Hati-hati dengan Pengeluaran di Bulan Ramadan

Bulan Ramadan telah tiba di depan mata. Di bulan yang suci ini, tentunya akan banyak ajakan-ajakan dari teman atau keluarga untuk buka puasa bersama yang akan memakan biaya yang tidak sedikit.

Pemikiran awam masyarakat yang sering terjadi adalah: di bulan puasa seharusnya kita bisa menghemat lebih banyak karena kita hanya akan makan 2 kali sehari yakni di saat sahur dan buka puasa.

Padahal, kenyataannya kita cenderung lebih boros untuk urusan pangan karena kita akan sering menerima ajakan buka puasa bersama di luar dan juga kenaikan harga pangan yang hampir pasti selalu terjadi menjelang hari raya Idul Fitri.

Bagaimana sebenarnya kondisi keuangan kita saat bulan Ramadan? Apa benar kita justru mengeluarkan lebih banyak uang di bulan Ramadan?

Penyebab Bengkaknya Pengeluaran di Bulan Ramadan

Pada bulan Ramadan, tingkat pembelanjaan kita juga akan lebih meningkat dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya. Naiknya harga kebutuhan pokok menjadi faktor utama meningkatnya pengeluaran kita di bulan Ramadan. Kebutuhan yang biasanya muncul di bulan Ramadan seperti parsel, pakaian, dan juga kebutuhan lain untuk menyambut Ramadan dan Idul Fitri juga datang menyambangi kita.

Dengan adanya promosi dari beragam kartu kredit yang menawarkan berbagai jenis diskon untuk restoran, wisata, atau supermarket di bulan Ramadhan, kita justru malah semakin tergiur untuk menggunakan kartu kredit dengan tawaran-tawaran yang menarik tersebut.

Tak ayal, tagihan kartu kredit di bulan berikutnya akan semakin membengkak. Jika Anda tak bisa mengelola pengeluaran di bulan Ramadan dengan baik, tak dapat dipungkiri, utang kartu kredit akan menyambangi Anda. Pengeluaran-pengeluaran yang sifatnya tidak penting dan tidak mendesak harus dapat Anda pinggirkan dahulu. Pengeluaran-pengeluaran ini harus Anda kurangi agar kondisi keuangan di bulan Ramadan tetap sehat.

Selain meningkatnya penggunaan kartu kredit, tingkat pengajuan KTA sendiri juga meningkat pada bulan Ramadan. Meningkatnya pengajuan KTA ini dipengaruhi oleh meningkatnya konsumsi masyarakat pada bulan Ramadan dan Idul Fitri, dan juga mudik ke kampung halaman yang membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sehingga masyarakat memilih mengajukan KTA untuk mendapatkan pinjaman dalam waktu yang cepat.

Program Keringanan Utang di Bulan Ramadan

Pada bulan Ramadan ini, bank-bank juga biasanya menyediakan program menarik bagi Anda yang belum dapat melunasi tunggakan utang kartu kredit atau KTA. Program keringanan yang berupa potongan atau perpanjangan jangka waktu cicilan dengan bunga lebih rendah ditawarkan bagi Anda yang ingin melunasi utang kartu kredit maupun KTA yang belum dapat Anda lunasi sampai saat ini.

amalan dapat membantu Anda melakukan negosiasi dengan bank supaya Anda bisa terbebas dari lilitan utang kartu kredit maupun KTA di bulan Ramadan ini. THR yang Anda dapat di bulan Ramadan ini juga dapat Anda sisihkan sebagian untuk melunasi utang maupun untuk membayar uang muka perpanjangan cicilan utang. Anda juga dapat melakukan konsultasi gratis dengan kami mengenai permasalahan utang kartu kredit atau KTA Anda.

Akhir kata, Anda harus berhati-hati mengelola keuangan Anda di bulan Ramadan, prioritaskan kebutuhan primer Anda, dan jangan lupa alokasikan THR untuk hal-hal yang penting bagi kebutuhan Anda. Sebisa mungkin, hindari pemborosan untuk hal-hal yang sifatnya tidak penting, dan bila Anda hendak menggunakan kartu kredit untuk kebutuhan di bulan Ramadan dan Idul Fitri, gunakanlah kartu kredit dengan bijak.

