5 Langkah Cermat Berburu Diskon di Bulan Ramadan

Menyambut bulan Ramadan, berbagai penjual menawarkan beragam diskon yang menggiurkan. Tak hanya toko offline, situs e-commerce juga berbondong-bondong memberikan diskon fantastis yang tentunya menawarkan harga yang sangat bersaing dengan produk di toko offline.

Namun, Anda harus berhati-hati menghadapi diskon di bulan Ramadan yang tentunya menggiurkan. Salah-salah, Anda bisa lebih boros dan berakhir membeli produk-produk yang sebenarnya tidak Anda butuhkan. Kami memiliki beberapa tips untuk Anda dalam menghadapi serbuan diskon online di bulan ramadan.

Hati-hati dengan Toko yang Menaikkan Harga Sebelum Diskon

Sebelum tergiur dengan besarnya potongan yang diberikan oleh toko pada periode diskon, Anda patut waspada dengan harga yang ditawarkan oleh toko. Metode seperti ini sudah dipraktikkan sejak lama, di mana toko akan menaikkan harga dasar produk, sehingga setelah diberikan diskon, harga produk tidak jauh berbeda dengan harga awal produk sebelum dinaikkan harga dasarnya.

Dengan cara ini, toko bisa memberikan nominal diskon yang besar untuk menarik perhatian calon pembeli. Namun, tidak semua toko menggunakan cara seperti ini. Bila Anda sudah mengamati harga produk yang Anda incar, Anda akan bisa mengetahui dengan mudah apabila toko yang memberikan diskon sudah menaikkan harga dasarnya. 

Pastikan Harga yang Tertera Adalah Harga Final

Jika Anda membeli produk di e-commerce, ada kalanya harga yang Anda lihat bukanlah harga final. Untuk e-commerce, biasanya Anda akan diberikan biaya tambahan untuk ongkos kirim ke alamat Anda. Untuk menghemat, Anda bisa pilih e-commerce yang memberikan opsi pengtiiriman gratis. Meski biasanya durasi pengiriman lebih lambat 1-2 hari dibanding dengan ekspedisi biasa, tapi Anda bisa menghemat ongkos kirim apabila Anda membeli dari lebih dari 1 penjual di e-commerce.

Hal lain yang harus Anda perhatikan adalah biaya tambahan yang dibebankan kepada Anda apabila Anda memakai jasa pihak ketiga untuk membantu pembayaran seperti minimarket. Selain minimarket, biasanya Anda juga akan terkena biaya tambahan sebesar 1.5% dari total pembayaran apabila Anda membayar dengan kartu kredit. Manfaatkan transfer bank atau e-banking supaya Anda tidak dibebankan biaya tambahan untuk produk Anda.

Cek Harga di “Toko Sebelah”

Jangan langsung tergiur dengan besarnya diskon yang ditawarkan oleh penjual di periode diskon Ramadan ini. Sebelum Anda membeli produk yang Anda inginkan, ada baiknya Anda mencari tahu terlebih dahulu harga produk yang Anda incar di toko-toko lain. Ada kalanya, toko langganan Anda bukanlah toko yang memberikan harga terbaik untuk produk incaran Anda.

Jika Anda memilih untuk membeli barang tersebut di situs e-commerce, Anda bisa memanfaatkan layanan gratis yang dapat membandingkan harga produk di beberapa situs e-commerce.

Fokus Pada Barang yang Anda Butuhkan

Tentukan tujuan Anda mengikuti rangkaian promo dan diskon selama bulan Ramadan ini. Apakah Anda ingin meng-upgrade telepon genggam Anda? Atau Anda ingin membeli produk kebutuhan rumah tangga dengan harga yang lebih murah?

Penetapan produk yang ingin Anda beli selama masa diskon adalah langkah penting, sehingga Anda akan fokus pada barang yang Anda butuhkan. Jika tidak, Anda akan menambah pengeluaran tak terduga di bulan Ramadan dan berakhir membeil produk yang sebenarnya tidak Anda butuhkan, hanya karena Anda tergiur dengan diskon yang besar.

