5 Cara Lunasi Utang KTA Pasca Ramadan

Setelah kembali dari perjalanan mudik dan menyelesaikan segala prosesi hari raya Idul Fitri, Anda harus kembali lagi ke keadaan semula dan kembali bekerja. Beberapa dari Anda mungkin merasa khawatir pasca melakukan mudik karena memikirkan masalah keuangan. Kegiatan pulang ke kampung halaman dan perayaan Lebaran memang seringkali membuat kita menghabiskan uang lebih banyak dari biasanya. Mungkin tidak sedikit di antara Anda yang memutuskan untuk mengajukan pinjaman ke bank dalam bentuk Kredit Tanpa Agunan (KTA) agar dapat memenuhi keperluan di bulan Ramadan dan Hari Raya.

Nah inilah saatnya Anda untuk mulai pelunasan utang tersebut. Lebih cepat melunasinya tentu akan lebih baik, agar anda tidak terkena bunga yang besar. Namun biasanya setelah Hari Raya, kondisi keuangan anda tidak terlalu baik sehingga menjadi sulit untuk langsung melunasi utang tersebut. Berikut merupakan beberapa tips untuk bantu anda segera melunasi utang KTA pasca Ramadan.

Jual Barang atau Aset yang Anda Punya

Coba lihat kembali barang-barang yang Anda miliki di rumah. Anda dapat menemukan beberapa barang yang mungkin tidak terpakai dan tidak terlalu Anda butuhkan. Elektronik, furnitur, bahkan baju pun dapat Anda jual untuk membantu menambah uang dalam menyelesaikan utang KTA. Menjual barang bekas memang belum tentu membuahkan hasil secara cepat, tetapi kini sangat mudah untuk dilakukan. Dengan platform seperti Carousell dan OLX, anda hanya perlu mengambil foto dan mengunggahnya.

Salah satu kunci untuk sukses menjual barang bekas ialah dengan memasang harga yang tepat. Sebelum menetapkan harga jual, anda sebaiknya mencari tahu harga pasaran dari barang yang akan Anda jual sebagai patokan anda. Tentunya Anda dapat mendapat tawaran lebih cepat dengan memasang harga di bawah pasar. Selain itu Anda juga perlu memberikan deskripsi lengkap dari barang yang Anda jual dengan sesuai sehingga dapat dipercaya oleh calon pembeli.

Gunakan Tabungan Anda

Sebagian dari Anda mungkin memiliki kebiasaan menabung dan mempersiapkan dana pengeluaran yang akan datang, seperti biaya pendidikan anak, atau untuk membeli barang impian tertentu. Apabila Anda masih memiliki tabungan cadangan, Anda dapat menggunakannya untuk menyelesaikan utang KTA yang Anda ambil di bulan Ramadan. Apabila tabungan tersebut memang diperuntukkan bagi keperluan tertentu, coba pertimbangkan skala prioritasnya. Menggunakan tabungan untuk melunasi utang bukan berarti Anda menjadi tidak bisa mencapai tujuan. Ingat juga bahwa Anda hanya bisa menggunakan sebagian tabungan untuk membantu meringankan beban tagihan, tidak harus seluruhnya. Selain itu, Anda selalu bisa mulai menabung lagi setelah Anda sudah menyelesaikan utang KTA.

Kelola Keuangan Anda Pasca Lebaran

Pasca merayakan Hari Raya Idul Fitri, mungkin Anda kerap mengalami kondisi keuangan yang mulai menipis setelah menghabiskannya untuk kegiatan mudik. Untuk mulai menyelesaikan utang KTA yang diambil saat bulan Ramadan, Anda harus mulai kelola keuangan Anda pasca Lebaran dengan baik. Pastikan gaji pertama yang Anda terima pasca Lebaran tidak dibelanjakan untuk hal-hal yang kurang penting. Pastikan untuk memprioritaskan pengeluaran Anda dengan baik, dan segera menyisihkan sebagian gaji untuk melunasi utang KTA anda. 

Cari Penghasilan Tambahan

Apabila Anda merasa sulit untuk menyisihkan penghasilan untuk melunasi utang. Anda bisa selalu mencari penghasilan tambahan untuk meringankan beban anda. Banyak sekali pekerjaan sampingan yang bisa Anda kerjaan di waktu luang tanpa harus menggangu pekerjaan utama. Anda dapat membaca artikel berikut ini untuk temukan beberapa pekerjaan sampingan yang bisa bantu tingkatkan pendapatan anda.

Ikuti Program Keringanan Utang KTA

Apabila Anda merasa kesulitan untuk membayarkan utang bulan Ramadan, Anda dapat mencoba untuk mengikuti program keringanan utang KTA. Program tersebut biasanya berupa program keringanan dengan adanya potongan tagihan ataupun periode cicilan yang diperpanjang dengan bunga yang lebih rendah. Program ini bertujuan untuk membantu Anda melunasi utang sesuai dengan kemampuan anda. Program ini tersedia khusus untuk klien amalan international.