5 Pengeluaran Saat Bulan Ramadan. Ayo Siap-siap dari Sekarang!

Sebaiknya dari sekarang Anda sudah mulai mempersiapkan datangnya bulan suci. Selain mempersiapkan hati dan pikiran untuk memasuki bulan Ramadan, tentunya Anda juga harus mulai mempersiapkan dana karena di bulan ini ada banyak sekali pengeluaran. Masih bingung kira-kira apa saja pengeluaran saat bulan Ramadan yang harus mulai dipersiapkan? Kita bahas selengkapnya sekarang.

Acara Buka Bersama

Memasuki bulan Ramadan biasanya undangan buka puasa bersama pun akan mulai bergelimangan. Acara buka puasa bersama memang sering dijadikan momen reuni dengan teman-teman lama, sehingga di bulan Ramadan memang undangan ini memiliki frekuensi yang cukup tinggi.

Namun begitu, Anda juga tetap saja harus memilih-milih lagi mana undangan buka bersama yang harus Anda datangi, dan mana yang sebaiknya Anda tolak. Biaya untuk acara buka bersama sendiri juga tidak sedikit, untuk makan di sebuah restoran biasa saja setidaknya Anda harus menyiapkan dana minimal Rp50.000,-

Bayangkan jika Anda mendatangi 8 acara buka puasa dalam satu bulan, tentu minimal sudah mengeluarkan Rp400.000,- Boros sekali, bukan? Maka dari itu, mulailah untuk mencari opsi pengganti lain untuk melakukan reuni di bulan Ramadan.

Anda bisa mengadakan acara makan-makan dengan sistem potluck, memasak bersama teman-teman untuk acara buka puasa (bisa dilakukan di akhir pekan), membeli makanan di rumah makan yang harganya lebih miring dan menggunakan jasa antar makanan ke rumah, supaya tidak perlu boros bensin ke tempat tujuan.

Jajan Ta’jil, Es Buah, dan sebagainya

Momen menanti datangnya waktu untuk berbuka puasa seringkali dimanfaatkan untuk berbelanja makanan untuk berbuka. Saat sedang menahan haus dan lapar, tentunya mata bisa lebih mudah tergoda untuk berbelanja, apalagi jika melihat banyak jenis jajanan yang dijual.

Saat berbelanja pengeluaran saat bulan Ramadan satu ini tentunya diperlukan kontrol diri yang sangat kuat. Jika sampai lengah dalam mengerem keinginan, tanpa sadar pengeluaran Anda di pos satu ini akan menjadi sangat tinggi. Belilah makanan pembuka secukupnya saja dan jangan terlalu banyak.

Tidak jarang seseorang bisa menghabiskan uang banyak hanya untuk membeli es buah atau jajanan pasar saja, padahal uang tersebut bisa dialokasikan untuk makanan utama saja. Cobalah alokasikan pengeluaran untuk makanan utama saja yang  memiliki nutrisi cukup, dengan harga yang memang sesuai dengan anggaran. Selain lebih hemat, tentunya opsi ini dapat lebih mengenyangkan serta lebih bergizi bagi tubuh Anda.

Belanja Kebutuhan Pokok untuk Pengeluaran Sehari-hari

Sudah bukan rahasia lagi bahwa saat Ramadan, biasanya harga-harga kebutuhan pokok akan meningkat. Produk-produk seperti daging, bawang, cabai, telur ayam, sampai sayur-mayur tentunya akan memiliki dampak yang besar. Kenaikan harga yang cukup beragam ini tentunya juga akan memberikan dampak yang sangat terasa.

Untuk mengatasi hal ini, satu-satunya cara yang bisa mengatasinya adalah dengan tetap berbelanja di pasar tradisional agar Anda bisa melakukan tawar-menawar harga. Selain itu, cobalah mencari makanan pengganti yang harganya bisa lebih murah. Jika merasa ayam potong lebih mahal, Anda bisa sesekali menggantinya dengan ikan kembung yang harganya jauh lebih murah.

Sama halnya dengan sayur mayur, jika merasa harga petai jauh lebih mahal, cobalah mengganti dengan sayur lain yang lebih murah, seperti bayam atau kangkung. Anda juga boleh lebih sering mengkonsumsi makanan lain yang berprotein tinggi, seperti tempe. Agar tidak bosan, cobalah untuk terus berkreasi dengan resep-resep olahan tempe yang baru, melalui situs penyedia resep.

