Simak 4 Alasan Mengapa Tidak Naik Gaji Walau Sudah Lama Bekerja

Saat sudah bekerja selama beberapa lama, tentu saja Anda akan mengharapkan kenaikan gaji agar dapat meningkatkan pendapatan. Tentunya dengan kenaikan gaji, Anda bisa mengalokasikan uang yang berlebih untuk prioritas lain, seperti melunasi utang kartu kredit / KTA, membayar keperluan yang darurat seperti biaya rumah sakit, biaya pendidikan anak, maupun cicilan lain yang sedang berjalan seperti KPR atau KKB, dsb.

Anda Tidak Pernah Mengajukannya kepada Atasan

Alasan mengapa tidak naik gaji bisa dimulai dari hal yang paling sederhana, yakni karena Anda sendiri yang tidak pernah menyinggung atau bahkan mengajukan kepada atasan. Tentunya Anda harus mengecek lagi, apakah memang ada ketentuan pengajuan kenaikan gaji yang tertulis dalam kontrak kerja Anda. Misalnya, apakah harus menunggu sampai periode tertentu, atau biasanya dilakukan di akhir / awal tahun. Jika memang tidak ada, dan Anda juga cukup percaya diri untuk layak mendapatkan penghasilan yang lebih besar, maka tidak ada salahnya untuk berinisiatif. Sebab, jika terus menerus nonaktif, tentu saja atasan akan cenderung tidak membahas hal tersebut. 

Cobalah untuk mengajukan kenaikan gaji kepada atasan di waktu yang tepat, misalnya saat akan perusahaan akan mulai menyusun anggaran tahunan, atau setelah Anda berhasil meraih suatu pencapaian, berhasil meraih target penjualan perusahaan, dsb. Mintalah semuanya dengan sopan, dan tunjukkan apa yang sudah Anda raih. Terlebih dari itu, lihat juga apa yang menjadi tuntutan dari atasan terhadap permintaan kenaikan gaji yang Anda minta.

Cek Apakah Peran Anda Memiliki Nilai Penting bagi Perusahaan 

Pada dasarnya perusahaan tidak akan ragu untuk memberikan kenaikan gaji jika Anda memang benar-benar dianggap berharga dan dapat memberikan umpan balik yang bermanfaat bagi perusahaan. Ini berarti Anda memiliki nilai yang lebih dibandingkan dengan karyawan lainnya, dan bisa menjadi bagian penting dalam gerak bisnis perusahaan. Ada beberapa cara untuk menilai apakah Anda memiliki nilai bagi perusahaan. Pertama, apakah Anda memiliki banyak pengetahuan penting tentang perusahaan, yang belum tentu dapat dengan mudah dimengerti oleh orang lain di perusahaan Anda. Kedua, apakah jika Anda keluar akan ada banyak proyek penting dalam perusahaan yang akan terbengkalai.

Ketiga, dengan melihat apakah kira-kira jika Anda tidak lagi bekerja di perusahaan tersebut, perusahaan akan mengalami kesulitan dalam meraih target tertentu. Akankah perusahaan merasa kesulitan jika Anda tidak lagi turut berkontribusi, akankah proses kerja perusahaan akan terasa kurang efisien jika tidak ada Anda di dalamnya?

Penilaian Pribadi yang Anda Berikan terhadap Performa Pribadi Terlalu Berlebihan

Untuk bagian yang satu ini mungkin sulit untuk diterima, namun sayangnya salah satu alasan mengapa tidak naik gaji adalah karena performa yang Anda berikan kurang maksimal, atau dengan kata lain tidak sesuai dengan penilaian perusahaan. Anda bisa saja beranggapan sudah memberikan performa terbaik, namun apabila perusahaan merasa hasil tersebut kurang maksimal, maka performa Anda akan tetap dianggap di bawah rata-rata. 

Maka dari itu, Anda juga harus lebih bijak dalam menilai performa pribadi yang telah Anda lakukan. Cobalah untuk melakukan penilaian terhadap kinerja Anda seobjektif mungkin. Anda juga bisa berdiskusi dan meminta opini dari sesama rekan kerja maupun atasan Anda. Cobalah untuk mengingat lagi apa target dan ekspektasi yang diminta oleh atasan Anda. Dengan begini, Anda jadi lebih mudah menilai bagaimana performa Anda, dan jika masih kurang Anda juga bisa langsung tahu di bagian mana performa harus ditingkatkan. 

