Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta lembaga keuangan untuk melonggarkan aturan penagihan kredit atau pinjaman. Hal itu dilakukan berkaitan dengan situasi ekonomi yang memburuk, imbas dari wabah virus corona.
Dilansir dari situs CNBC Indonesia, OJK menegaskan fleksibilitas dalam perhitungan non performing loan (NPL) alias kredit bermasalah tak hanya berlaku di perbankan, tapi juga industri pembiayaan atau multifinance.
Lebih lanjut, upaya ini dilakukan demi mendukung rencana pemerintah Indonesia untuk memberi ruang gerak bagi sektor riil yang terdampak. Hal ini dilakukan sembari menunggu dampak virus corona (COVID-19) di Indonesia mereda.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso mengatakan khusus di sektor perbankan regulator sudah menerapkan satu saja dari tiga pilar yang menjadi parameter kolektabilitas kredit.
Tiga pilar itu antara lain prospek usaha, kinerja debitur, dan kemampuan bayar debitur. Dalam relaksasi, OJK hanya memasukkan ketepatan dalam membayar angsuran sehingga dua pilar lain untuk sementara waktu diabaikan. Nah selain perbankan, fleksibilitas itu bakal diterapkan juga di industri pembiayaan seperti multifinance.
“Tolong ini dilakukan hal sama. Jangan gunakan penagihan menggunakan debt collector. Setop dulu. Dan ini tentunya selama melanjutkan pembayaran pokok plus bunga ini, bantu sektor ini bisa tetap bertahan. Itu garis besar bagaimana mendukung upaya pemerintah agar sektor usaha bertahan sambil menunggu bagaimana COVID-19 ini bisa selesai dampaknya dan diminimalisir,” jelas Wimboh ujarnya seperti dikutip dari situs CNBC Indonesia, Senin (23/03/2020).
Relaksasi untuk Perusahaan Pembiayaan
Demi memuluskan rencana tersebut, OJK menyatakan segera menyiapkan kebijakan stimulus perekonomian di sektor industri keuangan non bank dengan melonggarkan ketentuan kewajiban pembayaran di perusahaan pembiayaan.
“Ini kami perluas bukan hanya kredit perbankan tetapi juga ke lembaga pembiayaan atau leasing company. Tujuannya agar sektor usaha masih tetap berjalan dari dampak penyebaran Covid 19 ini,” kata Wimboh Santoso dalam keterangan resmi.
Rencana relaksasi kebijakan di perusahaan pembiayaan antara lain:
Penundaan pembayaran untuk pembiayaan yang berkaitan dengan skema chanelling dan joint financing yang berkaitan dengan perbankan
Metode executing antara perusahaan pembiayaan yang mendapat kredit dari perbankan, akan dilakukan dengan mekanisme restrukturisasi sebagaimana diatur dalam POJK No.11/POJK.03/2020.
OJK terus membantu Pemerintah dengan memberikan ruang pelonggaran kepada sektor usaha termasuk usaha mikro dan kecil agar diringankan pembayaran kredit atau pembiayaannya serta dimudahkan untuk kembali mendapatkan kredit atau pembiayaan dari perbankan dan perusahaan pembiayaan.
“OJK mendukung upaya pemerintah dalam memperlakukan sektor riil ini bisa diberikan ruang gerak yang lebih leluasa. Kita berikan ruang gerak kepada pengusaha ini agar bisa bertahan jangan sampai ambruk dan menimbulkan lay off, sehingga pada akhirnya bermasalah lebih berat lagi,” kata Wimboh.
Ketua DK OJK menambahkan bahwa ketentuan stimulus di bidang perbankan sudah diterbitkan POJK-nya yaitu POJK No.11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease yang mulai berlaku sejak 13 Maret 2020 sampai 31 Maret 2021.
POJK ini juga diharapkan menjadi countercyclical dampak penyebaran virus Corona sehingga bisa mendorong optimalisasi kinerja perbankan khususnya fungsi intermediasi, menjaga stabilitas sistem keuangan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi.