Modal untuk Berbisnis di Bulan Ramadan (Opsional)

Di balik banyaknya jenis pengeluaran saat bulan Ramadan, ingatlah bahwa berbagai pengeluaran tersebut sebenarnya bisa dijadikan peluang bisnis untuk Anda manfaatkan. Bukan rahasia lagi bahwa Ramadan memang menjadi bulan bisnis sampingan bagi sebagian orang.

Ragam peluang bisnis mulai dari bisnis kuliner dengan menjual ta’jil, catering, lalu bidang pakaian untuk menjual pakaian hari raya, dsb semuanya bisa dijadikan lahan basah untuk meraup keuntungan. Tentu saja semuanya ini baru bisa berjalan jika Anda memiliki modal yang cukup untuk diputar dan berjalan menjadi bisnis selama satu bulan ke depan.

Jenis pengeluaran satu ini tentunya bisa menjadi hal yang baik karena sifatnya sama sekali tidak konsumtif. Jika Anda memang berencana untuk menjalankan bisnis di bulan Ramadan, jangan lupa menyisihkan cukup dana untuk pos pengeluaran satu ini.  

Biaya Mudik & Persiapan Hari Raya

Bukan rahasia lagi bahwa mudik menjadi salah satu jenis pengeluaran saat Ramadan. Tidak main-main, pengeluaran di pos satu ini bisa dibilang sangat besar dibandingkan pengelauran lainnya, dan seringkali masuk dalam daftar prioritas. Bahkan tiket pesawat, kereta api, maupun hotel di tempat tujuan saja sudah dijual dari jauh-jauh hari dengan harga yang melambung tinggi. Bagi Anda yang mungkin sudah mengatur pengeluaran Ramadan sejak dini, seharusnya saat ini sudah memiliki tiket pesawat dan kereta api tujuan di tangan, bukan?

Sayangnya, mudik tidak hanya sekedar tiket maupun kamar hotel. Anda juga harus mempersiapkan segala pengeluaran yang akan dialokasikan pada perjalanan pulang kelak. Biaya-biaya termasuk biaya perjalanan dari bandara / stasiun dari dan ke tempat tujuan, biaya oleh-oleh, biaya perayaan hari Idul Fitri, seperti pakaian baru, perlengkapan shalat yang baru, dana untuk acara makan-makan, dan masih banyak lagi.

Belum lagi bagi Anda yang berencana pulang ke kampung halaman dengan menyetir kendaraan pribadi, tentunya biaya tol maupun bensin serta pengecekan mesin kendaraan di bengkel sebelum mudik juga harus dihitung secara detil. Ini semua tentunya memakan biaya sangat besar.

Pengeluaran Wajib Saat Bulan Ramadan = Melunasi Utang yang Tertunggak

Dengan banyaknya jenis pengeluaran yang telah disebutkan di atas, ada satu lagi pengeluaran yang wajib dilakukan saat Ramadan, yaitu melunasi utang kartu kredit maupun KTA yang sudah tertunggak. Justru pengeluaran satu ini seharusnya dijadikan prioritas alias wajib didahulukan dibandingkan pengeluaran yang lain.

Mengapa? Karena kesempatan untuk melunasi tunggakan utang cenderung lebih besar di bulan ini, dibandingkan bulan-bulan lainnya. Di bulan Ramadan, tentunya akan ada pemasukan tambahan berupa THR yang nominalnya bisa mencapai hingga satu kali gaji. Bayangkan jika uang ini bisa langsung Anda alokasikan untuk melunasi utang, tentunya Anda akan lebih cepat terbebas dari utang dan memulai hidup yang baru!

Tunggu apa lagi? Mulai siapkan diri untuk mulai melunasi utang dan ikut program keringanan agar Anda mampu terbebas utang kartu kredit dan KTA di bulan Ramadan!

Anda dapat mengakumulasikan antara dana THR yang didapatkan dengan dana yang masih tersedia di tabungan untuk kemudian dialokasikan agar dapat membayar sisa tunggakan ke pihak bank. Tidak perlu khawatir, Anda pun juga dapat melunasi sisa tunggakan dengan memanfaatkan program keringanan dari pihak bank. 