Manfaatkan Diskon Tambahan dari Kartu Kredit

Meskipun pada poin sebelumnya dijelaskan bahwa kartu kredit memberikan biaya tambahan pada transaksi di e-commerce, Anda dapat memanfaatkan promosi tambahan yang diberikan oleh bank kepada Anda. Terkadang, bank memberikan diskon tambahan yang biasanya berkisar antara 5-15%, di luar diskon yang diberikan oleh situs e-commerce. Menarik, bukan?

Ada banyak e-commerce yang menawarkan beragam produk dengan diskon yang menggoda di bulan Ramadan ini. Meski tawaran-tawaran diskon sangat menggoda, tapi Anda harus cermat dalam memilih diskon mana atau e-commerce mana yang paling menguntungkan bagi Anda. Gunakan pula kartu kredit dengan bijak apabila memang tidak memberatkan Anda. Selamat berbelanja!

Waspada 5 Jenis Pengeluaran Saat Bulan Ramadan Berikut Ini!

Bulan kemenangan telah tiba, inilah saatnya untuk mengatur keuangan dengan lebih cermat dibanding bulan-bulan biasanya. Hal ini dikarenakan banyak jenis pengeluaran saat bulan Ramadan yang perlu Anda hitung-hitung dan diberikan perhatian lebih banyak. Berikut adalah beberapa jenis pengeluaran saat bulan Ramadan yang perlu Anda kelola dengan lebih baik:

Buka Bersama

Memasuki bulan Ramadan biasanya undangan buka puasa bersama pun akan mulai bergelimangan. Acara buka puasa bersama memang sering dijadikan momen reuni dengan teman-teman lama, sehingga di bulan Ramadan memang undangan ini memiliki frekuensi yang cukup tinggi.

Namun begitu, Anda juga tetep saja harus memilih-milih lagi mana undangan buka bersama yang harus Anda datangi, dan mana yang sebaiknya Anda tolak. Biaya untuk acara buka bersama sendiri juga tidak sedikit, untuk makan di sebuah restoran biasa saja setidaknya Anda harus menyiapkan dana minimal Rp50.000. Bayangkan jika Anda mendatangi 8 acara buka puasa dalam satu bulan, tentu minimal sudah mengeluarkan Rp400.000,- Boros sekali, bukan?

Maka dari itu, mulailah untuk mencari opsi pengganti lain untuk melakukan reuni di bulan Ramadan. Anda bisa mengadakan acara makan-makan dengan sistem potluck, memasak bersama teman-teman untuk acara buka puasa (bisa dilakukan di akhir pekan), membeli makanan di rumah makan yang harganya lebih miring dan menggunakan jasa antar makanan ke rumah, supaya tidak perlu boros bensin ke tempat tujuan. 

Belanja Jajanan Ta’jil

Setelah menahan lapar dan dahaga sepanjang hari, biasanya kita akan lebih mudah tergoda untuk membeli ta’jil atau cemilan berbuka puasa, terutama pada saat sore hari. Meskipun harganya cenderung tidak mahal, namun jika frekuensi pembeliannya dilakukan setiap hari, tentu saja pengeluaran yang Anda lakukan akan cukup besar.

Sesekali membeli boleh saja, hanya saja mungkin Anda harus lebih bisa menyiasatinya dengan membuat cemilan sendiri. Jika memungkinkan, Anda juga bisa membuat ta’jil sendiri berupa es sirop buah-buahan yang kemudian dijual kepada sesama rekan karyawan. Selain mendapatkan es sirop yang melepaskan dahaga, Anda juga bisa mendapatkan penghasilan sampingan sekaligus. 

Belanja Kebutuhan Pokok untuk Pengeluaran Sehari-hari

Sudah bukan rahasia lagi bahwa saat Ramadan, biasanya harga-harga kebutuhan pokok akan meningkat. Harga ayam potong misalnya, pada hari-hari biasanya mungkin berkisar di angka Rp33.000-35.000,- namun di bulan puasa bisa saja menjadi Rp38.000-40.000,- Kenaikan harga yang hingga lima ribu rupiah tentunya akan memberikan dampak yang sangat terasa, apalagi harga yang naik juga bisa meliputi harga bawang, cabai, telur ayam, serta sayur-sayur lainnya.