Oh ya, perlu diingat juga kadang-kadang yang menjadi alasan mengapa tidak naik gaji adalah bukan karena Anda tidak mencapai target, namun karena Anda tidak berhasil untuk melebihi target. Bisa saja perusahaan menganggap bahwa target yang diberikan memang wajar untuk dicapai, jadi selalu berikan performa lebih bagi perusahaan agar Anda bisa dianggap lebih bernilai serta mendapatkan kenaikan gaji. 

Gaji yang Anda Dapatkan Sudah Sesuai Standar Pasar

Daripada memutar otak untuk mencari alasan mengapa tidak naik gaji, ada baiknya untuk mengecek kondisi pasar terlebih dahulu. Maksudnya, Anda juga harus tahu berapakah gaji standar yang seharusnya didapatkan oleh seseorang dengan posisi serta deskripsi pekerjaan yang serupa dengan Anda. Biasanya perusahaan tidak lagi menaikkan gaji jika sebenarnya gaji yang Anda dapatkan sudah sesuai dengan standar. Tentu saja untuk mengetahuinya Anda tidak bisa sembarangan bertanya kepada rekan kerja, bukan?

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan. Pertama, dengan mendaftarkan diri di situs yang menampilkan ulasan perusahaan serta informasi gaji rata-rata. Situs seperti ini dapat membantu Anda untuk mencari informasi apakah gaji tersebut cukup, deskripsi pekerjaan Anda sudah sesuai, dsb. Salah satu situs yang bisa Anda coba daftarkan adalah Glassdoor atau Payscale.

Kedua, dengan mengunduh dokumen Salary Guide (panduan gaji) yang sering tersebar di LinkedIn. Biasanya panduan gaji ini dibuat dan disebarkan oleh konsultan perekrutan. Perusahaan seperti ini umumnya melakukan survei tahunan, yang tentunya bisa dijadikan sebagai panduan Anda. Panduan ini biasanya memberikan informasi lengkap, dan membaginya menurut gerak bisnis, serta jabatan yang tersedia. 


amalan international merupakan perusahaan manajemen utang berbasis teknologi pertama di Indonesia yang tercatat di OJK. amalan bekerja untuk peminjam dan bekerja sama mencari solusi terbaik dan terjangkau dengan pemberi pinjaman. Program manajemen utang amalan memanfaatkan teknologi dan data yang sah agar klien amalan bisa keluar dari jerat utang dengan lebih cepat, membayar bunga dan penalti yang lebih rendah. Selain program manajemen utang, amalan juga memiliki solusi refinancing yang mengganti utang lama yang memberatkan menjadi utang baru yang lebih ringan. Kantor amalan indonesia didirikan di Jakarta pada tahun 2015 dan telah berhasil membangun tim yang terdiri dari ahli restrukturisasi dan ahli IT dengan pengalaman puluhan tahun. Sejak Juli 2016, amalan indonesia menjadi perusahaan pertama di Asia yang mendapatkan akreditasi dari International Association of Professional Debt Arbitrators (IAPDA).

Mana yang Lebih Baik: Membeli Rumah atau Menyewa?

Saat sudah mulai berkeluarga, faktor yang harus diperhatikan pasca melaksanakan pesta pernikahan adalah perihal tempat tinggal. Hal ini juga sering menjadi pertanyaan bagi keluarga yang sudah bertahun-tahun menabung. Membeli atau menyewa rumah membutuhkan pertimbangan yang jelas karena masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangannya. Jika Anda masih bingung, mari kita lihat selengkapnya dalam poin-poin berikut:

Pertimbangan Biaya Membeli Rumah atau Menyewa

Sudah bukan rahasia lagi bahwa harga rumah saat ini sudah semakin melambung tinggi. Biaya yang dikeluarkan tentu saja cukup besar, belum lagi Anda harus mampu berkomitmen untuk mencicil rumah setiap bulan (jika dengan angsuran) atau menggelontorkan dana yang besar untuk membeli rumah dalam satu kali bayar.  Selain itu, harga rumah baru belum tentu sesuai dengan kantong Anda, apalagi jika ingin membeli rumah di wilayah yang cukup strategis. Jika saat ini Anda sedang menetap di Ibukota, sebaiknya pertimbangkan untuk membeli rumah di wilayah penyangga Ibukota daerah Anda. Hal ini akan membantu Anda untuk menghemat lebih banyak.

Di sisi lain jika Anda mengontrak, Anda cukup membayar biaya bulanan atau tahunan sesuai dengan kesepakatan dengan pemilik rumah. Biaya sewa rumah juga cenderung tidak akan naik secara drastis setiap tahunnya, jadi bisa dibilang lebih aman. Dengan mengontrak, Anda sudah tidak perlu lagi memusingkan biaya pembelian rumah yang mahal. Bahkan jika Anda mampu bernegosiasi, Anda bisa mendapatkan biaya lebih murah lagi.

