Yakin Selesaikan Utang dengan amalan, Ini Pencapaian Ibu Henny di Awal Tahun 2023!

Yakin Selesaikan Utang dengan amalan, Ini Pencapaian Ibu Henny di Awal Tahun 2023!

Memiliki jabatan di perusahaan tidak membuat seseorang terbebas dari utang, tidak terkecuali Ibu Henny (bukan nama sebenarnya). Berawal dari kejadian beberapa tahun silam, Ibu Henny menjadi korban pembobolan 3 kartu kredit dan pencurian motor oleh orang terdekatnya. 

Meski memiliki pengalaman buruk dengan penipuan, Ibu Henny tidak menyerah. Ia terus berusaha untuk menabung dan mengelola anggaran keuangan, ia yakin bahwa utang-utangnya akan lunas. Ia pun mencari bantuan untuk menyelesaikan masalah utangnya, setelah mencari jasa pelunasan di internet dan inisiatif memeriksa melalui OJK perihal amalan International, Ibu Henny mantap bergabung dan mengikuti program keringanan utang bersama amalan. 

Ibu Henny yakin amalan akan menemukan solusi untuk meringankan masalah pinjaman online yang dimilikinya. Berbekal dari keyakinan itu, dengan bantuan amalan, Bu Henny mulai konsisten menabung, hingga berani menanggapi debt collector. Semua usaha yang Bu Henny lakukan berbuah manis, Ia berhasil menyelesaikan sebagian besar masalah utangnya bersama amalan.

Memiliki masalah utang memang terasa sulit jika dihadapi sendiri, namun Ibu Henny memilih amalan sebagai teman berjuang yang Ia percaya. Dari amalan, Ibu Henny juga mendapat dukungan emosional dan saran yang ia butuhkan, termasuk dalam proses menghadapi debt collector. 

Mungkin Anda pernah mengalami nasib kurang baik yang menyebabkan Anda terpuruk dalam utang. Tetapi, itu bukanlah akhir dari segalanya. Kita dapat belajar dari Ibu Henny bahwa selama kita tidak menyerah, pasti ada jalan keluarnya.

Semoga kisah sukses Ibu Henny di atas mengingatkan Anda akan cita-cita untuk hidup bebas utang. Tidak ada cita-cita yang mudah diraih, tapi kesempatan pasti terbuka bagi setiap orang yang terus berusaha dan tidak menyerah.

Pendampingan dan dukungan dari amalan akan selalu ada kapan pun Anda membutuhkannya.

5 Cara Menutup Kartu Kredit dengan Mudah

Keberadaan kartu kredit memang sangat berguna di saat kita ingin berbelanja atau mendapatkan potongan tambahan saat promosi sebuah produk/layanan. Namun begitu, tidak semua orang nyatanya bertahan dengan kartu plastik tersebut. Ada orang-orang yang justru ingin menutup kartu kredit karena menganggap kartu kredit hanya membuat mereka semakin tergiur untuk berbelanja, dan takut tidak mampu membayar tagihan sesudahnya. Jika Anda adalah salah satunya, mari simak bagaimana cara menutup kartu kredit dengan mudah berikut ini:

Alasan Ingin Menutup Kartu Kredit

Mengutip dari Detik Finance, penggunaan kartu kredit di Indonesia memang masih rendah, yakni 17 juta atau kurang dari 10 persen dari total jumlah penduduk Indonesia yang sebanyak 250 juta. Meskipun Pemerintah melalui Bank Indonesia semakin gencar agar masyarakat Indonesia menggunakan kartu tersebut dengan menerapkan suku bunga kartu kredit maksimum 2,25% per bulan; namun sepertinya tetap ada saja orang yang memilih untuk mencari tahu langkah menutup kartu kredit yang sudah dimilikinya.  Berikut adalah beberapa alasan yang umum terjadi:

Tidak Mampu Melunasi Tagihan dan Selalu Membayar dengan Minimum Payment 

Lelah mengatasi tagihan yang tidak kunjung berhenti setiap bulan bisa menjadi alasan utama mengapa seseorang ingin menutup kartu kreditnya. Biasanya mereka yang memiliki tagihan yang sudah di luar batas dan tidak mampu dikontrol lagi akan menyiasati pembayaran tagihan dengan membayarkan minimum payment. Langkah tersebut tentu saja tidak akan membantu mereka untuk lebih cepat terbebas dari utang, dan mencari cara mudah menutup kartu kredit dirasa bisa menjadi langkah yang paling tepat.

Memiliki Terlalu Banyak Kartu Kredit 

Alasan kedua ingin menutup kartu kredit adalah karena terlalu banyak memiliki kartu kredit dan tidak ingin lalai dalam membayar. Sebenarnya hal ini tidak bisa dijadikan alasan utama mengapa seseorang harus menutup kartu kreditnya, namun umumnya pemilik kartu yang takut lalai dalam membayar tagihan akan memilih untuk menutup kartu kreditnya. Hal ini dikarenakan kelalaian dalam membayar tagihan dapat menyebabkan keterlambatan dan berdampak pada skor IDI Historisnya. 