Untuk mengatasi hal ini, satu-satunya cara yang bisa mengatasinya adalah dengan tetap berbelanja di pasar tradisional agar Anda bisa melakukan tawar-menawar harga. Selain itu, cobalah mencari makanan pengganti yang harganya bisa lebih murah. Jika merasa ayam potong lebih mahal, Anda bisa sesekali menggantinya dengan ikan kembung yang harganya jauh lebih murah.

Sama halnya dengan sayur mayur, jika merasa harga petai jauh lebih mahal, cobalah mengganti dengan sayur lain yang lebih murah, seperti bayam atau kangkung. Anda juga boleh lebih sering mengkonsumsi makanan lain yang berprotein tinggi, seperti tempe. Agar tidak bosan, cobalah untuk terus berkreasi dengan resep-resep olahan tempe yang baru, melalui situs penyedia resep seperti Cookpad atau Kokiku.

Transportasi untuk Mudik

Jenis pengeluaran untuk mudik memang termasuk menjadi salah satu jenis pengeluaran saat bulan Ramadan yang bersifat prioritas. Sebaiknya Anda sudah mulai mengelola pengeluaran ini dari beberapa bulan sebelumnya. Salah satu yang dilakukan adalah dengan berburu tiket kereta api / tiket pesawat dari jauh-jauh hari.

Sampai saat ini, Pemerintah melalui PT KAI juga masih menjual tiket kereta api ke berbagai tempat tujuan mudik. Sama halnya dengan tiket pesawat maupun kamar hotel, sebaiknya Anda sudah melakukan booking dari jauh-jauh hari, melalui situs yang memberikan harga-harga terbaik. 

Jika sudah terlambat, cobalah untuk mencari opsi-opsi lain, misalnya dengan melakukan sharing-cost dengan sanak saudara yang menggunakan mobil atau transportasi laut menuju kota mudik tujuan.

Jika masih ingin berburu tiket kereta, sebaiknya Anda juga menyiapkan rute alternatif dengan membeli tiket kereta api secara estafet, misalnya jika tiket dari Jakarta langsung ke Surabaya sudah habis, belilah tiket dari Jakarta ke Cirebon, lalu lanjutkan dari Cirebon ke Surabaya. Selalu cek tiket-tiket pesawat maupun tiket kereta api di jam yang sepi, yaitu pukul 03.00 – 06.00 WIB. Hal ini dapat memberikan Anda peluang untuk tetap mendapatkan kelas tiket yang Anda inginkan. 

THR

Senang mendapat THR? Eits, tunggu dulu. Nyatanya, THR juga menjadi jenis pengluaran saat bulan Ramadan yang harus diperhitungkan. Sudah menjadi tradisi di Indonesia untuk memberikan THR kepada orang-orang yang bekerja untuk kita, serta sanak saudara yang masih berusia muda. Maka dari itu, sebaiknya Anda juga mengalokasikan sejumlah dana untuk hal ini.

Berikanlah THR yang cukup untuk asisten rumah tangga atau tetangga sekitar yang dianggap layak karena sering membantu (tentu saja prioritaskan untuk mereka yang memiliki finansial agak kurang). Untuk sanak saudara, biasanya keponakan, Anda bisa lebih berkreasi dalam memberikan THR.

Buatlah budaya ini menjadi ajang agar anak-anak menjadi lebih kreatif, ketimbang sebagai budaya ‘meminta uang’. Anda bisa mengubahnya menjadi kompetisi, misalnya dengan mengadakan lomba nyanyi sederhana untuk para keponakan, dan biarkan anggota keluarga tertua (kakek/nenek) menjadi jurinya. Siapa yang memenangkan lomba, barulah berhak mendapatkan THR dari Anda.