Membeli Rumah Bisa Disiasati dengan KPR 

Melihat tabel harga rumah yang mahal, orang seringkali menjadi urung untuk membeli. Padahal ada cara lain yang bisa dilakukan misalnya dengan memanfaatkan program KPR. Program seperti ini dapat membantu Anda mengangsur sesuai tenor yang Anda mampu. Anda cukup mienyiapkan biaya Down Payment (DP) dan hitung kira-kira mana tenor yang Anda sanggupi. Umumnya lama tenor dalam KPR mulai dari 5 – 15 tahun, dalam kasus tertentu bahkan ada KPR yang menyanggupi sampai 20-30 tahun.  

Banyak Biaya Tambahan

Membeli rumah tidak hanya sampai menyelesaikan pembayaran saja. Saat membangun rumah, biasanya akan ada biaya-biaya lain yang harus dibayarkan saat melakukan pembelian. Biaya-biaya lain misalnya biaya pengecekan sertifikat, biaya Akta Jual Beli (AJB) yang harus diurus Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT), Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), PPh, Bea Perolehan Hak Tanah dan Bangunan (BPHTB), jasa notaris, dan sebagainya. Saat sudah melakukan serah terima, biasanya pemilik juga  harus melakukan pengecekan apakah masih ada bagian yang harus direnovasi dengan biaya pribadi, serta menyiapkan dana pemeliharaan.

Perlu diingat bahwa memiliki rumah berarti Anda harus siap dengan komitmen jangka panjang. Biaya pemeliharaan rumah perlu dimasukkan dalam dana darurat karena sifatnya yang tidak bisa diprediksi, ada saja bagian-bagian yang biasanya membutuhkan pemeriksaan dalam beberapa waktu sekali, misalnya saluran dan pompa air, tembok yang mungkin mulai berjamur, dan lain-lain. Berbeda dengan membeli rumah, biaya menyewa rumah jauh lebih sedikit. Anda cukup fokus pada pengeluaran biaya bulanan untuk keperluan rumah saja. Penyewa rumah tidak perlu repot-repot mengurus dan mengeluarkan biaya untuk perbaikan rumah karena biasanya akan diurus oleh pemilik rumah. 

Rumah yang Sudah Jadi Bisa Dijadikan Ladang Usaha

Saat bingung untuk membeli rumah atau menyewa, Anda juga bisa melihat faktor ladang usaha yang bisa dituai saat telah memilki rumah. Salah satu kekurangan dari menyewa rumah adalah Anda tidak mempunyai kepemilikan hak atas rumah tersebut. Hal ini berarti Anda sendiri juga tidak dapat memprediksi sampai kapan Anda bisa menyewa. Berbeda dengan rumah sewaan, Anda tidak bisa memprediksi sampai kapan Anda bisa menempati rumah tersebut, sedangkan dengan rumah pribadi Anda tahu persis bahwa rumah tersebut bisa ditempati sampai jangka waktu yang lama.

Keuntungan memiliki rumah adalah Anda bisa memiliki aset yang jelas. Nilai rumah umumnya bertumbuh setiap tahunnya (dengan catatan rumah berada di lokasi yang tepat).  Selain itu, manfaat membeli rumah adalah Anda dapat mengolahnya menjadi lahan bisnis. Jika ada kamar kosong, Anda bisa mengolahnya menjadi kost harian atau menyewakan di AirBnb. Belum lagi jika rumah Anda berada di area yang tepat dan memiliki lahan luas, Anda bisa membuka bisnis warung kecil-kecilan atau dijadikan tempat parkir umum. Keuntungan seperti ini tidak bisa didapatkan jika Anda hanya menyewa rumah saja. 


amalan international merupakan perusahaan manajemen utang berbasis teknologi pertama di Indonesia yang tercatat di OJK. amalan bekerja untuk peminjam dan bekerja sama mencari solusi terbaik dan terjangkau dengan pemberi pinjaman. Program manajemen utang amalan memanfaatkan teknologi dan data yang sah agar klien amalan bisa keluar dari jerat utang dengan lebih cepat, membayar bunga dan penalti yang lebih rendah. Selain program manajemen utang, amalan juga memiliki solusi refinancing yang mengganti utang lama yang memberatkan menjadi utang baru yang lebih ringan. Kantor amalan indonesia didirikan di Jakarta pada tahun 2015 dan telah berhasil membangun tim yang terdiri dari ahli restrukturisasi dan ahli IT dengan pengalaman puluhan tahun. Sejak Juli 2016, amalan indonesia menjadi perusahaan pertama di Asia yang mendapatkan akreditasi dari International Association of Professional Debt Arbitrators (IAPDA).