Pemberian stimulus ditujukan kepada debitur pada sektor-sektor yang terdampak penyebaran virus COVID-19, termasuk dalam hal ini debitur UMKM dan diterapkan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian yang disertai adanya mekanisme pemantauan untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan dalam penerapan ketentuan (moral hazard).
Kredit Tanpa Agunan (KTA) atau yang disebut unsecured loan adalah salah satu produk perbankan yang memberikan fasilitas pinjaman tanpa adanya suatu aset yang dijadikan jaminan atas pinjaman tersebut. Jadi, bagi Anda yang tidak memilik aset apapun, Anda tetap bisa mengajukan KTA ini.
Namun karena pengajuannya tanpa jaminan sama sekali, orang cenderung lebih sulit untuk mengajukan jenis pinjaman ini. Bank perlu meninjau ulang dengan seksama apakah Anda layak diberikan pinjaman atau tidak. Proses peninjauan ini yang seringkali membuat seseorang jadi lebih sulit untuk mendapatkan pinjaman. Hal ini yang kerap kali membuat para calon debitur (peminjam dana) beralih untuk mengajukan pinjaman secara online. ( Baca juga: Mengenal Utang Produktif dan Utang Konsumtif )
Jenis pengajuan KTA online / pinjaman secara online memang sedang populer dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir, beberapa contoh perusahaan yang bergerak di bidang ini adalah Uang Teman dan Doctor Rupiah. Ada sebagian orang yang merasa bahwa mengajukan pinjaman secara online bukan ide yang bagus. Namun, sebagian lagi beranggapan bahwa menggunakan pinjaman online bisa menjadi cara yang tepat untuk mencukupi kebutuhan dana yang mendadak. Jika ingin mengetahui lebih lengkapnya, kami akan melakukan perbandingan, KTA Bank vs Pinjaman Online: Mana yang Lebih Baik?
Kedua jenis pinjaman tersebut pada poin-poin berikut:
Biaya Administrasi
Jika pada KTA dari bank, umumnya ditemui biaya administrasi yang termasuk di dalamnya seperti biaya provisi, biaya tahunan, biaya keterlambatan pembayaran, dan bahkan jika Anda ingin pelunasan utang lebih cepat dari batas yang disepakati Anda pun juga akan terkena biaya juga. Jenis biaya yang biasanya membutuhkan dana besar ini terkadang membuat nasabah perlu merogoh kocek lebih dalam lagi.
Berbeda dengan KTA, justru pinjaman online tidak mengenakan biaya administrasi lagi. Namun ada biaya tambahan seperti biaya jasa serta bunga yang dilimpahkan pada pinjaman. Selengkapnya tentang bunga pinjaman online akan dibahas pada poin-poin di bawah.
Proses Pencairan Dana
Saat ingin mengajukan KTA ke pihak bank, nasabah bisa mengajukan secara online atau langsung mengunjungi bank ybs. Proses pencairan dana juga tergantung pada kelengkapan persyaratan yang dimiliki nasabah, dan tentu saja bank akan mengecek skor kredit dari IDI Historis yang dimiliki nasabah. Jika semuanya sesuai ketetapan bank, maka pinjaman KTA yang diajukan nasabah bisa langsung cair dalam kurun waktu sehari atau bahkan lebih cepat. (Baca juga: Pengajuan Kredit Anda Ditolak? Mungkin Ini Alasannya)
Tidak jauh berbeda dengan KTA, pinjaman online juga diajukan melalui online sehingga debitur dapat mengajukan pinjaman dari mana saja dan kapan saja. Proses pencairan dana juga cukup cepat, ada yang memakan waktu 1-3 hari. Biasanya mereka juga melakukan proses verifikasi melalui sistem dan pihak ybs untuk melihat apakah nasabah ybs layak untuk mendapatkan pinjaman atau tidak.
