5 Kebiasaan Buruk dalam Menggunakan Kartu Kredit

Tidak semua orang dinggap layak untuk bisa memiliki kartu kredit, sehingga bisa memiliki kartu plastik tersebut bisa dibilang sebuah kebanggaan. Hanya saja, setelah bisa mendapatkannya, ada beberapa tanggungjawab yang harus dimiliki agar pemakaiannya tidak berlebihan dan masih sesuai aturan. Berikut adalah kebiasaan buruk dalam menggunakan kartu kredit yang harus Anda ketahui:

Kebiasaan Membayar dengan Minimum Payment

Salah satu kebiasaan buruk dalam menggunakan kartu kredit adalah selalu membayarkan tagihan kartu kredit dengan minimum payment. Opsi ini bisa dibilang menjadi opsi pembayaran favorit. Mereka yang merasa tidak mampu langsung melunasi seluruh tagihan, biasanya akan melakukan pembayaran minimum agar tetap menyelamatkan diri dari kejaran debt collector serta agar namanya tetap tercatat bersih dalam IDI Historis. Definisi minimum payment adalah pembayaran untuk tagihan kartu kredit dengan hanya (rata-rata) 10% dari total tunggakan + tagihan yang masih belum lunas di bulan sebelumnya (jika ada).

Pembayaran minimum payment memang terkesan meringankan dan menyelamatkan. Padahal, pembayaran minimum yang berkelanjutan hanya membuat pemilik kartu kredit menjadi menimbun utang saja. Biasanya pembayaran tagihan kartu kredit dengan minimum payment akan menyebabkan total tagihan terus terakumulasi, beserta dengan bunganya. 

Kebiasaan Melakukan Gesek Tuna

Selalu melakukan gesek tunai juga termasuk dalam kebiasaan buruk menggunakan kartu kredit. Pemilik kartu kredit yang melakukan hal ini biasanya sengaja agar mereka bisa mendapatkan uang tunai. Praktik ini dibuat seolah-olah Anda melakukan transaksi belanja di suatu tempat, namun sesungguhnya Anda tidak mendapatkan barang, tapi malah mendapatkan uang. Biasanya dilakukan kepada pemilik mesin EDC atau merchant. Misalnya, Anda menggesek kartu di sebuah merchant dan seakan-akan Anda membeli lukisan seharga Rp5.000.000,- sesungguhnya Anda tidak mendapatkan lukisan tersebut, melainkan uang tunai sebesar lima juta rupiah sesuai harga yang tertulis. Tentu saja, Anda juga akan dikenakan biaya mulai dari 2-3% dari nominal yang Anda tarik. Anggap saja Anda melakukan penarikan sebesar Rp5.000.000,- dan dikenakan biaya 3%, berarti dana yang Anda dapatkan sebesar Rp4.850.000,- saja. Seluruh proses gesek tunai ini tentunya akan merugikan Anda, karena Anda tetap harus membayar tagihan tersebut di bulan berikutnya. Praktik gesek tunai sendiri juga sudah dilarang Pemerintah. Jadi, sebisa mungkin jangan pernah melakukan gesek tunai, gunakanlah kartu ATM untuk melakukan tarik tunai agar bisa lebih hemat dan menghindari Anda dari jerat utang,

Terlalu Sering Tarik Tunai

Selain gesek tunai, melakukan tarik tunai kartu kredit juga menjadi salah satu kebiasaan buruk dalam menggunakan kartu kredit. Berbeda dengan gesek tunai yang bersifat ilegal, tarik tunai bersifat legal dan diperbolehkan. Hanya saja, ada limit penarikan tunai yang perlu Anda perhatikan. Proses melakukan tarik tunai sama seperti menarik uang menggunakan kartu debit, jadi Anda cukup memasukkan kartu dan PIN kartu kredit, lalu melakukan penarikan. Biasanya Anda bisa melakukan tarik tunai s/d 60% dari limit kartu kredit yang And amiliki. Selain itu, Anda juga akan terkena biaya tarik tunai sebesar 4%.Berikut adalah ilustrasi tarik tunai:

  • Limit kartu kredit: Rp10.000.000,-
  • Limit maksimal tarik tunai kartu kredit, misalnya 60% x Rp10.000.000,- = Rp6.000.000,-
  • A melakukan transaksi tarik tunai sebesar Rp2.000.000,-
  • Biaya tarik tunai sebesar 4% x Rp2.000.000,- = Rp80.000,- Jadi total yang dikenakan saat tagihan kartu kredit dicetak adalah Rp2.080.000,-
  • Jika A melakukan penunggakkan selama satu bulan, jadi bank akan mengenakan bunga 2,95% pada tagihannya, jadi yang harus dibayarkan sebesar Rp2.000.000,- + Rp80.000,- + (2,95% x Rp2.000.000,-) = Rp2.139.000,-

