Menghitung hari menuju tahun baru, tentunya bisa dimanfaatkan untuk mengevaluasi resolusi-resolusi yang sudah Anda buat di awal tahun. Bagaimana hasilnya? Sudahkah resolusi Anda terwujud, atau bahkan masih banyak yang jauh dari kata berhasil? Memulai tahun baru biasanya memang diidentikkan dengan resolusi tahun baru, meskipun mungkin masih banyak resolusi tahun ini yang masih belum terwujud namun jangan patah harapan. Anda masih bisa memperbaikinya di tahun depan. 

Membuat resolusi untuk tahun baru nyatanya memang bukanlah hal yang mudah, ada beberapa detil yang perlu Anda perhatikan agar resolusi tersebut tidak hanya sekedar menjadi resolusi namun Anda pun juga dapat mewujudkan resolusi tersebut. Ikuti 6 langkah ini, dijamin resolusi tahun baru Anda pasti tercapai!


Pilih dengan Spesifik Apa Saja yang Ingin Anda Capai

Saat membuat resolusi, tentu saja Anda tidak dapat bermimpi untuk mengubah semua hal hanya dalam waktu yang singkat. Pilih secara spesifik apa saja yang mau Anda ubah. Hal ini agar Anda lebih dapat berkonsentrasi dalam mengubah beberapa hal secara maksimal, sebab biasanya semakin banyak resolusi yang dibuat oleh seseorang justru malah semakin rendah kemungkinannya untuk tercapai. Maka dari itu, lebih baik melakukan sedikit perubahan daripada tidak melakukan perubahan sama sekali.

Pilih Resolusi yang Kira-kira Memang Bisa Dicapai dalam Kurun Waktu Satu Tahun

Masih sama dengan poin pertama, Anda harus memilih secara spesifik resolusi apa yang ingin dicapai. Saat memilih resolusi, seleksi kira-kira resolusi mana yang bisa Anda capai dalam kurun waktu setahun agar resolusi tersebut tidak hanya menjadi mimpi semata. Maksudnya, Anda memang benar-benar mencapai mimpi tersebut dalam waktu setahun. Misalnya begini, resolusi jangka panjang Anda adalah dengan menjalani hidup dengan stabilitas finansial dan hidup dengan tenang, mungkin satu hal yang perlu Anda lihat adalah kondisi finansial saat ini. Lihat apa saja yang perlu diperbaiki, atau apakah ada masalah finansial yang berlangsung saat ini dan mempengaruhi ketenangan dalam hidup Anda. 

Setelah dilihat-lihat, akhirnya Anda sadar bahwa masih banyak utang kartu kredit dan KTA yang masih menjerat, sehingga hidup Anda menjadi lebih tidak tenang karena dikejar oleh debt collectors. Resolusi jangka waktu setahun ke depan  yang bisa Anda lakukan misalnya dengan mencari jalan keluar agar masalah utang Anda dapat selesai dalam jangka waktu setahun. Sehingga beberapa tahun ke depan, Anda sudah lepas dari masalah utang dan perlahan-lahan mulai bisa merajut stabilitas finansial Anda. 

Ikuti Terus Perkembangan yang Telah Anda Lakukan

Apa gunanya membuat resolusi jika Anda sama sekali tidak berusaha untuk meraihnya, maka dari itu, Anda perlu untuk mengikuti perkembangan yang telah dilakukan dalam jangka waktu yang lebih singkat. Masih melanjutkan resolusi untuk terbebas utang dalam setahun, tentunya Anda harus melihat kembali langkah atau usaha apa saja yang sudah Anda lakukan agar benar-benar bisa terbebas dari utang tersebut. Misalnya, apakah dalam 3 bulan pertama ada langkah yang Anda lakukan seperti mencari lembaga/perusahaan legal yang mampu membantu Anda terbebas dari utang, apakah ada edukasi yang Anda dapatkan mengenai cara-cara agar terbebas utang, apakah ada langkah nyata seperti mencari penghasilan tambahan agar bisa membantu pembayaran utang? 

Walaupun Anda rajin mengikuti perkembangan dalam beberapa waktu terakhir, pastikan Anda juga memiliki sifat yang lebih sabar dalam melihat perubahan. Perlu diingat bahwa tidak ada sesuatu yang berubah dalam waktu semalam, diperlukan sikap yang ulet dalam mencari jalan keluar serta semangat dan kesabaran. Niscaya perlahan-lahan perubahan akan mulai terlihat. 

Berikan Komitmen Penuh dalam Mewujudkan Resolusi Tahun Baru 

Apa gunanya untuk membuat resolusi untuk tahun baru jika Anda tidak memiliki komitmen penuh dalam mewujudkannya? Berikan 100% atau bahkan 101% komitmen untuk resolusi yang sudah Anda buat agar Anda dapat mewujudkan resolusi tahun baru tersebut. Sebagai tambahan, walaupun ini tidak wajib, Anda dapat merencanakan hadiah agar dapat memacu dalam mencapai resolusi. Jadikan hal ini sebagai semangat tambahan saat Anda mulai lelah dan merasa tidak ada perkembangan sama sekali saat melihat tidak ada perkembangan sama sekali. 

Saran Tambahan:

  • Beri tahu teman Anda: bukan untuk pamer, namun dengan memberitahu teman bahwa Anda membuat resolusi tahun baru dapat membantu Anda dalam memiliki ‘asisten’ dalam mewujudkan mimpi tersebut. Seorang teman yang baik biasanya tidak ragu dalam menegur Anda jika ia melihat Anda mulai tidak bersemangat. 
  • Tulis resolusi dan tempel di sebuah papan yang didesain dengan menarik: agar Anda dapat mengingat terus, jangan lupa untuk menempel resolusi-resolusi yang telah Anda buat di tempat-tempat yang memang sering Anda lihat. Misalnya, di meja belajar, pintu kulkas, meja kerja, dsb. Jangan lupa untuk hias resolusi dengan menarik agar Anda tertarik untuk membacanya setiap hari. 

Reference:

http://www.lifehack.org/articles/featured/7-steps-for-making-a-new-years-resolution-and-keeping-it.html

http://www.forbes.com/sites/kevinkruse/2016/01/03/making-new-years-resolutions-stick/#6391262f1807


amalan international merupakan perusahaan manajemen utang berbasis teknologi pertama di Indonesia yang tercatat di OJK. amalan bekerja untuk peminjam dan bekerja sama mencari solusi terbaik dan terjangkau dengan pemberi pinjaman. Program manajemen utang amalan memanfaatkan teknologi dan data yang sah agar klien amalan bisa keluar dari jerat utang dengan lebih cepat, membayar bunga dan penalti yang lebih rendah. Selain program manajemen utang, amalan juga memiliki solusi refinancing yang mengganti utang lama yang memberatkan menjadi utang baru yang lebih ringan. Kantor amalan indonesia didirikan di Jakarta pada tahun 2015 dan telah berhasil membangun tim yang terdiri dari ahli restrukturisasi dan ahli IT dengan pengalaman puluhan tahun. Sejak Juli 2016, amalan indonesia menjadi perusahaan pertama di Asia yang mendapatkan akreditasi dari International Association of Professional Debt Arbitrators (IAPDA).

Share This