Tim amalan siap membantu Anda agar segera terbebas dari utang-utang Anda. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai program keringanan yang ditawarkan, Anda dapat menghubungi amalan international dan sekaligus mengkonsultasikan permasalahan utang Anda, dengan klik gambar di akhir artikel ini.

Walau kondisi keuangan Anda pasca Lebaran mungkin kurang baik, tetapi dengan cara-cara ini Anda tetap bisa bangkit dan mulai melunasi utang Anda. Dengan segera melunasi utang, tentunya Anda akan lebih cepat memperoleh kemerdekaan finansial dan mengurangi beban keuangan Anda.

Gestun Online: Praktik yang Juga Dilarang Pemerintah

 

 

 

Masih ingat tentang jasa gesek tunai? Beberapa saat yang lalu kami pernah membahas tentang praktik ini. Gesek tunai sering dilakukan melalui para penyedia jasa gesek tunai kartu kredit. Para pemilik kartu yang membutuhkan dana segar secara cepat biasanya menghalalkan cara ini. Praktik yang juga sudah ditetapkan bersifat ilegal oleh Pemerintah ini kini juga ‘mengikuti perubahan zaman’. Saat ini, praktik sudah sering tersedia jasa gestun online. Bagaimana sistem kerjanya, dan apa yang membedakannya dengan sistem gesek tunai biasa?

 

 

 

Definisi Gesek Tunai

 

 

Sebelum membahas lebih lanjut lagi tentang gestun online, ada baiknya untuk mengingat ulang apa itu definisi gesek tunai. Gestun adalah praktik menggesek kartu kredit ke mesin yang dimiliki oleh toko (biasa disebut merchant) untuk mendapatkan uang tunai. Praktik ini dibuat seolah-olah Anda melakukan transaksi belanja di suatu tempat, namun sesungguhnya Anda tidak mendapatkan barang, tapi malah mendapatkan uang. Gesek tunai sering dilakukan oleh para pemilik kartu kredit yang tidak memiliki dana cukup di rekening tabungan mereka. Mereka melakukan kebiasaan ini sebagai cara pintas untuk mendapatkan uang tunai.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Praktik ini biasanya dilakukan kepada mereka yang menyediakan jasa gesek tunai kartu kredit. Oknum-oknum ini memiliki mesin EDC (Electronic Data Capture), yang dapat membuat transaksi tersebut seolah-olah terjadi. Tentu saja hal ini sama saja dengan berutang, tapi kepada pemilik mesin EDC atau merchant. Belum lagi, biasanya merchant bisa mengenakan ‘biaya tambahan’ kepada pemilik kartu. Tentu saja, pemilik kartu bisa terbebani oleh akumulasi utang yang lebih besar lagi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jasa jenis ini sendiri sangat mudah ditemukan di pusat perdagangan / trade center maupun secara online. Mereka benar-benar mengiklankan jasa ini secara terang-terangan dan banner iklannya pun bisa saja muncul di berbagai situs internet yang sering Anda kunjungi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Contoh Praktik Gestun Kartu Kredit

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Saat melakukan praktik gesek tunai, biasanya pemilik kartu akan dikenakan biaya transaksi. Biaya tersebut pun beragam mulai dari 2-3%. Biaya ini tentunya lumayan besar dan penagihan akan langsung dibebankan ke tagihan Anda saat proses penggesekkan. Untuk lebih jelasnya, mari simak contoh praktik gesek tunai kartu kredit di bawah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Budi ingin mendapatkan uang tunai sejumlah sekitar rupiah, ia memiliki kartu kredit dengan limit rupiah. Lalu, Budi menghampiri oknum penyedia jasa gestun dan langsung melakukan penggesekan kartu kreditnya tersebut. Oknum penyedia jasa / merchant mengenakan biaya penarikan sebesar 3%. Pada saat melakukan penggesekkan kartu, transaksi dibuat seolah-olah Budi membeli sebuah lukisan seharga rupiah. Tentu saja, Budi tidak mendapatkan lukisan tersebut, melainkan uang tunai sebesar lima juta rupiah sesuai harga yang tertulis. Lalu, perhitungannya adalah sebagai berikut:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Limit kartu: rupiah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Biaya penarikan: 3%

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Uang tunai yang didapatkan oleh Budi: 3% x rupiah = rupiah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Namun, biaya yang muncul di tagihan kartu kreditnya tetap sejumlah rupiah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Anggap saja di bulan selanjutnya Budi telat melakukan pembayaran atas kartu kredit yang dimilikinya. Maka, Budi akan dikenakan bunga kartu kredit sebesar (misalnya) 2,25% lagi, sehingga total tagihan yang semula hanyalah rupiah menjadi rupiah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jika dilihitung-hitung lagi, tentunya Anda mengalami total kerugian hingga 5 – 10% dari dana yang seharusnya bisa Anda dapatkan. Maka dari itu, amalan tetap menyarankan untuk melakukan penarikan tunai dengan kartu debit di ATM karena biayanya jauh lebih kecil dan tidak ada biaya tambahan. Jika memang sangat mendesak, opsi lain yang bisa dilakukan adalah melakukan tarik tunai. Tentu saja dengan risiko biaya administrasi yang jauh lebih tinggi dan nominal penarikan yang terbatas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Baca juga: Perbedaan Antara Kartu Debit dan Kartu Kredit

