Pinjaman online (Pinjol) menjadi salah satu solusi cepat untuk memenuhi kebutuhan keuangan mendesak. Dalam mencari pinjaman online, mungkin Anda pernah mendengar tentang istilah “Pinjol Pasti Acc”. Namun, sebaiknya kita memahami fakta dan mitos di balik klaim tersebut.
1. Mitos: Pinjol Pasti Acc
Banyak platform pinjaman online yang menggunakan klaim “Pinjol Pasti Acc” untuk menarik minat calon peminjam. Namun, penting untuk diketahui bahwa tidak ada jaminan 100% bahwa pinjaman Anda akan disetujui oleh semua penyedia pinjaman online. Setiap penyedia pinjaman memiliki persyaratan dan kriteria penilaian sendiri yang harus Anda penuhi.
2. Fakta: Proses Penilaian yang Ketat
Penyedia pinjaman online yang terpercaya akan melakukan proses penilaian yang ketat terhadap aplikasi pinjaman. Mereka akan mengevaluasi data pribadi Anda, keuangan, dan kelayakan kredit untuk menentukan apakah Anda layak menerima pinjaman. Penilaian ini melibatkan verifikasi dokumen, analisis risiko, dan penilaian kemampuan pembayaran Anda.
3. Mitos: Tidak Ada Penolakan
Klaim “Pinjol Pasti Acc” seringkali diiringi dengan klaim bahwa tidak ada penolakan dalam pengajuan pinjaman online. Namun, dalam kenyataannya, ada kemungkinan bahwa pengajuan pinjaman Anda ditolak jika tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh penyedia pinjaman. Misalnya, jika Anda memiliki catatan kredit yang buruk atau tidak memenuhi persyaratan usia minimal, pengajuan pinjaman Anda mungkin ditolak.
4. Fakta: Persyaratan dan Kelayakan
Setiap penyedia pinjaman online memiliki persyaratan dan kriteria penilaian kelayakan yang berbeda-beda. Misalnya, beberapa penyedia pinjaman mungkin mengharuskan Anda memiliki usia minimal 21 tahun, memiliki penghasilan tetap, atau memiliki catatan kredit yang baik. Penting untuk membaca dan memahami persyaratan tersebut sebelum mengajukan pinjaman.
5. Mitos: Tidak Ada Verifikasi Dokumen
Pinjol yang terpercaya akan melakukan verifikasi dokumen untuk memastikan keaslian dan keabsahan informasi yang Anda berikan. Verifikasi dokumen ini termasuk KTP, slip gaji, rekening bank, atau dokumen lain yang diperlukan. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mempersiapkan dan menyediakan dokumen-dokumen yang diperlukan dengan benar.
Dalam kesimpulannya, klaim “Pinjol Pasti Acc” sebaiknya dihadapi dengan kehati-hatian. Meskipun pinjaman online dapat menjadi solusi cepat dan mudah, tidak ada jaminan 100% bahwa pinjaman Anda akan disetujui oleh semua penyedia pinjaman online. Penting untuk memilih penyedia pinjaman yang terpercaya, membaca persyaratan dengan teliti, dan memastikan bahwa Anda memenuhi kelayakan yang ditetapkan oleh penyedia tersebut.
Dalam era digital yang semakin maju ini, pinjaman online telah menjadi alternatif yang populer bagi banyak orang dalam memenuhi kebutuhan keuangan mendesak. Namun, ada momen ketika Anda mungkin ingin menghapus data kontak yang terkait dengan pinjaman online tersebut. Dalam artikel ini, kami akan membahas caranya agar Anda dapat melindungi privasi Anda dengan lebih baik.
1. Membaca Kebijakan Privasi
Langkah pertama yang perlu Anda lakukan sebelum mengajukan pinjaman online adalah membaca dengan teliti kebijakan privasi yang disediakan oleh platform atau penyedia pinjaman. Pahami bagaimana data kontak Anda akan digunakan dan dijaga kerahasiaannya. Pastikan Anda memilih penyedia pinjaman yang mengutamakan keamanan data pribadi.
