Lakukan 3 Hal Ini Setelah Lolos Blacklist BI

Pernah kesulitan mengajukan pinjaman? Mungkin hal tersebut terjadi karena Anda masih memiliki tunggakan yang belum lunas di waktu yang lampau. Hal tersebut akan berdampak pada skor kredit BI Checking yang tampil pada IDI Historis Anda. Biasanya jika skor kredit Anda hasilnya buruk (kolektabilitas 3-5), Anda akan cenderung lebih sulit mengajukan pinjaman karena nama Anda sudah masuk dalam blacklist BI.

Dalam kondisi ini, biasanya Anda sudah memiliki utang tertunggak dan bukan tidak mungkin telah diganggu oleh debt collectors yang menagih Anda untuk segera melunasi utang tersebut.  Lalu, blacklist bank berapa lama? Tentu tidak ada waktu yang terbatas, data Anda dapat terus terdaftar dalam blacklist BI. Satu-satunya cara agar lolos blacklist BI dan terhindar dari blacklist bank tentu saja dengan melunasi utang tersebut. 

Jika saat ini Anda sudah berhasil melunasi utang, tentu saja Anda sangat berharap agar nama dan data Anda akan kembali bersih dari blacklist BI. Tentu saja dengan kembali membersihkan nama, Anda juga berharap agar dapat kembali mengajukan pinjaman di masa yang akan datang. Banyak yang bertanya-tanya apakah mereka masih dapat mengajukan pinjaman walaupun pernah termasuk dalam blacklist. Tentu saja bisa, asalkan Anda melakukan 3 hal ini setelah lolos blacklist BI: 

Segera Ambil Surat Lunas

Hal yang seringkali luput dari perhatian adalah kurang cepatnya mengajukan permintaan surat lunas sesaat setelah melunasi utang yang tertunggak. Ada baiknya agar Anda segera mengambil surat lunas yang diberikan oleh pihak bank ybs. Mintalah pihak bank agar segera mengirimkan surat tersebut kepada Anda, sebaiknya dalam bentuk hard copy agar dapat menjadi bukti yang lebih otentik.

Saat meminta surat lunas, Anda juga harus memperhatikan apakah masih ada biaya-biaya yang harus diselesaikan terlebih dahulu, agar Anda dapat meminta surat tersebut. Setelah mengajukan permintaan, bank biasanya akan menginformasikan berapa lama surat tersebut bisa diterbitkan. Mintalah kepastian tanggal penerimaan surat tersebut, agar Anda benar-benar bisa mengecek dan menerima surat tersebut langsung di tangan Anda. 

Surat lunas memiliki peranan yang penting. Jika suatu saat Anda memiliki keperluan mendesak yang menuntut Anda untuk kembali mengajukan pinjaman, Anda dapat menggunakan surat ini sebagai barang bukti yang menunjukkan Anda sudah melunasi utang di masa lalu. Maka dari itu, jangan sampai melewatkan barang penting yang satu ini. 

Minta Bank untuk Melakukan Update Data Anda ke BI

Meskipun Anda sudah mendapatkan surat lunas, ada baiknya agar Anda juga tetap meminta bank untuk melakukan update atas data Anda ke BI setelah lolos blacklist BI. Hal ini sebaiknya dilakukan untuk menghindari hal yang tidak diharapkan, misalnya nama Anda tetap dicatat memiliki tunggakan, padahal pada kenyataannya Anda sudah melunasi utang tersebut dan memegang surat lunas. Mintalah ke pihak bank untuk melakukan update, sama seperti surat lunas, fungsi update data ini berguna agar Anda dapat kembali mengajukan pinjaman di masa yang akan datang (kalaiu-kalau ada keperluan mendesak yang membutuhkan bantuan dari pihak bank).

Jika Masih Kesulitan Mengajukan Pinjaman, Coba Cek IDI Historis Lagi

Tidak ada salahnya untuk kembali mengecek IDI Historis Anda untuk mengetahui jika masih ada utang yang masih belum terselesaikan. Di sini Anda bisa mengetahui apakah masih ada tunggakan dan di bank mana Anda masih harus melunasi kewajiban tersebut. Jika ternyata data Anda masih tercatat belum bersih dari bank yang lama, ada baiknya Anda kembali mendatangi pihak bank ybs. Tanyakan apa lagi sisa kewajiban yang harus dibayarkan, di satu sisi, jika Anda sudah pernah melunasi maka tunjukkan surat lunas yang pernah Anda minta. Selanjutnya, mintalah pihak bank untuk melakukan update ke BI. 

Catatan: Per Januari 2018, seluruh proses BI Checking untuk mendapatkan IDI Historis tidak lagi dapat diakses melalui Bank Indonesia. Anda bisa mendapatkannya melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK)

“Jika saat ini saya masih terlilit utang dan tidak mampu melunasi, apa yang harus saya lakukan?”