Program-program seperti ini biasanya bisa Anda dapatkan dari perusahaan penyedia manajemen utang, yang memiliki konsultan-konsultan berpengalaman. Belum lagi, jika Anda memiliki beberapa utang tertunggak sekaligus, pihak konsultan dapat membantu Anda dalam menyusun strategi untuk memutuskan jenis utang mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu, sesuai dengan kondisi finansial yang Anda miliki saat ini.  Berikut adalah beberapa jenis program keringanan yang bisa Anda manfaatkan untuk mulai terbebas utang di akhir tahun: 

Potongan / Diskon dalam Satu Kali Bayar

Jenis program keringanan yang satu ini memungkinkan nasabah agar total utangnya berkurang menjadi lebih kecil. Sesuai dengan namanya, walaupun nasabah mendapatkan diskon dalam utangnya (umumnya 20-50%), mereka harus langsung membayar dalam satu kali bayar. Dalam beberapa kasus, program keringanan satu ini dapat memberikan pemilik kartu potongan diskon sampai 70% atau bahkan lebih, sesuai dengan kondisi finansial tertentu.

Cicilan yang Diperpanjang dengan Bunga Rendah

Berbeda dengan program diskon dalam satu kali bayar, program satu ini cocok bagi Anda yang secara finansial lebih minim. Singkatnya, nasabah yang memiliki tunggakan kartu kredit atau tunggakan KTA dapat memperpanjang tenor cicilannya agar menjadi lebih ringan, bunga yang didapat pun lebih rendah daripada bunga yang berlaku pada umumnya. Jika bunga normal yang berjalan saat ini berada di kisaran 2,25%, maka ada kemungkinan untuk mendapatkan bunga sebesar 0-2% saja.

Diskon Cicilan

Lain lagi dengan program yang satu ini, jenis program ini merupakan gabungan dari dua jenis program di atas, yakni nasabah mendapatkan potongan lalu sisa pembayarannya dapat dilakukan dengan cicilan. Bank juga akan melihat kondisi yang dialami nasabah terlebih dahulu. Jika nasabah memiliki kondisi pendukung yang membuatnya semakin sulit untuk melunasi utang, maka kemungkinan besar mereka bisa mendapatkan program ini (dengan catatan bank yang bersangkutan memiliki program tersebut).

Jika Anda ingin mencoba memanfaatkan perusahaan manajemen utang agar bisa mendapatkan program manajemen utang, maka Anda bisa mencoba layanan yang diberikan oleh amalan. 

3 Alasan Mengapa Harus Mulai Menabung untuk Ramadan dari Sekarang

Bulan Ramadan akan segera tiba. Bulan ini sering diidentikkan dengan bulan yang penuh dengan pengeluaran. Ada banyak keperluan hari raya yang perlu dipenuhi selama Ramadan dan membutuhkan biaya yang seringkali tidak sedikit. Untuk mulai bersiap-siap memasuki bulan tersebut, ada baiknya untuk mulai menabung untuk Ramadan dari sekarang. Berikut adalah beberapa alasan mengapa Anda harus mulai menabung dari sekarang:

Biaya Mudik Tidak Murah 

Alasan pertama mengapa harus mulai menabung untuk Ramadan dari sekarang adalah agar Anda bisa memenuhi biaya mudik. Saat mendekati hari raya, harga tiket akan melambung tinggi. Anda memang bisa memilih banyak opsi untuk kembali ke kampung halaman, misalnya dengan pesawat, kereta api, melalui jalur laut, atau bahkan melalui jalur darat (menyetir mobil sendiri/menggunakan bus lintas provinsi); hanya saja, semurah apapun opsi yang Anda ambil, tentunya tetap diperlukan biaya untuk mendanai tiket atau BBM.

Anda memang bisa membeli tiket dari jauh hari untuk memangkas biaya, tapi jika Anda harus membiayai setidaknya 2-5 orang anggota keluarga, tentu biaya diperlukan akan bertambah, bukan? Belum lagi, Anda juga harus menghitung biaya-biaya lain seperti biaya konsumsi selama perjalanan, dana dari dan ke stasiun/bandara/pelabuhan/terminal, dsb.