Jadi selain menggeser definisi, Anda juga bisa sekaligus lebih hemat, bukan? (Baca juga: Memanfaatkan THR untuk Meraih Kemerdekaan Finansial)

5 Ide Usaha Rumahan di Bulan Ramadan. Yuk, Coba Sekarang!

Ramadan memang bulan penuh dengan kesempatan baru, tidak terkecuali kesempatan untuk meningkatkan pendapatan lebih. Ada begitu banyak peluang usaha menjelang puasa dan Lebaran, yang tentunya dapat membantu Anda untuk meningkatkan pundi-pundi.

Hanya dalam hitungan hari lagi, Ramadan sudah akan hadir dan Anda juga bisa langsung memulai usaha rumahan di bulan Ramadan. Berikut adalah berbagai ide usaha sampingan menjelang Lebaran yang wajib Anda coba:

1. Menjual Ta’jil dan Es Buah untuk Hidangan Berbuka Puasa

Usaha sampingan menjelang Lebaran yang sudah tidak asing lagi keuntungannya adalah menjual ta’jil serta es buah sebagai hidangan untuk berbuka puasa. Tentu saja untuk menjual hidangan ta’jil, Anda harus sangat variatif. Sediakan beragam hidangan seperti bubur sumsum, pisang goreng, kroket, ragout, tahu isi, pisang cokelat, ddsb.

Sama halnya dengan es buah, ada berbagai macam yang bisa Anda jual misalnya es cincau, es kolang-kaling, es timun suri, es pisang hijau, kelapa muda, es buah-buahan yang kaya akan vitamin, dan sebagainya. Jenis es seperti ini biasanya sangat diminati untuk melepaskan dahaga di bulan puasa.

Satu hal yang harus Anda perhatikan saat akan memulai usaha sampingan menjelang Lebaran satu ini adalah modal dan juga lokasi. Untuk segi modal, biasanya memang usaha ta’jil maupun es buah memiliki nominal yang cenderung lebih sedikit.

Anda bisa mulai menyisihkan sedikit dari dana tabungan untuk memulai bisnis satu ini, untuk modal bahan makanan sendiri sebenarnya tergantung dari kuantitas makanan yang akan dibuat, namun jika ingin menjual sedikit dengan kualitas cukup, biasanya modal tidak sampai Rp1.000.000,-

Di samping menghitung modal untuk bahan makanan, tentu saja Anda juga harus mempertimbangkan modal untuk menyewa lokasi lapak. Lokasi yang diminati biasanya area pasar, pinggir jalan, hingga ke area perkantoran.

Jika berbicara dari segi harga sewa lokasi tentunya akan sangat bervariasi tergantung dari tempat yang disewakan. Jika Anda memilih harga yang lebih membumi, tentunya Anda bisa memilih area pasar maupun pinggir jalan, dengan modal lebih sedikit dan harga jual yang lebih rendah juga.

Berbeda jika ingin berjualan di area perkantoran maupun sewa booth di area bazar yang tentunya lebih mahal, Anda juga harus mempersiapkan dana produksi yang lebih tinggi. Tidak mungkin dong, berjualan di area yang lebih mewah namun dengan kualitas produk lebih rendah.

2. Menjual Catering untuk Berbuka Puasa dan Sahur

Usaha rumahan di bulan Ramadan lainnya adalah dengan menjual catering untuk berbuka puasa dan sahur. Dengan tingginya aktivitas di bulan Ramadan, belum lagi harus mengejar waktu untuk kembali pulang ke rumah setelah bekerja seharian, biasanya tidak memungkinkan untuk menyiapkan makanan berbuka maupun sahur.

Anda bisa mengambil peluang satu ini untuk dijadikan sumber pendapatan. Jika Anda adalah seorang ibu rumah tangga atau memiliki istri yang bekerja sebagai ibu rumah tangga, tentunya bisa mulai mengambil peluang ini dengan cermat. Mulai siapkan menunya dari sekarang, dan coba tawarkan ke tetangga terdekat. Jika memungkinkan untuk mengantar ke area lain, Anda bisa mengenakan biaya ongkos kirimnya juga.