Selalu Menghabiskan Limit Kartu Kredit

Kebiasaan buruk menggunakan kartu kredit berikutnya adalah selalu menghabiskan limit kartu kredit. Hal ini diperburuk jika pemilik kartu kredit berbelanja tanpa memperhitungkan kemampuan membayar. Hal terburuk yang bisa terjadi adalah ketidakmampuan dalam membayar tagihan, serta terjadi penunggakan dalam pembayaran. Efek sampingnya, tentu saja nama pemilik kartu yang bisa terrekam oleh Bank Indonesia, dan berpengaruh pada skor IDI Historis yang burukPenggunaan kartu kredit memang sebaiknya digunakan untuk kebutuhan promosi saja agar bisa mendapatkan potongan dalam pembayaran apapun. Namun, jika memang digunakan untuk belanja maka setidaknya gunakanlah maksimal 50-60% dari limit yang Anda miliki.

Telat Melakukan Pembayaran 

Dampak dari penggunaan kartu kredit sampai batas maksimal adalah kemungkinan pemilik kartu yang tidak mampu melakukan pembayaran sehingga mengalami keterlambatan. Hal ini juga bisa terjadi pada mereka yang sering lupa melakukan pembayaran secara tepat waktu. Keterlambatan dalam melakukan pembayaran tagihan kartu kredit bisa memberikan dampak berupa: adanya biaya denda keterlambatanyang harus dibayar, serta bunga yang terakumulasi pada total tagihan kartu kredit Anda. Untuk mengatasi hal ini, pemilik kartu hendaknya membatasi penggunaan kartu kredit maksimal 50-60%. Bagi Anda yang sering lupa melakukan pembayaran, mintalah pihak bank untuk melakukan aktivasi auto debet dari rekening tabungan ke tagihan kartu kredit. Hal ini dapat meminimalisir keterlambatan, sehingga terhindar dari denda maupun bunga yang menumpuk.

amalan international merupakan perusahaan manajemen utang berbasis teknologi pertama di Indonesia yang tercatat di OJK. amalan bekerja untuk peminjam dan bekerja sama mencari solusi terbaik dan terjangkau dengan pemberi pinjaman. Program manajemen utang amalan memanfaatkan teknologi dan data yang sah agar klien amalan bisa keluar dari jerat utang dengan lebih cepat, membayar bunga dan penalti yang lebih rendah. Selain program manajemen utang, amalan juga memiliki solusi refinancing yang mengganti utang lama yang memberatkan menjadi utang baru yang lebih ringan. Kantor amalan indonesia didirikan di Jakarta pada tahun 2015 dan telah berhasil membangun tim yang terdiri dari ahli restrukturisasi dan ahli IT dengan pengalaman puluhan tahun. Sejak Juli 2016, amalan indonesia menjadi perusahaan pertama di Asia yang mendapatkan akreditasi dari International Association of Professional Debt Arbitrators (IAPDA).

Terjerat Utang Bank: Bagaimana Cara Memberi Tahu kepada Pasangan?

Terjerat utang bank menjadi momok yang menakutkan, apalagi jika dihadapi sendiri dan disembunyikan dari orang lain. Di amalan, kami seringkali mendapati bahwa masalah utang juga terkadang dialami oleh seorang suami atau istri, dan tidak diketahui oleh pasangannya. Hal ini tidak tertutup kemungkinan bisa terjadi akibat adanya rasa takut dan rasa bersalah terhadap apa yang telah dilakukan. Bahkan, seringkali suami atau istri masing-masing pun tidak pernah tau bahwa pasangannya selama ini sempat mengajukan pinjaman baik berupa kartu kredit maupun KTA.

Untuk mengatasi hal ini, biasanya seseorang akan lebih memilih untuk menyembunyikannya daripada harus mengangkatnya dalam pembicaraan. Tentu saja hal ini dilakukan untuk menghindari adanya cekcok di antara keduanya. amalan mengerti sulitnya hidup merahasiakan utang, apalagi jika nominal utang sangat besar dan membebani. Untuk itu, jika Anda adalah salah satu dari orang-orang yang enggan menyampaikan masalah finansial tersebut kepada pasangan, amalan sangat menyarankan untuk tetap mengkomunikasikannya kepada pasangan.

Mengapa Penting untuk Memberi Tahu Pasangan bahwa Anda Sedang Terjerat Utang Bank atau Utang Lainnya?