2. Menghubungi Penyedia Pinjaman
Jika Anda ingin menghapus data kontak dari pinjaman online yang sudah Anda ajukan, langkah selanjutnya adalah menghubungi langsung penyedia pinjaman. Sampaikan dengan jelas bahwa Anda ingin menghapus data kontak Anda dari sistem mereka. Biasanya, mereka akan meminta informasi tambahan seperti nomor ID atau bukti identitas untuk memverifikasi permintaan Anda.
3. Menggunakan Fitur Hapus Akun
Beberapa platform pinjaman online menyediakan fitur penghapusan akun yang dapat Anda manfaatkan. Jika fitur ini tersedia, masuk ke akun Anda dan temukan opsi untuk menghapus akun atau data pribadi Anda. Pastikan Anda membaca petunjuk dengan cermat sebelum mengambil langkah ini, karena tindakan ini mungkin tidak dapat dibatalkan.
4. Merevisi Izin Aplikasi
Selain menghapus data kontak dari pinjaman online, pastikan juga untuk merevisi izin aplikasi yang Anda gunakan. Periksa izin yang diberikan oleh aplikasi pinjaman pada perangkat seluler Anda. Anda dapat membatasi akses mereka ke data kontak Anda atau bahkan mencabut izin sepenuhnya jika Anda merasa perlu.
5. Menghapus Riwayat Chat
Jika Anda pernah berkomunikasi dengan tim layanan pelanggan atau agen pinjaman melalui aplikasi pesan atau obrolan dalam aplikasi, pastikan untuk menghapus riwayat chat tersebut setelah penyelesaian pinjaman. Hal ini akan membantu mencegah akses tidak sah atau penggunaan data kontak Anda di masa mendatang.
Menghapus data kontak dari pinjaman online adalah langkah penting dalam menjaga privasi dan keamanan informasi pribadi Anda. Pastikan Anda mengikuti langkah-langkah di atas dengan hati-hati dan secara teratur memeriksa kebijakan privasi serta pengaturan aplikasi yang Anda gunakan. Dengan melakukan hal ini, Anda dapat memiliki kendali lebih besar atas data pribadi Anda dan melindungi diri dari risiko keamanan yang mungkin timbul.
Di artikel sebelumnya, kita sudah membahas apa saja yang harus Anda lakukan jika ada indikasi kuat bahwa suami atau istri Anda terlilit utang dan tidak mampu membayar.
Mari kita andaikan bahwa suami / istri Anda memang terlilit utang dan tidak mampu membayar. Di satu sisi, kondisi finansial Anda lebih baik sehingga mampu membayar tagihan utang dengan teratur hingga lunas.
Di situasi tersebut, apakah sebaiknya Anda mengambil alih pembayaran utang suami / istri Anda? Jawabannya, jangan!
Mengapa sebaiknya Anda tidak membayar utang suami / istri Anda?
Logika Anda mungkin mengatakan sebaliknya, dengan berbagai alasan yang masuk akal. Memang benar bahwa kondisi finansial rumah tangga akan lebih cepat pulih, riwayat kredit Anda dan pasangan juga cepat membaik, serta pengajuan kredit berikutnya akan lebih mudah jika Anda mengambil alih pembayaran.
Tetapi jika kita berbicara untuk jangka panjang, dan fakta bahwa utang punya sifat candu, maka Anda mungkin ingin berpikir ulang. Sebabnya, mengambil alih pembayaran utang belum tentu membuat suami / istri Anda jera dengan utang, atau lebih berhati-hati dalam mengajukan utang berikutnya. Justru ada kemungkinan dia menganggap enteng karena dia tahu Anda akan kembali mengambil alih.