Jawabannya sederhana: manfaatkan program keringanan dari bank.

Beberapa opsi yang bisa Anda ambil misalnya dengan program potongan diskon utang dalam satu kali bayar, cicilan berbunga rendah yang tenornya diperpanjang, ataupun gabungan dari keduanya. Anda bisa mendapatkan program tersebut melalui perusahaan penyedia program manajemen utang. Biasanya pihak yang lebih berpengalaman bisa memberikan solusi yang lebih praktis bagi Anda. Salah satu yang bisa Anda manfaatkan adalah PT amalan international indonesia.

KTP Dipinjam Teman untuk Mengajukan Pinjaman? Baca Ini Dulu!

KTP merupakan salah satu dokumen penting yang harus disertakan saat akan mendaftar sesuatu, termasuk saat mengajukan pinjaman ke pihak bank, misalnya seperti KTA, KPR, KKB, dll. Saat ini, untuk mengajukan pinjaman kita hanya perlu mengajukan KTP sebagai langkah awal, dan pinjaman pun dapat langsung didapatkan begitu saja. Mudahnya pengajuan pinjaman seringkali dimanfaatkan dengan meminjam KTP orang-orang terdekat, padahal langkah tersebut kurang tepat, khususnya bagi Anda yang dipinjam KTP-nya. 

Ada banyak faktor yang membuat membuat seseorang terpaksa meminjam KTP orang lain untuk mengajukan pinjaman. Berikut beberapa contohnya:

    1. Teman Anda ingin mengajukan KTA karena membutuhkan biaya untuk membiayai kebutuhan tertentu. Namun mereka merasa bahwa penghasilan tetap yang ia dapatkan tidak akan cukup untuk memenuhi persyaratan dari pihak bank agar bisa mendapatkan pinjaman dalam jumlah besar. Maka dari itu, mereka meminta bantuan Anda untuk mengajukan pinjaman, mereka berjanji untuk membayar sisa angsuran secara teratur setiap bulan ke rekening Anda. 

    1. Paman Anda tinggal di Palembang dan berencana untuk membeli sebuah mobil. Namun karena tingginya perbedaan harga antara Jakarta dan luar Jakarta, ia berinisiatif untuk membeli mobil dari sebuah dealer di Jakarta. Tentu saja hanya pemilik KTP area Jabodetabek saja yang bisa membeli mobil di dealer tersebut, dan karena Anda adalah pemilik KTP Jakarta Pusat maka ia meminta pertolongan Anda. Sama seperti contoh pertama, paman Anda berjanji hanya akan meminjam KTP Anda dan mengajukan KKB membayar seluruh DP serta angsuran sampai beberapa tahun ke depan secara teratur. 

Kesamaan dari dua contoh di atas terletak pada dorongan moral seseorang untuk membantu ke orang-orang terdekat, dalam hal ini teman atau keluarga. Membantu orang lain memang sangat baik, namun untuk masalah utang apalagi jika sampai KTP dipinjam teman untuk mengajukan pinjaman, tentu saja Anda harus berpikir dua kali. Mengapa begitu?

Inilah 4 Alasan Mengapa Anda Harus Menolak Jika KTP Dipinjam untuk Mengajukan Pinjaman

 

1. Pembayaran Angsuran yang Tersendat dapat Mempengaruhi IDI Historis Anda

Meskipun ini tidak diinginkan, namun kasus yang seringkali terjadi saat KTP dipinjam teman adalah peminjam dana justru tidak membayarkan angsuran dengan teratur. Keterlambatan dalam membayar angsuran bisa berpengaruh pada skor di IDI Historis Anda. Biasanya data tersebut akan langsung diperbaharui oleh bank ke Bank Indonesia saat Anda terlambat melakukan pembayaran. Tentu Anda tidak mau nama Anda tercatat buruk dalam rekam IDI Historis, bukan?

2. Jika Kurang Beruntung, Andalah yang Wajib Membayarkan Sisa Angsuran

Kasus yang terburuk adalah saat teman/keluarga yang meminjam KTP Anda justru mangkir dari kewajibannya. Tidak sedikit orang-orang yang malah kabur dan membebankan seluruh utang ditanggung oleh orang yang mereka pinjam KTP-nya. Pihak bank biasanya tidak mau tahu perihal siapa yang mengajukan pinjaman, maka dari itu biasanya mereka akan tetap meminta pertanggungjawaban orang yang mendaftarkan namanya (dalam hal ini Anda) untuk melunasi utang tersebut. Jadi, Andalah yang wajib membayarkan sisa angsuran. 