Biaya Hari Raya

Biaya lain yang harus dikeluarkan adalah biaya hari raya. Ramadan di Indonesia memang identik dengan perayaan besar-besaran. Orang-orang akan berkumpul menggunakan pakaian baru, membeli kue-kue serta saling mengirim parsel, dan menyediakan makanan-makanan untuk para tamu yang datang ke rumah.

Biaya hari raya jelas sudah menjadi alasan kuat mengapa harus mulai menabung untuk Ramadan dari sekarang. Anda memang bisa menyiasatinya pos-pos pengeluaran tersebut dengan cara yang lebih kreatif, misalnya berbelanja secara online dengan voucher diskon, atau membuat kue & parsel sendiri. Hanya saja, tetap dibutuhkan biaya yang dikeluarkan untuk hari yang ditunggu-tunggu tersebut.

Banyak Program Keringanan yang Harus Dimanfaatkan Semaksimal Mungkin 

Salah satu keuntungan yang harus dimanfaatkan saat bulan Ramadan adalah banyaknya program keringanan yang ditawarkan oleh bank. Jika saat ini Anda masih memiliki banyak utang kartu kredit/KTA yang masih belum bisa dilunasi, maka ada baiknya Anda mengambil kesempatan yang akan datang dalam beberapa saat ini.

Berbeda dari bulan lainnya, biasanya di bulan Ramadan bank akan memiliki lebih banyak program keringanan, sehingga utang Anda bisa mendapatkan diskon lebih banyak. Program keringanan untuk utang kartu kredit/KTA Anda ini bisa didapatkan melalui perusahaan yang menyediakan program manajemen utang. Beberapa jenis program keringanan untuk tunggakan kartu kredit/KTA yang bisa Anda dapatkan misalnya:

  1. Diskon/potongan dalam satu kali bayar
  2. Cicilan berbunga rendah dengan tenor yang diperpanjang
  3. Gabungan keduanya

Agar dapat terbebas dari utang dengan lebih cepat, ada baiknya Anda mulai menabung secara konsisten dari sekarang. Tidak lupa, manfaatkan THR yang akan Anda dapatkan untuk mulai mendaftarkan diri ke program tersebut. Biasanya Anda akan tetap diminta untuk membayar biaya DP agar bisa mengikuti program keringanan dari bank.

Untuk program diskon satu kali bayar misalnya, biasanya Anda akan diminta menyiapkan DP sebesar 10% dari total tunggakan yang telah didiskon dan dalam jangka waktu yang telah ditentukan Anda harus langsung membayar sisa tunggakan.

Berbeda lagi dengan program keringanan berupa cicilan berbunga rendah dengan diskon yang diperpanjang. Dana yang perlu disiapkan untuk mengikuti program ini setidaknya dana untuk membayar DP (minimal 10% dari total utang untuk kartu kredit atau satu bulan cicilan untuk KTA) atau tergantung kebijakan dari bank.

Setelah mengetahui dana-dana yang harus disiapkan untuk mengikuti program keringanan, Anda bisa mengetahui kira-kira betapa total biaya yang harus dikumpulkan setidaknya untuk saat ini. 

Jadi, tidak ada alasan untuk menunda dan mulai menabung untuk Ramadan dari sekarang, ya!

Ayo Berburu 5 Diskon di Bulan Ramadan Berikut!

Ramadan adalah bulan penuh berkah, tidak terkecuali berkah untuk para pencari diskon. Di bulan Ramadan, banyak gerai baik toko offline maupun online yang menggelar promosi besar-besaran. Berburu diskon saat bulan Ramadan adalah waktu yang tepat dan sayang sekali untuk dilewatkan. Berikut adalah lima jenis diskon di bulan Ramadan yang dapat Anda manfaatkan:

Restoran

Buka puasa bersama menjadi ajang kumpul dan reuni yang sering dilakukan saat bulan Ramadan. Mulai dari teman di bangku sekolah, kuliah, hingga rekan kerja atau keluarga mungkin sudah memenuhi jadwal akhir pekan Anda untuk berbuka puasa bersama.