Pertimbangkan jika suatu saat Anda cerai
Mengambil alih pembayaran utang membuat posisi Anda lebih tinggi dari pasangan. Ini dikarenakan suami / istri Anda berutang budi kepada Anda, dan malu karena tidak bisa melunasi utangnya sendiri.
Di posisi yang tidak seimbang ini, Anda bisa saja tanpa sadar melakukan monopoli dalam berbagai kebijakan rumah tangga, atau melakukan tindakan-tindakan abusive karena merasa Anda sudah berjasa besar.
Di sisi lain, pasangan Anda mungkin merasa powerless dalam menentukan berbagai kebijakan rumah tangga karena merasa pernah membuat kesalahan besar dengan mengambil utang yang tidak bisa dia lunasi sendiri.
Apabila ketimpangan ini berlangsung terus-menerus, maka ada kemungkinan salah satu dari Anda ingin bercerai. Bagi sebagian orang, masalah terjerat utang saja sudah cukup menjadi alasan untuk mengajukan cerai, apalagi jika timbul masalah-masalah baru yang lahir dari perkara utang tersebut.
Jadi, jika saat ini Anda mengambil alih pembayaran utang suami / istri Anda, apa yang Anda lakukan jika terjadi perceraian?
Apakah Anda akan meminta mantan suami / istri Anda untuk mengembalikan uang yang sudah dikeluarkan? Atau apakah Anda akan merelakannya begitu saja? Apakah Anda akan meminta hak asuh anak sebagai timbal balik dari uang tersebut? Dan apakah suami / istri Anda akan setuju-setuju saja dengan keputusan Anda? Coba Anda pikirkan baik-baik.
4 Alternatif Terbaik Dibanding Mengambil Alih Pembayaran Utang Suami / Istri Anda
Jadi, jika mengambil alih pembayaran utang pasangan bukanlah solusi terbaik, apa yang sebaiknya Anda lakukan? Berikut 4 alternatif terbaik yang kami rekomendasikan.
1. Gunakan Tabungan Bersama
Jika usia pernikahan Anda sudah cukup lama (misalnya lebih dari 5 tahun), maka Anda dan pasangan kemungkinan besar sudah mempunyai tabungan bersama. Anda bisa menggunakan tabungan bersama ini untuk membayar sebagian atau seluruh utang pasangan Anda.
Memang Anda harus mengorbankan impian dan cita-cita yang sudah Anda rencanakan dengan tabungan bersama tersebut. Tetapi ini adalah langkah yang lebih baik daripada menggunakan 100% penghasilan Anda untuk membayar utang, karena di dalam tabungan tersebut juga terdapat uang suami / istri Anda.
2. Jual Milik Bersama
Selain tabungan, Anda juga bisa menjual barang milik bersama untuk melunasi sebagian atau seluruh utang suami / istri Anda. Dengan kata lain, rumah, mobil, atau barang-barang bernilai tinggi lainnya yang pernah dibeli dengan uang bersama.
Memang rasanya sayang untuk menjual barang-barang tersebut karena pasti ada kenangan suka-duka yang Anda jalani bersama pasangan. Tetapi utang adalah masalah yang serius, dan hanya akan bertambah berat jika tidak dilunasi segera.
Selain itu, cara ini juga akan lebih memberikan efek jera kepada suami / istri Anda jika dibanding Anda yang mengambil alih pembayaran utang dengan uang Anda sendiri.
3. Anggap Sebagai Pinjaman
Apabila uang dari tabungan bersama dan hasil jual milik bersama masih kurang untuk melunasi utang suami / istri Anda, baru Anda boleh menggunakan uang pribadi untuk menutupi kekurangannya.
Akan tetapi, Anda dan pasangan harus sepakat untuk menganggap hal ini sebagai pinjaman, dan bukan sebagai bentuk sukarela. Jadi, suami / istri Anda suatu saat harus mengembalikan uang pribadi Anda yang digunakan untuk melunasi utangnya. Jika perlu, buatlah skema angsuran yang harus dibayar pasangan Anda setiap bulan.