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gestun Online

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Seiring dengan perkembangan zaman, kini jasa gesek tunai juga beralih ke sistem online. Gestun online atau biasa disebut GO memiliki sistem yang kurang lebih sama dengan gesek tunai tradisional. Bedanya, pada gesek tunai online Anda tidak perlu membawa kartu ke oknum jasa penyedia gesek tunai kartu kredit, untuk kemudian digesek melalui mesin EDC.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Biasanya jasa penyedia gestun online akan mengirimkan Anda sebuah link khusus kepada pengguna jasa. Link tersebut tentunya sudah disesuaikan dengan sistem mereka. Tidak ketinggalan, pengguna jasa juga harus melakukan verifikasi dengan melampirkan foto KTP. Tak lupa juga foto bagian depan kartu kredit, serta foto bagian depan buku tabungan Anda.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Setelah melakukan proses ini, jasa gesek tunai online akan kembali mengirimkan Anda sebuah link untuk melakukan ‘pembelanjaan’. Lalu, dana pun akan langsung ditransfer ke rekening pengguna jasa dalam kurun waktu yang sangat cepat, biasanya dalam waktu 1×24 jam saja. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak hanya praktis dan tidak perlu repot-repot keluar rumah, Anda hanya perlu bermodal smartphone atau notebook untuk melakukan hal ini. Jasa ini juga dianggap lebih menarik lagi karena bahkan pengguna jasa bisa langsung mengkonversikan dana yang ia butuhkan ke dalam bentuk cicilan 0% dengan tenor 3, 6, dan 12 bulan. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Masih ada lagi ‘kelebihan’ dari gesek tunai online, yakni banyak oknum yang menawarkan biaya administrasi dengan rate yang sangat rendah. Bahkan, beberapa oknum di antaranya menawarkan free charge. Tidak perlu bayar sama sekali alias gratis! Siapa yang tidak tergiur untuk mendapatkan dana segar dengan cara cepat, tanpa harus mengkhawatirkan dana tambahan?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bahaya Gestun Online 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tentu saja, amalan kembali tidak menyarankan jasa gestun baik dalam bentuk tradisional maupun online. Ada beberapa hal yang perlu Anda waspadai dan pertimbangkan, agar tidak perlu menggunakan jenis aktivitas semacam ini.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Rawan Macet

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jika dilihat dari penggunaannya, tentu saja pemilik kartu melakukan praktik ini karena tidak cukup bertanggungjawab, karena fungsi kartu kredit yang seharusnya membantu Anda untuk memangkas pengeluaran malah berubah menjadi kartu utang. Logikanya, jika di bulan ini saja yang bersangkutan tidak memiliki cukup dana tunai, bagaimana mungkin ia bisa memiliki cukup uang untuk membayar tagihan tersebut di bulan selanjutnya?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jika hal ini terjadi, tentu saja akan terjadi keterlambatan pembayaran kartu kredit di bulan berikutnya. Kalau saja sampai tertunggak, tentu saja kita sudah tahu dampak yang jelas-jelas akan menimpa, yaitu skor iDebt yang buruk di SLIK OJK. Nama akan masuk dalam blacklist SLIK OJK,dikerjar debt collector, dan semakin kesulitan untuk mengajukan pinjaman baru jika diperlukan secara mendadak. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak Aman

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kita tahu jelas bahwa oknum jasa penyedia gesek tunai kartu kredit adalah orang biasa dan bukan berasal dari lembaga finansial yang bisa dipercaya. Dari sini saja kita bisa tahu bahwa kecenderungan untuk waspada bisa lebih tinggi, jika saja terjadi hal yang tidak diinginkan seperti uang yang tidak sampai atau hal lainnya tentu Anda akan lebih sulit mengajukan keluhan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dilarang Pemerintah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Praktik gesek tunai sendiri sudah dilarang Pemerintah melalui Bank Indonesia sejak beberapa tahun lalu. Ketentuan untuk melarang praktik gesek tunai di Indonesia sudah diatur dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.11/11/PBI/2009 sebagaimana diubah dengan PBI No.14/2/2012 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK). Pemerintah tidak ragu untuk menindak tegas seluruh merchant atau penyedia jasa gesek tunai yang masih melakukan hal ini. Seluruh tindakan ilegal yang merugikan ini akan dikenakan sanksi administratif serta tindakan tegas dari pihak yang berwenang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Menghindari Praktik Cuci Uang di Indonesia

