Cara Mengelola Gaji untuk Atasi Masalah Keuangan

Saat terjerat utang, langkah awal yang biasanya dilakukan adalah dengan mengelola keuangan agar dapat dialokasikan untuk membayar sisa pinjaman yang masih tertunggak. Hal ini biasanya dilakukan saat setelah menerima gaji bulanan. Banyak yang bertanya berapa persen gaji yang harus dialokasikan agar dapat membayar utang, namun sebenarnya tidak ada patokan yang pasti, sebab kebutuhan dan urgensi masalah utang yang dimiliki oleh seseorang tidak sama satu dan lainnya. Berikut kami berikan beberapa langkah yang bisa Anda coba agar dapat mengelola gaji untuk mengatasi masalah keuangan Anda.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Buatlah Rencana 

 

 

 

 

Cara terbaik untuk mengelola gaji untuk membayar utang yang masih tertunggak tentunya dengan membuat rencana tertulis. Kumpulkan seluruh tagihan yang Anda miliki, dan tulislah kira-kira tagihan/utang mana yang akan Anda urus terlebih dahulu. Hitung dengan teliti pemasukkan yang Anda dapatkan, dan berapa besar pengeluaran yang harus dikeluarkan agar mengetahui utang mana yang harus diurus terlebih dahulu. Kegunaan mendata ulang tagihan yang dimiliki adalah agar Anda mengetetahui banyaknya tagihan dan semakin sadar untuk tidak menghabiskan uang lebih banyak lagi di pos-pos lainnya. 

Selain itu, manfaatkan pengetahuan Anda tentang total jumlah yang masih tertunggak untuk mencari penghasilan tambahan agar dapat lebih cepat menutupi sisa tunggakan dalam kartu. Sisihkan penghasilan tambahan dan bonus bulanan (jika ada) untuk menambahkan alokasi pembayaran utang. 

 

 

 

 

 

 

 

 

Prioritaskan Tagihan dengan Bunga yang Lebih Tinggi dengan Pembayaran Minimum (untuk Kartu Kredit)

 

 

 

 

Salah satu yang bisa Anda lakukan adalah dengan melakukan pembayaran minimum (walaupun ini tidak disarankan), biasanya 2-4% dari tagihan tertunggak. Contohnya sebagai berikut:

 

 

 

 

Anda memiliki 3 tagihan kartu kredit yang tertunggak. Anggap saja penghasilan per bulan Anda sebesar Rp 5.000.000,- dan Anda mengalokasikan dana sebesar Rp 3.000.000,- untuk membayar utang.

Berdasarkan kartu kredit yang Anda miliki berikut adalah pembayaran minimum yang disyaratkan oleh bank penerbit:

 

 

 

 

 

    1. Pembayaran minimum kartu pertama: Rp 800.000,- dengan suku bunga 3,25%

 

 

 

 

    1. Pembayaran minimum kartu kedua: Rp 700.000,- dengan suku bunga 3%

 

 

 

 

    1. Pembayaran minimum kartu ketiga: Rp 500.000,- dengan suku bunga 2,75%

 

 

 

 

 

 

Dari keterangan di atas terlihat bahwa total pembayaran minimum kartu Anda adalah Rp 2.000.000,- . Sisa uang yang masih Anda miliki sebesar Rp 3.000.000,- harus Anda gunakan untuk menambah pembayaran kartu kredit yang suku bunganya paling besar, dalam hal ini berarti kartu pertama. Sehingga, total yang Anda bayar untuk kartu pertama adalah Rp 800.000,- + Rp 1.000.000,- yaitu Rp 1.800.000,-. Begitu seterusnya, hingga hutang Anda secara jangka panjang bisa terlunasi.

 

 

 

 

 

 

 

 

Tutup Kartu Kredit (Jika Utang di Kartu Kredit)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gunting kartu kredit dengan bunga paling tinggi agar Anda tidak kembali mengggunakannya dan semakin menimbun total utang tertunggak. Hubungi pihak bank penerbit untuk membantu penutupan kartu. Anda dapat melakukan restrukturisasi kredit agar selanjutnya utang yang dimiliki bisa mendapatkan keringanan, di akhir program restrukturisasi kredit biasanya kartu juga akan ditutup oleh pihak bank. 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hubungi Jasa Mediasi / Negosiator untuk Mendapatkan Bantuan

 

 

 

 

Seperti yang telah disebutkan di atas, Anda dapat mengikuti program restrukturisasi kredit dari pihak bank agar mendapatkan keringanan utang. Keringanan ini bisa berupa potongan dalam satu kali bayar, atau cicilan yang diperpanjang dengan bunga yang lebih rendah.  