Bagaimana jika Anda dibilang perhitungan dengan pasangan sendiri?
Memang cara ini terkesan perhitungan. Tetapi jika utang suami / istri sudah merembet ke kondisi finansial pribadi, maka Anda harus melindungi finansial pribadi terlebih dulu sembari membantu pasangan semampu Anda. Hal ini penting jika Anda masih punya orang tua atau saudara yang harus Anda biayai.
Selain itu, utang juga mempunyai sifat candu dan jeratnya susah dilepaskan. Akibatnya, ada kemungkinan suami / istri Anda akan mengambil utang di kemudian hari dan kembali terperangkap di lubang yang sama. Dengan demikian harus ada efek jera yang akan membuat pasangan Anda lebih berhati-hati saat mengambil utang lagi di masa depan.
4. Ajukan Keringanan Pelunasan
Jika 3 alternatif di atas masih belum cukup untuk melunasi utang suami / istri Anda, maka kemungkinan besar utang tersebut juga diluar kemampuan Anda untuk melunasi. Dengan demikian, alternatif berikutnya adalah mengajukan keringanan pelunasan.
Keringanan pelunasan berarti Anda melunasi utang tersebut dengan nominal yang lebih rendah dari nilai utang yang sebenarnya. Hal ini memungkinkan apabila kreditur setuju untuk memberikan keringanan, yang biasanya berupa pemotongan / penghapusan bunga, pemotongan sebagian pokok utang, pemotongan / penghapusan denda dan biaya lainnya, atau perubahan rencana pembayaran.
Untuk mendapatkan keringanan ini, Anda bisa menghubungi pihak pemberi pinjaman dan mengajukan permohonan. Tetapi bersiap-siaplah untuk proses yang tidak mudah dan hasil yang mungkin tidak sesuai dengan keinginan Anda.
Penutup
Ada berbagai alasan mengapa seseorang terjerat utang, dan suami / istri Anda saat ini mungkin sedang membutuhkan bantuan. Tetapi sebelum membantu pasangan, Anda harus memperhitungkan segala kemungkinan yang bisa terjadi, termasuk jika terjadi perceraian atau kembali terjebak dalam situasi yang sama. Itu sebabnya, mengambil alih pembayaran utang suami / istri dengan memakai 100% uang Anda bukanlah solusi terbaik.
Jika Anda membutuhkan keringanan utang, Anda juga bisa menghubungi amalan dan berkonsultasi secara GRATIS untuk mengetahui apa yang bisa amalan lakukan untuk membantu meringankan utang Anda.
amalan adalah satu-satunya perusahaan manajemen utang di Indonesia yang tercatat di OJK. Sejak 2015, kami sudah membantu ribuan klien dengan total nilai utang mencapai lebih dari Rp60 milyar. Umumnya, klien kami mendapatkan diskon 50% untuk penyelesaian utang. Jadi, jangan sia-siakan kesempatan untuk konsultasi GRATIS di setiap hari dan jam kerja.
Punya utang dalam jumlah besar dapat membuat seseorang merasa malu, apalagi jika orang tersebut tidak mampu membayar sehingga kondisi keuangannya terlilit. Hal ini juga berlaku untuk pasangan suami-istri. Tidak sedikit suami atau istri yang menutup-nutupi fakta bahwa dia punya utang.
Hal ini sebenarnya wajar, karena sebagai manusia kita tentu ingin dilihat dan dianggap sebagai yang terbaik oleh pasangan kita. Selain itu, bagi sebagian orang masalah keuangan adalah hal yang sensitif.
Tetapi utang adalah masalah yang sangat serius dalam hubungan rumah tangga, terutama jika utang tersebut sudah terlambat angsuran. Hal ini dapat menyulitkan kondisi keuangan karena bunga dan denda akan membuat utang tersebut menjadi susah untuk dilunasi.