Saat Mencari Kerja: Startup atau Big Companies?

Peluang kerja saat ini semakin luas, Anda memiliki peluang besar untuk mencari kerja dan memilih jenis pekerjaan yang ada. Tentu saja untuk memanfaatkan kesempatan kerja yang semakin luas ini Anda harus melengkapi diri dengan dengan faktor-faktor pendukung lainnya, seperti memiliki profil LinkedIn yang menarik atau kemampuan berbahasa asing. 

Walaupun peluang kerja semakin besar, biasanya orang tetap mempertimbangkan kira-kira jenis pekerjaan seperti apa yang harus dicari. Beberapa waktu lalu kami pernah membahas mengenai hal tersebut, nyatanya memang lebih baik jika Anda mencari pekerjaan di tempat yang membuat Anda bisa lebih bisa berkembang, dapat memberikan kepuasan kerja, dan faktor-faktor lainnya. Pertanyaannya adalah kira-kira di perusahaan manakah Anda bisa mendapatkan kesempatan tersebut? Beberapa waktu terakhir Indonesia dipenuhi dengan gebrakan startup, yang terlihat mulai menjadi bertaring bersaing melawan para perusahaan besar yang telah beroperasi sejak lama. Kira-kira jenis perusahaan seperti apa yang bisa membantu Anda meraih target kesuksesan Anda? Startup atau big companies? Agar tidak penuh ragu, mari simak artikel berikut.

Bekerja di Startup atau Big Companies?

Seperti dilansir dari Techinasia yang mengutip Paul Graham, startup merupakan sebuah perusahaan yang didesain untuk berkembang dengan cepat. Beberapa startup ternama di Indonesia misalnya Gojek, Tokopedia, Traveloka, Berry Kitchen, dsb. Jenis bisnis ini seringkali dilirik oleh anak muda, tidak heran karena biasanya di dalamnya mengandung teknologi, dan banyak ide segar yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya.

Peran Besar dalam Membangun Perusahaan

Karyawan yang bekerja di startup memiliki peran dalam membangun perusahaan agar maju dan dapat bersaing dengan perusahaan lainnya. Untuk mencapai kesuksesan sebuah startup diperlukan dedikasi yang cukup tinggi, kesuksesan sebuah startup tidak bisa langsung dirasakan dalam sekejap mata. Seorang karyawan harus mau bersabar dan turut andil dalam membangun kesuksesan startup tempatnya bekerja. Tentu saja hal ini kurang cocok bagi mereka yang lebih suka bekerja dalam sebuah perusahaan yang sudah diakui kesuksesannya. 

Bekerja dan Belajar Banyak Hal dalam Waktu Cepat

Karyawan yang bekerja di startup umumnya diisi oleh anak muda dengan ide yang lebih segar dan memiliki keterampilan dalam menggunakan internet dan teknologi terbaru. Umumnya mereka terbiasa untuk mencari tahu segala sesuatu melalui internet dan bekerja dengan lebih cepat. Tidak jarang karyawan diharuskan untuk mempelajari banyak hal dalam satu waktu, bahkan proses belajar pun dilakukan saat mempraktikan proyek yang dikerjakan. Terlepas dari proses belajar, karyawan yang bekerja di sebuah startup juga harus terbiasa dengan proses pengambilan keputusan yang cepat. Maka dari itu, diperlukan sifat yang cekat dan cepat tanggap dalam bekerja dan menanggapi masalah.

Kenal dengan Seluruh Karyawan dan Mudah Bertukar Pikiran dengan CEO

Jumlah karyawan yang biasanya sedikit membuat suasana kerja di startup jadi lebih dekat satu sama lain dan saling bergantung satu sama lain. Biasanya tim di startup lebih memiliki kerjasama yang baik karena sering terlibat bersama. Mereka sudah terbiasa untuk membangun sesuatu dari awal, dan bersama-sama menghadapi masalah agar perusahaan tetap berdiri dan bergerak maju dalam beberapa tahun ke depan. Setiap orang yang bekerja dalam sebuah startup memiliki andil besar dalam memajukan perusahaan. Selain itu, karena faktor kedekatan hubungan satu sama lain, karyawan yang bekerja di startup cenderung lebih mudah untuk saling bertukar-pikiran dan menyuarakan pendapat antara divisi satu dan divisi lainnya, maupun antara karyawan dan CEO perusahaan.

