Sering Foya-Foya & Sedikit Menabung? Ini Solusinya!

Kenal dengan kata-kata berikut?

Instagram, Gaul, Kekinian, Ngafe, Happening.

Ya, kata-kata tersebut sudah menjadi bagian dari gaya hidup kaum urban menengah Ibukota maupun kota-kota besar lainnya. Tidak sulit untuk menemukan praktiknya dalam dunia nyata, begitu mudah untuk menemukan kaum urban menengah di tempat-tempat yang sedang populer. Tidak jarang mereka meng-update lokasi maupun foto di akun media sosial. Media yang digunakan untuk meng-update atau mengambil foto tentu saja juga dengan gadget terkini yang tidak boleh ketinggalan zaman.

Dampaknya, banyak orang yang sering berfoya-foya, membeli barang-barang yang seharusnya tidak dibutuhkan, namun hanya diinginkan agar dianggap dan/atau terlihat up-to-date. Kaum urban di kalangan menengah saat ini sudah tidak memprioritaskan budaya menabung. Semua uang yang dimiliki di kantong langsung dihabiskan untuk mengejar gaya hidup konsumtif sehingga sedikit menabung. Bagi yang tidak memiliki cukup uang tunai biasanya mengandalkan kartu kredit.  Mimpi buruk tersebut baru dimulai saat ‘hadiah’ dari bank datang di akhir bulan, apalagi kalau bukan tagihan kartu kredit. Bagi yang tidak mampu membayar bisa-bisa terjebak dalam timbunan utang yang kian menggunung.

Solusi yang bisa dilakukan agar dapat arus pengelolaan uang lebih terjaga tentu saja dengan lebih sedikit berbelanja dan lebih banyak menabung. Kelihatannya susah-susah gampang, ya? Tenang saja, berikut kami sediakan beberapa langkah yang bisa langsung Anda praktikan agar keuangan lebih terjaga dan tabungan bertambah:

CARA MENGHEMAT BELANJA

  • Catat Rencana Anggaran di Awal Bulan 
    Tulislah rencana pengeluaran di awal bulan. Alokasikan uang sesuai dengan pos-pos pengeluaran yang memang akan dilakukan dalam satu bulan. Bagi pos pengeluaran sesuai keperluannya seperti: biaya makan, keperluan rumah (listrik/air), biaya pendidikan, biaya transportasi. Tentu saja Anda harus berkomitmen untuk taat pada rencana anggaran yang sudah dibuat. 
  • Belanja di Pasar dan Masak Sendiri 
    Jika Anda ingin mengurangi biaya makan sehari-hari, maka berbelanjalah di pasar agar harga yang didapat bisa lebih murah dan bawalah bekal dari rumah. Anda masih tetap dapat menyantap makanan di restoran, dengan catatan harus cermat dalam memilih restoran. Cobalah untuk mengecek beberapa situs seperti  Groupon, Living Social, atau OgahRugi untuk mendapatkan diskon promo di restoran. 
  • Kurangi Kebiasaan Nongkrong 
    Tidak bisa dipungkiri bahwa salah satu tuntutan untuk mengkuti tren hidup masa kini adalah dengan kebiasaan nongkrong. Anda dapat memangkas pengeluaran di area ini dengan cara menggantinya dengan menonton televisi di rumah, atau melakukan aktivitas lain dengan anggaran yang lebih rendah. Misalnya: meluangkan waktu lebih banyak di rumah dengan keluarga, mengunjungi tempat-tempat wisata yang murah di area sekitar rumah, dll. 

CARA MENABUNG LEBIH BANYAK

menabung untuk masa depan
  • Sisihkan bukan Sisakan
    Prinsip utama dalam menabung adalah SELALU menyisihkan uang yang akan ditabung di awal bulan. Selalu sisihkan minimal 10% dari penghasilan Anda, kalau bisa lebih banyak maka lebih baik. Banyak orang yang sering salah paham dengan mengambil uang sisa belanja untuk dimasukkan ke dalam tabungan. Padahal jika yang ditabung adalah uang sisa, maka tabungan tidak akan bertambah. Lain halnya dengan mereka yang selalu menyisihkan, uang yang ditabung biasanya akan lebih banyak. 
  • Buat Rekening Tabungan Terpisah
    Memasukkan uang ke rekening tabungan memang sudah tepat, namun sama saja bohong jika Anda terus menarik uang tersebut untuk berbelanja, bukan? Maka dari itu, pisahkan uang untuk pengeluaran sehari-hari dengan uang yang hendak di tabung dalam rekening terpisah. Khusus untuk rekening tabungan, Anda dapat menggunakan jenis tabungan khusus yang hanya dapat ditarik dalam limit tertentu.