 

Ingat Bahwa Hal Ini Menyangkut Fondasi Utama dalam Keluarga yakni Rasa Saling Percaya

Tidak jarang, seseorang justru tidak memberi tahu pasangan bahwa dirinya sempat mengajukan pinjaman ke pihak bank. Setelah menggunakan pinjaman selama beberapa waktu, dan digunakan untuk keperluan lain sampai nominal utang menumpuk, di sinilah masalah utang bank mulai muncul. Merahasiakan masalah terjerat utang bank dari pasangan tentu saja dapat berdampak besar pada fondasi utama dalam hubungan Anda bersama pasangan, yakni rasa saling percaya. Padahal, hal ini penting sekali untuk diberitahukan kepada pasangan. Saat tertimpa masalah finansial, termasuk saat terjerat utang bank, tentu saja Anda dan pasangan harus menghadapi masalah ini dengan serius. Masalah yang melibatkan uang seperti ini juga pasti bisa berdampak terhadap rencana jangka panjang yang sudah disusun sedemikian rupa dalam keluarga Anda.

Bayangkan apabila masalah sepenting ini tidak didiskusikan dengan pasangan, tentu saja Anda akan dianggap sebagai sosok yang kurang bertanggungjawab dan tidak dapat dipercaya. Maka dari itu, tetap komunikasikan agar Anda dan pasangan bisa sama-sama mencari jalan keluar dan menilik lagi, kira-kira sumber dana mana saja yang masih bisa dimanfaatkan agar masalah utang bisa cepat terselesaikan.


Cepat atau Lambat Masalah Utang Pasti Akan Terkuak 

Menyimpan masalah terjerat utang bank sampai kapanpun sebenarnya tidak ada gunanya. Bagaimana tidak, seperti pernah dijelaskan pada beberapa waktu lalu. Seluruh informasi debitur yang ada di Indonesia, semuanya terekam dalam sebuah sistem terintegrasi yang dikenal sebagai SLIK OJK (dulu dikenal sebagai IDI Historis dan dicek melalui BI Checking).

Melalui SLIK OJK, seluruh lembaga bank maupun nonbank yang mengelola uang dapat mengecek kelancaran pembayaran kredit yang Anda ajukan. Jadi, misalnya suatu saat pasangan Anda ingin mengajukan pinjaman ke bank, baik berupa kartu kredit, KTA, KPR, KKB, maupun pinjaman lainnya, pasti akan ditolak. Mengapa? Karena Anda berada dalam satu kartu keluarga, dan hal ini akan menyusahkan anggota yang lain untuk mendapatkan kredit. Dari sini, tentu saja rahasia yang Anda pendam selama ini akan terkuak secara detil, termasuk di antaranya nominal utang, jenis utang, sampai lamanya periode tunggakan yang sudah berjalan. Jadi, memang tidak ada gunanya menyimpan rahasia, bukan? Ungkapkan hal ini secara jujur kepada pasangan sebelum semuanya terlambat, dan pasangan mengetahuinya dari pihak bank.


Pasangan Andalah yang Nantinya Akan Membantu Anda dalam Melunasi Utang

Seiring dengan waktu, biasanya masalah utang akan terasa semakin memberatkan. Di saat-saat penting seperti inilah biasanya dukungan moral dari pasangan akan sangat diperlukan supaya Anda dan pasangan mampu melunasi utang sampai selesai. Tidak menutup kemungkinan, pasangan Anda jugalah yang akan membantu dalam menyokong dana agar dapat melunasi masalah utang sampai selesai. Di masa-masa seperti ini, Anda dan pasangan dapat mulai mengambil keputusan-keputusan besar agar bisa terlepas dari utang bersama dalam perkawinan.

(Baca juga: Meraih Kemerdekaan Finansial. Simak 4 Cara Ini!)

Cara Berbicara kepada Pasangan Mengenai Utang Bersama dalam Perkawinan

Menghentikan Pemakaian Kredit

Langkah praktik yang pertama tentunya bisa dengan menghentikan pemakaian kredit. Pada kartu kredit misalnya, berhenti berbelanja menggunakan kartu tersebut. Jika tidak dilakukan dari sekarang, nominal tunggakan bisa lebih tinggi dan akan semakin menyulitkan Anda. Ingatlah bahwa semakin Anda menunggak, suku bunga yang terdapat dalam pinjaman juga akan terus menerus berjalan.


Siapkan Informasi Detil Pinjaman yang Sedang Dihadapi dan Kemungkinan Cara Mengatasinya 

Sebelum mengutarakan permasalahan utang ke pasangan, catat ulang berapa besar pinjaman yang sampai saat ini mengalami penunggakan, dari sini Anda bisa tahu kira-kira ke mana saja alokasi utang tersebut dilakukan. Jadi, Anda bisa tahu persis apa saja penyebab kesalahan yang membuat Anda menjadi tertunggak. Di posisi ini, penting untuk tidak menyalahkan keadaan dan tetap bertanggungjawab dengan kesalahan yang Anda lakukan.

Tidak lupa, ungkapkan kepada bahwa pasangan bahwa Anda siap untuk bertanggungjawab dan menyelesaikan masalah utang sampai selesai. Namun, jika Anda sendiripun juga merasa akan kesulitan, jangan ragu untuk meminta bantuan dari pasangan. 