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Dilarangnya praktik gesek tunai di Indonesia juga dilakukan untuk menghindari praktik cuci uang yang marak terjadi. Hal ini juga terjadi karena terjadinya pergeseran fungsi kartu kredit yang sudah tidak lagi sesuai dengan tujuan penggunaannya. Kartu kredit bukan lagi berperan sebagai metode pembayaran lagi, melainkan menjadi fasilitas kredit dalam bentuk uang tunai atau kasarnya sebagai kartu utang. Praktik gesek tunai yang berpotensi pada meningkatnya kasus kredit macet di Indonesia ini nyatanya bisa berpengaruh pada bank-bank penerbit karena meningkatnya non performing loans (NPL), yang dianggap merugikan bisnis perbankan di Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hal ini tentunya juga berlaku bagi Anda yang hendak melakukan gesek tunai online, hal ini juga bersifat ilegal dan tentunya tidak aman untuk dilakukan. Hindari melakukan praktik gesek tunai maupun gesek tunai online. Sebagai pemilik kartu kredit yang bijak, gunakan kartu kredit secara tepat guna dan bukan dialih-fungsikan sebagai kartu utang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jasa Penutupan Kartu Kredit, Bisakah Dipercaya?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Maraknya kasus penipuan yang dilakukan oknum tidak bertanggungjawab memang harus dijadikan pelajaran untuk lebih bijak dalam memilih partner penyelesaian masalah utang. Kasus yang marak terjadi seringkali membuat pemilik kartu kredit yang tertunggak menjadi merugi. Biasanya oknum yang tidak bertanggungjawab ini akan memberikan janji-janji manis, dengan penyelesaian utang fantastis. Bahkan mereka menjanjikan pemutihan sehingga pemilik kartu tidak perlu lagi melunasi sepeserpun sisa tunggakannya. Di beberapa kasus, ada juga jasa penutupan kartu kredit yang meminta kartu kredit Anda untuk didata. Pada akhirnya, korban harus membayar sejumlah uang namun tanpa ada kejelasan hasil. Alhasil, masalah pemilik kartu tidak selesai serta utang yang ada menjadi terus menumpuk.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hal yang Harus Diperhatikan dari Jasa Penutupan Kartu Kredit

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berbicara tentang jasa penutupan kartu kredit sebenarnya ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Perlu diingat bahwa menutup kartu kredit saja tidak akan menyelesaikan masalah. Jadi, walau akhirnya Anda menggunakan jasa penutupan kartu kredit terpercaya, pastikan jasa tersebut juga bertanggungjawab dalam membantu Anda untuk melunasi seluruh sisa utang yang masih tertunggak. Menutup kartu kredit sebenarnya tidak sulit, Anda cukup mengikuti prosedur yang sudah ditetapkan oleh pihak bank. Hanya saja, yang sering menjadi kendala adalah melunasi tunggakan yang masih tertinggal di dalamnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gunakan Cara Aman untuk Melunasi Utang Kartu Kredit

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sebenarnya cara paling aman untuk mulai menutup kartu kredit dan melunasi tunggakannya adalah dengan menggunakan jasa yang menyediakan program manajemen utang kartu kredit atau KTA. Perusahaan seperti ini biasanya memiliki berbagai konsultan yang berpengalaman, yang dapat membantu Anda dalam menyusun strategi untuk terbebas dari utang kartu kredit dan KTA. Tidak hanya membantu proses penutupan, Anda pun juga dapat dibantu dalam proses pelunasan utang agar dapat memulai awal yang baru, hidup tanpa utang. Biasanya jasa seperti ini juga tidak memberikan janji muluk-muluk, Mereka hanya akan memastikan agar pemilik kartu dapat benar-benar terbebas dari utang dan bertanggungjawab dengan sisa tunggakan yang dimilikinya. Dengan jasa seperti ini, biasanya Anda dapat dibantu dengan strategi-strategi yang membebaskan Anda dari utang. Hal tersebut tentu menghemat waktu dan tenaga Anda berurusan dengan pihak bank.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Manfaatkan Jasa amalan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Salah satu jasa yang dapat Anda manfaatkan adalah amalan. Tim amalan terpercaya dan akan menuntun Anda dari awal proses hingga mendapat surat keterangan lunas dari bank. Selain itu, amalan bersama Anda akan mencari jalan keluar terbaik melunasi utang dengan proses yang mudah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Baca juga: 5 Hal Tentang Jasa Penutupan Kartu Kredit

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Untuk memilih jasa yang lebih tepat, cobalah mengecek apakah jasa penutupan kartu kredit yang sedang Anda pertimbangkan memiliki poin-poin berikut:

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak Memberikan Janji yang Terlalu Muluk