Tenor Pinjaman
Jangka waktu pinjaman KTA di dalam bank hingga 36 bulan atau bahkan lebih. Nasabah dapat mengangsur pembayaran KTA lebih lama. Berbeda dengan pinjaman online yang biasanya hanya berkisar 1
-4 minggu saja. Tentu saja jika Anda membutuhkan waktu lebih lama untuk mengangsur pembayaran, akan lebih baik jika menggunakan KTA dari bank saja.
Besar Pinjaman
Jika Anda membutuhkan dana besar, Anda dapat memanfaatkan KTA dari pihak bank. Biasanya orang yang mengajukan KTA bank mengalokasikan dana pinjamannya untuk biaya seperti pendidikan, pernikahan, pembayaran rumah sakit, maupun biaya lainnya yang cenderung besar. Berbeda dengan pinjaman online yang biasanya tidak bisa memberikan pinjaman besar, kisarannya hanya di angka 1.000.000 – 4.000.000 rupiah saja.
Suku Bunga
Suku bunga yang ditawarkan KTA biasanya lebih rendah dibanding kartu kredit, selain itu bunga juga bersifat tetap dan tidak berubah-ubah selama masa kontrak kredit. Selain itu bunga yang dikenakan oleh pihak bank biasanya per bulan. Berbeda dengan pinjaman online yang yang biasanya mengenakan bunga yang dihitung per hari. Tentu saja hal ini bisa membuat total pinjaman Anda menjadi lebih besar saat akhir pelunasan utang. Jadi semakin lama Anda mengambil tenor pinjaman, semakin tinggi pula bunga yang akan dikenakan di pinjaman Anda.
Jadi, Apakah Mengajukan Pinjaman Online merupakan Langkah yang Tepat?
Kami sama sekali tidak merekomendasikan jika Anda ingin mengajukan pinjaman secara online. Tentu saja karena mengingat besar suku bunga yang bisa mencapai 1% per hari. Bayangkan jika Anda mengajukan pinjaman dengan tenor 30 hari maka besar bunga yang harus Anda bayarkan dalam sebulan sebesar 30%. Hal ini benar-benar berbanding terbalik dengan pinjaman KTA dari bank, yang hanya berada dalam kisaran 1 – 2% per bulan. Singkatnya:
Suku bunga yang berlaku di pinjaman online dalam 1 bulan setara dengan suku bunga yang berlaku di kartu kredit dalam 1 tahun / suku bunga KTA dalam 1, 5 tahun
Poin plus yang seringkali dibahas adalah karena mengajukan pinjaman online cenderung lebih mudah, khususnya bagi mereka yang sudah terdaftar dalam blacklist BI. Jika memang Anda memiliki kebutuhan dana, dan sudah tidak memungkinkan untuk mengajukan pinjaman ke pihak bank, maka cara terbaik adalah dengan mencoba mencari pinjaman dari teman atau saudara. Jangan sampai terjebak dalam sistem pinjaman yang tidak memungkinkan Anda untuk mengembalikan pinjaman tersebut. Jadi, opsi mengajukan pinjaman online sepertinya kurang tepat, bahkan salah satu Kepala Regional OJK menyebutkan pinjaman online seperti ini sama seperti rentenir yang memanfaatkan fasilitas online.
Kira-kira apa yang Anda lakukan jika Anda terjerat utang KTA/kartu kredit dan tidak memiliki cukup dana untuk melunasinya? Apakah Anda akan menggunakan dana talangan, menggunakan jasa pengacara kartu kredit, atau malah mengajukan KTA baru? Pada artikel sebelumnya kami jelaskan bahwa langkah di atas tidak ada yang tepat saat Anda sudah terjerat utang KTA/kartu kredit. Menggunakan dana talangan dan jasa pengacara kartu kredit hanya akan melepaskan Anda dari mulut buaya dan masuk ke dalam mulut harimau. Sedangkan, dengan menggunakan KTA untuk membayar utang sama saja dengan sistem gali lubang-tutup lubang, Anda pun juga akan terjerat utang.