3. Anda Juga yang Akan Dikejar oleh Debt Collectors

Salah satu dampak saat KTP dipinjam saudara dan tidak bertanggungjawab dalam membayar adalah Anda yang dikejar oleh debt collectors. Sama seperti poin pada nomor dua, pihak bank tentu saja tidak mau tahu bagaimana proses pinjam-meminjam yang terjadi di antara Anda dengan teman/saudara. Pihak bank akan tetap menuntut pertanggungjawaban dari pihak yang didaftarkan nama dan KTP-nya, sehingga debt collectors pun juga akan mengunjungi alamat penagihan yang didaftarkan. Mau tidak mau, alamat rumah atau kantor Andalah yang akan dihampiri. Sangat mengganggu, bukan?

4. Merusak Hubungan Persahabatan/Persaudaraan 

Saat KTP dipinjam saudara atau teman untuk meminjam teman, dan pembayarannya macet tentu saja ada dampak relasional yang terasa. Hubungan persahabatan atau persaudaraan Anda pastinya berdampak cukup buruk, awalnya yang baik-baik saja karena dilandaskan rasa percaya bisa berujung pada pertengkaran. Maka dari itu, lebih baik Anda berpikir dua kali sebelum memutuskan KTP dipinjam untuk mengajukan pinjaman oleh teman atau saudara Anda.

Bagaimana Cara yang Tepat untuk Melindungi Diri Anda Saat KTP Dipinjam untuk Mengajukan Pinjaman?

 

1. Cari Tahu Mengapa Mereka Tidak Bisa Mendapatkan Pinjaman

Tentunya ada alasan mengapa teman atau saudara Anda memilih untuk meminjam KTP Anda dalam mengajukan pinjaman. Untuk beberapa kasus misalnya karena domisili di KTP tidak cukup mendukung persyaratan, namun ada juga yang karena memang status IDI Historisnya sudah masuk kolektabilitas 5 (blacklist). Jika memang karena itu alasannya, Anda seharusnya dapat semakin yakin untuk tidak meminjamkan KTP.

2. Berikan Bantuan dengan Uang Tunai

Solusi lain yang bisa Anda lakukan untuk melindungi saat KTP dipinjam untuk mengajukan pinjaman adalah dengan memberikan bantuan berupa uang tunai seperlunya. Tentu saja Anda juga harus sadar dari awal, saat meminjamkan uang kepada teman/saudara yang membutuhkan, sebaiknya Anda tidak terlalu banyak berharap uang tersebut akan kembali. Hal ini mengingat kondisi finansial mereka yang pada saat itu pun membutuhkan pinjaman. Jika memang positif untuk membantu, Anda harus melihat apakah kira-kira akan ada inisiatif dari pihak peminjam untuk mengembalikan uang Anda.

3. Bantu Mereka untuk Mencari Opsi Lain dalam Mendapatkan Pinjaman

Jika Anda enggan untuk memberikan bantuan pribadi, Anda tetap bisa membantu mereka dengan mencari opsi lain. Saat teman/saudara kesulitan mengajukan pinjaman ke pihak bank, alternatif pinjaman yang bisa diambil adalah dengan memanfaatkan perusahaan multiguna (multifinance). Biasanya perusahaan seperti ini tidak terlalu mempedulikan IDI Historis (jika nominal pinjaman tidak terlalu tinggi). Persyaratan yang harus dilengkapi juga termasuk KTP. Namun, biasanya pinjaman melalui perusahaan leasing/multiguna akan menggunakan agunan, jadi memang teman/saudara Anda hendaknya lebih teliti dalam memilih persyaratan yang lebih meringankan mereka. 

4. Jika Anda Yakin Mereka Cukup Terpercaya, Setidaknya Siapkan Surat Perjanjian Kredit

Pada dasarnya kami sama sekali tidak merekomendasikan Anda untuk meminjamkan KTP untuk teman/saudara yang ingin mengajukan pinjaman. Namun jika memang terpaksa, sebagai keabsahan perjanjian sebaiknya Anda dan teman/saudara Anda membuat surat perjanjian kredit yang ditandatangani di atas materai. Hal ini berguna jika suatu saat terjadi wanprestasi dan ingin dibawa ke dalam jalur hukum, surat tersebut bisa dijadikan alat bukti di persidangan. Selanjutnya, Anda sendiri juga harus mengecek ke pihak bank, karena tidak semua bank akan mengakui surat perjanjian kredit seperti itu. Jika saja ada penunggakkan, tentu saja nama Anda yang akan di-blacklist Bank Indonesia dan Anda juga yang akan dikejar oleh debt collectors. Tercorengnya nama Anda dalam IDI Historis BI tentu saja bisa memberikan dampak buruk jika suatu saat ingin mengajukan pinjaman untuk dana darurat.

3 Cara Mengatasi Kredit Macet dengan Cepat yang Wajib Dicoba

Menggunakan kartu kredit bukan tanpa rintangan. Saat menggunakan kartu kredit tanpa kontrol atau menghadapi masa-masa darurat, bisa saja Anda terjebak dalam masalah kredit macet yang menyulitkan. Jika saat ini Anda sedang mencari cara mengatasi kredit macet, simaklah ketiga poin berikut ini. Ikuti langkahnya satu per satu, agar Anda bisa lebih cepat terbebas dari utang dan dapat menyelesaikan masalah kredit macet tersebut.  