Mulai Susun Ulang Anggaran

Ajaka pasangan untuk duduk bersama dan menyusun ulang anggaran yang Anda miliki. Kira-kira butuh waktu berapa lama sampai masalah utang bisa terselesaikan. Tidak lupa, mulai hitung berapa sisa tabungan tersisa yang masih bisa digunakan untuk membayar sisa utang. Ingat-ingat juga apa saja peluang yang masih bisa dimanfaatkan, sehingga meskipun pasangan juga pada akhirnya akan turut campur tangan, Anda tidak membebankan semuanya kepada pasangan. Pada saat ini, Anda juga bisa mulai mengevaluasi berbagai jenis pengeluaran yang tidak perlu serta meminimalisir pengeluaran di pos-pos lainnya. Semakin banyak hal yang bisa dikurangi, maka akan semakin besar dana yang didapatkan bisa dialokasikan untuk membayar sisa utang. 

Cari Nasihat Tambahan dari Konsultan yang Lebih Berpengalaman: amalan

Tidak lupa, cobalah untuk meminta saran tambahan dari pihak yang lebih berpengalaman, misalnya pada perusahaan penyedia program manajemen utang, contohnya amalan. Perusahaan seperti ini biasanya menyediakan solusi agar Anda bisa melunasi utang dengan lebih mudah, solusi tersebut bisa dengan mengikuti program manajemen utang maupun refinancing. 

Program Keringanan Utang

Program keringanan ini biasanya disebut sebagai restrukturisasi kredit. Menurut Peraturan Bank Indonesia, restrukturisasi kredit adalah upaya perbaikan yang dilakukan Bank dalam kegiatan perkreditan terhadap debitur yang mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajibannya. Hasil dari restrukturisasi kredit ini biasanya dapat meringankan nasabah sehingga mereka bisa lebih mampu membayar.

Ada beberapa jenis program keringanan yang bisa didapatkan misalnya: mendapatkan potongan atas kredit yang dimiliki, potongan dengan cicilan yang diperpanjang, atau gabungan keduanya. 

Refinancing / Konsolidasi Utang

Pada dasarnya konsolidasi utang adalah langkah yang diambil untuk mempermudah Anda agar dapat melunasi gabungan beberapa jenis utang menjadi satu utang saja kepada sebuah lembaga pembiayaan selain bank (misalnya multifinance maupun perusahaan peer to peer lending).

Ada dua jenis konsolidasi utang, yakni menggunakan agunan dan tidak menggunakan agunan. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri, dan bisa didapatkan sesuai dengan syarat dan ketentuan yang diberikan oleh lembaga pembiayaan bukan bank. 

Kini, amalan bekerja sama dengan lembaga multifinance serta perusahaan peer to peer lending terpercaya di Indonesia. Hal ini dilakukan sebagai upaya amalan dalam membantu klien kami dalam menuju hidup baru bebas utang, yang terintegrasi dalam program manajemen utang amalan. Berikut adalah dua jenis program konsolidasi utang yang tersedia di amalan.

(Baca juga: 4 Cara Melunasi Utang Kartu Kredit dengan Cepat)

——————————————————————————————-

amalan international merupakan perusahaan manajemen utang berbasis teknologi pertama di Indonesia yang tercatat di OJK. amalan bekerja untuk peminjam dan bekerja sama mencari solusi terbaik dan terjangkau dengan pemberi pinjaman. Program manajemen utang amalan memanfaatkan teknologi dan data yang sah agar klien amalan bisa keluar dari jerat utang dengan lebih cepat, membayar bunga dan penalti yang lebih rendah. Selain program manajemen utang, amalan juga memiliki solusi refinancing yang mengganti utang lama yang memberatkan menjadi utang baru yang lebih ringan. Kantor amalan indonesia didirikan di Jakarta pada tahun 2015 dan telah berhasil membangun tim yang terdiri dari ahli restrukturisasi dan ahli IT dengan pengalaman puluhan tahun. Sejak Juli 2016, amalan indonesia menjadi perusahaan pertama di Asia yang mendapatkan akreditasi dari International Association of Professional Debt Arbitrators (IAPDA).

4 Cara Melunasi Utang Kartu Kredit dengan Cepat

Saat ingin melunasi utang kartu kredit, terkadang kita sudah tidak dapat berpikir dengan jernih mengenai apa yang harus dilakukan untuk  melunasi utang kartu kredit. Tidak perlu khawatir, amalan akan merangkum beberapa cara melunasi utang kartu kredit dengan cepat.

Berhenti Menggunakan Kartu Kredit

Cara melunasi utang dengan cepat yang pertama adalah dengan menghentikan penggunaan kartu untuk sementara. Tagihan serta suku bunga kartu kredit memang akan tetap terus berjalan. Namun, setidaknya Anda bisa menekan total utang yang harus dilunasi kelak agar tidak perlu menimbun lebih banyak utang. Simpanlah kartu kredit di tempat yang aman dan jangan dibawa pergi saat berbelanja. Biasanya semakin sering frekuensi Anda melihat kartu tersebut, akan semakin tinggi godaan untuk berbelanja. Jika begini terus, tidak akan menyelesaikan masalah, bukan?