Selain itu, riwayat kredit seseorang yang sudah menikah juga berdampak pada pasangannya. Dengan kata lain, apabila suami atau istri Anda mempunyai riwayat utang yang kurang baik karena pernah terlambat membayar angsuran, maka Anda juga akan kesulitan untuk mendapatkan pinjaman walaupun mengajukan atas nama pribadi.
Jadi, penting untuk mengatasi masalah utang sedini mungkin. Tapi bagaimana jika suami atau istri Anda menyembunyikannya, sedangkan Anda sudah mulai curiga?
Ciri-ciri suami / istri Anda terlilit utang
Ada berbagai ciri-ciri untuk mengetahui apakah suami atau istri Anda sedang terlilit utang. Jika Anda menemukan sebagian besar ciri-ciri di bawah ini ada pada pasangan Anda, maka kemungkinan besar dia sedang terlilit utang.
Sering menolak telepon dari nomor yang tidak dikenal
Sering pergi atau merasa tidak tenang di rumah
Tertutup atau sensitif apabila membahas uang
Gaji cepat habis tapi tidak tahu ke mana perginya
Menjadi lebih pendiam, suka menyendiri, atau marah
Suka menghayal durian runtuh / rejeki nomplok
Bekerja lebih keras dari biasanya, atau mengambil pekerjaan sampingan tapi penghasilan tidak bertambah secara signifikan
Cara membuat suami / istri mengaku kalau dia terlilit utang
Apabila Anda menemukan sebagian besar ciri-ciri di atas ada pada suami / istri Anda, tetapi dia mengelak bahwa dia terlilit utang, apa yang harus dilakukan? Berikut adalah tips untuk membuat dia mengaku dan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
1. Cek keberadaan surat-surat kepemilikan
Surat-surat kepemilikan seperti BPKB, sertifikat rumah, dan sertifikat tanah sering dijadikan jaminan untuk kredit dengan agunan, sehingga tidak mungkin berada di rumah. Coba cek keberadaannya, dan apabila tidak ada tanyakan pada suami / istri Anda.
Apabila dia menjawab dengan marah, tersinggung, banyak alasan, dan berbelit-belit, maka kemungkinan besar suami / istri menjadikan surat kepemilikan tersebut sebagai jaminan kredit. Tetapi hal ini tidak berlaku untuk jenis pinjaman tanpa agunan, seperti kartu kredit, KTA, atau pinjol.
2. Cek mutasi rekening
Apabila Anda punya akses untuk mengecek rekening suami / istri Anda, maka coba periksa mutasi rekeningnya minimal dalam 30 hari terakhir. Cek apakah ada transaksi mencurigakan, seperti sejumlah uang terdebet secara otomatis, transfer ke rekening bank, leasing, atau pinjol.
Apabila ada, maka kemungkinan besar suami / istri Anda punya utang tetapi merahasiakannya. Coba minta penjelasan kepada dia mengenai transaksi-transaksi tersebut.
3. Cari surat perjanjian kredit / penagihan
Untuk sebuah kredit, biasanya pihak pemberi pinjaman akan mengirimkan surat perjanjian atau kontrak kredit kepada peminjam, baik dalam format elektronik maupun fisik. Untuk format elektronik, biasanya dikirimkan melalui email. Sedangkan untuk format fisik biasanya dikirimkan ke alamat rumah atau penagihan.
Apabila terjadi keterlambatan pembayaran angsuran, kreditur biasanya juga akan mengirimkan surat pemberitahuan untuk segera membayar. Format dan cara pengirimannya sama dengan surat perjanjian atau kontrak kredit.
Tugas Anda adalah mencari surat perjanjian kredit / penagihan tersebut. Apabila ada, maka itu menjadi bukti sahih bahwa suami / istri Anda punya utang dan mungkin sedang terlilit.