Opsi lain yang bisa digunakan misalnya dengan meminta bantuan dari keluarga untuk turut membantu pelunasan utang. Namun, apakah meminta bantuan keluarga sudah menjadi langkah yang tepat? Jika ya, kira-kira apa saja yang harus dilakukan? Lalu, apakah ini berarti Anda tidak perlu menggunakan jasa negosiasi utang lagi? Mari simak selengkapnya dalam poin-poin berikut.
Sebagian keluarga akan dengan sukarela membantu Anda untuk mengatasi utang yang telah tertunggak agar Anda lebih cepat terlepas dari jerat utang. Namun, jika Anda memutuskan untuk melakukan hal tersebut, ada baiknya untuk mencari cara sehingga total utang yang wajib dibayar bisa dikurangi. Sekali lagi, utang kartu kredit/KTA yang saat ini tertunggak bukan merupakan tanggung jawab keluarga. Maka dari itu, Anda pun harus meringankan beban orang-orang yang sudah dengan sukarela ingin membantu Anda.
Anda Tetap Perlu Menggunakan Jasa Negosiasi
“Orang tua saya dapat membantu melunasi utang saya, namun mengapa saya masih tetap perlu menggunakan jasa negosiasi?”
Walaupun keluarga Anda memiliki dana yang cukup untuk membantu Anda terbebas dari utang, bukan berarti Anda bisa seenaknya membiarkan mereka melakukan pembayaran secara penuh. Anda dapat menggunakan jasa negosiasi agar sisa utang tertunggak yang masih Anda miliki bisa mendapatkan potongan. Jika Anda menggunakan jasa negosiasi tentu saja Anda bisa mendapatkan peluang untuk mengikuti program keringanan berupa:
Diskon Utang dalam Satu Kali Bayar Program seperti ini biasanya memberikan potongan dalam jumlah yang cukup besar. Sesuai dengan namanya, Anda harus langsung melunasi utang tersebut dalam satu kali bayar agar dapat terbebas dari utang. Jenis ini juga memiliki keuntungan lain yakni lebih cepat untuk terlepas dari gangguan debt collector.
Cicilan yang Diperpanjang dengan Bunga Rendah Program ini cocok bagi Anda yang memiliki dana terbatas namun tetap ingin melunasi utang.
Gabungan Keduanya Program ini biasanya diberikan oleh bank dengan melihat kondisi finansial nasabah, sehingga program yang diberikan dapat meringankan nasabah. Walaupun tenor cicilan tidak bisa sepanjang program pada poin 2 dan diskon yang didapat juga tidak sebesar program diskon utang, jenis program ini tetap menjadi pilihan menarik bagi mereka yang membutuhkan keringanan utang.
Peran Keluarga Setelah Negosiasi…
Setelah jasa negosiasi berhasil mendapatkan keringanan, selanjutnya keluarga dapat membantu membayarkan tunggakan kepada bank dengan nominal yang lebih rendah. Selanjutnya, Anda dapat mulai mencicil sisa tunggakan kepada keluarga. Hal ini tetap perlu dilakukan karena sekali lagi, hal tersebut merupakan tanggung jawab yang wajib Anda lakukan.
Saat Membayar Cicilan Kartu Kredit/KTA
Kasus yang sering terjadi adalah banyak orang yang membayarkan cicilan kartu kredit/KTA-nya dengan tidak mempertimbangkan sisa dana di tabungan. Akibatnya, uang tersebut sudah terlanjur habis padahal masih banyak sisa tunggakan yang harus dibayarkan. Akhirnya, orang yang mengupayakan jasa negosiasi dengan pihak bank seringkali terhambat karena mereka benar-benar tidak memiliki sisa uang sepeser-pun.