Menghindari Kredit Macet

Alokasikan Kredit untuk Utang Produktif

Sudah sangat jelas ada dua jenis utang yang perlu diperhatikan, yakni utang produktif dan utang konsumtif. Utang produktif adalah utang yang nilainya selalu bertumbuh dari waktu ke waktu. Jenis utang ini membantu Anda untuk menghasilkan uang dan membantu untuk berinvestasi, dan bukan untuk berfoya-foya. Contoh utang jenis ini misalnya kredit yang dilakukan oleh seorang desainer grafis saat membeli sebuah laptop baru, yang dapat menunjangnya agar bisa memproduksi lebih banyak gambar berkualitas, yang mendatangkan penghasilan tambahan. Dengan begitu, meskipun ia berutang saat membeli barang, ia tetap dapat membayar cicilan dan bahkan masih menyisakan uang untuk ditabung.

Lain halnya dengan utang konsumtif, utang ini nilainya semakin berkurang dari waktu ke waktu, sebab tidak ada nilai yang bisa membantu Anda menghasilkan uang. Sifat utang ini lebih boros sebab digunakan untuk kesenangan dan keinginan semata. Contohnya seseorang yang membeli pakaian-pakaian baru dengan kartu kredit, padahal tidak ada kebutuhan yang mewajibkannya untuk membeli pakaian baru. Hal itu semata-mata dilakukan hanya untuk menyenangkan dirinya saja. 

Setelah mengetahui perbedaannya, maka Anda sudah tahu bahwa sebaiknya selalu alokasikan utang untuk jenis utang produktif. Hal ini dilakukan agar Anda dapat terhindar dari kredit macet, dan tetap melakukan cicilan.

Pakai Sesuai Kemampuan Membayar

Setelah mengetahui kedua jenis utang, Anda juga harus mempertimbangkan kemampuan membayar. Meskipun Anda sudah tahu utang tersebut akan bersifat produktif, sebaiknya perhitungkan lagi kemampuan membayar yang Anda miliki. Jika memang Anda adalah seorang desainer grafis dan ingin membeli sebuah jenis laptop yang dianggap dapat menunjang pekerjaan Anda, cobalah mengambil pilihan lain dengan kualitas yang hampir sama baiknya, namun tetap dapat menunjang pekerjaan Anda. Hal ini akan melindungi Anda dari kredit macet karena ketidaksanggupan membayar. 

Ketahui Total Utang Tertunggak yang Anda Miliki

Sebelum mencari tahu cara mengatasi kredit macet, tentu saja langkah pertama harus diawali dengan mengetahui total tagihan yang masih belum terbayarkan. Jika Anda memiliki beberapa utang sekaligus, pastikan untuk menghitung secara teliti. Tidak lupa, perhatikan juga berapa besar bunga, serta biaya-biaya lain yang harus diperhatikan seperti denda keterlambatan atau biaya administrasi yang juga wajib dibayarkan. Jika memang masih memiliki tabungan untuk mulai melunasi tunggakan, Anda bisa menggunakan metode minimum payment untuk sementara, lalu langsung melunasi sisa tunggakan agar tidak terlalu lama menimbun utang, sebab terlalu sering membayar dengan minimum payment tidak membantu Anda lebih cepat terbebas dari utang.

Hentikan Pengeluaran yang Tidak Perlu

Cara mengatasi kredit macet bisa juga dilakukan dengan mulai memotong semua pengeluaran yang dilakukan. Mulailah pilah lagi mana saja jenis pengeluaran yang wajib terus dilakukan setiap bulan, lalu pilih juga pengeluaran mana yang harus dihentikan. Perhatikan setiap jenis pengeluaran ini sampai ke hal yang paling detil dan sering dilakukan. Misalnya, Anda tinggal di daerah pinggiran kota besar seperti Tangerang, lalu lokasi kantor ada di daerah Jakarta Pusat. Jika Anda terbiasa berpergian ke kantor dengan kendaraan pribadi, cobalah mulai beralih ke kendaraan umum untuk memangkas pengeluaran. 

Biaya transportasi seperti bahan bakar, tol, uang parkir, tentunya akan sangat memakan pengeluaran bulanan Anda. Untuk itu, cobalah cari opsi-opsi lain seperti mencari tahu jalur Commuter Line atau Transjakarta yang mungkin bisa Anda ambil, untuk menuju ke kantor. Tentu saja hal ini akan membuat Anda lebih repot karena harus berpindah-pindah, namun jika dari segi keuangan dapat memangkas pengeluaran lebih banyak, mengapa tidak? Di saat-saat genting seperti ini, pengeluaran sekecil apapun yang bisa ditekan bisa membantu Anda sebagai cara mengatasi kredit macet. 