Modal yang satu ini juga cukup beragam, tergantung dari permintaan porsi makanan, jenis makanan serta di mana Anda membeli bahan makanan. Aturlah sedemikian rupa, atau siapkan menu sesuai dengan menu berbuka puasa yang memang akan disantap oleh Anda dan keluarga, sehingga tidak perlu berpikir dua kali dalam menyiapkan makanan.

3. Menjual Busana Muslim hingga Perangkat Alat Shalat

Salah satu budaya Idul Fitri di Indonesia adalah dengan berbelanja pakaian serta perangkat alat shalat baru. Beberapa produk yang akan naik daun dan bisa dijadikan peluang usaha menjelang puasa dan Lebaran ini misalnya mukena, sajadah, sarung, peci, hingga baju koko, baju gamis, dan sebagainya.

Permintaan untuk produk-produk ini tentu saja akan lebih tinggi dibandingkan bulan biasanya. Jadi, mulai siapkan modal untuk mulai berbelanja barang-barang tersebut. Cara paling mudah adalah dengan berbelanja di pusat perbelanjaan seperti Pusat Grosir Metro Tanah Abang (PGMTA) atau bisa juga membeli barang dengan menjadi reseller dari toko online.

Tentu saja Anda harus menyiapkan dana cukup untuk membeli barang-barang ini, karena harganya pasti tidak murah. Jika tidak ingin terlalu repot, Anda bisa , lalu jual kembali melalui platform online.

Cara lain yang bisa Anda lakukan jika ingin berjualan dengan modal yang lebih rendah adalah dengan menjadi dropshipper. Apa itu dropshipper? Dropshipper adalah seseorang yang melakukan sistem jual dropship, Anda tidak perlu membeli barang / menyimpan stok barang.

Anda hanya perlu mencari calon pembeli, dan meneruskan pesanan ke distributor / supplier yang menjadi rekanan Anda. Nantinya, mereka yang akan mengemas barang dan mengirimkan produk langsung ke tangan pembeli, atas nama toko Anda. Anda hanya perlu menaikkan harga dari harga modal yang memang dijual kepada Anda.

Untuk melakukan metode berjualan seperti ini, Anda bisa menghubungi pemilik toko online yang bersangkutan dan menanyakan apakah mereka menyediakan metode dropship dalam penjualan barangnya. Tentu saja hal ini akan sangat memudahkan, karena Anda hanya perlu mencari calon pembeli dan membiarkan pemilik toko untuk mengirimkan barang langsung ke pembeli.

Perhatikan untuk memilih pemilik toko yang bisa dipercaya, agar tidak malah merugikan Anda. Di beberapa online platform belanja saat ini, Anda juga bisa menemukan opsi sebagai dropshipper. Salah satunya adalah Shopee.

4. Ketupat dan Kue Kering untuk Lebaran

Peluang usaha menjelang puasa dan Lebaran lainnya lagi-lagi masih di bidang kuliner, Anda juga dapat mulai berjualan ketupat maupun kue kering untuk diajajakan. Meskipun biasanya baru dijual mendekati hari Raya, tidak ada salahnya untuk mulai memasarkannya dari sekarang. Cobalah untuk menawarkan produk yang akan dijual ke teman maupun kenalan, siapkan daftar pembeli terlebih dahulu agar nanti Anda bisa langsung mendistribusikannya

Untuk urusan kue kering, cobalah menyiapkan tester terlebih dahulu. Bawakan contoh produk ke kantor, acara arisan, maupun ke acara lainnya tempat Anda bisa mulai mempromosikan barang dagangan. Dengan begitu, mereka bisa langsung tahu apa saja produk yang bisa dibeli dan berapa harga serta kemasannya.

Untuk melengkapi kue kering, Anda dapat menawarkan paket hampers kue kering Lebaran sekaligus. Jual dengan harga yang lebih menarik untuk paket beberapa jenis kue beserta parsel. Jangan lupa hitung modal untuk hampers pembungkus kue Anda, ya!

4. Rental Mobil

Sama dengan menjual ketupat serta kue kering, bisnis jenis ini sangat terasa saat mendekati hari raya, biasanya momen Idul Fitri dimanfaatkan oleh orang-orang untuk berlibur ke kota-kota pusat wisata.