Menekan Pengeluaran Bulanan 

Tidak ada gunanya menekan penggunaan kartu kredit jika pengeluaran sehari-hari dan bulanan juga tidak dipangkas. Cara melunasi utang kartu kredit tentunya dengan memotong pengeluaran Anda. Biasanya total penghematan yang Anda lakukan dari pengeluaran sehari-hari bisa memberikan dampak lebih banyak. Penghematan yang Anda lakukan bisa dialokasikan untuk melunasi utang kartu kredit.

Minta Bantuan pada Orang Terdekat 

Jika memang sangat mendesak, Anda sebaiknya meminta bantuan dari orang terdekat seperti keluarga, sebagai cara melunasi utang kartu kredit. Keluarga biasanya lebih sukarela membantu Anda untuk mengatasi utang uang tertunggak. Meskipun anggota keluarga Anda ada yang secara sukarela untuk membantu, jangan sampai melewatkan kesempatan untuk mencari cara lain. Mengapa begitu? Tentu saja karena utang tersebut bukanlah tanggung jawab keluarga Anda. Maka dari itu, Anda harus bisa mencari cara untuk meringankan beban keluarga yang sudah secara sukarela ingin membantu melunasi utang Anda. Cari tahu cara melunasi utang kartu kredit agar lebih ringan pada poin berikutnya.

Manfaatkan Bantuan dari Pihak yang Berpengalaman Agar Utang Semakin Ringan

Cara melunasi kartu kredit yang wajib dilakukan adalah dengan memanfaatkan bantuan dari pihak yang berpengalaman agar utang semakin ringan. Meskipun Anda sudah melakukan penghemat secara besar-besaran serta mendapatkan bantuan dari keluarga, utang Anda tidak akan lebih ringan jika Anda tidak menggunakan program keringanan. Program keringanan yang bisa Anda dapatkan misalnya potongan satu kali bayar, cicilan dengan bunga ringan dan tenor diperpanjang, serta gabungan keduanya. Saat ini Anda dapat mengupayakan perusahaan jasa penyedia program manajemen utang untuk membantu Anda memangkas total utang.

Strategi Pelunasan dari yang Berpengalaman

Jasa penyedia program manajemen utang biasanya memiliki koneksi yang baik dengan pihak bank. Dengan begitu, mereka mampu membantu Anda menyusun strategi dalam memutuskan utang mana yang harus dilunasi terlebih dahulu. Anda juga akan diedukasi mengenai cara pembayaran seperti apa yang ideal harus dilakukan. Menentukan strategi terbaik dalam mendapatkan keringanan utang diperlukan pengalaman serta pengetahuan yang lebih banyak. Tidak semua orang mampu menegosiasikan utangnya dan mendapatkan hasil yang sesuai dengan kemampuan membayarnya. Maka dari itu, kami sangat menyarankan Anda menggunakan jasa negosiasi yang terpercaya agar berhasil mendapatkan keringanan yang sesuai sekaligus dapat menghemat lebih banyak waktu dan hemat lebih banyak uang. Sehingga Anda dapat melunasi utang kartu kredit lebih cepat.

amalan international merupakan perusahaan manajemen utang berbasis teknologi pertama di Indonesia yang tercatat di OJK. amalan bekerja untuk peminjam dan bekerja sama mencari solusi terbaik dan terjangkau dengan pemberi pinjaman. Program manajemen utang amalan memanfaatkan teknologi dan data yang sah agar klien amalan bisa keluar dari jerat utang dengan lebih cepat, membayar bunga dan penalti yang lebih rendah. Selain program manajemen utang, amalan juga memiliki solusi refinancing yang mengganti utang lama yang memberatkan menjadi utang baru yang lebih ringan. Kantor amalan indonesia didirikan di Jakarta pada tahun 2015 dan telah berhasil membangun tim yang terdiri dari ahli restrukturisasi dan ahli IT dengan pengalaman puluhan tahun. Sejak Juli 2016, amalan indonesia menjadi perusahaan pertama di Asia yang mendapatkan akreditasi dari International Association of Professional Debt Arbitrators (IAPDA).

Kartu Kredit dan Kartu Debit. Pilih yang Mana?