Sama halnya, untuk pengeluaran-pengeluaran rumah tangga. Ada berbagai hal yang bisa Anda mulai perhatikan agar dapat mulai mengatasi kredit macet. Berbagai biaya rumah tangga yang harus dipangkas, termasuk di dalamnya adalah biaya listrik, biaya air, sampai biaya untuk asisten rumah tangga. Biasanya biaya rumah tangga memiliki peran yang cukup besar, hanya saja tidak terlalu terasa. Cobalah memulai kebiasaan baik seperti mencabut steker listrik saat sedang tidak diperlukan, atau memperhatikan aliran air agar tidak dipakai secara berlebihan. Di akhir bulan, Anda bisa merasakan sendiri berapa besar pengeluaran yang bisa dipangkas.

Tidak ketinggalan, di saat-saat ini Anda juga harus mulai memberhentikan penggunaan kartu kredit. Hal ini dilakukan agar jumlah utang tidak semakin menumpuk dan memberatkan Anda dalam melunasi utang. Tinggalkan kartu kredit di rumah, agar Anda tidak terpancing untuk menggunakan kartu ini saat melakukan transaksi. Untuk sementara, gunakan kartu debit atau uang tunai dalam melakukan pembayaran agar Anda lebih dapat mengontrol keuangan.

Cari Solusi

Selanjutnya dalah mencari cara mengatasi kredit macet, ada program keringanan yang bisa Anda manfaatkan agar dapat melunasi utang yang terus bertumpuk. Program keringanan adalah sebuah program yang diberikan pihak bank kepada para nasabah yang merasa kesulitan untuk melunasi sisa utangnya. Program ini terbagi menjadi tiga jenis:

Potongan / Diskon dalam Satu Kali Bayar

Jenis program keringanan yang satu ini memungkinkan nasabah agar total utangnya berkurang menjadi lebih kecil. Sesuai dengan namanya, walaupun nasabah mendapatkan diskon dalam utangnya (umumnya 20-50%), mereka harus langsung membayar dalam satu kali bayar. Dalam beberapa kasus, program keringanan satu ini dapat memberikan pemilik kartu potongan diskon sampai 70%.

Cicilan yang Diperpanjang dengan Bunga Rendah

Berbeda dengan program diskon dalam satu kali bayar, program satu ini cocok bagi Anda yang secara finansial lebih minim. Singkatnya, nasabah yang memiliki tunggakan kartu kredit atau tunggakan KTA dapat memperpanjang tenor cicilannya agar menjadi lebih ringan, bunga yang didapat pun lebih rendah daripada bunga yang berlaku pada umumnya. Jika bunga normal yang berjalan saat ini berada di kisaran 2,25%, maka ada kemungkinan untuk mendapatkan bunga sebesar 0-2% saja.

Diskon Cicilan

Lain lagi dengan program yang satu ini, jenis program ini merupakan gabungan dari dua jenis program di atas, yakni nasabah mendapatkan potongan lalu sisa pembayarannya dapat dilakukan dengan cicilan. Bank juga akan melihat kondisi yang dialami nasabah terlebih dahulu. Jika nasabah memiliki kondisi pendukung yang membuatnya semakin sulit untuk melunasi utang, maka kemungkinan besar mereka bisa mendapatkan program ini (dengan catatan bank yang bersangkutan memiliki program tersebut).

Untuk mendapatkan program keringanan seperti tiga pilihan di atas, Anda bisa meminta bantuan dari perusahaan yang menyediakan jasa manajemen utang. Perusahaan yang menyediakan program manajemen utang akan membantu Anda untuk menyediakan strategi terbaik agar Anda bisa lebih cepat terbebas dari utang. Hal ini bisa dilakukan dengan melihat kemampuan membayar serta kondisi finansial yang sedang Anda hadapi. Mengapa begitu? Sebab perusahaan seperti ini biasanya diisi oleh tim yang profesional dan lebih berpengalaman dalam melakukan negosiasi ke pihak bank agar Anda bisa mendapatkan program yang lebih baik bagi Anda. Salah satu perusahaan yang bisa membantu Anda untuk mendapatkan program seperti ini adalah amalan.

Coba 4 Cara Ini Saat Sedang Mencari Dana untuk Melunasi Utang

Memikirkan mengenai tagihan utang bisa jadi beban yang besar. Mungkin beberapa dari Anda tengah terikat dengan beberapa tagihan sekaligus saat ini, atau dengan tagihan berjumlah besar. Walau Anda menerima gaji tetap setiap bulannya, kondisi keuangan dapat berubah sesuai kondisi.