4. Ajak untuk mencatat arus kas
Apabila Anda kurang beruntung dengan 3 tips di atas, maka cara terakhir adalah dengan mengajak suami / istri Anda untuk mencatat arus kas.
Mencatat arus kas sangat penting untuk memantau setiap pemasukan dan pengeluaran finansial rumah tangga. Dengan mencatat arus kas, Anda jadi tahu dari mana saja Anda mendapatkan pemasukan, dan ke mana saja uang Anda pergi.
Waktu terbaik untuk memulai pencatatan arus kas adalah di hari gajian. Lakukan secara disiplin setiap terjadi pengeluaran dan pemasukan.
Apabila suami atau istri Anda menolak ajakan Anda untuk mencatat arus kas, sedangkan Anda menemukan kebocoran pengeluaran yang cukup signifikan, maka kemungkinan besar dia telah menggunakan sebagian untuk membayar cicilan utang. Jadi, tanyakan pada suami / istri Anda mengapa terjadi kebocoran keuangan.
Bagaimana jika memang benar suami / istri Anda terlilit utang?
Memang tidak ada jaminan keempat tips di atas akan membuat suami atau istri Anda akan mengaku kalau dia terlilit utang. Walaupun indikasinya sangat kuat, dia bisa saja terus berkelit dan bersembunyi.
Tetapi bagaimana jika suami atau istri Anda mengaku kalau dia memang terlilit utang dan dalam jumlah yang besar? Lakukan berbagai tips berikut ini.
1. Bersiaplah untuk menghadapi kemungkinan terburuk
Terlepas apakah suami atau istri Anda mengaku, jika terdapat indikasi kuat bahwa dia terlilit utang, maka bersiaplah untuk menghadapi berbagai situasi dan kemungkinan yang terburuk.
Fakta bahwa dia sebelumnya menyembunyikan utang tersebut dari Anda berarti dia mengalami kesulitan untuk membayar angsurannya. Orang dengan utang yang masih bisa dikelola biasanya tidak akan berkelit atau bersembunyi dari fakta bahwa dia punya utang.
2. Jangan langsung menyalahkan pasangan Anda
Tidak ada orang yang bercita-cita untuk terlilit utang, termasuk pasangan Anda. Biasanya keputusan untuk mengambil utang terjadi karena kondisi terpaksa atau kurang direncanakan dengan matang.
Jadi, jangan buru-buru marah, menyalahkan pasangan, atau merasa dia tidak bisa dipercaya lagi. Menyudutkan orang yang sudah berada di posisi terpojok hanya akan membuat orang tersebut menjadi semakin stress dan bisa melakukan hal-hal yang tak diduga dan diinginkan; misalnya tindakan kriminal. Tentunya Anda tidak ingin menambah masalah pada rumah tangga kan?
Apabila Anda merasa kecewa, tidak dihargai sebagai pasangan, atau dibohongi, dan membutuhkan seseorang untuk curhat, maka berceritalah pada sabahat terbaik Anda yang bisa menjaga rahasia. Anda juga bisa menceritakan masalah utang tersebut pada konsultan amalan melalui Konsultasi Gratis.
Konsultan amalan sudah terlatih dengan berbagai masalah utang dan dapat memberikan solusi terbaik yang disesuaikan dengan kondisi finansial Anda. Konsultasi Gratis tersedia di setiap hari dan jam kerja, dengan terlebih dahulu mendaftar melalui klik di sini.
3. Dorong pasangan Anda untuk bergabung dengan amalan sebelum keadaan semakin buruk
amalan tidak hanya menyediakan layanan Konsultasi Gratis, tetapi juga dapat membantu pasangan Anda keluar dari jerat utang. Jadi, apabila kondisi utang tersebut sudah di luar kemampuan untuk membayar, dorong suami atau istri Anda untuk bergabung dengan amalan.
amalan adalah satu-satunya perusahaan manajemen utang yang tercatat di OJK. Kami bekerja dengan kreditur atas nama klien untuk mencapai solusi penyelesaian terbaik masalah utang klien. Sejak tahun 2015, kami sudah membantu ribuan kasus utang tertunggak dengan total nilai mencapai Rp60 milyar. Umumnya, klien kami mendapatkan diskon keringanan sebesar 50%.