Tingkat Keberhasilan Startup Digital Indonesia Masih Cukup Rendah

Terlepas dari itu semua, masih ada faktor lain yang diperhitungkan jika ingin bekerja di sebuah startup. Mengingat umurnya yang seringkali masih muda, tingkat keberhasilan startup biasanya masih diragukan. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Okezone, Deputi Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), Hari Sungkari, menyatakan bahwa tingkat keberhasilan startup digital di Indonesia dinilai masih cukup rendah. Selain itu Beliau menambahkan bahwa untuk  skala global, failure rate sebuah startup masih tinggi sekira 90 persen, nilai yang sama juga berlaku di Indonesia. Faktor inilah yang mungkin saja menjadi pertimbangan seseorang yang masih ragu untuk bekerja dalam sebuah startup.

Bekerja di Big Companies 

Berbeda dengan bekerja di startup, tentu saja big companies lebih memberikan faktor kepastian yang cenderung lebih tinggi. Investor serta ranah bisnis yang dijalankan perusahaan sudah lebih jelas dan terarah.

Cenderung Memelihara dan Mengembangkan Perusahaan

Karyawan yang masuk dan bekerja dalam big companies seringkali lebih fokus dalam aktivitas memelihara dan mengembangkan perusahaan saja. Mereka tidak perlu repot-repot membangun dari bawah. Budaya perusahaan dan SOP juga sudah jelas, berbeda dengan sebuah startup yang benar-benar membangun semuanya dari awal. Karyawan sudah tahu persis apa yang menjadi tujuan perusahaan dan cara apa yang dilakukan untuk meraih hal tersebut. 

Fokus dalam Satu Deskripsi Pekerjaan

Jika Anda adalah jenis orang yang lebih senang fokus dalam satu hal saja, maka bekerja di big companies merupakan keputusan yang tepat. Perusahaan-perusahaan seperti ini lebih senang jika Anda benar-benar piawai dalam satu bidang saja. Anda tidak perlu menjadi orang yang multi-tasking seperti mereka yang bekerja di startup. Deksripsi pekerjaan Anda juga sudah jelas dan tuntutan untuk mampu bekerja dan mempelajari hal lain yang berseberangan dengan kemampuan Anda juga relatif lebih rendah. 

Belum Tentu Kenal Lintas Divisi dan CEO

Tingginya jumlah karyawan di big companies, membuat antara divisi dan divisi lain seringkali tidak terlalu akrab. Proses saling tukar pikiran juga lebih banyak dilakukan dengan sesama divisi saja. Jangan harap untuk bertukar pikiran dengan CEO perusahaan, bertemu saja belum tentu sering. Tingginya strata yang terdapat dalam perusahaan membuat jarak yang cukup besar antara atasan dan bawahan. Jadi, karyawan hanya perlu mengerjakan apa yang sudah diberikan saja. Namun begitu, karyawan tetap dapat bertukar pikiran dengan sesama atau atasan langsungnya.  

Proses Pengambilan Keputusan Terjerat Birokrasi

Berbeda dengan startup yang proses pengambilan keputusannya sangat cepat, bekerja dalam big companies membutuhkan birokrasi yang cenderung lebih rumit. Setiap keputusan yang diambil harus melalui persetujuan atasan dan seringkali harus disetujui lintas divisi yang terkait. Anda harus benar-benar mempertimbangkan langkah yang diambil, dan proses untuk mendapatkan persetujuan bisa lebih lama. Perbedaan ini tentunya cukup mencolok mengingat seringkali karyawan juga harus berani mengambil keputusan di sebuah startup. 

Jadi, Lebih Baik Bekerja Di Mana?

Setelah melihat dari kelebihan dan kekurangan masing-masing, Anda dapat melihat kembali mana yang cocok dengan kemampuan dan karakteristik Anda. Sebenarnya kedua jenis perusahaan tersebut sama-sama memiliki peluang untuk memberikan Anda kepuasan kerja dan kesempatan untuk mengembangkan diri Anda. Namun, jangan sampai salah memilih karena jika Anda merasa tidak cocok maka Anda akan lebih sulit berkembang dan beradaptasi dengan budaya masing-masing perusahaan. Misalnya begini, jika Anda adalah tipe orang yang lebih senang berpikir out-of-the box, senang dengan arus kerja yang cepat, dan bersedia mempelajari banyak hal dalam waktu yang bersamaan, maka bekerja di sebuah startup merupakan pilihan yang tepat. 