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Saat akan memilih jasa penutupan kartu kredit, lihatlah apakah janji yang mereka berikan terlalu muluk atau tidak. Beberapa oknum yang tidak bertanggungjawab umumnya menjanjikan diskon yang tidak masuk akal, misalnya sampai 90% atau bahkan menjanjikan penghapusan bunga. Padahal hal tersebut tidak serta merta dapat dijanjikan, pihak bank biasanya juga memiliki kebijakan tersendiri sebelum memberikan keringanan utang. Di sisi lain ada juga pihak yang menjanjikan pemutihan, dengan kata lain pemilik kartu tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun untuk membayarkan sisa utangnya yang masih tertunggak. Tentu saja hal ini patut dicurigai, bagaimanapun juga utang yang sudah tertunggak merupakan tanggungjawab yang harus diselesaikan oleh pemilik kartu. Jadi, rasanya tidak cukup masuk akal jika pemilik kartu akan dihapuskan dari beban utang begitu saja. Kecuali jika memang yang bersangkutan sudah memfasilitasi kartu kredit dengan asuransi, dan yang bersangkutan meninggal dunia atau mengalami cacat permanen.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jasa yang kredibel tidak menjanjikan yang terlalu muluk…

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Pada jasa manajemen utang yang tepat dan kredibel, biasanya tidak akan ada janji yang terlalu muluk. Biasanya konsultan yang terdapat di dalamnya akan terus mengingatkan bahwa setiap potongan / keringanan yang didapatkan oleh seorang klien akan disesuaikan dengan kondisi yang bersangkutan. Misalnya jika seorang klien mendapatkan keringanan sampai 70%, tentunya ada hal yang mendasarinya, misalnya karena masih ada biaya rumah sakit yang perlu dibayarkan, tunggakan sudah berusia sepuluh tahun atau lebih, serta faktor-faktor pendukung lainnya. Kembali lagi, seluruh keringanan yang didapatkan akan disesuaikan dengan kondisi klien tersebut. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak Menjanjikan Debt Collector Tidak Akan Datang ke Rumah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Satu hal yang biasanya paling ditakuti oleh pemilik kartu kredit yang tagihannya tertunggak adalah kunjungan dari debt collector. Bagaimana tidak, biasanya debt collector selalu diidentikkan dengan perbuatan kasar maupun ucapan-ucapan yang mengancam. Biasanya mereka yang mengaku sebagai jasa penutupan kartu kredit terpercaya akan menjanjikan bahwa debt collector tidak akan datang ke rumah. Padahal tentunya hal ini tidak bisa dijamin, sebab memang sudah menjadi tugas debt collector untuk terus menagih sisa tunggakan. Hanya saja, memang saat ini sudah ada batasan-batasan yang mengatur tata cara penagihan yang dilakukan oleh debt collector. Tentu saja tidak ada jasa manapun yang bisa menjanjikan debt collecttor tidak akan datang ke rumah. Di amalan sendiri, kami tidak pernah menjanjikan bahwa debt collector tidak akan datang ke rumah. Kami mengerti bahwa hal tersebut memang sudah menjadi tugas mereka. Biasanya konsultan amalan akan memberikan panduan mengenai cara menghadapi debt collector.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Uang Deposit Bersifat Refundable

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Beberapa jasa penutupan kartu kredit akan meminta Anda untuk membayar sejumlah uang deposit. Sebelum membayarkan uang tersebut, pastikan terlebih dahulu apakah uang tersebut bisa dikembalikan atau tidak (refundable). Jika memang bisa, cari tahu dengan lengkap apa saja syarat dan ketentuan agar Anda bisa mendapatkan uang tersebut kembali. Di amalan sendiri, biasanya terdapat sejumlah deposit yang perlu dibayarkan. Hanya saja, uang deposti tersebut bisa dikembalikan, dengan catatan apabila amalan tidak berhasil mendapatkan hasil negosiasi sama sekali dalam jangka waktu tertentu. Maka dari itu, sebelum memastikan untuk membayarkan uang deposit, pastikan bahwa uang tersebut memang dapat dikembalikan. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tidak Meminta Kartu Kredit Pemilik Kartu

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hal ini merupakan yang paling harus Anda perhatikan. Waspadalah jika ada pihak-pihak tidak bertanggungjawab dan meminta kartu kredit Anda. Kartu kredit memiliki berbagai kerahasiaan data yang tentunya perlu Anda lindungi. Tentunya sangat bahaya jika kartu kredit diberikan kepada pihak yang tidak terlalu Anda kenal. Dengan adanya keterangan seperti tanggal kedaluwarsa, kode CVV, nama belakang, nomor kartu kredit, tentunya akan memperbesar kemungkinan bahwa kartu kredit Anda dipakai oleh oknum tidak bertanggungjawab. Di amalan sendiri, kami sangat menghormati kerahasiaan data klien. Maka dari itu, di amalan tidak pernah meminta kartu kredit klien sama sekali, begitupun dengan data-data pribadi yang terdapat pada kartu kredit lainnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Memiliki Alamat Kantor & Kontak yang Jelas