Semoga cara yang kami berikan dapat membantu Anda untuk memiliki kondisi finansial yang lebih sehat. Mari mulai menabung dan kurangi pengeluaran dari sekarang!

4 Jenis Biaya yang Harus Anda Siapkan Sekarang

Menabung sudah menjadi salah satu aktivitas yang wajib dilakukan saat setelah mendapatkan pemasukkan. Tujuan menabung itu sendiri juga berbeda-beda, walaupun umumnya untuk dana darurat saja, alokasi tabungan untuk hal lain sebaiknya juga sudah mulai direncanakan dari sekarang. Berikut adalah beberapa jenis biaya yang harus disimpan dari sekarang:

Dana untuk Biaya Kesehatan

Jika berbicara mengenai kondisi tubuh, tentu saja Anda tidak dapat memprediksi hal ini. Dana kesehatan termasuk dalam jenis biaya yang harus Anda simpan dari sekarang. Langkah yang lebih baik lagi adalah dengan menyiapkan asuransi kesehatan dan asuransi jiwa, di samping tetap menabung  dana untuk biaya kesehatan. Biasanya masih ada biaya-biaya sampingan yang belum tentu bisa diklaim menggunakan biaya asuransi, apalagi jika jenis asuransi yang Anda ambil belum mencakup jenis penyakit/musibah yang mungkin menimpa Anda kelak. Jika Anda sendiri masih belum memiliki asuransi kesehatan, ada baiknya untuk mulai mendaftarkan diri, salah satu yang cukup murah meriah adalah BPJS Kesehatan. 

Dana Darurat Saat Kehilangan Pekerjaan

Sama seperti sifatnya, dana ini memang ditujukan untuk sesuatu yang darurat. Jika saat ini Anda sudah memiliki bisnis yang berjalan dengan lancar atau pekerjaan dengan penghasilan tetap, Anda juga tetap harus menyisihkan setidaknya 30% dari total penghasilan bulanan untuk dana darurat. Pergerakkan bisnis memang tidak bisa diprediksi, sehingga selalu ada kemungkinan jika bisnis yang Anda jalankan tiba-tiba terhenti di tengah jalan atau perusahaan tempat Anda bekerja mengalami masalah yang berdampak pada PHK. Untuk mencegah kehilangan sumber penghasilan secara mendadak, ada baiknya Anda mulai menyimpan biaya darurat tersebut untuk disimpan dari sekarang. Dana darurat saat kehilangan pekerjaan ini akan sangat terasa fungsinya jika pada kondisi tersebut Anda masih memiliki sisa kewajiban yang harus dibayar, misalnya tunggakan kartu kredit atau KTA yang belum sempat lunas. 

Dana Pensiun

Dana pensiun seringkali dikesampingkan karena dirasa tidak cukup penting dan dirasa tidak cukup pantasdimasukkan ke dalam kategori biaya yang harus Anda simpan dari sekarang. Bagi mereka yang memiliki penghasilan tetap setiap bulan, tentu saja akan menganggap bahwa dana pensiun akan terkumpul dengan sendirinya apalagi mengingat uang pensiun yang umumnya diberikan perusahaan tempat Anda bekerja, mengingat perusahaan-perusahaan saat ini umumnya sudah mendaftarkan para karyawannya dengan BPJS Ketenagakerjaan. Namun, ada baiknya jika Anda mulai menghitung-hitung lagi apakah dana yang akan Anda dapatkan tersebut bisa mencukupi biaya hidup Anda dan keluarga di hari tua kelak. Maka dari itu, tidak salahnya untuk menyisihkan sejumlah dana dan ditabung untuk keperluan dana pensiun kelak. 

Dana Simpanan Pendidikan

Salah satu biaya yang harus Anda simpan dari sekarang adalah dana simpanan pendidikan untuk anak Anda kelak. Biaya pendidikan yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun membuat kita harus terus bekerja untuk memenuhi biaya tersebut. Belum lagi semakin tinggi jenjang pendidikan akan memerlukan dana yang tentunya jauh lebih tinggi. Jika Anda saat ini sudah memiliki anak yang masih di bangku Sekolah Dasar, Anda bisa mulai menabung untuk biaya pendidikannya saat akan masuk jenjang kuliah kelak. Tentu saja Anda harus memperkirakan berapa besar biaya yang dibutuhkan kelak. Untuk menyiasati hal ini Anda bisa juga membuka tabungan pendidikan untuk anak Anda atau menyertakan asuransi pendidikan, yang berfungsi agar anak Anda tetap bisa melanjutkan pendidikan jika tulang punggung keluarga meninggal dunia.