 

 

 

 

Jika Anda bingung mengenai cara untuk mendapatkan program restrukturisasi kredit, Anda dapat meminta bantuan jasa mediasi atau negosiator. Salah satu jasa negosiasi terpercaya yang bisa membantu Anda mendapatkan keringanan di utang kartu kredit / KTA adalah PT amalan international indonesia. Sebagai satu-satunya perusahaan di Asia yang mendapatkan akreditasi dalam membantu menyelesaikan masalah utang oleh IAPDA, amalan berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik dan membantu Anda mendapatkan potongan dari bank yang sesuai dengan kondisi finansial Anda.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6 Cara Mengatur Keuangan untuk Pengantin Baru

Jika Anda baru menikah, masalah keuangan menjadi hal sensitif tetapi penting untuk dibicarakan. Hal tersebut dikarenakan uang yang Anda punya tidak sepenuhnya lagi menjadi milik Anda tetapi dapat menjadi milik pasangan juga. Selain itu, perlu untuk mendiskusikan dan beradaptasi dengan kondisi finansial masing-masing agar terbebas dari masalah finansial di kemudian hari. Berikut adalah 6 cara mengatur keuangan untuk pengantin baru:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Diskusikan Tujuan Bersama

 

 

 

 

 

 

 

 

Mendiskusikan tujuan bersama di awal pernikahan adalah hal yang penting. Dari diskusi tersebut, Andadapat mengetahui tujuan pasangan masing–masing di mana hal tersebut akan memengaruhi keuangan. Jika Anda tidak berada di satu tujuan, Anda dapat mencari jalan tengah bersama. Diskusi mengenai tujuan bersama sebaiknya tidak hanya dilakukan di awal pernikahan namun sesering mungkin. Rencanakanlah tujuan jangka pendek dan jangka panjang masing–masing agar Anda dan pasangan dapat mengontrol keuangan dengan baik. Contohnya, jika Anda merencanakan tabungan untuk berpergian ke luar negeri namun pasangan Anda lebih memilih untuk memiliki tabungan di masa tua. Cara terbaik adalah dengan duduk bersama dan berkomunikasi. Komunikasi dalam hal finansial sangat penting dan hal tersebut membuat Anda mengetahui arah finansial untuk satu hingga mungkin sepuluh tahun ke depan. Selain itu, hal–hal kecil di mulai dari kegiatan yang mau dilakukan tiap minggu hingga rencana pendidikan pasangan harus didiskusikan sehingga Anda dapat membuat perencanaan keuangan sedini mungkin. Namun, Anda juga harus tetap membuat tujuan bersama seperti membeli rumah atau memiliki kendaraan pribadi.

 

 

 

 

 

 

 

 

Rencanakan Anggaran Pengeluaran Bulanan

 

 

 

 

 

 

 

 

Setiap bulan sebaiknya Anda sudah mempunyai rencana anggaran pengeluaran. Hal tersebut akan membantu Anda dan pasangan mengontrol pengeluaran dan mencegah terjerat dari utang. Anda dapat membatasi diri dan pasangan jika pengeluaran sudah tidak sesuai anggaran. Batasi juga diri sendiri dari pengeluaran yang tidak terlalu penting seperti makan di luar atau pun menonton film di bioskop. Mulailah dari melihat pengeluaran diri sendiri dan pasangan beberapa bulan terakhir serta pemasukan yang Anda miliki. Dari sana dapat terlihat berapa banyak yang Anda dan pasangan habiskan dan pengeluaran apa yang perlu dikurangi. Perlu diingat untuk mengalokasikan juga dana untuk hal yang tak terduga seperti sakit atau pun renovasi rumah. Tidak cukup hanya membuat anggaran saja tetapi Anda juga harus berusaha konsisten dalam menjaga kebiasaan agar tidak melebihi anggaran. Buatlah catatan pengeluaran dan pemasukan sehingga Anda tetap bisa mengontrol arus keuangan keluarga.