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Saat memilih jasa penutupan kartu kredit terpercaya, ada hal lain yang perlu Anda perhatikan, yaitu kejelasan informasi alamat serta kontak perusahaan tersebut. Pada kasus yang sering dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab, biasanya oknum seperti ini tidak memiliki alamat kantor serta kontak yang jelas. Tidak jarang mereka sering berpindah-pindah lokasi atau bahkan berubah-ubah namanya. Selain itu, pastikan nomor kontak yang tersedia merupakan nomor telepon resmi / hotline, dan bukan sekedar nomor handphone yang bisa berubah-ubah. 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

amalan international merupakan perusahaan jasa profesional berbasis teknologi pertama di Indonesia, yang menyediakan program manajemen utang. Program ini dirancang agar konsumen yang terlilit utang, memiliki kemampuan untuk mengendalikan keuangan mereka kembali. amalan indonesia membantu klien melalui program manajemen utang, yang dirancang khusus sesuai dengan kebutuhan yang berbeda bagi setiap klien. Program ini merupakan kombinasi dari edukasi mengenai berbagai peluang untuk meningkatkan pendapatan dan menekan pengeluaran, serta melakukan proses negosiasi terhadap persyaratan utang bank yang ada hingga mencapai jumlah pembayaran yang sesuai dengan kemampuan. Kantor pusat amalan indonesia didirikan di Jakarta pada tahun 2015 oleh tim pendiri yang memiliki pengalaman kolektif di bidang keuangan termasuk penyelesaian utang selama lebih dari dua dekade. amalan menjadikan Indonesia sebagai pusat operasi sekaligus merupakan cetak biru bagi rencana pengembangan perusahaan ke negara ASEAN lainnya. Sejak Juli 2016, amalan indonesia menjadi perusahaan pertama di Asia yang mendapatkan akreditasi dari International Association of Professional Debt Arbitrators (IAPDA).

 

 

 

 

 

 

3 Jenis Pembayaran Kartu Kredit

Menggunakan kartu kredit sebagai opsi pembayaran memang sudah umum dilakukan. Pembayaran biasanya dilakukan saat nasabah sudah mendapatkan tagihan di bulan berikutnya. Ada beberapa jenis pembayaran yang dilakukan oleh seorang nasabah, melakukan pembayaran secara penuh dan teratur setiap bulan, pembayaran dengan biaya minimal, atau ada juga yang justru menunggak dan tidak membayarkan sepeserpun. Bagi nasabah yang memiliki masalah ekonomi biasanya cenderung melakukan pembayaran dengan minimum payment atau bahkan tidak membayar sama sekali. Untuk lebih lengkapnya, kami akan membahas 3 jenis pembayaran kartu kredit:

 

 

 

Pembayaran secara Penuh Setiap Bulan

 

 

Tentu saja jenis pembayaran kartu kredit yang ini adalah pembayaran yang sangat disarankan agar Anda terhindar dari utang yang menumpuk. Jika Anda membayar tagihan kartu kredit secara teratur tentunya Anda berkesempatan lebih besar untuk hidup tanpa rasa khawatir dan ketakutan. Selain itu, jika Anda membayarkan tagihan secara penuh sebelum tagihan dicetak, Anda mendapatkan kesempatan untuk terhindar dari adanya bunga.

 

 

 

Satu hal yang perlu Anda perhatikan jika berencana untuk melakukan pembayaran secara penuh adalah jangan sampai terlambat. Hal ini bisa berdampak pada munculnya tambahan biaya keterlambatan yang akan dikenakan pada bulan selanjutnya. Untuk menyiasati telatnya pembayaran tagihan kartu kredit, ada baiknya jika Anda melakukan auto debet ke rekening tabungan Anda. Jangan lupa juga untuk selalu mengecek ulang tagihan agar Anda bisa mengevaluasi dan mengetahui dengan pasti apa saja pengeluaran yang Anda lakukan. Hal ini juga bermanfaat jika Anda menemukan tagihan-tagihan yang tidak semestinya, atau yang tidak pernah Anda beli / lakukan namun muncul di tagihan Anda.

 

 

 

(Baca juga: 4 Macam Masalah Kartu Kredit yang Sering Ditemui)

 

 

 

Pembayaran dengan Minimum Payment 

 

 

Opsi ini sering dilakukan bagi mereka yang merasa belum mampu melunasi pembayaran tagihan kartu kredit secara penuh. Mereka membayarkan minimum payment agar terhindar dari status tertunggak yang berpengaruh dalam IDI Historis. Minimum payment yang dikenakan beragam, namun rata-rata berkisar di 10% dari total tagihan + tagihan yang masih belum lunas di bulan sebelumnya (jika ada).  Walaupun begitu, beberapa bank memiliki sistem yang berbeda dalam memberlakukan minimum payment. Ada jenis bank yang akan melakukan blokir sementara pada kartu kredit jika nasabah terus menerus melakukan pembayaran dengan minimum payment. Nasabah bisa mengaktifkan kembali kartunya dengan syarat melunasi sisa pembayaran yang tertunggak. 