Bagi Anda yang berada di area tersebut dan memiliki mobil lebih, bisnis menyewakan mobil bisa menjadi kesempatan emas bagi Anda. Harga rental mobil bisa meningkat dua kali lipat saat libur Idul Fitri. Jadi, bagi Anda yang memiliki kendaraan lebih bisa dimanfaatkan untuk menambah penghasilan.

Mengapa Berjualan di Bulan Ramadan?

Dengan banyaknya kesempatan untuk meraup keuntungan lebih tinggi, tentunya Anda bisa langsung mengumpulkan dana lebih banyak lagi. Dana hasil keuntungan ini tentunya bisa langsung Anda akumulasikan dengan dana yang sudah tersimpan di tabungan, serta THR (yang akan diterima di akhir bulan nanti).

Akumulasi ketiga sumber dana tersebut tentunya bisa langsung Anda alokasikan untuk melunasi utang kartu kredit serta KTA yang masih tertunggak di pihak bank.

Banyak Program Keringanan Kartu Kredit dan KTA dari Bank di Bulan Ramadan

Pada bulan Ramadan biasanya bank menyediakan program-program yang menarik bagi Anda, yang belum dapat melunasi tunggakan utang kartu kredit maupun KTA. Program keringanan tersebut dapat berupa potongan maupun cicilan yang diperpanjang dengan bunga lebih rendah agar Anda dapat melunasi utang kartu kredit maupun KTA yang belum dapat dilunasi sampai saat ini. Penawaran ini eksklusif bagi klien amalan international.

Apa Saja Program Keringanan yang Biasanya Bisa Didapatkan di Bulan Ramadan?

Program-program seperti ini biasanya bisa Anda dapatkan dari perusahaan penyedia manajemen utang, yang memiliki konsultan-konsultan berpengalaman. Belum lagi, jika Anda memiliki beberapa utang tertunggak sekaligus, pihak konsultan dapat membantu Anda dalam menyusun strategi untuk memutuskan jenis utang mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu, sesuai dengan kondisi finansial yang Anda miliki saat ini. Berikut adalah beberapa jenis program keringanan yang bisa Anda manfaatkan untuk mulai terbebas utang di akhir tahun:

1. Potongan / Diskon dalam Satu Kali Bayar

Jenis program keringanan yang satu ini memungkinkan nasabah agar total utangnya berkurang menjadi lebih kecil. Sesuai dengan namanya, walaupun nasabah mendapatkan diskon dalam utangnya (umumnya 20-50%), mereka harus langsung membayar dalam satu kali bayar.

Dalam beberapa kasus, program keringanan satu ini dapat memberikan pemilik kartu potongan diskon sampai 70% atau bahkan lebih, sesuai dengan kondisi finansial tertentu.

2. Cicilan yang Diperpanjang dengan Bunga Rendah

Berbeda dengan program diskon dalam satu kali bayar, program satu ini cocok bagi Anda yang secara finansial lebih minim. Singkatnya, nasabah yang memiliki tunggakan kartu kredit atau tunggakan KTA dapat memperpanjang tenor cicilannya agar menjadi lebih ringan, bunga yang didapat pun lebih rendah daripada bunga yang berlaku pada umumnya.

Jika bunga normal yang berjalan saat ini berada di kisaran 2,25%, maka ada kemungkinan untuk mendapatkan bunga sebesar 0-2% saja.

3. Diskon Cicilan

Lain lagi dengan program yang satu ini, jenis program ini merupakan gabungan dari dua jenis program di atas, yakni nasabah mendapatkan potongan lalu sisa pembayarannya dapat dilakukan dengan cicilan. Bank juga akan melihat kondisi yang dialami nasabah terlebih dahulu.

Jika nasabah memiliki kondisi pendukung yang membuatnya semakin sulit untuk melunasi utang, maka kemungkinan besar mereka bisa mendapatkan program ini (dengan catatan bank yang bersangkutan memiliki program tersebut).

Jika Anda ingin mencoba memanfaatkan perusahaan manajemen utang agar bisa mendapatkan program manajemen utang, maka Anda bisa mencoba layanan yang diberikan oleh amalan.