6 Tips Menabung Lebih Banyak & Mengurangi Pengeluaran

Anda dapat menabung lebih banyak dan mengurangi pengeluaran dengan mengatur kebiasaan Anda dalam mengelola keuangan. Di mulai dari membuat perencanaan hingga mengontrol aktivitas belanja Anda. Berikut adalah 6 tips jitu agar menabung lebih banyak dan mengurangi pengeluaran: 

Buat Perencanaan Keuangan

Kunci kesuksesan dari menyimpan pendapatan adalah dengan membuat perencanaan. Dengan perencanaan yang matang, Anda bisa menyisihkan sebagian pendapatan yang memang harus disimpan, dan berapa yang harus dikeluarkan untuk memenuhi kebutuhan. Buatlah daftar pemasukan dan pengeluaran keuangan Anda. Hal tersebut juga untuk membantu Anda mengontrol keuangan dan juga mengetahui jenis – jenis pengeluaran yang bisa dipangkas. Misalnya, Anda dapat memangkas pengeluaran listrik atau air di rumah dengan cara menghemat. Selain itu, dengan adanya daftar perencanaan tersebut juga dapat membantu Anda untuk menyisihkan pendapatan Anda untuk memenuhi hobi Anda. Sehingga, menyimpan pendapatan tidak terasa berat karena Anda juga dapat menghabiskan uang Anda untuk membeli barang yang Anda suka.

Menjual > Membeli

Anda dapat menabung lebih banyak dengan cara menjual barang – barang yang sudah tidak terpakai lagi. Bongkarlah isi lemari Anda ataupun cari barang – barang yang sudah tidak terpakai di rumah Anda dan pasarkan secara online. Dengan begitu, Anda dapat menambah pendapatan dan dapat menabung lebih banyak. Menjual barang – barang bekas juga dapat membantu Anda untuk membeli barang – barang yang Anda inginkan. Namun, jangan membeli barang – barang di luar kemampuan Anda dan yang melebihi pemasukan karena akan membebani Anda di kemudian hari.

Tanya Diri Sendiri Sebelum Membeli

Sebelum membeli barang, tanyakan kepada diri sendiri apakah Anda benar – benar membutuhkannya. Jangan membeli barang yang memang tidak terlalu penting dibeli dan fokus kepada prioritas. Membuat daftar belanja adalah salah satu cara agar Anda membeli barang sesuai kebutuhan. Jika Anda pergi ke supermarket, memang banyak makanan dengan kemasan yang menarik untuk dibeli namun janganlah tergoda. Selain itu, jauhkan diri Anda dari toko yang akan menambah hasrat Anda untuk membeli. Misalnya, jika Anda penggemar make up, jauhkan diri Anda dari toko make up yang akan menambah pengeluaran Anda. Oleh karena itu, buatlah daftar pembelian sebulan agar Anda dapat menyisihkan uang untuk hobi Anda.

Berhenti Membeli Barang yang Tidak Dibutuhkan

Hal yang dimaksud disini bukanlah hal yang memang penting untuk kebutuhan sehari – hari. Anda harus mengurangi pergi ke mal hanya untuk window shopping. Selain itu, jangan menjelajah situs belanja online tanpa adanya barang – barang khusus yang Anda perlukan. Hal tersebut dapat membuat Anda tergoda untuk membeli barang – barang yang sebenarnya tidak terlalu penting. Lebih baik Anda membuat perencanaan mengenai barang – barang yang akan Anda beli sebelum pergi ke mal atau mengunjungi situs online agar dapat mengurangi pengeluaran. Anda juga dapat menambah tabungan dengan cara mengurangi pengeluaran untuk sesuatu yang tidak terlalu Anda gunakan lagi, seperti keanggotan di sebuah gym dan juga berlangganan majalah yang jarang Anda baca.