 

 

 

Berikut adalah contoh simulasi perhitungan pembayaran kartu kredit dengan minimum payment dari amalan.

 

 

 

Contoh:

 

 

 

Budi memiliki utang kartu kredit sebesar Rp- dengan bunga sebesar 2,95% dan biaya kartu tahunan sebesar Rp 300.000,- karena tidak mampu membayar tagihan secara penuh setiap bulan, maka Budi memutuskan untuk melakukan pembayaran dengan minimum payment sebesar 10% dari total tunggakan setiap bulan sampai lunas. Pada kasus ini, Budi sama sekali tidak menggunakan kartu tersebut dan hanya fokus untuk melunasi tunggakan dengan minimum payment saja. Kira-kira sampai berapa lama Budi baru bisa terbebas dari tunggakan ya? 

 

 

 

 

 

Dari simulasi di atas, bisa kita ketahui bahwa utang Budi yang selalu dibayarkan dengan minimum payment baru dapat lunas setelah bulan ke-37 atau setelah 3 tahun baru dapat lunas. 

 

 

 

Tidak Membayar Sama Sekali = Tertunggak 

 

 

Jika nasabah sudah sampai di titik ini berarti kartunya sudah diblokir secara permanen dan ia tidak dapat lagi melakukan transaksi menggunakan kartu tersebut. Biasanya dalam tahapan ini nasabah diharuskan untuk membayar denda keterlambatan beserta utang yang telah terakumulasi selama berbulan-bulan beserta dengan bunga yang terus berjalan. Pada masa ini biasanya nasabah juga sudah mendapatkan peringatan dari pihak bank dan dikejar-kejar oleh debt collectors. 

 

 

 

Dampak yang paling terasa saat sudah dikejar debt collectors biasanya terasa di sisi emosional. Seperti yang dilansir dari The Simple Dollar, ada beberapa dampak emosional yang ditimbulkan akibat terlilit utang. Beberapa di antaranya: depresi, gelisah, menyalahkan orang lain atas kondisi yang diderita, menyangkal keadaan bahwa sedang terlilit utang, stress, marah, frustasi, timbul rasa menyesal, rasa malu, dan ketakutan. (Baca Juga: Ini Dia yang Wajib Dilakukan Saat Terlilit Utang)

 

 

 

Belum lagi nama Anda akan langsung tercatat dalam blacklist BI karena kolektabilitas nasabah yang buruk karena menunggak. Satu-satunya cara untuk keluar dari catatan ini adalah dengan melunasi seluruh utang yang tertunggak, dan mendapatkan surat lunas dari bank yang bersangkutan, agar nama nasabah kembali bersih dan bisa mengajukan pinjaman di kemudian hari. (Baca juga: Jurus Jitu Terbebas Blacklist BI)   

 

 

 

Opsi yang bisa dilakukan bagi mereka yang telah menunggakkan kartunya adalah dengan menegosiasikan utang tersebut agar Anda mendapatkan keringanan dari pihak bank sehingga mampu melunasi utang. Keringanan utang tersebut bisa berupa potongan dalam 1x bayar, cicilan dengan bunga lebih ringan dan tenor diperpanjang, maupun gabungan keduanya. Biasanya jika nasabah memilih opsi ini, mereka bisa lebih cepat terlepas dari jeratan utang.

 

 

 

(Baca juga: 5 Cara Menutup Kartu Kredit dengan Mudah)

 

 

 

Yang Harus Anda Lakukan

 

 

Usahakan untuk selalu melunasi tagihan secara teratur setiap bulannya. Sekali lagi, minimum payment bukanlah jalan terbaik untuk menyelesaikan tagihan kartu kredit Anda. Membayar secara minimal benar-benar tidak menyelesaikan masalah, karena bisa dibilang hal ini hanya menunda penunggakkan kartu. Sedangkan, mereka yang telah memiliki kartu tertunggak bisa mengikuti program keringanan dari bank dan berkesempatan untuk pelunasan utang lebih cepat jika menggunakan program potongan 1x lunas yang diskonnya bahkan bisa sampai 70%.

 

 

 

Jika Anda benar-benar sudah tidak mampu membayar dan membutuhkan keringanan dari bank agar dapat melunasi utang tersebut, ada baiknya Anda menghubungi jasa negosiasi utang kartu kredit & KTA untuk membantu Anda lebih cepat terbebas dari utang. Salah satu kelebihan menggunakan jasa negosiasi / mediasi untuk mengatasi utang kartu kredit / KTA Anda adalah Anda dapat berfokus untuk mencari dana untuk melunasi utang. Mintalah pihak negosiator/mediator untuk menyelesaikan masalah utang Anda. Di Indonesia sendiri, jasa negosiasi kartu kredit bisa dipercayakan kepada amalan. PT amalan international indonesia adalah satu-satunya jasa negosiasi kartu kredit dan KTA terpercaya di Indonesia. amalan memiliki profil perusahaan yang jelas, layanan yang profesional, serta telah menjadi perusahaan Asia pertama yang telah terakreditasi dalam membantu menyelesaikan masalah utang oleh IAPDA (sebuah asosiasi perusahaan jasa penyelesaian utang bertaraf internasional). 