Selain keringanan utang, amalan juga menyediakan berbagai layanan top lainnya. Di antaranya adalah amalanProtect yang punya rekor 100% keberhasilan dalam menghentikan penagihan tak beretika yang dilakukan oknum debt collector.
Kami juga akan terus memberikan dukungan profesional kepada klien sampai semua utang terdaftar dinyatakan lunas.
Di artikel sebelumnya, kita sudah membahas berbagai risiko yang mungkin terjadi jika orang lain pinjam nama Anda untuk pengajuan kredit. Tapi bagaimana jika hal itu sudah terlanjur kejadian dan kini teman atau kerabat Anda tidak bertanggung jawab dengan kredit yang sudah diajukan? Baca artikel ini sampai selesai untuk tahu solusinya.
Biasanya, pinjam nama untuk kredit terjadi karena kebaikan hati Anda untuk menolong orang lain yang tidak bisa mengajukan kredit atas namanya sendiri. Mungkin Anda merasa iba dan teman atau kerabat Anda tersebut juga berjanji untuk membayar angsuran setiap bulan.
Tetapi setelah beberapa bulan pembayaran lancar, orang tersebut mulai menunggak hingga Anda terus-menerus dihubungi debt collector. Dan ketika Anda bertanya ke si peminjam sebenarnya, dia mengelak membayar dengan berbagai alasan.
Bisakah tanggung jawab kredit dialihkan ke peminjam sebenarnya?
Hal ini mustahil dilakukan, terutama untuk kredit dengan agunan seperti KPR, kredit multi guna, kredit kendaraan bermotor, dll. Selain itu, kepemilikan dan tanggung jawab kredit mungkin atas nama yang berbeda. Misalnya, nama Anda yang tertera di surat perjanjian/kontrak kredit, tetapi nama yang tertera di BPKB atau SHM adalah nama teman atau kerabat Anda. Repot kan?
Selain itu, identitas dan tanda tangan Anda sudah terlanjur tertulis dalam kontrak dan surat perjanjian kredit. Kreditur tentu juga lebih memilih Anda yang meneruskan angsuran karena profil keuangan dan riwayat kredit Anda lebih baik daripada si peminjam sebenarnya.
Tetapi tidak ada salahnya untuk menghubungi kreditur Anda dan menceritakan kejadian sebenarnya yang terjadi. Mungkin ada kebijakan tertentu dari kreditur yang bisa Anda sepakati bersama.
Penyitaan atau penarikan kembali agunan
Jika Anda tidak bersedia mengambil alih pembayaran angsuran dan mengabaikan semua bentuk penagihan yang dilakukan debt collector, maka akan terjadi penyitaan atau penarikan kembali agunan.
Untuk KPR dan kredit kendaraan bermotor, pihak kreditur akan menarik kembali kendaraan atau menyita rumah. Hal ini mungkin lebih ringan karena bukan Anda yang memakai kendaraan atau menempati rumah tersebut. Tetapi untuk kredit yang menjaminkan sertifikat rumah atau tanah milik Anda, maka Anda bisa kehilangan aset tersebut.
Selain itu, penyitaan agunan harus melewati proses pengadilan terlebih dahulu dan biayanya dibebankan kepada Anda karena nama dan identitas Anda yang dipakai dalam kontrak dan surat perjanjian kredit.
Dan jika terjadi penyitaan atau penarikan kembali agunan, maka hal itu juga akan tercatat dalam riwayat kredit Anda sehingga riwayat kredit Anda menjadi buruk dan mempersulit pengajuan kredit di masa mendatang.
