncul dalam kedok memberikan pinjaman atau meminta Anda untuk melunasi sejumlah tagihan atas pembelian suatu barang (misalnya properti). Tidak jarang juga Anda akan ditelepon langsung oleh para penipu. Jika ada orang tidak dikenal dan tidak diketahui dengan jelas latar belakangnya,  yang menanyakan data privasi Anda melalui telepon lebih baik diabaikan. Orang-orang ini biasanya menanyakan data seperti nomor KTP, nomor rekening bank, dsb. Apabila memang Anda sendiri memang masih memiliki tagihan tertentu atas pembelian sejumlah barang, pastikan Anda untuk mengecek ulang ke orang yang bersangkutan untuk menghindari modus jenis ini. Cari tahu dengan jelas apakah mitra Anda telah mengganti nomor kontak serta nomor rekening yang digunakan untuk melakukan pelunasan utang.

Jika ada orang yang menawarkan pinjaman berupa kredit maupun dana segar, pastikan Anda mengetahui latar belakang bank serta kenali produk yang ditawarkan. Cari tahu apakah bank & produk tersebut benar-benar ada dan kredibel. Pastikan Anda menanyakan orang sekitar, atau lakukan riset melalui mesin pencari (contoh: Google).

Hubungi Call Center Resmi dari Bank

Jika suatu saat kartu ATM Anda tertelan, maka jangan percaya dengan langkah-langkah yang diberitahu oleh orang sekitar Anda. Bisa jadi mereka telah bekerja sama untuk mentransfer uang Anda. Simpanlah nomor rekening bank serta nomor hotline 24 jam customer service dari bank yang menerbitkan kartu ATM Anda. Mintalah pihakcustomer service untuk langsung memblokir kartu Anda agar kartu tersebut aman dan tidak digunakan untuk hal yang tidak berkenan dan malah makin merugikan Anda.

Lindungi Privasi Kartu Kredit

Mengingat kartu kredit termasuk yang paling gampang dijadikan media kejahatan, maka Anda harus memberikan proteksi ganda agar terhindar dari penipuan. Di beberapa bank ternama di Indonesia, para nasabah sudah mulai dianjurkan untuk menggunakan 6 digit pin sebagai pengganti tanda tangan. Hal ini tentunya bisa memberikan keamanan lebih sebab kartu kredit tidak akan bisa digunakan apabila pelaku tidak dapat memasukkan pin kartu Anda.

Selain itu, Anda juga perlu melindungi kerahasiaan identitas kartu kredit Anda, jangan memberi tahu ke sembarang orang mengenai data-data berikut: 

Namun bila Anda sudah terlanjur menjadi korban penipuan kartu kredit, tentunya Anda juga perlu mengetahui langkah-langkah aktif yang bisa langsung dilakukan.

Pilihlah Penasihat Utang yang Terpercaya

Sebagian orang yang menghadapi masalah utang kartu kredit, biasanya ada yang menggunakan jasa penasihat utang untuk menyelesaikan permasalahan keuangannya. Hal ini bisa dalam bentuk negosiator utang maupun pengacara kartu kredit. Seperti yang pernah disinggung pada artikel sebelumnya, Pihak Bank Indonesia pernah menghimbau kepada masyarakat untuk tidak menyelesaikan kartu kreditnya melalui pengacara.

Maka dari itu, untuk menemukan solusi dalam mengatasi utang yang Anda miliki, sebaiknya gunakan jasa penasihat utang yang terpercaya. Ciri-ciri mediator yang terpercaya adalah tidak menjanjikan pemutihan, dan berdiri netral serta memiliki itikad baik untuk membantu permasalahan antara Anda dan pihak bank. Satu hal yang paling penting adalah janganlah mau memberikan uang pembayaran di awal, pihak yang tidak bertanggungjawab biasanya akan meminta Anda untuk membayarkannya di awal. Tentu saja hal ini tidak bisa dipercaya karena jika belum ada hasilnya, buat apa Anda membayar? Namun, berbeda halnya jika Anda telah melakukan riset terkait kredibilitas penasihat utang tersebut. Jika sudah terpercaya dan banyak kasus yang telah diatasi, mungkin Anda bisa mempertimbangkan jasanya dan ketentuan pembayarannya.