Di sisi lain, jika Anda lebih suka bekerja fokus dalam keahlian yang Anda miliki, hidup dalam peraturan perusahaan dan SOP yang jelas serta terstruktur, maka bekerja di big companies adalah jawaban yang tepat. Tentu saja bekerja di big companies lebih cocok bagi Anda yang lebih menyukai kepastian, karena risiko kegagalan big companies terang saja lebih kecil dibandingkan sebuah startup yang setiap hari harus berhadapan dengan banyak kemungkinan untuk gagal. Sekali lagi, sesuaikan jenis perusahaan dengan kepribadian, gaya bekerja, dan kebutuhan Anda agar Anda bisa beradaptasi dengan cepat dan meraih kesuksesan sesuai dengan yang sudah Anda targetkan. 


amalan international merupakan perusahaan manajemen utang berbasis teknologi pertama di Indonesia yang tercatat di OJK. amalan bekerja untuk peminjam dan bekerja sama mencari solusi terbaik dan terjangkau dengan pemberi pinjaman. Program manajemen utang amalan memanfaatkan teknologi dan data yang sah agar klien amalan bisa keluar dari jerat utang dengan lebih cepat, membayar bunga dan penalti yang lebih rendah. Selain program manajemen utang, amalan juga memiliki solusi refinancing yang mengganti utang lama yang memberatkan menjadi utang baru yang lebih ringan. Kantor amalan indonesia didirikan di Jakarta pada tahun 2015 dan telah berhasil membangun tim yang terdiri dari ahli restrukturisasi dan ahli IT dengan pengalaman puluhan tahun. Sejak Juli 2016, amalan indonesia menjadi perusahaan pertama di Asia yang mendapatkan akreditasi dari International Association of Professional Debt Arbitrators (IAPDA).

4 Inspirasi Kado untuk Ibu di Hari Ibu

Menyambut datangnya hari ibu, biasanya anak-anak sudah mulai mempersiapkan kado untuk ibu di hari Ibu. Tidak perlu mahal, sebenarnya ada berbagai inspirasi hadiah hari Ibu yang bisa Anda berikan. Yuk, simak kira-kira apa saja yang bisa Anda berikan kepada sang ibu untuk mengungkapkan rasa terima kasih Anda karena telah dilahirkan dan dibesarkan oleh ibu tercinta. Siapkan idenya dari sekarang, agar lebih tersusun rapi dan siap diberikan pada 22 Desember nanti.

Bantal Berbahan Memory Foam agar Dapat Beristirahat Lebih Nyaman 

Ibu biasanya sering beraktivitas, maka dari itu tentu saja mereka membutuhkan tidur yang lebih berkualitas agar dapat beristirahat dan bangun dengan kondisi yang lebih segar lagi. Tidur atau istirahat yang berkualitas tentunya dapat membantu ibu Anda untuk tetap sehat dan segar. Jika istirahat sudah cukup, tentunya dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan ibu Anda. 

Salah satu inspirasi kado untuk ibu di hari ibu adalah dengan membelikannya sebuah bantal berbahan memory foam. Bantal seperti ini biasanya sudah dilengkapi dengan teknologi tertentu dan didesain sedemikian rupa agar kepala dan leher dapat ditopang dengan baik. Tentunya teknologi ini dapat membuat ibu Anda dapat beristirahat dengan lebih berkualitas dan lelap. 

Berikan Kado yang Sesuai dengan Hobinya / Kegiatan yang Ditekuni Saat Ini

Ide kado untuk ibu di hari Ibu yang juga bisa Anda pertimbangkan adalah dengan memberikan kado yang sesuai dengan hobi atau kegiatan yang sedang ditekuni oleh sang ibu saat ini. Tentu saja, berarti Anda juga harus sering-sering berbincang dengan ibu, agar dapat tahu persis apa yang menjadi kegiatan favoritnya saat ini. Sebenarnya kado ini cukup mudah dipenuhi asalkan Anda cukup akrab dengan sang ibu. Biasanya kado seperti ini dapat lebih menyenangkan hati ibu, sebab sang anak yang dilanda kesibukan tetap memperhatikannya dan meluangkan waktu untuk memberikan kado untuknya.

Jika ibu Anda adalah seorang yang gemar bercocok tanam, maka cobalah pertimbangkan untuk membeli satu set alat cocok tanam, termasuk di antaranya sekop mini, sekop lipat, maupun alat-alat lainnya. Anda juga bisa membelikan benih-benih tanaman yang sedang diinginkan oleh ibu atau pot yang bisa digunakan oleh ibu. Lain lagi jika ibu Anda memiliki hobi membuat kue, tentu saja Anda bisa memberikan peralatan membuat kue yang belum dimiliki oleh ibu Anda.