Gunakan Uang Tunai

Cara terbaik untuk berbelanja secara hemat adalah dengan melakukan pembayaran dengan uang tunai. Anda tidak perlu takut menghabiskan terlalu banyak seperti jika Anda menggunakan kartu debit. Gunakanlah hanya uang tunai yang Anda punya di dompet untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari dengan menentukan target. Misalnya, dalam sehari Anda menargetkan untuk menghabiskan seratus ribu rupiah maka persiapkan hanya seratus ribu rupiah di dompet Anda. Dengan begitu, Anda tidak akan menghabiskan uang Anda untuk hal yang tidak diperlukan dan akan berhemat.

Cari Cara untuk Menekan Tagihan

Bila Anda berbelanja secara online, pastikan Anda sudah mengecek semua promo yang tersedia di situs tersebut. Terkadang, situs online seperti Lazada menyediakan kode voucher promo sehingga Anda dapat memasukan kode tersebut untuk mendapatkan potongan harga. Kode promo seperti itu dapat memberikan potongan harga yang menguntungkan Anda. Banyak juga situs yang menyediakan potongan harga untuk pembelian banyak disertai gratis ongkos kirim. Jika begitu, ajaklah teman Anda untuk membeli berbarengan sehingga mendapat harga yang lebih murah. Selain itu, Anda juga dapat memanfaatkan promo cashback jika Anda berbelanja di suatu toko dengan menggunakan kartu kredit. Anda juga dapat menekan pengeluaran dengan melihat kebiasaan buruk diri Anda seperti merokok ataupun boros dalam menggunakan listrik.

Kebiasaan yang Anda mulai dari sekarang terhadap keuangan Anda akan membantu Anda untuk menambah tabungan. Hal ini berguna kedepannya untuk keadaan darurat. Lebih lanjut, dengan menekan pengeluaran, Anda dapat segera mencapai pelunasan utang.

4 Alasan Mengapa Kita Sulit Menabung

Menabung setiap bulan sudah menjadi sesuatu yang wajib dilakukan agar arus keuangan tetap teratur dan suatu saat bisa digunakan sebagai dana darurat. Meskipun hal ini sudah diketahui oleh banyak orang, sayangnya masih saja ada alasan mengapa seseorang sulit menabung. 

Berikut adalah 3 alasan mengapa kita jadi sulit untuk menabung, mari simak bersama dan cari tahu apakah Anda menjadi salah satu di antaranya:

Selalu Menyisakan Bukan Menyisihkan Tabungan

Saat menerima gaji di akhir bulan akan lebih baik jika kita langsung menyisihkan uang untuk ditabung. Umumnya sisihkan minimal 10-20% dari total gaji untuk langsung ditabung. Sayangnya, banyak orang yang kurang memprioritaskan anggaran untuk tabungan. Banyak dari kita yang justru mengalokasikan untuk keperluan lain terlebih dahulu, walaupun sebenarnya pengeluaran tersebut tidak terlalu penting. Dampaknya akan terlihat yakni tidak ada lagi uang yang dapat dimasukkan ke rekening tabungan. Sayang sekali, bukan? Untuk menghindari kesalahan ini, ingatlah untuk langsung menyisihkan uang terlebih dahulu sebelum digunakan untuk keperluan lain. 

Gaya Hidup yang Terlalu Tinggi

Tingginya gaya hidup juga sering menjadi alasan mengapa sulit menabung. Biasanya hal ini terjadi pada mereka yang penghasilannya tidak terlalu tinggi, namun terbiasa menggunakan produk-produk dari merk ternama. Uang yang seharusnya dialokasikan untuk tabungan ujung-ujungnya harus terpakai karena harus membeli produk tertentu dan semakin sulit menabung. Untuk mengatasi hal ini agar tidak sulit menabung, Anda harus melakukan beberapa langkah: mempertimbangkan perlu/tidaknya membeli barang serta mencari produk pengganti lainnya dengan kualitas serupa dan harga yang lebih murah. Jadi, Anda tetap bisa menyisihkan uang di awal dan tetap bisa memenuhi kebutuhan tanpa perlu menekan diri menggunakan produk dari merk-merk ternama. 