Setiap bank menyediakan fasilitas kartu kredit dan kartu debit bagi nasabahnya. Kartu kredit dan kartu debit dapat digunakan untuk transaksi non tunai. Perbedaan di antara keduanya cukup signifikan. Dari segi manfaat dan kegunaan, kartu kredit atau kartu debit lebik baik tergantung dari kebutuhan Anda. Berikut adalah perbedaan kartu kredit dan kartu debit:

KARTU KREDIT

Kartu kredit bisa dipakai untuk transaksi non tunai dengan cara berutang dimana Anda tidak perlu mempunyai saldo di bank terkait dan juga tidak perlu membuat rekening. Sistem kartu kredit adalah adanya tagihan yang akan diberikan tiap bulan. Dalam membuat kartu kredit, bank akan melihat sejarah pemohon kartu kredit. Jumlah transaksi yang Anda dapat lakukan pun sesuai dengan limit yang diberikan bank.

Kelebihan Kartu Kredit

Berbeda dengan kartu debit, pengguna kartu kredit tidak perlu memiliki saldo di rekening tabungan. Setiap transaksi yang dilakukan dengan kartu kredit terdapat bunga yang sesuai dengan kebijakan dari bank penerbit. Pengguna kartu kredit dapat menggunakan kartunya untuk berbelanja dengan bayar belakangan atau dicicil. Selain itu, penggunaan kartu kredit juga lebih mudah digunakan untuk transaksi di luar negeri karena berlaku di seluruh dunia. Keuntungan lainnya adalah pengguna kartu kredit dapat menggunakan kartunya untuk keperluan mendadak di saat tidak ada uang. Namun, perlu diingat untuk bijak menggunakan kartu kredit karena penggunaan yang berlebih dapat menyebabkan pengguna terlilit utang. Manfaatkanlah kartu kredit Anda untuk mendapat promo dan diskon karena banyak potongan harga yang ditawarkan jika menggunakan kartu kredit.  Pengguna kartu kredit juga lebih mudah untuk melakukan booking hotel karena biasanya lebih murah dan menguntungkan dibanding dengan kartu debit.

Kekurangan Kartu Kredit

Pengguna kartu kredit harus bijak dalam menggunakan kartu kredit. Hal tersebut dikarenakan adanya bunga di setip transaksi. Jika Anda tidak berhati – hati bisa jadi kartu kredit akan menjadi bumerang dan tidak menguntungkan Anda di akhir bulan karena utang yang terlalu besar. Bank yang mengeluarkan kartu kredit juga menerapkan batas waktu pembayaran tagihan. Ada denda yang harus dibayar jika Anda telat membayar tagihan kartu kredit. Anda memang bebas berbelanja kapanpun dan dimanapun namun ada limit kartu kredit yang membatasi belanja Anda. Jika menarik uang dari ATM, Anda akan dikenakan biaya yang cukup tinggi.

KARTU DEBIT

Kartu debit adalah alat transaksi non tunai yang disediakan oleh suatu bank dengan cara awalnya adalah dengan membuat rekening tabungan di bank tersebut. Pengajuan kartu debit lebih mudah dibandingkan kartu kredit. Syarat yang diharuskan biasanya tidak terlalu banyak dan biasanya hanya diminta untuk mengisi formulir serta fotocopy identitas. Dalam menggunakan kartu debit, nasabah harus mempunyai saldo yang ada di tabungan.

Kelebihan Kartu Debit

Kartu debit memberikan kemudahan bagi Anda untuk melakukan transfer uang ke rekening lain melalui mesin ATM. Selain itu, kartu debit juga dapat digunakan belanja di supermarket, salon, hingga butik favorit Anda via mesin EDC. Pengguna kartu debit tidak diterapkan bunga ataupun denda karena uang berasal dari saldo yang ada di masing – masing rekening dan limitnya juga berdasarkan jumlah tabungan pemilik kartu. Oleh karena itu, tidak ada juga cicilan dan terbebas dari utang karena yang digunakan adalah uang sendiri bukan uang pinjaman dari bank. Dengan sifatnya tersebut, kartu debit lebih cocok digunakan untuk berbelanja sehari – hari karena menekan sifat boros dan menjadikan berbelanja sesuai kebutuhan.

Kekurangan Kartu Debit

Pengguna kartu debit bergantung kepada saldo yang dipunya di rekening. Hal tersebut membuat pengguna tidak dapat menggunakan kartu jika tidak mempunyai uang di tabungan. Selain itu, promo yang ditawarkan kartu debit lebih sedikit dibanding kartu kredit. Nasabah dari kartu debit juga harus lebih hati – hati karena banyaknya penyalahgunaan dan penipuan yang dapat terjadi kepada kartu debit Anda.