Tunggu apa lagi? Mulai siapkan dana tabungan dari sekarang, agar Anda bisa lebih siap untuk mengikuti program keringanan serta mampu melunasi utang kartu kredit dan KTA dari pihak bank di bulan Ramadan!

5 Peluang Bisnis Terbaik Saat Ramadan

Ramadan memang diidentikkan dengan belanja untuk keperluan ini dan itu. Namun sadarkah Anda bahwa bulan yang suci ini juga merupakan lahan bisnis yang dapat dimanfaatkan untuk mendapatkan penghasilan tambahan?

Walaupun hanya berlangsung selama kurang lebih satu bulan, tapi penghasilan yang Anda hasilkan bisa untuk menambah keperluan hari raya atau bahkan sebagai sumber tambahan untuk membayar sisa tunggakan utang kartu kredit maupun KTA Anda juga.

Mari kita bahas satu per satu beberapa jenis peluang bisnis terbaik saat Ramadan yang dapat Anda manfaatkan:

1. Kue Kering dan Parsel untuk Lebaran

Merayakan Idul Fitri biasanya diimbangi dengan banyaknya tamu yang datang ke rumah untuk saling bersilaturahmi, dan sebagai tuan rumah yang baik, biasanya tamu akan disuguhi dengan berbagai macam kue kering. Seiring dengan kesibukan saat bulan Ramadan, tidak semua orang sempat membuat kue kering sendiri. Cara yang paling praktis adalah dengan membeli langsung dari para penjual.

Bagi Anda yang memiliki keahlian dalam membuat kue kering, tidak ada salahnya untuk membuka bisnis ini saat Ramadan. Permintaan yang cukup tinggi saat bulan Ramadan seringkali membawa keuntungan yang cukup besar bagi Anda.

Mulailah dengan membawa beberapa contoh yang Anda buat (tester), dan ajak orang-orang sekitar untuk mencicipi sambil memberi tahu berapa harga yang Anda jual. Untuk melengkapi kue kering, Anda dapat menawarkan paket parsel kue Lebaran sekaligus. Jual dengan harga yang lebih menarik untuk paket beberapa jenis kue beserta parsel.

2. Busana Muslim untuk Hari Raya

Walaupun tidak wajib, namun hari raya Idul Fitri di Indonesia sering diidentikkan dengan segala sesuatu yang baru, seperti baju baru. Jenis pakaian yang paling banyak dicari tentu saja busana muslim, mulai dari baju gamis, baju koko, sampai sarung dan sajadah sudah menjadi produk yang memiliki permintaan paling tinggi. Anda dapat mencari produk-produk tersebut ke pusat perbelanjaan seperti Tanah Abang untuk dijual kembali.

3. Ta’jil untuk Berbuka Puasa

Hidangan yang sering menjadi pilihan saat berbuka puasa adalah menu pencuci mulut yang memiliki rasa manis dan segar. Anda dapat memanfaatkan momentum ini dengan menjual hidangan ta’jil seperti jajanan pasar, kolak pisang, es pisang ijo, buah kurma, bubur sumsum, dsb.

Salah satu poin penting yang harus Anda perhatikan jika menjual ta’jil adalah lokasi. Pilihlah lokasi favorit yang sering disambangi oleh orang-orang sekitar saat menunggu berbuka puasa. Di mana banyak orang menunggu berbuka puasa, di situlah tempat terbaik untuk menjual ta’jil yang Anda siapkan. Berikut adalah beberapa pusat kuliner yang sering dikunjungi saat jelang buka puasa, yang dilansir dari Okezone.

4. Rental Mobil

Bisnis jenis ini sangat terasa saat mendekati hari raya, biasanya momen Idul Fitri dimanfaatkan oleh orang-orang untuk berlibur ke kota-kota pusat wisata. Bagi Anda yang berada di area tersebut dan memiliki mobil lebih, bisnis menyewakan mobil bisa menjadi kesempatan emas bagi Anda. Harga rental mobil bisa meningkat dua kali lipat saat libur Idul Fitri. Jadi, bagi Anda yang memiliki kendaraan lebih bisa dimanfaatkan untuk menambah penghasilan.