Hal ini dapat menyebabkan kemampuan membayar Anda tidak sesuai dengan prediksi sewaktu-waktu. Dalam kondisi seperti ini, tentunya Anda perlu mencari alternatif sumber dana untuk melunasi tagihan utang. Berikut merupakan beberapa alternatif saat sedang mencari dana untuk melunasi utang:

Mencairkan Investasi

Sebagian dari anda mungkin memiliki investasi yang masih berjalan. Anda dapat mempertimbangkan untuk mencairkan beberapa investasi yang anda miliki untuk melunasi utang. Nantinya Anda dapat kembali berinvestasi setelah kondisi keuangan telah stabil kembali.

Beberapa jenis investasi yang dapat Anda cairkan diantaranya adalah tabungan, reksadana, obligasi, dan deposito. Investasi juga dapat berupa barang berharga seperti emas, tanah, dan rumah. Pastikan Anda tidak memiliki rencana untuk menggunakannya dalam waktu dekat, sebelum mulai menjual barang berharga tersebut.

Memanfaatkan Aset

Bila Anda memiliki aset seperti mobil dan rumah yang tidak terpakai atau belum dimanfaatkan secara maksimal, Anda bisa memanfaatkaannya untuk mencari penghasilan tambahan. Mobil yang jarang dipakai misalnya, bisa dimanfaatkan untuk beragam hal dan meningkatkan pendapatan. Anda bisa membuka jasa antar jemput anak sekolah. Mobil Anda juga dapat disewakan atau digunakan sebagai media iklan, dengan menempelkan sticker iklan dari brand tertentu.

Selain mobil, Anda juga dapat memanfaatkan rumah untuk meningkatkan pendapatan dan membayar utang. Baik rumah secara keseluruhan, maupun hanya sebagian kamar yang tidak terpakai tetap bisa Anda sewakan sebagai kontrakan atau kamar kos-kosan. Apabila Anda memiliki tanah kosong, Anda juga dapat memanfaatkannya menjadi tempat parkir berbayar.

Mengandalkan Bantuan Keluarga

Banyak orang memilih untuk tidak melibatkan keluarga dalam masalah atau urusan materiil. Namun ketika Anda memiliki permasalahan dalam melunasi utang, tentunya keluarga akan lebih rela membantu. Untuk menghindari kesalahpahaman, ada baiknya Anda membuat sebuah kesepakatan atau perjanjian dengan anggota keluarga yang membantu Anda menutupi utang. Kesepakatan tersebut berisi syarat dan ketentuan dari pinjaman yang diberikan.

Ini akan memberi rasa keamanan dan kepercayaan pada anggota keluarga yang meminjamkan uang. Walaupun Anda telah dibantu dengan oleh keluarga, jangan menganggap remeh pinjaman yang telah Anda ajukan. Pastikan Anda nantinya tidak akan merugikan keluarga yang telah membantu. (Baca juga: Terjerat Utang Kartu Kredit/KTA, Bantuan Keluarga atau Jasa Negosiasi?)

Memanfaatkan JHT (Jaminan Hari Tua)

Bagi Anda yang sudah menyentuh masa pensiun, Anda bisa memanfaatkan JHT / Jaminan Hari Tua dari BPJS Ketenagakerjaan. Sebagian dari Anda mungkin sudah familiar dengan BPJS Ketenagakerjaan. BPJS Ketenagakerjaan menyediakan program jaminan sosial untuk masyarakat. Di antara beragam program yang ditawarkan, terdapat program JHT atau Jaminan Hari Tua.

JHT yang sudah Anda kumpulkan bertahun-tahun selama bekerja sebagai karyawan bisa Anda gunakan sebagai dana untuk melunasi utang. Sebagai informasi, besaran iuran JHT ialah untuk penerima upah sebesar 5,7 persen dengan rincian 2 persen pekerja dan 3,7 persen untuk pemberi kerja. Iuran JHT yang ditabungkan ditarik setiap bulannya dari gaji karyawan.

Simulasi iuran JHT BPJS Ketenagakerjaan:

Gaji: Rp4,000,000,-

Lama Bekerja : 1 tahun

Iuran per Bulan: 5.7% x Rp4,000,000,- = Rp228,000,-

Iuran JHT yang dibayarkan per tahun :Rp228,000,- x 12 bulan = 2,736,000,-

Iuran ini tentunya akan bertambah seiring kenaikan gaji yang Anda dapatkan. Jika Anda sudah bekerja dalam periode yang lama, tentu saja uang ini sudah terakumulasi cukup banyak. Bagi Anda yang sudah mencapai usia pensiun yaitu berumur 56 tahun, Anda dapat mencairkan dana Jaminan hari Tua (JHT) untuk membantu melunasi utang yang Anda punya.