Pada dasarnya yang paling penting untuk dilakukan agar terhindar dari penipuan adalah selalu berhati-hati dan cermat dalam menghadapi segala kemungkinan penipuan yang bisa terjadi dan menimpa diri Anda. Jangan pernah tertinggal dengan update terkini mengenai perkembangan modus penipuan yang terjadi. Modus ini biasanya berkembang semakin kreatif setiap tahunnya. Waspadalah akan setiap tawaran/telepon/email masuk dari kontak yang tidak dikenal agar Anda dapat menghindari modus penipuan yang marak terjadi.

Sebelum Menikahi Pasangan, Ada 4 Hal yang Perlu Anda Ketahui

Memilih pasangan hidup memang bukan keputusan mudah yang bisa dilakukan dengan asal-asalan. Anda harus yakin betul bahwa pasangan yang selama ini sudah menjalin hubungan dengan Anda adalah orang yang tepat. Mengingat komitmen dalam sebuah pernikahan yang tidak boleh main-main, rasanya penting untuk memilih orang yang tepat. Hal utama yang harus dilakukan saat akan menikahi pasangan tentu saja apakah Anda dapat menerima kelebihan dan kekurangan pasangan Anda, sebab tentu saja Anda harus berhadapan dengan sifat baik/buruk dari pasangan selama seumur hidup. Setelah Anda dan pasangan telah memiliki komitmen yang sama dalam menerima pribadi masing-masing, tidak lupa doa dan restu dari orangtua juga menjadi hal penting yang harus Anda miliki.

Jika kedua hal tersebut telah Anda miliki dalam pasangan, maka jangan lupa untuk mengecek hal-hal berikut ini.  

Memiliki Penghasilan yang Jelas

Saat akan menikahi pasangan, pastikan pasangan Anda harus memiliki penghasilan yang jelas. Sebuah keluarga baru yang belum mapan secara finansial biasanya akan menuntut suami dan istri untuk sama-sama bekerja dan menghasilkan pendapatan agar mampu membangun bahtera keluarga. Jika pasangan Anda adalah orang yang bermalas-malasan dan tidak memiliki penghasilan bulanan yang jelas, maka hal tersebut bisa menjadi pertanda yang kurang baik. Lain lagi ceritanya jika memang calon suami sudah cukup mapan dari segi finansial dan istri tidak berkewajiban untuk bekerja. Jika Anda dan pasangan adalah calon pasangan suami istri yang seperti ini,  maka sebaiknya calon istri harus mampu mengelola uang dengan baik. Selengkapnya, mari kita simak poin kedua. 

Punya Kebiasaan Mengelola Uang yang Baik

Pasangan yang baik untuk dibawa ke jenjang pernikahan sebaiknya memiliki kebiasaan mengelola uang yang baik. Maksudnya? Pasangan Anda harus mengetahui kapasitas keuangannya, ia harus tahu betul pentingnya menabung dan disiplin terhadap rekening tabungan. Mengingat gaya hidup masa kini yang selalu menjunjung penampilan serta status sosial, tidak jarang banyak orang yang kesulitan dalam menabung dan mengendalikan pengeluarannya. Banyak yang menghambur-hamburkan uang demi suatu status sosial di hadapan teman-teman sepergaulannya (peer pressure). Kebiasaan buruk dalam berbelanja jika tidak dikendalikan sejak dini tentu akan membawa dampak yang negatif. Apa saja bisa dilakukan hanya untuk memuaskan hasrat untuk memiliki suatu barang atau status sosial. Anda tentu saja tidak mau jika keuangan dalam rumah tangga berada dalam kondisi yang terombang-ambing hanya karena pasangan terlalu senang berbelanja, bukan?

