Memilih pasangan hidup memang bukan keputusan mudah yang bisa dilakukan dengan asal-asalan. Anda harus yakin betul bahwa pasangan yang selama ini sudah menjalin hubungan dengan Anda adalah orang yang tepat. Mengingat komitmen dalam sebuah pernikahan yang tidak boleh main-main, rasanya penting untuk memilih orang yang tepat. Hal utama yang harus dilakukan saat akan menikahi pasangan tentu saja apakah Anda dapat menerima kelebihan dan kekurangan pasangan Anda, sebab tentu saja Anda harus berhadapan dengan sifat baik/buruk dari pasangan selama seumur hidup. Setelah Anda dan pasangan telah memiliki komitmen yang sama dalam menerima pribadi masing-masing, tidak lupa doa dan restu dari orangtua juga menjadi hal penting yang harus Anda miliki.

Jika kedua hal tersebut telah Anda miliki dalam pasangan, maka jangan lupa untuk mengecek hal-hal berikut ini.  

Memiliki Penghasilan yang Jelas

Saat akan menikahi pasangan, pastikan pasangan Anda harus memiliki penghasilan yang jelas. Sebuah keluarga baru yang belum mapan secara finansial biasanya akan menuntut suami dan istri untuk sama-sama bekerja dan menghasilkan pendapatan agar mampu membangun bahtera keluarga. Jika pasangan Anda adalah orang yang bermalas-malasan dan tidak memiliki penghasilan bulanan yang jelas, maka hal tersebut bisa menjadi pertanda yang kurang baik. Lain lagi ceritanya jika memang calon suami sudah cukup mapan dari segi finansial dan istri tidak berkewajiban untuk bekerja. Jika Anda dan pasangan adalah calon pasangan suami istri yang seperti ini,  maka sebaiknya calon istri harus mampu mengelola uang dengan baik. Selengkapnya, mari kita simak poin kedua. 

Punya Kebiasaan Mengelola Uang yang Baik

Pasangan yang baik untuk dibawa ke jenjang pernikahan sebaiknya memiliki kebiasaan mengelola uang yang baik. Maksudnya? Pasangan Anda harus mengetahui kapasitas keuangannya, ia harus tahu betul pentingnya menabung dan disiplin terhadap rekening tabungan. Mengingat gaya hidup masa kini yang selalu menjunjung penampilan serta status sosial, tidak jarang banyak orang yang kesulitan dalam menabung dan mengendalikan pengeluarannya. Banyak yang menghambur-hamburkan uang demi suatu status sosial di hadapan teman-teman sepergaulannya (peer pressure). Kebiasaan buruk dalam berbelanja jika tidak dikendalikan sejak dini tentu akan membawa dampak yang negatif. Apa saja bisa dilakukan hanya untuk memuaskan hasrat untuk memiliki suatu barang atau status sosial. Anda tentu saja tidak mau jika keuangan dalam rumah tangga berada dalam kondisi yang terombang-ambing hanya karena pasangan terlalu senang berbelanja, bukan?

Sehat secara Jasmani dan Rohani

Anda juga harus memperhatikan kesehatan saat akan menikahi pasangan. Hal ini bisa disiasati dengan mengikuti berbagai pemeriksaan kesehatan yang memang sudah direkomendasikan oleh calon pengantin. Di rumah sakit biasanya pemeriksaan ini disebut dengan Pre-Martital Check Up atau Tes Kesehatan Pranikah. Tes ini meliputi berbagai macam, misalnya pemeriksaan terhadap darah, golongan darah dan rhesus, urin. Tes ini bisa membantu Anda dan pasangan mengetahui ada/tidaknya kelainan dalam darah, rhesus pada janin kelak, gula darah, tingkat kolesterol. Tidak lupa, tes kesehatan pranikah biasanya juga meliputi tes untuk memeriksa adanya penyakit keturunan yang mungkin akan diwariskan ke anak, penyakit menular seperti Hepatitis, serta pemeriksaan organ reproduksi bagi pria dan wanita untuk menghindari penyakit menular seksual. Bagi wanita, sangat disarankan untuk melakukan papsmear sebelum pernikahan. Tes-tes kesehatan ini perlu dilakukan agar Anda dan pasangan mengetahui lebih dini tentang kesehatan tubuh dan sudah mempersiapakan sejak dini kira-kira apa saja bantuan medis yang diperlukan jika ada menghadapi situasi tertentu. 

Tidak Hidup dalam Jeratan Utang 

Hal yang terakhir mungkin cukup penting, saat akan menikahi pasangan pastikan pasangan Anda tidak memiliki masalah utang sama sekali. Utang dalam hal ini adalah utang yang telah tertunggak sekian lama dan tidak mampu dilunasi. Masalah utang yang tertunggak memang sangat sensitif, namun ada baiknya jika Anda dan pasangan cukup terbuka mengenai hal ini. Perlu diingat bahwa saat menikah dan berada dalam satu Kartu Keluarga, biasanya skor kredit pasangan yang tercatat dalam Bank Indonesia dapat berdampak pada skor kredit Anda juga. Biasanya pihak bank akan menganggap Anda tidak cukup layak mendapatkan pinjaman jika calon suami/istri Anda memiliki masalah utang dan tercatat dalam IDI Historis.  Satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah ini adalah dengan pelunasan utang tersebut. Meskipun begitu, Anda tetap dapat mengadakan acara pernikahan dengan pasangan saat sedang terlilit utang, namun ingatlah masalah ini tetap harus diselesaikan begitu Anda dan pasangan telah resmi berrumah-tangga. Skor kredit yang baik dalam Sistem Informasi Debitur di Bank Indonesia akan sangat berguna jika Anda dan keluarga kelak membutuhkan bantuan darurat dalam jumlah besar dari pihak bank. (Baca juga: 3 Jalan Keluar Saat Berencana Menikah Namun Masih Terjerat Utang)

Sementara itu, Anda dan pasangan dapat menyiasati masalah utang yang sedang dihadapi dengan meminta bantuan dari tim yang lebih berpengalaman dalam mengatasi masalah utang. Saat ini Anda dapat memanfaatkan jasa dari perusahaan manajemen utang untuk membantu Anda menyelesaikan masalah utang dengan pihak bank. Tim konsultan seperti ini dapat membantu Anda untuk mendapatkan program keringanan utang, misalnya: potongan diskon dalam satu kali bayar, cicilan berbunga rendah dengan tenor yang diperpanjang, maupun gabungan keduanya. Sementara Anda dan pasangan mulai bersiap-siap menyelenggarakan acara pernikahan dengan lebih sederhana dan menyiapkan dana untuk mulai melunasi utang dengan bank, tim konsultan dapat melakukan proses negosiasi dengan bank untuk keringanan yang Anda dapatkan. Perusahaan penyedia program manajemen utang yang bisa Anda gunakan misalnya amalan.


Share This