Itulah beberapa perbedaan dari kartu debit dan kartu debit. Pahami kebutuhan dan prioritas Anda agar lebih cermat dalam memilih kartu yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan keuangan tetap terjaga.

amalan international merupakan perusahaan manajemen utang berbasis teknologi pertama di Indonesia yang tercatat di OJK. amalan bekerja untuk peminjam dan bekerja sama mencari solusi terbaik dan terjangkau dengan pemberi pinjaman. Program manajemen utang amalan memanfaatkan teknologi dan data yang sah agar klien amalan bisa keluar dari jerat utang dengan lebih cepat, membayar bunga dan penalti yang lebih rendah. Selain program manajemen utang, amalan juga memiliki solusi refinancing yang mengganti utang lama yang memberatkan menjadi utang baru yang lebih ringan. Kantor amalan indonesia didirikan di Jakarta pada tahun 2015 dan telah berhasil membangun tim yang terdiri dari ahli restrukturisasi dan ahli IT dengan pengalaman puluhan tahun. Sejak Juli 2016, amalan indonesia menjadi perusahaan pertama di Asia yang mendapatkan akreditasi dari International Association of Professional Debt Arbitrators (IAPDA).

Wajib Tahu! Ini Cara Terhindar dari Kasus Pencurian Data Kartu Kredit

Kasus pembobolan kartu kredit sering terjadi dan selalu merugikan korbannya. Bagaimana tidak? Tiba-tiba saja muncul sejumlah transaksi yang tidak pernah Anda lakukan ke dalam tagihan kartu kredit Anda. Seluruh transaksi tersebut terkesan legal karena menggunakan identitas yang sesuai dengan data di dalam kartu kredit Anda. Untuk mengatasi hal ini, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghindari pencurian data kartu kredit.

Lindungi Data pada Kartu Kredit Anda

Kartu kredit merupakan benda penting yang wajib Anda lindungi kerahasiaannya. Ada beberapa data penting yang wajib dilindungi misalnya:

  • Nomor kartu kredit
  • Nama yang tertera di kartu kredit
  • Masa berlaku kartu kredit
  • Kode CVV yang terdapat di kartu kredit Anda. CVV adalah 3 atau 4 digit kode yang terdapat di balik kartu kredit. Kode ini berfungsi bagi orang yang ingin melakukan transaksi online, dan fungsinya untuk memverifikasi bahwa Anda sendiri yang melakukan transaksi.
    Kode CVV ini bisa dibilang sebagai data yang paling penting dan wajib dilindungi. Maka dari itu, tutuplah kode CVV Anda, serta jangan pernah memfotokopi bagian belakang kartu kredit Anda. Jika perlu, tutuplah bagian kode CVV tersebut. Jika Anda merasa kesulitan untuk menghapal kode tersebut, simpanlah kartu kredit di tempat yang aman agar jangan sampai data-datanya tersebar dan berpeluang untuk dijadikan sasaran oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

Selalu Berbelanja Online di Situs yang Terpercaya 

Salah satu potensi pencurian data kartu kredit yang sering terjadi adalah saat berbelanja online dan melakukan pembayaran dengan kartu kredit. Biasanya data yang terekam oleh situs-situs tersebut bisa digunakan oleh oknum tidak bertanggungjawab dan digunakan untuk berbelanja di situs lainnya. Maka dari itu, sebelum memutuskan untuk berbelanja online dan melakukan pembayaran dengan kartu kredit, pastikan situs tersebut untuk memiliki ketentuan berikut:

  • Berbelanjalah di Situs yang Domain-nya Sudah Terpercaya 
    Jangan lupa untuk mengecek keamanan dan keaslian situs untuk memastikan domain yang Anda masukkan memang betul-betul alamat situs (bukan situs tiruan). Anda dapat melakukan riset singkat dengan mengeceknya melalui Google. Biasanya halaman pertama dari mesin pencari dapat memberikan info mengenai testimoni orang-orang yang pernah berbelanja dan bagaimana keamanan belanja di situs tersebut.
  • Pastikan Situs Belanja Memiliki Logo Verifikasi dari Penerbit Kartu Kredit
    Situs yang terpercaya biasanya dilengkapi dengan logo “Verified by Visa” dan “MasterCard SecureCode”, kedua hal ini menandakan bahwa Anda bisa dengan aman melakukan transaksi dengan kartu kredit.
  • Memiliki 3D Secure Page dan Halaman yang Terenkripsi
    Saat sudah mulai memasuki halaman pembayaran, biasanya memiliki 3D secure page, Anda dapat melihat gambar gembok di baris status (status bar) browser. Pastikan situs tersebut memiliki hal tersebut sebelum mulai memasukkan informasi pribadi dan data kartu kredit. Selain itu, biasanya alamat situs akan otomatis berubah dari http:// menjadi shttp:// atau https:// hal ini akan memastikan bahwa informasi pembayaran Anda telah dienkripsi dan lebih aman.
  • Menerima Notifikasi OTP dari Bank Penerbit
    Saat akan melakukan pembayaran, biasanya bank penerbit kartu kredit akan mengirimkan OTP / One True Pairing. OTP adalah notifikasi yang dikirimkan saat Anda melakukan transaksi, notifikasi tersebut dikirimkan biasanya melalui SMS atau email. Jika memang SMS tersebut sudah masuk dan transaksi Anda sudah betul, maka Anda akan otomatis dikirim ke halaman situs baru dan akan mendapatkan notifikasi pembayaran yang sukses.