Buka puasa bersama sudah seperti kegiatan yang wajib ada di tiap bulan Ramadan. Anda tidak perlu khawatir menghabiskan banyak uang untuk buka puasa bersama. Cara untuk mengatasinya adalah dengan rajin mencari promo buka puasa bersama yang ditawarkan banyak restoran saat bulan Ramadan.

Anda juga dapat mengajak rekan Anda untuk menikmati menu buka puasa di restoran cepat saji. Selain harganya yang murah dan pelayanannya yang cepat, biasanya di bulan Ramadan restoran cepat saji mempunyai promo paket berbuka puasa yang dapat menekan pengeluaran buka puasa bersama Anda. Jangan lupa juga untuk mencari informasi mengenai promo restoran yang ditawarkan oleh kartu kredit Anda. 

Tiket Pesawat

Saat Ramadan, banyak jasa penyedia pemesanan tiket yang menggelar diskon untuk tiket pesawat. Tradisi mudik di Indonesia dan juga bertepatan dengan tanggal liburan anak sekolah menjadikan banyak orang yang mencari tiket untuk bepergian atau travelling. Hal tersebut membuat website penyedia pemesanan tiket berlomba – lomba memberikan diskon di bulan Ramadan untuk pemesanan tiket pesawat.

Di saat peak season seperti Ramadan ini, jika Anda lebih teliti mencari, banyak airline full service yang menyediakan harga tiket lebih murah dibandingkan maskapai berbiaya murah. Pemesanan tiket jauh – jauh hari juga membuat Anda bisa mendapatkan diskon tambahan. Namun, dalam membeli tiket pesawat di suatu situs, jangan lupa untuk membandingkan harga di situs lain. Hal tersebut untuk menghindari situs yang menaikkan harga sebelum diskon.

Midnight Sale di Mal

Membeli baju baru adalah tradisi yang tidak lepas dari bulan Ramadan untuk kemudian dipakai di hari raya. Anda bisa memanfaatkan momen Ramadan untuk mendapatkan diskon dari toko baju favorit Anda. Banyak toko di mal yang menyediakan diskon di bulan Ramadan.

Selain itu, ajang midnight sale juga dapat Anda manfaatkan untuk mendapat potongan harga. Mal yang ada di Jakarta cukup sering menggelar acara midnight sale yang dibarengi dengan acara lain seperti shopping marathon.

Dalam berbelanja di midnight sale, Anda tidak boleh terlalu tergoda oleh diskon yang menggiurkan dan tetap memperhatikan kebutuhan Anda. Carilah terlebih dahulu brand apa yang sedang diskon dan barang apa yang lebih Anda inginkan dan tetapkan untuk membeli barang itu saja sehingga tidak membeli barang-barang yang tidak dibutuhkan. 

Belanja Online

Jika Anda malas berbelanja dan melihat keramaian mal, berbelanja online adalah opsi yang bisa Anda pilih untuk berbelanja. Beragam tempat belanja online dapat Anda manfaatkan untuk memenuhi kebutuhan Anda. Tentunya, tempat belanja online bisa menjadi tempat yang Anda manfaatkan untuk mendapatkan diskon di bulan Ramadan.

Online shop yang ada di Instagram juga banyak menawarkan diskon jika Anda memanfaatkan pencarian dengan tagar.

Tentukan kebutuhan Anda dan mulailah berburu diskon di bulan ini. Tetap ingat prioritas dan kebutuhan Anda sehingga tidak terlalu boros dalam berbelanja di bulan Ramadan meskipun mendapatkan diskon yang cukup menggiurkan di bulan tersebut. Jangan lupa juga untuk melunasi utang tertunggak Anda bersama amalan, jika ada.

4 Jenis Barang yang Tidak Perlu Dibeli Saat Ramadan

Menjelang Idul Fitri, banyak godaan untuk membeli barang – barang yang tidak terlalu dibutuhkan tetapi sangat menggoda untuk dibeli. Uang THR yang sudah turun juga bisa menjadi salah satu faktor yang mungkin menambah Anda untuk ingin membeli barang-barang yang tidak perlu dibeli saat Ramadan. Berikut adalah empat jenis barang yang tidak terlalu penting untuk dibeli namun godaannya sangat tinggi: 

Mempunyai Gadget Baru

Setiap tahunnya berbagai merk gadget mengeluarkan seri terbarunya. Seri gadget tersebut, seperti smartphone, biasanya memiliki fitur tambahan yang cukup menggiurkan. Hal tersebut mungkin saja menggoda Anda para pecinta gadget untuk membelinya. Uang THR yang sudah di tangan menambah hasrat Anda untuk membelinya.