 

 

 

 

 

 

 

 

Menentukan Kepemilikan Akun Bank

 

 

 

 

 

 

 

 

Tentukanlah kepemilikan akun bank Anda apakah mau menyimpan uang bersama atau terpisah. Terdapat pro dan kontra mengenai kepemilikan akun bank bersama atau menyimpan uang di rekening masing–masing. Memiliki akun bank bersama berarti membuat Anda dan pasangan berada di level yang sama mengenai masalah keuangan. Hal tersebut juga dapat menambah kepercayaan pasangan serta Anda harus berkomunikasi dengan baik dalam menggunakan uang agar tidak terjadi kesalahpahaman. Tagihan yang dibayar pun akan menjadi beban bersama karena hanya ada satu pintu rekening. Tagihan–tagihan seperti kebutuhan anak, kebutuhan rumah tangga, dan lainnya dapat ditangani bersama dan lebih transparan jika memiliki akun bank bersama. Jika Anda memilih untuk memiliki rekening terpisah, hal tersebut dapat membuat Anda mempunyai tabungan untuk kebutuhan personal. Tidak ada yang salah atau pun benar dan sesuaikan kepemilikan akun bank sesuai kebutuhan Anda.

 

 

 

 

 

 

 

 

Melunasi Utang

 

 

 

 

 

 

 

 

Jika Anda mempunyai utang sebelum menikah, segera lakukan pelunasan utang. Utang bisa memberatkan pasangan Anda jika sudah menikah. Hal tersebut dikarenakan ketika sudah menikah kewajiban membayar utang menjadi kewajiban Anda dan pasangan. Buatlah perencanaan yang matang agar dapat terbebas dari utang dan terhindar dari utang di kemudian hari. Hidup bebas utang tidak hanya baik untuk keadaan finansial tetapi juga untuk pernikahan Anda. Tidak ada salahnya mempunyai kartu kredit namun Anda harus mengontrol dan bertanggung jawab menggunakannya sehingga tidak terbebani utang. Jika Anda tidak mempunyai utang, Anda dapat mengalokasikan pengeluaran untuk disimpan sebagai tabungan hari tua. Dana simpanan cadangan menjadi hal yang penting agar Anda terbebas dari utang. Selain itu, Anda dapat membagi tanggung jawab dalam pengeluaran seperti misalnya Anda yang membayar kebutuhan anak sekolah dan pasangan yang membeli kebutuhan pokok.

 

 

 

 

 

 

 

 

Mempunyai Dana Simpanan

 

 

 

 

 

 

 

 

Anda perlu mempertimbangkan untuk memilikinya di satu rekening bank terpisah. Hal ini penting untuk dimiliki sebelum banyaknya pengeluaran. Dana simpanan adalah uang yang digunakan untuk hal-hal yang tidak terduga. Banyaknya dana simpanan cadangan tersebut tergantung dari pemasukan yang diperoleh Anda dan pasangan tiap bulannya. Ada baiknya untuk mempunyai dana cadangan yang sekiranya dapat menutupi pengeluaran Anda selama 6 bulan ke depan.  Mempunyai dana simpanan akan membuat rumah tangga Anda menjadi lebih aman dan berjaga jika ada keadaan darurat seperti sakit atau renovasi rumah besar-besaran. Dana simpanan akan mencegah Anda untuk berutang di kemudian hari. Ingatlah untuk hanya menggunakan dana simpanan cadangan dalam keadaan darurat. Dana simpanan ini juga dapat Anda gunakan nanti jika sudah tidak bekerja. Hindari menyimpan dana simpanan di akun rekening yang sama dengan rekening yang digunakan untuk menyimpan uang agar Anda dan pasangan tidak memakai uang tersebut dengan gampangnya dan hanya digunakan pada masa-masa krisis.

 

 

 

 

 

 

 

 

Membahas Masalah Asuransi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ketika Anda menikah, penting untuk membahas dan memperbaharui finansial Anda seperti mempunyai tipe asuransi baru mencakup asuransi hidup untuk melindungi Anda sekeluarga, asuransi kesehatan, dan lainnya. Beberapa asuransi mungkin sudah ditanggung oleh tempat Anda dan pasangan bekerja. Asuransi yang sudah ditanggung oleh tempat kerja dapat mengurangi pengeluaran Anda untuk membayar asuransi. Contohnya, jika tempat Anda bekerja sudah menyediakan asuransi kesehatan, Anda hanya perlu membuat asuransi untuk pasangan Anda. Asuransi hidup dapat membantu Anda jika Anda kehilangan pendapatan dan akan membantu keluarga Anda menjaga stabilitas hidup.