Simpan uang untuk dimanfaatkan saat proses negosiasi…
Maka dari itu, penting sekali bagi Anda untuk tetap menyimpan uang agar nantinya bisa dimanfaatkan saat proses negosiasi. Keringanan pada total utang yang mendapatkan potongan dapat membantu Anda lebih cepat untuk terbebas dari utang ketimbang harus terus-menerus membayarkan utang ke pihak bank dengan total utang yang jauh lebih besar dan di luar dari kemampuan membayar Anda. Untuk menentukan strategi terbaik dalam menjaga arus keuangan serta menegosiasikan utang agar mendapatkan keringanan terbaik diperlukan pengalaman serta pengetahuan yang lebih banyak. Tidak semua orang mampu menegosiasikan utangnya dan mendapatkan hasil yang sesuai dengan kemampuan membayarnya. Maka dari itu, kami sangat menyarankan untuk menggunakan jasa negosiasi yang terpercaya agar Anda berhasil mendapatkan keringanan. Hal ini tentu dapat menyimpan lebih banyak waktu untuk Anda dan hemat lebih banyak uang.
amalan international merupakan perusahaan manajemen utang berbasis teknologi pertama di Indonesia yang tercatat di OJK. amalan bekerja untuk peminjam dan bekerja sama mencari solusi terbaik dan terjangkau dengan pemberi pinjaman. Program manajemen utang amalan memanfaatkan teknologi dan data yang sah agar klien amalan bisa keluar dari jerat utang dengan lebih cepat, membayar bunga dan penalti yang lebih rendah. Selain program manajemen utang, amalan juga memiliki solusi refinancing yang mengganti utang lama yang memberatkan menjadi utang baru yang lebih ringan. Kantor amalan indonesia didirikan di Jakarta pada tahun 2015 dan telah berhasil membangun tim yang terdiri dari ahli restrukturisasi dan ahli IT dengan pengalaman puluhan tahun. Sejak Juli 2016, amalan indonesia menjadi perusahaan pertama di Asia yang mendapatkan akreditasi dari International Association of Professional Debt Arbitrators (IAPDA).
Saat sedang memiliki kebutuhan mendesak dan butuh dana pinjaman, seringkali seseorang bingung untuk mencari bantuan dana. Pilihan yang bisa diambil adalah dengan mengambil pinjaman di bank, misalnya berupa KTA atau kartu kredit. Namun kira-kira manakah pilihan yang tepat, sebaiknya mengajukan kartu kredit atau KTA? Sebenarnya ada beberapa pertimbangan yang bisa Anda perhatikan, mulai dari besarnya bunga, tujuan penggunaan dana, dan lamanya tenor yang ingin diambil. Simak selengkapnya di sini.
Kartu Kredit
Kartu kredit mungkin sudah menjadi kartu plastik yang sangat populer digunakan. Banyak para pemegang kartu kredit memanfaatkannya untuk membiayai dana, bahkan untuk berbelanja. Karakteristik kartu kredit yang pertama adalah tingginya bunga yang berlaku, rata-rata bunga yang dikenakan dalam setiap tagihan adalah sebesar 2,95%. Tentu saja bunga harus menjadi pertimbangan karena besarnya tagihan setiap bulan bisa bertambah karena faktor tersebut.