Tentunya jumlah dana JHT yang terkumpul bergantung pada durasi keanggotaan Anda. Apabila Anda memiliki upaya lain untuk mengumpulkan dana, ada baiknya Anda tidak menghabiskan seluruh dana JHT Anda untuk melunasi utang. Pastikan Anda menyisakan sebagian untuk Anda gunakan di masa pensiun. (Baca Juga: 4 Jenis Pinjaman dan Biaya yang Wajib Dilunasi Sebelum Pensiun).

Apa itu Refinancing dan Cara Memanfaatkannya untuk Terbebas Utang

Sikap penuh dengan inisiatif untuk terus mencari cara agar cepat terbebas utang perlu dimiliki, terutama bagi Anda yang memiliki utang yang tertunggak. Banyaknya jalan menuju Roma ini perlu diimbangi dengan kecermatan agar membuat Anda lebih cepat terbebas utang, dan bukan malah terjatuh dalam masalah utang yang lebih dalam.

Beberapa opsi yang bisa dilakukan agar terbebas dari utang, misalnya dengan minimum payment atau mengikuti program manajemen utang dari perusahaan yang terpercaya. Tidak perlu dijelaskan lagi, opsi minimum payment tentunya bukan jalan terbaik yang bisa dilakukan untuk membebaskan diri dari utang. Meskipun dengan membayar minimum payment Anda tetap bisa terlindungi dari blacklist BI dan sedikit demi sedikit mencicil utang, nyatanya langkah ini tidak akan membuat Anda berjalan ke manapun. Utang yang harus dibayar bisa sangat besar, dan hanya membebankan diri Anda sendiri.

Program manajemen utang juga bisa menjadi langkah yang tepat. Ada beberapa jenis program manajemen utang yang bisa membantu Anda untuk terbebas dari utang:

Potongan Diskon 1x Bayar 

Seperti dengan namanya, program ini memungkinkan Anda untuk mendapatkan diskon mulai dari 20% sampai maksimal 70% (hanya dalam kasus tertentu). Untuk mengikuti program ini, nasabah harus memiliki kesiapan dana karena harus langsung membayar sisa utang yang telah didiskon. Kelebihannya adalah Anda tidak perlu lagi berkutat dengan masalah utang, setelah selesai melakukan pelunasan. Anda juga tidak perlu pusing meladeni bunga-bunga tambahan yang terus berjalan apabila sisa tunggakan masih ada. 

Reschedule / Cicilan Berbunga Rendah dengan Tenor yang Diperpanjang 

Untuk program ini, biasanya nasabah bisa mendapatkan keringanan dengan mencicil angsuran. Tentu saja jika berbicara tentang cicilan, Anda akan kembali berhadapan dengan bunga pinjaman. Tenang saja, biasanya bunga ini jauh lebih rendah dibanding dengan bunga pada umumnya. Anda bisa mendapat berbunga lebih rendah dari biasanya, yakni 0 – 1% saja. Tentu saja hal ini akan sangat meringankan Anda, bukan? Tenor dalam program ini biasanya bisa sampai 60 bulan (5 tahun), tergantung hasil persetujuan. 

Gabungan Keduanya 

Program ini merupakan jenis gabungan di antara kedua opsi di atas. Hanya saja, ada beberapa ketentuan di dalamnya. Tentu saja jenis program gabungan ini tidak serta merta tersedia di semua bank, selain itu biasanya pihak bank juga akan melihat kondisi nasabah terlebih dahulu untuk benar-benar memberikan program ini kepada Anda. Potongan yang didapat dalam program diskon memang mungkin bisa sampai menyentuh 50 – 70% dalam kasus tertentu, hanya saja dalam program ini mungkin Anda hanya bisa mendapatkan sekitar 20-30% saja. Selain itu, jika pada program cicilan berbunga rendah dengan tenor yang diperpanjang Anda bisa mendapatkan tenor sampai 60 bulan, pada program gabungan Anda hanya bisa mendapatkan cicilan sebanyak 5-6 kali saja.

Dari ketiga pilihan di atas, tentunya potongan diskon yang paling cepat membantu Anda terbebas dari utang. Namun, sayangnya tidak semua orang memiliki kesiapan dana untuk mengikuti program tersebut. Kendala kesiapan dana ini sebenarnya bisa disiasati dengan mengikuti program refinancing. Apa itu refinancing dan bagaiman cara melakukannya? Untuk lebih jelasnya, mari simak penjelasan di bawah ini.

Apa Itu Refinancing?

Refinancing adalah langkah menggunakan pinjaman baru untuk melunasi utang yang lama, hanya saja pinjaman yang baru ini memiliki ketentuan yang lebih meringankan dibanding utang yang lama, misalnya bunga yang lebih rendah. Jadi, sederhananya adalah Anda dapat lebih cepat terbebas dari utang dengan mengajukan pinjaman baru. Mungkin hal ini terdengar tidak masuk akal, karena hanya menggali lubang baru untuk menutup utang lama. Kenyataannya, jika Anda dapat memanfaatkan pinjaman baru dengan lebih cermat, langkah tersebut bisa membantu Anda dalam menyelesaikan masalah utang lebih cepat dan menabung lebih banyak dalam waktu yang bersamaan.