 

 

 

 

 

 

 

 

Sebagai pengantin baru, masalah finansial penting untuk dibicarakan di awal. Komunikasi dan perencanaan menjadi hal yang penting dalam mengatur keuangan. Hal tersebut dapat mencegah hal yang tidak terduga dan terbebas dari utang.

 

 

 

 

 

 

 

5 Cara Atur Gaji Bulanan dengan Mudah

Mengatur pendapatan memang kerap bikin kita pusing. Apalagi kalau kamu masih fresh graduate, dan baru pertama kali mempunyai penghasilan sendiri. Simak 5 cara mudah untuk atur gaji bulanan berikut ini.

1. Penuhi kewajiban di awal

Yang namanya kewajiban itu harus diprioritaskan. Maka dari itu, lebih baik disisihkan di awal saja. Mulai dengan menulis semua kewajiban atau kebutuhan yang perlu kamu penuhi, berikut dengan nominalnya. Contoh kebutuhan yang harus didahulukan: bayar kontrakan, tagihan listrik, tagihan kartu kredit, kirim uang ke orang tua, dst.

2. Tabung uang di rekening terpisah

Jangan takut untuk menabung di awal, karena akan lebih mencegah kamu menggunakan uang untuk hal-hal yang gak perlu. Kalau ada kebutuhan mendadak seperti untuk berobat, kamu tetap bisa menggunakan tabungan yang sudah kamu sisihkan ini. Agar lebih optimal, pastikan kamu menabung di rekening yang berbeda dengan rekening utamamu.

3. Buat shopping list

Catat barang-barang yang ingin kamu beli, baik itu yang pokok maupun yang bukan, dalam sebuah list. Sertakan harganya dan coba atur urutannya sesuai dengan prioritasmu. Dengan begini kamu bisa melihat saat kamu ingin membeli suatu barang, akan ada kemungkinan kamu harus merelakan barang lainnya dan membelinya lain waktu.

4. Catat pengeluaran dan pemasukan

Awalnya malas banget melakukan ini, tapi lama-lama kamu akan terbiasa kok. Kamu bisa memanfaatkan aplikasi di smartphone mu seperti Uangku dan Penny untuk membantu mengontrol keuanganmu sehari-hari.

5. Gunakan sisanya untuk investasi dan donasi

Jika kamu masih memiliki dana yang tersisa, kamu bisa mempertimbangkan untuk menginvestasikan atau mendonasikannya. Selain itu, nggak ada salahnya juga untuk memasukkannya ke tabunganmu.

Bagaimana, dari 5 cara ini apa sudah ada yang kamu lakukan? Keuangan pribadi bukanlah perkara yang mudah. Sangat wajar jika kita membutuhkan bantuan dalam menanganinya, terutama ketika berhadapan dengan masalah utang. amalan dapat membantu pelunasan utang kamu secara mudah dan ringan.

4 Cara Mengatur Keuangan Saat Berencana Punya Anak

Sebagian dari Anda yang sudah berkeluarga mungkin mulai berencana punya anak agar dapat menambah anggota baru di keluarga.  Namun biasanya, rencana punya anak tidak dapat dijalankan semudah itu, terutama jika Anda masih harus memikirkan jumlah pengeluaran yang nantinya akan sangat diperlukan ketika membesarkan anak, 

Sebagai orang tua, tentunya Anda ingin memberikan semua yang terbaik untuk anak Anda. Walau biaya hidup di Indonesia mungkin tidak setinggi di negara barat, kita tidak dapat memungkiri biaya untuk membesarkan seorang anak tidaklah murah. Saat ini biaya kuliah di perguruan tinggi tiap semesternya dapat mencapai angka Rp 6 juta, belum ditambah biaya makan dan transportasi. Bagaimana dengan biaya dari TK hingga SMA, atau biaya keperluan saat anak Anda masih bayi. Anda benar-benar harus mempersiapkan dan merencanakannya dengan baik. Berikut merupakan beberapa tips cara mengatur keuangan saat berencana punya anak. 