 

 

Jasa Pemutihan Kartu Kredit, Benarkah Ada?

Apapun akan dilakukan saat sedang terlilit utang kartu kredit khususnya untuk menghindari kejaran debt collectors serta dampak-dampak lainnya. Salah satu opsi yang sering membuat orang-orang tergiur adalah dengan menggunakan jasa pemutihan utang kartu kredit. Opsi ini dianggap sebagai jalan keluar terbaik karena mereka dijanjikan akan terbebas dari utang sepenuhnya tanpa perlu membayar kewajiban apapun. Namun, benarkah opsi pemutihan kartu kredit betul-betul ada dan bisa kita lakukan untuk melunasi utang kartu kredit? Cari tahu jawabannya dalam 4 poin berikut:

 

 

 

 

Jasa Pemutihan Kartu Kredit adalah Bentuk Penipuan

 

 

 

Pernahkah Anda mendapatkan tawaran untuk memutihkan seluruh tagihan kartu kredit? Pihak yang menjanjikan Anda biasanya berani menjamin bahwa Anda tidak perlu mengeluarkan uang sepeserpun untuk membayar ke pihak bank. Padahal sesungguhnya tidak ada jalan lain untuk terbebas dari utang kartu kredit selain dengan melunasi utang itu sendiri. Bank tidak akan serta merta menghapus tagihan Anda hanya karena Anda sudah melakukan jasa pemutihan kartu kredit. Jika dipikir dengan logika, andai saja jasa pemutihan kartu kredit bisa dilakukan, tentu saja semua orang tidak akan mau membayar utang kartu kredit. Lebih lanjut, biasanya oknum jasa yang tidak bertanggungjawab ini akan meminta Anda membayar biaya jasa yang cukup tinggi di awal, padahal mereka tidak akan melakukan usaha apapun dan bisa dengan mudahnya membawa kabur uang Anda. Tentunya Anda tidak ingin menjadi korban penipuan seperti ini, bukan?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Baca Juga: Wajib Tahu! Ini Cara Terhindar dari Kasus Pencurian Data Kartu Kredit

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bukankah Jasa Pemutihan Kartu Kredit Sama Seperti Asuransi Kartu Kredit?

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Jawabannya: tentu saja berbeda. Di beberapa bank penerbit, kartu kredit yang Anda miliki sudah termasuk dengan biaya asuransi yang preminya dibayarkan setiap bulan. Jika kartu kredit Anda belum difasilitasi dengan asuransi, tidak ada salahnya untuk menambahkan fasilitas ini. Biaya premi yang harus dibayarkan biasanya tidak sampai 1% dari tagihan per bulan, tergantung pemakaian Anda. Fungsi asuransi kartu kredit akan sangat terasa ketika pemilik kartu mengalami kecelakaan yang menyebabkan cacat permanen atau meninggal dunia. Nantinya, pihak asuransi akan melindungi pemilik kartu dengan membebaskan dari kewajiban untuk membayarkan tagihan, atau dengan kata lain “memutihkan kartu kredit” dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Asuransi kartu kredit sangat berfungsi misalnya saat anggota keluarga atau tulang punggung meninggal dunia, sehingga keluarga yang ditinggalkan tidak mendapatkan ‘warisan’ utang. (Baca juga: Lakukan 4 Hal Ini untuk Melunasi Warisan Utang Keluarga yang Meninggal)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Anda Tetap Dapat Melunasi Tanpa Pemutihan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sekali lagi kami sarankan agar Anda tetap melunasi utang dengan prosedur yang sudah ditentukan oleh pihak bank. Tidak perlu khawatir karena tidak mampu melunasi utang yang sudah terlanjut menggunung, sebab saat ini Anda dapat menggunakan perusahaan yang menyediakan program manajemen utang. Perusahaan seperti ini biasanya dapat membantu Anda untuk melakukan negosiasi ke pihak bank serta edukasi agar Anda mampu mengelola keuangan dengan lebih baik.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Hasil dari negosiasi bank yang didapatkan oleh perusahaan jasa manajemen utang bisa berupa: potongan diskon dalam satu kali bayar, cicilan berbunga rendah dengan tenor yang diperpanjang, maupun gabungan keduanya. Anda tetap dapat melunasi utang dengan prosedur yang resmi disertai dengan keringanan pelunasan utang. Manfaat lain menggunakan jasa manajemen utang adalah strategi dalam melunasi utang dengan lebih terencana. Tim dari jasa manajemen utang seperti ini biasanya berpengalaman dan dapat membantu Anda untuk mengatur jenis utang mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Anda dapat menggunakan jasa dari PT amalan international indonesia untuk terbebas dari utang dengan keringanan.