Jadi, coba cek lagi kredit apa yang Anda tanda tangani dan apa yang menjadi agunannya. Pertimbangkan juga riwayat kredit Anda apabila Anda membiarkan penyitaan atau penarikan kembali agunan terjadi.
Mengambil alih pembayaran angsuran
Opsi ini mungkin tidak Anda sukai, tetapi ini adalah opsi yang paling aman untuk melindungi aset Anda yang dijadikan agunan atau riwayat kredit Anda yang masih baik.
Mungkin opsi ini terdengar tidak adil bagi Anda, karena si peminjam sebenarnya sudah berjanji untuk bertanggung jawab atas kredit yang diambil. Tetapi Anda mungkin bisa meminta semacam “bentuk ganti rugi” atas angsuran yang Anda ambil alih. Bentuknya bisa bermacam-macam, baik itu uang tunai, kendaraan atau rumah yang dikreditkan, dll.
Ganti rugi ini lebih mudah dilakukan apabila Anda yang memegang hak kepemilikan. Dengan kata lain, nama Anda yang tertera di SHM atau BPKB. Tetapi apapun bentuk ganti ruginya, hal itu sepenuhnya menjadi kesepakatan pribadi Anda dengan si peminjam sebenarnya.
Dengan mengambil alih pembayaran angsuran, Anda juga meminimalisir kemungkinan diperkarakan ke pengadilan oleh kreditur. Dengan demikian, nama baik Anda tetap terjaga.
Bagaimana jika ingin ambil alih angsuran tapi tidak mampu?
Katakanlah Anda ingin mengambil alih pembayaran angsuran, tetapi nilai angsurannya terlalu besar dari yang Anda sanggup bayar. Apa solusinya?
Jika kepemilikannya atas nama Anda (yaitu nama Anda yang tertera di SHM atau BPKB), maka Anda bisa melakukan take over, oper kredit, atau refinancing. 3 hal ini adalah opsi paling mudah untuk jenis pinjaman dengan agunan. Silahkan hubungi kreditur Anda untuk informasi, prosedur, dan rincian biayanya.
Untuk jenis pinjaman tanpa agunan seperti KTA, maka Anda tidak punya pilihan selain membayarnya dengan uang pribadi Anda. Hal ini dikarenakan tidak adanya jaminan, sehingga tidak ada kemungkinan untuk take over, oper kredit, atau refinancing.
Tetapi apabila Anda tidak mampu membayarnya, Anda masih bisa menyelesaikan pinjaman tanpa agunan tersebut dengan lebih cepat, mudah, dan hemat. Caranya adalah bergabung dengan amalan.
amalan adalah satu-satunya perusahaan manajemen utang di Indonesia yang tercatat di OJK. Program keringanan utang kami sudah membantu ribuan orang sejak 2015, dengan total utang lebih dari Rp60 milyar. Normalnya, klien kami mendapatkan diskon 50% untuk penyelesaian utang.
Selain keringanan utang, amalan juga mempunyai berbagai layanan top lainnya, seperti pengecekan dan koreksi SLIK (riwayat kredit), perlindungan dari penagihan debt collector tak beretika, serta dukungan profesional selama proses penyelesaian utang berlangsung.
Penutup
Pinjam nama untuk kredit mempunyai berbagai risiko. Apabila nama Anda terlanjur dipinjam untuk kredit dan si peminjam tidak bertanggung jawab, maka Anda berada di situasi yang merugikan dan berpotensi merusak riwayat kredit Anda. Silahkan berkonsultasi dengan kreditur untuk mendapatkan saran-saran yang mungkin bermanfaat untuk Anda.
Anda juga bisa berkonsultasi dengan amalan untuk mengetahui solusi terbaik guna mengatasi masalah utang Anda. Konsultasi ini GRATIS dan tersedia di setiap hari dan jam kerja.