Tulis Ulang Anggaran Anda

Pengeluaran saat Anda hidup sendiri, berdua dengan pasangan, hingga nantinya dengan buah hati Anda akan sangat berbeda. Pastikan anda sudah mulai memahami dengan jenis-jenis pengeluaran baru yang nantinya akan muncul. Mulailah dengan menulis pengeluaran dan pemasukan anda saat ini. Selanjutnya, coba mulai tuliskan jenis-jenis pengeluaran yang akan dibutuhkan saat membesarkan seorang bayi. Mulai dari popok, peralatan, susu dan makanan, biaya dokter dan daycare (jike diperlukan). Mulailah mencoba memperkirakan besarnya pengeluaran saat akan berencana punya anak.  

Menabung Lebih Banyak

Cara mengatur keuangan saat memiliki rencana punya anak bisa dilakukan dengan mulai berusaha untuk mulai menabung lebih banyak dari biasanya. Saat mulai mempunyai anak, Anda akan sangat memerlukan tabungan ini. Nantinya mungkin akan ada banyak pengeluaran besar yang belum tentu dapat Anda duga, misalnya untuk prosesi kelahiran dan pemeriksaan ke dokter. Selain itu, mulai juga perhitungkan kondisi darurat saat Anda atau pasangan tidak bisa melanjutkan kerja karena sakit atau karena terlalu repot untuk mengurus anak. Tabungan Anda harus cukup untuk menutupi segala kemungkinan tersebut.

Pastikan Segala Kebutuhan Terpenuhi

Baik melalui tabungan maupun asuransi, Anda harus memastikan seluruh kebutuhan, terutama yang jumlahnya besar, sudah dapat terpenuhi. Biaya untuk proses kelahiran maupu perawatan kesehatan tidaklah murah. Anda dapat mempersiapkan pengeluaran tersebut tidak hanya dengan tabungan, tapi dengan asuransi yang kadang dapat membantu Anda dalam menghemat pengeluaran. Tidak hanya biaya kesehatan, beberapa bank dan perusahaan asuransi memberikan pelayanan untuk membantu Anda mempersiapkan kebutuhan pendidikan dan rumah. Namun perhatikan baik-baik polis asuransi yang akan Anda daftarkan agar tidak terjadi kesalahpahaman ketika Anda menggunakannya di kemudian hari.

Segera Lunasi Utang Anda

Apabila Anda memiliki utang yang masih belum dilunasi, akan lebih baik jika Anda mulai membebaskan diri dari utang sebelum kelahiran anak Anda. Hal ini disebabkan karena nantinya akan ada banyak keperluan anak yang harus Anda penuhi. Hal itu dapat menurunkan kemampuan Anda untuk pelunasan utang di kemudian hari. Apabila saat ini pun Anda sudah merasa kesulitan untuk melunasi utang, Anda dapat menggunakan jasa manajemen utang seperti yang ditawarkan oleh amalan international.

Tim amalan siap membantu Anda agar segera terbebas dari utang-utang anda. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai program keringanan utang yang ditawarkan, Anda dapat menghubungi amalan international dan sekaligus mengkonsultasikan permasalahan utang Anda, dengan klik gambar di akhir artikel ini.

Mulai merencanakan untuk mempunyai anak bisa jadi hal yang memusingkan, terutama bila Anda terus memikirkan mengenai jumlah dana yang akan diperlukan. Anda perlu mengingat bahwa banyak orang tua di luar sana yang telah berhasil membesarkan buah hati mereka dan masih dapat mengontrol kestabilan keuangan mereka. Anda juga dapat berkonsultasi dengan kerabat terdekat Anda yang sudah berkeluarga mengenai pengalaman mereka.

7 Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Agar Tidak Boros

Mengatur keuangan rumah tangga memang susah-susah gampang. Ada saja kebutuhan yang membuat Anda harus mengeluarkan uang melebihi anggaran. Selalu saja ada kesalahan yang membuat Anda dan keluarga menjadi tidak bisa menabung. Salah satu permasalahannya mungkin karena pengelolaan Anda kurang tepat. Ada berbagai pos pengeluaran yang belum terdata, atau alokasi dananya terlalu minim di pos tertentu dan terlalu berlebihan di pos yang lain. Untuk mengetahui cara mengatur keuangan rumah tangga agar tidak boros serta apa kunci sukses mengatur keuangan keluarga, simak poin-poin berikut:

Manfaat Mengetahui Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga

Dengan mulai mengetahui dan mengaplikasikan cara mengatur keuangan rumah tangga agar tidak boros bisa membantu Anda untuk memiliki arus keuangan yang lebih sehat. Tentunya dengan memiliki keuangan keluarga yang teratur Anda bisa lebih meminimalisir pengeluaran yang tidak terkontrol, terutama pengeluaran yang sifatnya impulsif karena berutang, misalnya dengan kartu kredit. Jadi, dengan mengelola secara teratur Anda bisa lebih meminimalisir kemungkinan terjebak dalam utang. Hal ini juga berdampak pada keamanan status iDebt (informasi debitur) Anda di SLIK OJK. 

Selain itu, Anda pun juga bisa mengontrol agar jangan sampai ada keuangan tidak terduga yang keluar, yang biasanya akan membuat Anda semakin boros. Biasanya dengan mengelola seperti ini Anda bisa tahu persis berapa saja yang boleh dikeluarkan dan berapa batas pengeluaran agar tidak berlebihan. 

Tentu saja, dengan begini Anda juga bisa menabung lebih banyak. Anda juga bisa tahu di mana pengeluaran yang kurang perlu dan bisa dialokasikan untuk tabungan. Nantinya, uang tabungan ini bisa dialokasikan untuk hal lain seperti pelunasan utang (jika ada), atau digunakan untuk membiayai dana darurat suatu saat nanti. 

Kunci Sukses Mengatur Keuangan Keluarga

Saat akan mulai mengelola uang, tentunya Anda harus memulainya dengan kunci sukses mengatur keuangan keluarga. Kunci ini terletak pada keterlibatan seluruh anggota keluarga. Biarkan setiap anggota, bahkan anak sekalipun untuk turut mengambil peran. Jelaskan kepada anak bahwa kondisi keuangan keluarga sudah harus diperketat agar arus keuangan menjadi lebih sehat.

Ambil waktu untuk melakukan rapat keluarga, dan tentukan berapa besar nominal yang cukup dikeluarkan untuk setiap pengeluaran. Sepakati bersama dengan setiap anggota keluarga, dan beri tahu bahwa anggaran ini tidak akan berjalan sesuai dengan rencana tanpa keterlibatan seluruh anggota keluarga. 

Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Agar Tidak Boros

1. Buat Daftar Pos Pengeluaran

Mulailah dengan membagi berbagai jenis pos pengeluaran yang kira-kira akan Anda dan keluarga keluarkan. Beberapa pos yang biasanya cukup penting adalah:

Cek lagi apakah ada pos pengeluaran lain yang biasanya wajib Anda bayarkan secara teratur, salah satu yang terpenting adalah membayar cicilan utang seperti kartu kredit atau KTA, maupun utang lain seperti KPR, KKB. Tentu saja hal ini perlu dianggarkan secar spesial jika Anda masih memiliki utang yang berjalan. 

Setelah mengetahui pos pengeluaran, cobalah mulai mengalokasikan dana untuk setiap pos yang ada. Anda bisa menggunakan aplikasi gratis maupun menggunakan tabel spreadsheet di Excel. Hal ini akan membantu Anda untuk menghitung setiap jenis pengeluaran, dan melihat perlu tidaknya mengalokasikan uang sebanyak itu. 

2. Buat Kalender Tagihan

Untuk membuat keuangan rumah tangga lebih teratur, ada baiknya untuk membuat kalender tagihan setiap bulan. Tandai setiap tanggal berapa saja harus membayar tagihan air atau listrik (maupun jadwal membeli pulsa pre-paid token PLN), membayar uang sekolah anak, tanggal tagihan kartu kredit (jika ada), maupun tagihan lainnya. Biasakan untuk teratur melakukannya di awal bulan, setidaknya di tanggal 10 setiap bulan. Hal ini akan membantu Anda menjadi lebih teratur dan terhindar dari biaya denda. 

3. Bayar Utang Setiap Bulan

Jika Anda memang memiliki pos untuk membayar cicilan utang setiap bulan seperti pos di atas, tentunya hal ini harus diprioritaskan. Pastikan untuk membayar utang secara teratur setiap bulan agar Anda tidak tertunggak dan berdampak pada buruknya iDebt (informasi debitur) SLIK OJK Anda. 