Biasanya dalam mengajukan program refinancing, akan diperlukan collateral (dapat berupa properti / kendaraan). Nantinya aset rumah / mobil yang Anda ajukan tersebut akan ditaksir, dari sinilah Anda bisa mendapatkan pinjaman baru. Jadi, uang tunai yang Anda dapatkan ini bisa langsung dimanfaatkan untuk membayar sisa tunggakan lama. Sementara itu, Anda juga harus mengangsur pinjaman yang didapatkan sampai lunas. Tidak perlu takut, karena biasanya bunga yang ditawarkan juga cukup rendah. 

Contoh Simulasi Cara Memanfaatkan Refinancing

Budi memiliki tunggakan utang kartu kredit sebesar Rp30.000.000,- dan harus membayar minimum payment sebesar Rp3.000.000,- per bulan. Budi memiliki penghasilan bulanan sebesar Rp5.000.000,- dan setelah dialokasikan untuk membayar uang sewa dan pengeluaran lainnya, Budi memiliki sisa Rp1.000.000,- untuk membayar tagihan kartu kreditnya. Saat ini Budi telah terlambat melakukan pembayaran selama 3 bulan terakhir, dan mulai dihantui oleh debt collectors.

Tentunya meskipun Budi memiliki kesempatan untuk membayar minimum payment sebesar Rp3.000.000,- per bulan, hal ini tidak akan membuatnya lebih cepat terbebas dari utang. Belum lagi, Budi juga harus menghindari penggunaan kartu kredit agar total utang tidak semakin melonjak, sementara akan melunasinya dengan minimum payment. Walaupun begitu, jika Budi memang memilih opsi ini, Budi baru akan bisa terbebas dari utang setelah melakukan pembayaran selama 4 tahun dan 4 bulan. Selain itu total pembayaran yang harus dilakukan adalah sebesar Rp38.300.000,- (pokok utang sebesar Rp30.000.000,- dan bunga sebesar Rp8.300.000,-).

Budi akhirnya mengikuti program manajemen utang dari amalan, dan tim amalan berhasil mendapatkan program potongan diskon untuk meringankan sisa utang yang masih dimiliki oleh Budi. Berdasarkan hasil tersebut, tim amalan berhasil meringankan utang Budi menjadi sebesar Rp20.000.000,- untuk melunasi seluruh tunggakan. Tentunya nominal tersebut harus langsung diselesaikan hanya dalam 1x pembayaran dan Budi tidak perlu lagi membayar bunga tambahan. Hanya dalam 1x bayar saja, Budi dapat langsung terbebas dari jeratan utang. 

Lalu, Budi mengajukan pinjaman baru (refinancing) dengan cicilan 24x sebesar Rp940.000,- berarti ia membutuhkan waktu 24 bulan dengan total Rp22.600.000,- untuk terbebas dari seluruh tunggakan (hemat sebesar Rp7.400.000,- dari total utang Rp30.000.000,- yang harus dilunasi ke pihak bank).

Anda dapat melihat bahwa ternyata dengan memanfaatkan pinjaman baru untuk melunasi utang yang masih berjalan dapat membantu Anda untuk terbebas dari utang dan menabung lebih banyak.

Pada kasus tersebut, berarti Budi langsung melunasi seluruh sisa tunggakan kepada pihak bank dalam 1x bayar, tanpa perlu takut dikejar oleh debt collector, dan tinggal menyelesaikan sisa angsuran kepada pihak lembaga finansial yang memberikan program refinancing dengan suku bunga yang lebih rendah.

Pada kasus Budi, mengambil program keringanan dengan potongan diskon yang dibarengi dengan refinancing dapat membuatnya menabung lebih dari Rp15.000.000,- 

Cara Memperoleh Refinancing

Saat mengajukan program refinancing, tentunya Anda tidak bisa asal-asalan memilih lembaga finansial. Langkah yang salah tersebut bisa berujung pada mimpi buruk tambahan, yang akan membuat Anda kesulitan melunasi seluruh sisa tunggakan yang masih berjalan.

Untuk mengatasi hal ini, Anda bisa mengandalkan referensi dari perusahaan yang menyediakan program manajemen utang, karena perusahaan ini biasanya memiliki strategi terbaik yang dapat membantu Anda terbebas dari utang, beserta dengan rekomendasi lembaga finansial terpercaya, yang dapat membantu Anda dalam mendapatkan program refinancing terbaik dan membantu terbebas dari utang. 

Untuk mendapatkan program refinancing terbaik yang tentunya disertai dengan program manajemen utang, agar dapat membantu Anda terbebas dari utang, Anda bisa menggunakan jasa profesional dari perusahaan manajemen utang. Salah satunya adalah amalan.