Saat sudah bekerja selama beberapa lama, tentu saja Anda akan mengharapkan kenaikan gaji agar dapat meningkatkan pendapatan. Tentunya dengan kenaikan gaji, Anda bisa mengalokasikan uang yang berlebih untuk prioritas lain, seperti melunasi utang kartu kredit / KTA, membayar keperluan yang darurat seperti biaya rumah sakit, biaya pendidikan anak, maupun cicilan lain yang sedang berjalan seperti KPR atau KKB, dsb.

Anda Tidak Pernah Mengajukannya kepada Atasan

Alasan mengapa tidak naik gaji bisa dimulai dari hal yang paling sederhana, yakni karena Anda sendiri yang tidak pernah menyinggung atau bahkan mengajukan kepada atasan. Tentunya Anda harus mengecek lagi, apakah memang ada ketentuan pengajuan kenaikan gaji yang tertulis dalam kontrak kerja Anda. Misalnya, apakah harus menunggu sampai periode tertentu, atau biasanya dilakukan di akhir / awal tahun. Jika memang tidak ada, dan Anda juga cukup percaya diri untuk layak mendapatkan penghasilan yang lebih besar, maka tidak ada salahnya untuk berinisiatif. Sebab, jika terus menerus nonaktif, tentu saja atasan akan cenderung tidak membahas hal tersebut. 

Cobalah untuk mengajukan kenaikan gaji kepada atasan di waktu yang tepat, misalnya saat akan perusahaan akan mulai menyusun anggaran tahunan, atau setelah Anda berhasil meraih suatu pencapaian, berhasil meraih target penjualan perusahaan, dsb. Mintalah semuanya dengan sopan, dan tunjukkan apa yang sudah Anda raih. Terlebih dari itu, lihat juga apa yang menjadi tuntutan dari atasan terhadap permintaan kenaikan gaji yang Anda minta.

Cek Apakah Peran Anda Memiliki Nilai Penting bagi Perusahaan 

Pada dasarnya perusahaan tidak akan ragu untuk memberikan kenaikan gaji jika Anda memang benar-benar dianggap berharga dan dapat memberikan umpan balik yang bermanfaat bagi perusahaan. Ini berarti Anda memiliki nilai yang lebih dibandingkan dengan karyawan lainnya, dan bisa menjadi bagian penting dalam gerak bisnis perusahaan. Ada beberapa cara untuk menilai apakah Anda memiliki nilai bagi perusahaan. Pertama, apakah Anda memiliki banyak pengetahuan penting tentang perusahaan, yang belum tentu dapat dengan mudah dimengerti oleh orang lain di perusahaan Anda. Kedua, apakah jika Anda keluar akan ada banyak proyek penting dalam perusahaan yang akan terbengkalai.

Ketiga, dengan melihat apakah kira-kira jika Anda tidak lagi bekerja di perusahaan tersebut, perusahaan akan mengalami kesulitan dalam meraih target tertentu. Akankah perusahaan merasa kesulitan jika Anda tidak lagi turut berkontribusi, akankah proses kerja perusahaan akan terasa kurang efisien jika tidak ada Anda di dalamnya?

Penilaian Pribadi yang Anda Berikan terhadap Performa Pribadi Terlalu Berlebihan

Young asian businessman sitting at the table and rubbing his eyes over gray background-1.jpeg

Untuk bagian yang satu ini mungkin sulit untuk diterima, namun sayangnya salah satu alasan mengapa tidak naik gaji adalah karena performa yang Anda berikan kurang maksimal, atau dengan kata lain tidak sesuai dengan penilaian perusahaan. Anda bisa saja beranggapan sudah memberikan performa terbaik, namun apabila perusahaan merasa hasil tersebut kurang maksimal, maka performa Anda akan tetap dianggap di bawah rata-rata.

Maka dari itu, Anda juga harus lebih bijak dalam menilai performa pribadi yang telah Anda lakukan. Cobalah untuk melakukan penilaian terhadap kinerja Anda seobjektif mungkin. Anda juga bisa berdiskusi dan meminta opini dari sesama rekan kerja maupun atasan Anda. Cobalah untuk mengingat lagi apa target dan ekspektasi yang diminta oleh atasan Anda. Dengan begini, Anda jadi lebih mudah menilai bagaimana performa Anda, dan jika masih kurang Anda juga bisa langsung tahu di bagian mana performa harus ditingkatkan. 

Oh ya, perlu diingat juga kadang-kadang yang menjadi alasan mengapa tidak naik gaji adalah bukan karena Anda tidak mencapai target, namun karena Anda tidak berhasil untuk melebihi target. Bisa saja perusahaan menganggap bahwa target yang diberikan memang wajar untuk dicapai, jadi selalu berikan performa lebih bagi perusahaan agar Anda bisa dianggap lebih bernilai serta mendapatkan kenaikan gaji. 

Gaji yang Anda Dapatkan Sudah Sesuai Standar Pasar

Close up of a business handshake in an office.jpeg

Daripada memutar otak untuk mencari alasan mengapa tidak naik gaji, ada baiknya untuk mengecek kondisi pasar terlebih dahulu. Maksudnya, Anda juga harus tahu berapakah gaji standar yang seharusnya didapatkan oleh seseorang dengan posisi serta deskripsi pekerjaan yang serupa dengan Anda. Biasanya perusahaan tidak lagi menaikkan gaji jika sebenarnya gaji yang Anda dapatkan sudah sesuai dengan standar. Tentu saja untuk mengetahuinya Anda tidak bisa sembarangan bertanya kepada rekan kerja, bukan?

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Pertama, dengan mendaftarkan diri di situs yang menampilkan ulasan perusahaan serta informasi gaji rata-rata. Situs seperti ini dapat membantu Anda untuk mencari informasi apakah gaji tersebut cukup, deskripsi pekerjaan Anda sudah sesuai, dsb. Salah satu situs yang bisa Anda coba daftarkan adalah Glassdoor atau Payscale.

Kedua, dengan mengunduh dokumen Salary Guide (panduan gaji) yang sering tersebar di LinkedIn. Biasanya panduan gaji ini dibuat dan disebarkan oleh konsultan perekrutan. Perusahaan seperti ini umumnya melakukan survei tahunan, yang tentunya bisa dijadikan sebagai panduan Anda. Panduan ini biasanya memberikan informasi lengkap, dan membaginya menurut gerak bisnis, serta jabatan yang tersedia.


amalan international merupakan perusahaan manajemen utang berbasis teknologi pertama di Indonesia yang tercatat di OJK. amalan bekerja untuk peminjam dan bekerja sama mencari solusi terbaik dan terjangkau dengan pemberi pinjaman. Program manajemen utang amalan memanfaatkan teknologi dan data yang sah agar klien amalan bisa keluar dari jerat utang dengan lebih cepat, membayar bunga dan penalti yang lebih rendah. Selain program manajemen utang, amalan juga memiliki solusi refinancing yang mengganti utang lama yang memberatkan menjadi utang baru yang lebih ringan. Kantor amalan indonesia didirikan di Jakarta pada tahun 2015 dan telah berhasil membangun tim yang terdiri dari ahli restrukturisasi dan ahli IT dengan pengalaman puluhan tahun. Sejak Juli 2016, amalan indonesia menjadi perusahaan pertama di Asia yang mendapatkan akreditasi dari International Association of Professional Debt Arbitrators (IAPDA).

Share This