Namun, tetap ingat bahwa masih banyak kebutuhan lain yang perlu Anda beli di hari raya ini. Jika gadget yang Anda miliki masih dalam keadaan yang lebih baik, maka rasanya gadget bisa dianggap sebagai barang yang tidak perlu dibeli saat Ramadan

Mengganti Barang Elektronik Rumah Tangga

Seperti halnya dengan gadget, barang elektronik rumah tangga juga mempunyai godaan yang tinggi untuk dibeli. Anda pasti menginginkan rumah Anda diisi dengan barang elektronik terbaru agar membuat rumah Anda semakin nyaman seperti TV atau kulkas baru yang lebih besar. Sebenarnya, Anda boleh saja memanfaatkan momen Lebaran untuk memperbarui isi rumah Anda.

Namun, perlu diingat untuk membeli barang elektronik yang memang diperlukan saja. Buatlah prioritas barang – barang elektronik yang perlu diganti. Kulkas yang sudah tidak dingin atau TV yang kualitasnya sudah tidak baik lagi mungkin bisa menjadi opsi barang yang dapat Anda ganti saat menjelang Lebaran nanti. Jangan mengganti barang elektronik di rumah yang kualitasnya masih baik karena hal tersebut rasanya menjadi barang yang tidak perlu dibeli saat Ramadan.

Memperbarui Koleksi Kamera

Di zaman teknologi ini, kamera menjadi alat yang sedang tren untuk dimiliki. Banyak orang, baik profesional maupun tidak, menggunakan kamera mereka dan mengunggah gambarnya di sosial media. Jenis kamera yang semakin banyak dan beragam fungsinya juga menarik pencinta kamera untuk memperbaharui koleksi mereka. Anda mungkin salah satu dari pencinta kamera.

Daripada menambah koleksi kamera, Anda mungkin dapat mendalami kemampuan Anda dengan kamera yang sudah ada dan mengabadikan tiap momen di Lebaran dengan kamera tersebut. Kamera baru bukanlah opsi yang tepat dibeli menjelang Lebaran meskipun akan dibutuhkan. Hal tersebut dikarenakan banyaknya pengeluaran yang harus ditutup selama Lebaran.

Membeli Barang Branded

Hari raya identik dengan membeli baju baru. Memang menggiurkan untuk membeli baju serta peralatan salat baru untuk satu keluarga. Tidak hanya baju, sepatu dan tas branded baru menjadi barang yang juga menarik untuk dibeli dan dipakai di hari Lebaran. Namun, ada baiknya Anda menekan pengeluaran di baju baru dengan mencari harga yang murah dan tidak terlalu branded.

Berbelanja di Tanah Abang atau berbelanja secara online dengan mencari promo dapat menekan pengeluaran Anda. Busana Lebaran Anda tahun lalu juga bisa Anda pakai lagi dengan Anda padukan dengan scarf atau aksesoris lainnya sehingga terlihat baru.

Dalam membeli barang – barang menjelang Lebaran, Anda harus ingat apa barang yang menjadi prioritas Anda dan sangat perlu untuk dibeli. Jangan membeli barang yang belum terlalu Anda butuhkan. Anda perlu ingat untuk menggunakan pendapatan dan uang THR untuk hal yang memang penting dibeli di hari raya ini seperti bensin untuk mudik, angpao THR Lebaran, pengeluaran di saat perjalanan mudik, sembako, dan juga uang untuk bersedekah.

Kebutuhan hidup tidak hanya seputar Lebaran saja dan alokasikan juga keuangan Anda untuk kebutuhan lain setelah lebaran. Tekan pengeluaran Anda dan buatlah daftar prioritas barang – barang yang memang sangat diperlukan dibeli dengan uang THR Anda.

Daripada membeli barang-barang di atas, Anda bisa memprioritaskan pelunasan utang tertunggak Anda bersama amalan (jika ada). amalan dapat membantu meringankan beban utang Anda sehingga Anda bisa melunasinya dengan lebih cepat, mudah, dan hemat.