Memberikan Waktu Anda untuk Ibu

Seringkali sebenarnya seorang ibu tidak mempedulikan nilai kado yang Anda berikan untuknya. Kado untuk ibu di hari ibu yang paling diinginkan biasanya adalah waktu yang Anda berikan untuknya. Luangkanlah satu hari di akhir pekan untuk benar-benar menghabiskan waktu bersama ibu. Manfaatkan waktu ini untuk mengobrol bersama ibu sambil minum teh, apalagi jika Anda sudah lama tidak menghabiskan waktu bersama ibu, biasanya akan ada banyak topik bermunculan. 

Anda dapat mengajak ibu untuk melakukan aktivitas bersama. Ajak ibu untuk memasak bersama, berolahraga bersama, atau sekedar mengobrol sambil minum teh bersama. Anda juga bisa mengajak ibu pergi dengan cucu. Jadikan momen ini untuk lebih saling berbagi dan mendengar cerita satu sama lain. Hal ini karena seringkali yang dibutuhkan seorang ibu adalah momen bersama anak dan cucu tercinta, anak-anak yang semakin hari semakin dewasa seringkali memiliki waktu yang semakin sedikit dengan keluarganya. Maka dari itu, manfaatkan momen ini untuk menciptakan waktu berkualitas dengan ibu Anda.

Sertai dengan Kartu Ucapan Buatan Sendiri

Jika masih memiliki waktu lebih, luangkanlah waktu Anda sejenak untuk membuat kartu ucapan buatan sendiri. Tuliskan rasa terima kasih dan syukur Anda karena telah dibesarkan oleh ibu serta atas kerja keras yang telah dedikasikan oleh ibu kepada keluarga. Sertakan kartu ucapan ini di kado untuk ibu yang Anda berikan. Jika memang tidak sempat bertemu dengan sang ibu di hari ini, pastikan untuk memberikan ucapan secara langsung melalui telepon. 


amalan international merupakan perusahaan manajemen utang berbasis teknologi pertama di Indonesia yang tercatat di OJK. amalan bekerja untuk peminjam dan bekerja sama mencari solusi terbaik dan terjangkau dengan pemberi pinjaman. Program manajemen utang amalan memanfaatkan teknologi dan data yang sah agar klien amalan bisa keluar dari jerat utang dengan lebih cepat, membayar bunga dan penalti yang lebih rendah. Selain program manajemen utang, amalan juga memiliki solusi refinancing yang mengganti utang lama yang memberatkan menjadi utang baru yang lebih ringan. Kantor amalan indonesia didirikan di Jakarta pada tahun 2015 dan telah berhasil membangun tim yang terdiri dari ahli restrukturisasi dan ahli IT dengan pengalaman puluhan tahun. Sejak Juli 2016, amalan indonesia menjadi perusahaan pertama di Asia yang mendapatkan akreditasi dari International Association of Professional Debt Arbitrators (IAPDA).

5 Cara Bersikap sebagai Karyawan Baru Supaya Tidak Culture-Shock!

Mendapatkan pekerjaan baru dengan lingkungan yang nyaman, gaji yang sesuai dan pekerjaan yang cocok adalah impian semua orang. Namun untuk bisa merasakan itu semua butuh waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan dan pekerjaan baru tersebut. Untuk itu, supaya lebih siap dalam memulai pekerjaan baru, kita bahas saja mengenai cara bersikap sebagai karyawan baru supaya tidak culture-shock!

Datang Lebih Awal di Hari Pertama

Sebagai seorang karyawan baru, tentunya Anda ingin memberikan impresi yang baik ke orang-orang sekitar. Cara bersikap sebagai karyawan baru yang paling mendasar dan wajib Anda tunjukkan adalah dengan bertanggungjawab terhadap waktu. Artinya, Anda wajib untuk datang tepat waktu, bahkan akan lebih baik lagi jika Anda bisa datang lebih dulu dari waktu yang ditetapkan. Hal ini tentunya perlu diperhatikan lebih lagi apabila Anda akan diwajibkan untuk mengikuti masa orientasi di hari pertama. Biasanya ada kemungkinan besar bagi Anda untuk berkenalan dengan sesama karyawan baru, manfaatkan waktu yang lebih awal untuk bisa berkenalan agar Anda tidak terlalu grogi dan merasa sendiri di hari pertama kerja.