Untuk mengurangi biaya operasional, Anda dapat menjual produk Anda secara online, baik melalui Instagram maupun memanfaatkan online marketplace yang ramai dikunjungi oleh para pembeli di Indonesia.

Selamat mencoba!

4 Alasan Mengapa Ramadan adalah Bulan Terbaik untuk Membayar Utang

Akhirnya kita telah memasukki bulan keenam di tahun 2016, pertengahan tahun dan merupakan bulan paling tepat untuk membayar utang Anda. Pasti Anda sedang bertanya-tanya mengapa harus bulan Juni?

Jawabannya karena saat ini kita sedang memasuki bulan Ramadan. Ramadan adalah bulan terbaik untuk membayar utang dan banyak sekali peluang Anda untuk membayar utang kartu kredit dan kta yang masih tertunggak.

Lho, bukannya Ramadan adalah bulan dengan pengeluaran yang tinggi? Betul, namun sadar atau tidak justru peluang untuk meningkatkan pemasukan juga sangat tinggi di bulan ini. Selain itu, banyak bank yang juga memberikan penawaran spesial bagi Anda yang masih terlilit utang agar nasabah mendapat keringanan dan dapat melunasi utang yangmasih tertunggak.

Bagi Anda yang masih penasaran, berikut kami ulas beberapa alasan mengapa Juni adalah bulan terbaik untuk membayar utang:

1. Memanfaatkan THR

Ini dia yang paling ditunggu-tunggu saat Ramadan! Memakai THR untuk berbelanja boleh, dianggarkan untuk mudik juga boleh, tapi jangan lupa untuk menyisihkan sebagian agar dapat melunasi tunggakan utang juga ya. Anda harus lebih cermat mengalokasikan THR agar lebih bermanfaat.

2. Hari Kerja Lebih Pendek, Kesempatan Freelance Lebih Besar!

Baik para PNS maupun pekerja kantoran pasti akan mendapatkan reduksi jam kerja. Hal ini berarti Anda memiliki waktu ekstra untuk mencari pekerjaan tambahan. Salah satunya adalah melalui freelance.

Jika Anda memiliki keahlian lebih seperti menulis, menerjemahkan bahasa asing, desain grafis, maupun kemampuan lain yang dapat dijadikan ladang penghasilan tambahan, jangan sia-siakan kesempatan ini. Cari berbagai kesempatan freelance di internet, untuk menambahkan penghasilan agar dapat melunasi utang Anda.

3. Peluang Bisnis Ramadan Sangat Tinggi

Walaupun hanya berlangsung selama kurang lebih satu bulan, namun Ramadan memberikan peluang besar dalam meraup keuntungan di bisnis musiman ini. Seperti yang sudah kita ketahui, Ramadan memberikan dampak dalam perubahan perilaku berbelanja. Banyak orang yang lebih senang merogoh kantong untuk berbelanja di bulan yang suci ini.

Maka dari itu, ini adalah kesempatan emas bagi Anda untuk meraup keuntungan tinggi. Hasil keuntungan bisa dimanfaatkan untuk membayar tagihan-tagihan yang masih tertunggak, bukan?

4. Banyak Program Keringanan Kartu Kredit dan KTA dari Bank di Bulan Ramadan

Pada bulan ini biasanya bank menyediakan program-program yang menarik bagi Anda, yang belum dapat melunasi tunggakan utang kartu kredit maupun KTA. Program keringanan tersebut dapat berupa potongan maupun cicilan yang diperpanjang dengan bunga lebih rendah agar Anda dapat melunasi utang kartu kredit maupun KTA yang belum dapat dilunasi sampai saat ini.

Penawaran ini eksklusif bagi customer amalan international. Tim berpengalaman kami siap membantu Anda terbebas dari utang kartu kredit ataupun KTA. Jika ingin mengetahui program keringanan apa yang ditawarkan, Anda dapat menghubungi amalan agar sekaligus dapat mengonsultasikan permasalahan Anda dengan kami.