Selalu Catat Setiap Transaksi yang Anda Lakukan

Untuk menghindari pembobolan kartu kredit, jangan lupa untuk selalu mencatat setiap transaksi yang telah Anda lakukan. Catatlah informasi penting seperti nominal total belanja, tanggal dan jam transaksi, serta nama situs tempat Anda belanja. Hal ini berfungsi agar Anda dapat mencocokkan data saat tagihan kartu kredit datang. Hal ini juga bisa dijadikan pengingat agar Anda bisa mengira-ngira kira-kira di situs mana data Anda tercuri.  

Lakukan Pembayaran Sendiri Saat Melakukan Transaksi di Restoran

Salah satu kasus pembobolan kartu kredit adalah saat sedang melakukan tansaksi di restoran. Sebagai pelanggan, biasanya kita cenderung malas untuk meja kasir, sehingga opsi yang dilakukan adalah dengan memanggil pelayan untuk mengantarkan tagihan ke meja. Saat meletakkan kartu kredit dan membiarkan pelayan untuk memegang kartu kredit Anda sebetulnya Anda punya peluang untuk menjadi korban pencurian data kartu kredit. Tidak sedikit kejadian kartu kredit Anda dipakai oleh oknum pelayan atau kasir yang tidak bertanggungjawab. Data kartu kredit Anda bisa saja dicuri oleh oknum tersebut, dan digunakan untuk transaksi online. Biasanya mereka mencatat nama dan nomor pemilik kartu, serta data rahasia lainnya seperti CVV dan tanggal kedaluwarsa. Maka dari itu, ada baiknya jika Anda sendiri yang langsung ke meja kasir. Gunakan pin saat melakukan transaksi untuk menambah proteksi pembayaran dan perlindungan kartu Anda.  

“Jika sudah terlanjur menjadi korban pencurian data kartu kredit, apa yang harus saya lakukan?”

  1. Laporkan ke Bank Penerbit
    Langkah pertama yang harus dilakukan adalah melaporkan ke bank penerbit kartu kredit Anda. Untuk memudahkan Anda, lebih baik Anda menelpon ke call center resmi dari bank penerbit dan lakukan pelaporan. Jika memang Anda bisa mengunjungi kantor operasional bank, Anda juga bisa langsung melaporkan dan meminta surat keterangan bahwa kartu tersebut dicuri datanya. Jangan lupa meminta pihak bank untuk memblokir kartu tersebut agar tidak semakin digunakan untuk hal yang tidak bertanggungjawab.
  2. Laporkan ke Pihak Kepolisian 
    Biasanya pihak bank akan mendampingi Anda untuk melakukan pelaporan ke pihak kepolisian. Selain itu, Anda juga akan diberikan informasi seperti data dan dokumen apa saja yang perlu disiapkan untuk melengkapi berkas kasus Anda. Data-data yang diperlukan misalnya fotokopi KTP pemilik kartu, tanda tangan pemilik kartu di atas surat pelaporan, dsb.
  3. Aktifkan Kartu Kredit beserta PIN Baru 
    Setelah semua berkas telah terkumpul dan proses pelaporan telah selesai, biasanya Anda berhak untuk mendapatkan kartu kredit baru. Jangan lupa untuk mengaktifkan PIN yang berbeda dan menyertakan tanda tangan di balik kartu kredit. Sekali lagi, lindungi data-data penting dalam kartu kredit termasuk kode CVV agar kejadian tersebut tidak terulang kembali.

Referral:

amalan – Hindari Modus Penipuan dengan Cara Berikut

amalan – Waspada terhadap Modus Penipuan yang Marak Terjadi (Bagian II)

Investopedia

Kompas

Solusi Utang

amalan international merupakan perusahaan manajemen utang berbasis teknologi pertama di Indonesia yang tercatat di OJK. amalan bekerja untuk peminjam dan bekerja sama mencari solusi terbaik dan terjangkau dengan pemberi pinjaman. Program manajemen utang amalan memanfaatkan teknologi dan data yang sah agar klien amalan bisa keluar dari jerat utang dengan lebih cepat, membayar bunga dan penalti yang lebih rendah. Selain program manajemen utang, amalan juga memiliki solusi refinancing yang mengganti utang lama yang memberatkan menjadi utang baru yang lebih ringan. Kantor amalan indonesia didirikan di Jakarta pada tahun 2015 dan telah berhasil membangun tim yang terdiri dari ahli restrukturisasi dan ahli IT dengan pengalaman puluhan tahun. Sejak Juli 2016, amalan indonesia menjadi perusahaan pertama di Asia yang mendapatkan akreditasi dari International Association of Professional Debt Arbitrators (IAPDA).