Sopan terhadap Karyawan Lama

Cara bersikap sebagai karyawan baru adalah dengan sopan dan menyapa rekan kerja yang Anda temui di kantor. Cobalah berbasa-basi dengan bertanya mengenai lingkungan kerja, aktivitas di kantor, maupun hal-hal sederhana seperti misalnya tempat makan siang yang menjadi langganan para karyawan di kantor. Jangan malu untuk berinteraksi dengan sopan. Senyum dan sifat sopan dan hangat memang akan menjadi jembatan agar Anda bisa mendapatkan teman baru di kantor.

Lakukan Riset tentang Gerak Bisnis Perusahaan dan Pekerjaan Anda Terlebih Dahulu

Setelah datang lebih cepat dan berkenalan dengan orang-orang baru, Anda juga harus tahu bagaimana cara menghadapi pekerjaan baru. Biasanya di hari-hari awal bekerja memang tidak terlalu banyak pekerjaan yang diberikan, namun dalam beberapa kasus malah bisa saja pekerjaan yang diberikan ke meja Anda justru akan sangat banyak. Bukan tidak mungkin, justru Anda bisa kaget karena volume pekerjaan yang tiba-tiba sangat banyak untuk harus diselesaikan.

Maka dari itu, cara menghadapi pekerjaan baru yang paling ampuh adalah dengan mencari latar belakang perusahaan lebih mendalam lagi. Cari tahu siapa saja kompetitornya, lalu apa saja yang dilakukan kompetitor tersebut, serta kira-kira kontribusi apa yang bisa Anda berikan kepada perusahaan. Selain itu, cari tahu dengan jelas apa saja pekerjaan yang akan menjadi tanggung jawab Anda. Jadi, di hari pertama setidaknya Anda sudah tahu apa saja yang akan Anda kerjakan di kantor.

Coba untuk Berkomunikasi Lebih dengan Rekan Kerja

Bekerja dengan teman satu tim juga harus dijadikan perhatian besar. Cara bersikap sebagai karyawan baru tentunya meliputi kerjasama tim. Cobalah untuk berkomunikasi lebih di hari pertama, kenali sifat dan karakter orang-orang yang akan menjadi rekan kerja. Jangan malu untuk mengajak mereka berkomunikasi. Rekan kerja di sini juga termasuk atasan dan bawahan Anda, ya. Meskipun di hari pertama kerja mungkin tidak akan mengenal secara mendalam, namun tidak ada salahnya untuk tetap mencoba mengobrol, bukan?

Selain itu, komunikasi juga bisa dilakukan dengan bertanya kepada rekan kerja terhadap pekerjaan yang memang didelegasikan kepada Anda. Sebagai karyawan baru, biasanya rekan kerja akan memaklumi hal tersebut. Cobalah untuk bertanya mengenai jalan keluar yang perlu dilakukan untuk mengatasi kendala pekerjaan Anda. Hal ini tentunya akan membantu Anda agar dapat bekerja dengan lebih efisien, daripada harus membuang-buang waktu mencari cara menyelesaikan pekerjaan sendiri.

Jangan Mengeluh

Tidak jauh dari pekerjaan yang banyak, di minggu-minggu pertama biasanya akan ada culture-shock terutama dalam masa transisi dari pekerjaan lama ke pekerjaan baru. Ingatlah bahwa cara menghadapi pekerjaan baru yang paling baik adalah dengan tidak mengeluh, apalagi membanding-bandingkan dengan pekerjaan terdahulu. Pekerjaan baru tentunya harus dibarengi dengan semangat baru dan cara pandang baru. Jadikan momen-momen ini untuk lebih fokus mencari jalan keluar dalam menyelesaikan pekerjaaan. Lagipula, dengan langsung mengeluh di awal-awal pekerjaan tidak akan membuat Anda terlihat baik di mata atasan, bukan?


amalan international merupakan perusahaan manajemen utang berbasis teknologi pertama di Indonesia yang tercatat di OJK. amalan bekerja untuk peminjam dan bekerja sama mencari solusi terbaik dan terjangkau dengan pemberi pinjaman. Program manajemen utang amalan memanfaatkan teknologi dan data yang sah agar klien amalan bisa keluar dari jerat utang dengan lebih cepat, membayar bunga dan penalti yang lebih rendah. Selain program manajemen utang, amalan juga memiliki solusi refinancing yang mengganti utang lama yang memberatkan menjadi utang baru yang lebih ringan. Kantor amalan indonesia didirikan di Jakarta pada tahun 2015 dan telah berhasil membangun tim yang terdiri dari ahli restrukturisasi dan ahli IT dengan pengalaman puluhan tahun. Sejak Juli 2016, amalan indonesia menjadi perusahaan pertama di Asia yang mendapatkan akreditasi dari International Association of Professional Debt Arbitrators (IAPDA).