Tidak Mau Terlihat Miskin di Hadapan Teman-teman

Alasan lain mengapa jadi sulit untuk menabung adalah karena tidak mau terlihat miskin di hadapan teman-teman. Hal ini sering terjadi pada mereka yang tinggal di Ibukota dan merasa bahwa status sosial menjadi kebutuhan penting. Biasanya hal ini muncul saat seseorang sulit untuk menolak ajakan teman-teman untuk pergi saat akhir minggu. Masalah lainnya muncul karena biaya yang perlu dikeluarkan untuk berfoya-foya memang tidak sedikit, sebab harus memesan menu yang lumayan mahal. Gengsi sering sekali muncul karena tidak mau terlihat kurang mampu di hadapan teman-teman. Jika terus menerus seperti ini, maka kita akan semakin sulit menabung. Maka dari itu, wajib untuk memilih kapan waktu yang tepat untuk berfoya-foya dengan teman. Anda harus tahu kondisi finansial Anda, jangan ragu untuk menolak ajakan jika memang kondisi finansial tidak memungkinkan. Jika tidak ingin berfoya-foya, Anda dapat makan dulu di rumah sehingga tidak perlu menggelontorkan dana saat pergi bersama teman-teman. 

Tidak Bisa Menahan Diri Saat Berbelanja

Alasan lain mengapa kesulitan menabung bisa juga juga terjadi karena tidak bisa menahan diri saat berbelanja. Kebiasaan sering pergi ke mal dan melihat-lihat barang di toko bisa menjadi pemicu utama berbelanja secara impulsif, ditambah lagi jika barang yang dijual sedang diskon besar-besaran. Seperti disebutkan di poin pertama, ada baiknya untuk langsung menyisihkan uang untuk langsung ditabung. Jika sudah mengatur keuangan untuk keperluan bulanan lainnya dan masih ada uang yang tersisa, barulah Anda boleh mengalokasikannya untuk dibelanjakan hal-hal lainnya.

3 Fakta Mengapa Februari adalah Bulan Terhemat

Memasuki bulan kedua di tahun 2017 berarti memasuki bulan dengan jumlah hari paling sedikit. Hal ini juga menandakan peluang kita untuk lebih menghemat pengeluaran lebih banyak. Mengapa begitu? Mari simak selengkapnya pada poin-poin berikut ini.

Lebih Sedikit Jumlah Hari, Lebih Hemat Biaya Transportasi ke Kantor

Februari adalah bulan hemat, sebab jumlah hari kerjanya lebih sedikit, tentunya hal ini bisa kita manfaatkan untuk lebih menghemat biaya transportasi. Jika biasanya diperlukan pengeluaran transportasi selama ≥  20 hari kerja, di Februari kita bisa menghemat beberapa hari. Hal ini tentunya akan lebih terasa dampaknya bagi Anda yang biaya transportasinya cenderung mahal karena jarak rumah dan tempat kerja jauh. 

Lebih Sedikit Jumlah Hari, Lebih Hemat Biaya Makan Siang

Alasan kedua mengapa Februari bulan paling hemat masih berhubungan dengan poin sebelumnya. Mengingat jumlah hari kerja lebih sedikit, berarti Anda bisa lebih banyak menghemat pengeluaran untuk makan siang. Hal ini tentunya akan berdampak besar bagi Anda yang tidak sempat membawa bekal sendiri dari rumah dan harus membeli makanan di luar. Anggap saja anggaran makan siang Anda bisa mencapai Rp20.000,- per hari atau Rp400.000,- per bulan, jika jumlah hari berkurang dan Anda mampu menekan biaya, bukan tidak mungkin anggaran bisa terpotong menjadi Rp300.000,- hingga Rp350.000,-

Lebih Sedikit Jumlah Hari, Lebih Hemat Biaya Pengeluaran Bulanan

Kebutuhan rumah tangga atau keperluan sehari-hari nampaknya juga bisa menjadi hal yang dampaknya terasa di bulan Februari. Anda bisa menghemat lebih banyak karena kebutuhan bulanan akan lebih mengurang. Keperluan bulanan yang digunakan di rumah bisa dihemat hingga minggu pertama di bulan selanjutnya. Beberapa yang bisa dihemat misalnya keperluan dapur, keperluan pembersih rumah, dsb. 

Jangan Lupa untuk Ditabung

Meskipun Februari adalah bulan paling hemat, kita tidak akan merasakan dampaknya jika uang berlebih yang dimiliki tetap dibelanjakan. Apa gunanya menghemat hingga misalnya Rp500.000,- per bulan jika uang tersebut langsung dibelanjakan, bukan? Sisa uang berlebih yang berhasil didapatkan setelah memanfaatkan bulan Februari ada baiknya langsung dimasukkan ke dalam rekening khusus tabungan. Jika ditabung dengan rajin, uang hasil tabungan dari anggaran yang disisakan bisa digunakan untuk keperluan lain saat mendadak, misalnya untuk membayar pelunasan utang. Lumayan sekali, bukan?