Slip gaji, perlu diketahui biasanya minimal penghasilan tetap yang dibutuhkan untuk mengajukan kartu kredit sebesar Rp 3.000.000,- maksimal kepemilikan pun hanya sebanyak 2 kartu kredit saja. (Sumber: Viva News)
Usia minimal 21 tahun dan isi formulir pengajuan kartu kredit
Walaupun begitu, biasanya bank juga akan tetap melihat skor kredit Anda melalui IDI historisuntuk menentukan apakah Anda layak untuk diberikan kartu kredit atau tidak. Saat mengajukan kartu kredit, Anda juga harus memperhatikan beberapa biaya tambahan yang turut dibayarkan misalnya biaya tahunan yang berkisar antara Rp 200.000 – 300.000,- Kelebihan lain kartu kredit adalah Anda dapat menggunakannya untuk promosi-promosi yang sering ada pusat perbelanjaan maupun online marketplace. Sebisa mungkin jangan sampai terlambat melakukan pembayaran tagihan kartu kredit. Ada biaya keterlambatan yang harus dibayar, yang tentu saja bisa berpengaruh pada tagihan Anda. Intinya perhatikan biaya-biaya dalam kartu kredit sebelum memutuskan untuk mengajukan kartu kredit. (Baca juga: 3 Jenis Pembayaran Kartu Kredit)
Kartu kredit sendiri juga ada banyak jenis, misalnya kartu kredit yang berkolaborasi dengan brand penerbangan, brand supermarket, maupun brand lainnya. Setiap bentuk kolaborasi ini bisa memberikan keuntungan masing-masing untuk Anda. Maka dari itu, Anda harus paham kira-kira apa tujuan penggunaan kartu kredit tersebut. Contohnya jika Anda sering berpergian dengan satu brand penerbangan tertentu, ada baiknya mengajukan kartu kredit yang bekerja sama agar Anda bisa mendapatkan mileage yang jika dikumpulkan bisa memberikan penerbangan gratis/diskon untuk penerbangan selanjutnya. (Baca juga: Perlukah Saya Memiliki Kartu Kredit Supermarket?)
Kredit Tanpa Agunan (KTA)
Opsi lain yang bisa diambil adalah dengan mengajukan KTA. Berbeda dengan kartu kredit, KTA berguna untuk Anda yang lebih membutuhkan uang tunai. Sesuai namanya, tentu saja Anda tidak perlu menjaminkan aset untuk mendapatkan KTA, sehingga prosesnya lebih mudah. Biasanya dana KTA bisa langsung cair dalam kurun waktu kurang dari sehari, tentu saja bank harus mengecek terlebih dahulu apakah Anda cukup kompeten untuk mendapatkan dana tersebut. KTA sendiri biasanya digunakan untuk dana besar yang harus dibayarkan secara tunai, misalnya untuk pembayaran uang sekolah, biaya pernikahan, mengembangkan bisnis, dsb. Namun, kami sangat tidak menyarankan penggunaan KTA untuk memulai bisnis ya.
Dalam mengajukan permohonan pinjaman KTA, biasanya pihak bank akan meminta Anda untuk menyiapkan beberapa dokumen di bawah ini. Daftar ini hanya referensi saja untuk Anda, karena tiap bank pastinya akan memiliki persyaratan yang berbeda-beda.
Formulir aplikasi yang telah diisi dengan lengkap
Fotokopi KTP
Slip gaji terakhir, apabila Anda berstatus karyawan
Fotokopi rekening tabungan
Fotokopi NPWP
Fotokopi SIUP/TDP/SITU/Izin Praktek apabila Anda memiliki usaha
Fotokopi kartu kredit apabila Anda memiliki kartu kredit yang telah aktif minimal 1 tahun
Bunga yang dikenakan dalam KTA juga cenderung lebih rendah daripada kartu kredit. Di KTA biasanya bunga yang berlaku ada di kisaran 0,99 – 2%, lebih rendah bukan? Kelebihan lain dari KTA adalah tenor pinjaman yang cenderung lebih panjang. Anda bisa mencicil sampai 60 bulan atau sekitar 5 tahun.
Jadi, pilih yang mana?
Pada dasarnya sebelum Anda memutuskan akan mengajukan KTA atau kartu kredit, ada baiknya Anda memperhitungkan secara matang. Jenis pinjaman mana yang sesuai dengan kebutuhan Anda saat ini, manakah suku bunga yang kira-kira mampu Anda kembalikan, apakah dana tersebut diperlukan dalam waktu darurat dan harus dalam bentuk tunai atau tidak. Terlepas dari itu semua, Anda harus tahu persis apakah kira-kira di masa mendatang Anda tetap mampu membayar tagihan keduanya, sebab jika sampai tertunggak tentunya Anda harus berhadapan dengan debt collector.
Namun, jika suatu saat Anda memiliki utang kartu kredit/KTA yang tertunggak, saat ini di Indonesia telah hadir perusahaan yang dapat membantu Anda negosiasi utang KTA Anda, sehingga Anda bisa mendapatkan keringanan pelunasan utang, contohnya adalah PT amalan international indonesia.