Sehat secara Jasmani dan Rohani

Anda juga harus memperhatikan kesehatan saat akan menikahi pasangan. Hal ini bisa disiasati dengan mengikuti berbagai pemeriksaan kesehatan yang memang sudah direkomendasikan oleh calon pengantin. Di rumah sakit biasanya pemeriksaan ini disebut dengan Pre-Martital Check Up atau Tes Kesehatan Pranikah. Tes ini meliputi berbagai macam, misalnya pemeriksaan terhadap darah, golongan darah dan rhesus, urin. Tes ini bisa membantu Anda dan pasangan mengetahui ada/tidaknya kelainan dalam darah, rhesus pada janin kelak, gula darah, tingkat kolesterol. Tidak lupa, tes kesehatan pranikah biasanya juga meliputi tes untuk memeriksa adanya penyakit keturunan yang mungkin akan diwariskan ke anak, penyakit menular seperti Hepatitis, serta pemeriksaan organ reproduksi bagi pria dan wanita untuk menghindari penyakit menular seksual. Bagi wanita, sangat disarankan untuk melakukan papsmear sebelum pernikahan. Tes-tes kesehatan ini perlu dilakukan agar Anda dan pasangan mengetahui lebih dini tentang kesehatan tubuh dan sudah mempersiapakan sejak dini kira-kira apa saja bantuan medis yang diperlukan jika ada menghadapi situasi tertentu. 

Tidak Hidup dalam Jeratan Utang 

Hal yang terakhir mungkin cukup penting, saat akan menikahi pasangan pastikan pasangan Anda tidak memiliki masalah utang sama sekali. Utang dalam hal ini adalah utang yang telah tertunggak sekian lama dan tidak mampu dilunasi. Masalah utang yang tertunggak memang sangat sensitif, namun ada baiknya jika Anda dan pasangan cukup terbuka mengenai hal ini. Perlu diingat bahwa saat menikah dan berada dalam satu Kartu Keluarga, biasanya skor kredit pasangan yang tercatat dalam Bank Indonesia dapat berdampak pada skor kredit Anda juga. Biasanya pihak bank akan menganggap Anda tidak cukup layak mendapatkan pinjaman jika calon suami/istri Anda memiliki masalah utang dan tercatat dalam IDI Historis.  Satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah ini adalah dengan pelunasan utang tersebut. Meskipun begitu, Anda tetap dapat mengadakan acara pernikahan dengan pasangan saat sedang terlilit utang, namun ingatlah masalah ini tetap harus diselesaikan begitu Anda dan pasangan telah resmi berrumah-tangga. Skor kredit yang baik dalam Sistem Informasi Debitur di Bank Indonesia akan sangat berguna jika Anda dan keluarga kelak membutuhkan bantuan darurat dalam jumlah besar dari pihak bank. (Baca juga: 3 Jalan Keluar Saat Berencana Menikah Namun Masih Terjerat Utang)

Sementara itu, Anda dan pasangan dapat menyiasati masalah utang yang sedang dihadapi dengan meminta bantuan dari tim yang lebih berpengalaman dalam mengatasi masalah utang. Saat ini Anda dapat memanfaatkan jasa dari perusahaan manajemen utang untuk membantu Anda menyelesaikan masalah utang dengan pihak bank. Tim konsultan seperti ini dapat membantu Anda untuk mendapatkan program keringanan utang, misalnya: potongan diskon dalam satu kali bayar, cicilan berbunga rendah dengan tenor yang diperpanjang, maupun gabungan keduanya. Sementara Anda dan pasangan mulai bersiap-siap menyelenggarakan acara pernikahan dengan lebih sederhana dan menyiapkan dana untuk mulai melunasi utang dengan bank, tim konsultan dapat melakukan proses negosiasi dengan bank untuk keringanan yang Anda dapatkan. Perusahaan penyedia program manajemen utang yang bisa Anda gunakan misalnya amalan.