Anda bisa mengakali bagian ini dengan mengikuti program manajemen utang dari perusahaan yang menyediakan program tersebut. Biasanya dengan mendaftar dalam program manajemen utang Anda bisa mendapatkan program keringanan utang dalam melunasi pinjaman kartu kredit maupun KTA, dengan begitu hal ini juga bisa membantu Anda dalam meringankan anggaran setiap bulan. Cara mengatur keuangan rumah tangga agar tidak boros satu ini rasanya cukup efektif, terutama bagi Anda yang memang memiliki kesulitan dalam membayar utang setiap bulannya.  

4. Membuat Gol dalam Menabung 

Kunci sukses mengatur keluarga juga terletak pada kemampuan dalam menabung. Resep utama yang harus Anda lakukan adalah dengan menyisihkan, bukan menyisakan uang setiap bulan. Banyak yang mengelola dengan kurang tepat karena sisa uang di akhir bulan sudah terlanjur habis dan tidak lagi dapat menabung. Padahal jika saja setiap awal bulan Anda dan keluarga teratur menyisihkan setidaknya 10 – 30% pendapatan bulanan ke rekening tabungan, hal ini bisa memberikan dampak yang besar untuk Anda. Hasil dari tabungan tentunya bisa dialokasikan untuk hal seperti membeli aset dengan down payment (DP) lebih besar sehingga cicilan lebih ringan, untuk berlibur, maupun untuk pengeluaran lain yang memang dibutuhkan.

5. Sisihkan Uang untuk Dana Darurat

Oh ya, penting juga untuk menabung untuk dana darurat. Dana darurat adalah dana yang dipersiapkan untuk digunakan dalam keadaan darurat, seperti apabila Anda jatuh sakit atau mungkin dipecat dari pekerjaan. Mengapa dana darurat dan tabungan harus dipisahkan? Tentu saja sebagai jaga-jaga menggantikan penghasilan utama Anda di kondisi terdesak. Fungsi dana darurat akan sangat terasa ketika sumber penghasilan utama Anda benar-benar hilang, sehingga memang benar-benar tidak boleh digunakan sama sekali dan harus dialokasikan dalam sebuah rekening tabungan khusus. 

Dana darurat yang perlu disiapkan biasanya berdasarkan jumlah gaji bulanan anda. Anda bisa mempersiapkan dana darurat sebanyak 3, 6, atau 12 kali dari jumlah gaji bulanan anda. Biasanya bagi yang masih single, cukup 3 kali jumlah gaji. Untuk yang sudah berkeluarga, ada baiknya menyiapkan minimal 6 atau 12 kali dari jumlah gaji Anda.

6. Pantau Pengeluaran

Setelah mengetahui pos pengeluaran apa saja dan berapa nominal yang dialokasikan untuk setiap pos, inilah waktunya untuk melakukan implementasi dan evaluasi. Cobalah untuk terus memantau pengeluaran selama sebulan, apakah alokasi yang Anda buat untuk keuangan keluarga Anda sudah cukup atau masih kurang. Lihat lagi di pos mana yang membutuhkan nominal lebih, serta di pos mana sebaiknya dikurangi atau bahkan dihilangkan. 

7. Mengubah Kebiasan untuk Selalu Menggunakan Uang Tunai atau Kartu Debit

Hindari untuk menggunakan kartu kredit dalam pembayaran sehari-hari. Kartu kredit memang baik digunakan untuk mendapatkan promo, sehingga Anda bisa membayar lebih murah. Namun begitu, jika menggunakan kartu kredit secara terus menerus, biasanya akan ada kecenderungan untuk menggunakan secara tidak terkontrol. Tentunya hal ini bisa memberikan dampak buruk jika terjadi tanpa sadar, tagihan yang datang di bulan depan bisa membengkak secara tiba-tiba. 

Maka dari itu, ubah kebiasaan untuk selalu menggunakan uang tunai untuk transaksi sehari-hari. Jika ingin lebih efisien, Anda bisa menggunakan kartu debit atau uang elektronik berupa e-money (Mandiri) / Flazz (BCA) / Brizzi (BRI) / TapCash (BNI). Pastikan kartu debit atau uang elektronik yang Anda gunakan memang sudah dibatasi nominalnya untuk penggunaan sehari-hari, sehingga memang merupakan kartu yang berbeda dari kartu rekening khusus menabung.