Tak terasa, bulan Ramadan sudah memasuki minggu kedua. Seperti yang telah diprediksi, harga bahan-bahan pokok meroket sehingga berdampak pada meningkatnya pengeluaran rumah tangga sehari-hari. Mungkin ada sebagian dari Anda yang menganggap kenaikan harga di bulan Ramadan ini sebagai hal yang wajar dan tak begitu berpengaruh pada kondisi keuangan bulanan, tapi ada pula yang harus mencari penghasilan tambahan untuk memenuhi kebutuhan di bulan Ramadan.
Tak ayal, banyak orang mengajukan kredit tanpa agunan (KTA) sebagai dana talangan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang meningkat di bulan Ramadan ini. Semakin dekatnya hari raya Idul Fitri juga menjadi momentum orang-orang untuk mengajukan KTA untuk membiayai perjalanan mudik mereka, atau untuk membeli kebutuhan selama masa libur Idul Fitri. Ada pula orang-orang yang mengajukan KTA karena mereka ingin memiliki kendaraan baru untuk dipakai mudik ke kampung halaman, tanpa mengkalkulasikan bunga yang akan dibebankan kepada mereka. Fenomena peningkatan pengajuan KTA ini dilihat sebagai potensi yang besar bagi bank-bank yang semakin menggencarkan promosi pengajuan KTA kepada masyarakat Indonesia. (Baca juga: Begini Cara Mengelola Keuangan di Bulan Ramadhan)
Anda tak perlu repot-repot mencari iklan KTA untuk tahu bagaimana cara mengajukan KTA. Biasanya bank-bank akan memberikan informasi mengenai KTA kepada Anda melalui layanan pesan singkat atau SMS, khususnya di bulan Ramadan seperti ini. Syarat dokumen untuk pengajuan KTA di bank juga cukup mudah. Biasanya, Anda hanya memerlukan fotokopi KTP, SPT, slip gaji, dan NPWP, mudah bukan? Meskipun KTA dan kemudahan pengajuannya terdengar menarik, Anda perlu berhati-hati saat mempertimbangkan KTA sebagai solusi keuangan di bulan Ramadan. Besar nominal KTA yang akan Anda ajukan harus Anda hitung matang-matang, begitupun dengan besaran cicilan per bulannya sehingga Anda tidak akan terlilit oleh tagihan KTA nantinya.
Sebenarnya, di bulan Ramadan ini tak hanya pengajuan KTA yang dipromosikan oleh bank. Kemudahan untuk membayar utang KTA dan kartu kredit juga ditawarkan bagi Anda yang ingin pelunasan utang KTA ataupun kartu kredit di bulan Ramadan ini. Berbagai macam keringanan seperti potongan dan perpanjangan masa cicilan bisa menjadi pilihan Anda untuk memilih permulaan baru di bulan Ramadan dengan melepaskan diri Anda dari berbagai macam utang dan tagihan yang mengikat Anda setiap bulannya. Kami juga menyarankan Anda untuk melunasi utang KTA atau kartu kredit yang Anda miliki pada bulan Ramadan ini agar kehidupan Anda ke depannya bisa terlepas dari tekanan untuk membayar tagihan utang.
Meskipun di bulan Ramadan ini pengeluaran meningkat dan kebutuhan akan uang tunai semakin tinggi, tapi ada baiknya Anda memikirkan matang-matang sebelum memutuskan untuk mengajukan KTA ke bank. Bagaimanapun juga, memenuhi kebutuhan Anda sehari-hari tanpa perlu pusing memikirkan tagihan utang adalah jalan terbaik. Manfaatkan sebaik-baiknya penawaran bank di bulan Ramadan untuk keluar dari utang. Jika Anda memang harus mengajukan KTA, pilih bank yang memberikan tawaran terbaik kepada Anda sehingga Anda tetap dapat melunasinya.