Pernah Menjadi Korban Penipuan

Maraknya penipuan yang kerap kali terjadi juga menyasar pada pemegang kartu kredit. Kartu kredit bisa saja digunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab untuk membayarkan sejumlah tagihan. Beberapa kasus yang terjadi misalnya dengan kartu kredit yang datanya dicuri oleh oknum saat melakukan transaksi di restoranmenjadi korban phishing, dsb. Trauma yang muncul karena kejadian tidak mengenakkan tersebut bisa berdampak pada keinginan pemilik kartu untuk menutup kartu kreditnya.

Jarang Menggunakan Kartu Kredit

Alasan selanjutnya adalah karena pemilik kartu jarang menggunakan kartu kredit. Minimnya transaksi yang dilakukan setiap bulan tetap tidak berdampak pada kewajiban Anda dalam membayar iuran tetap. Ada beberapa biaya yang tetap harus dibayarkan setiap bulan maupun tahunan, seperti biaya tahunan kartu atau biaya materai. Biaya-biaya ini memang tidak seberapa, namun bagi Anda yang merasa tidak ingin membayar iuran untuk sesuatu yang jarang dipakai tentu saja bisa memicu untuk mengajukan penutupan kartu kredit.  

(Baca juga: Masalah Kartu Kredit yang Sering Ditemui. Apa Saja, Ya?)

Cara Menutup Kartu Kredit

1. Bayar Sisa Utang yang Masih Berjalan

Cara mudah menutup kartu kredit yang pertama adalah dengan membayar sisa utang yang masih berjalan. Anda harus tetap membayar sisa kewajiban yang tersisa karena bank tidak akan menutup begitu saja tanpa ada sifat tanggung jawab dari pemilik kartu. Tagihan yang harus dibayarkan termasuk transaksi beserta bunga, biaya materai, serta iuran tahunan yang harus dibayarkan. Kelalaian dalam membayar sisa utang yang masih berjalan dapat berdampak pada skor kredit Anda di IDI Historis. Meskipun Anda sudah tidak menggunakan kartu tersebut sama sekali, Anda akan dicatat memiliki kolektabilitas yang buruk. 

2. Habiskan Reward yang Anda Miliki  

Jika Anda masih memiliki poin atau reward, jangan sia-siakan hal tersebut. Reward bisa berupa uang yang bisa Anda belanjakan. Jika selama menggunakan kartu Anda tidak pernah menggunakan reward tersebut, maka besar sekali kemungkinan Anda untuk berbelanja dengan gratis. Sedangkan, bagi Anda yang memiliki kartu kredit dengan sistem poin, jangan lupa menukarkan poin tersebut dengan benda-benda yang memang sudah disiapkan oleh pihak bank. Tidak ketinggalan, jika Anda pernah berbelanja dan menggunakan fasilitas cashback, jangan lupa untuk mengecek kredit yang Anda miliki. Mintalah pihak bank untuk menransfer ke rekening bank Anda, lumayan sekali bukan untuk digunakan membayar sisa utang di kartu kredit yang masih berjalan?

3. Hubungi Pihak Penutupan Kartu Kredit

Cara menutup kartu kredit yang harus dilakukan setelah itu adalah dengan menelpon pihak bank. Anda bisa menghubungi call center bank tempat Anda menerbitkan kartu kredit dan meminta untuk penutupan kartu. Biasanya pihak bank akan memberikan langkah menutup kartu kredit yang dapat Anda lakukan, serta tetap akan meminta Anda untuk mengunjungi ke cabang terdekat untuk melengkapi persyaratan yang diminta. Jangan lupa untuk menyampaikan alasan Anda ingin menutup kartu kredit. Bersiap-siaplah dengan penawaran dari pihak bank agar Anda tetap menggunakan kartu kredit. Hal yang bisa dilakukan adalah tetap berpegang pada pendirian agar penutupan kartu kredit dapat segera diproses. 

4. Nonaktifkan Pembayaran Tagihan melalui Auto-Debet Kartu Kredit Anda

Beberapa jenis pembayaran memang bisa langsung ditagihkan ke kartu kredit Anda, misalnya pembayaran tagihan ari/listrik, langganan klub olahraga, tv kabel, nomor ponsel pascabayar, serta tagihan-tagihan lainnya. Cara menutup kartu kredit paling tepat adalah dengan tidak lupa menonaktifkan pembayaran tersebut. Pastikan untuk menghubungi pihak perusahaan terkait dan menginformasikan bahwa pembayran sudah tidak lagi dilakukan melalui kartu kredit. Carilah opsi pembayaran lain agar Anda tetap dapat menggunakan jasa atau produk tersebut (jika masih diperlukan). 

5. Minta Surat Bukti Penutupan Kartu Kredit

Langkah menutup kartu kredit yang terakhir adalah dengan meminta surat bukti penutupan kartu kredit. Bukti tertulis seperti ini penting untuk dimiliki sebagai langkah preventif jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Bukti ini dapat Anda gunakan jika saja suatu saat Anda masih diminta untuk membayarkan sejumlah tagihan yang ditujukan ke tagihan kartu kredit Anda. Tunjukkan bukti bahwa Anda sudah menonaktifkan kartu agar dapat terhindar dari kewajiban yang tidak seharusnya. 

Masalah Utama Saat Ingin Menutup Kartu Kredit = Tidak Mampu Membayar Sisa Utang yang Masih Berjalan

Cara menutup kartu kredit sebenarnya tidak sulit, namun seringkali masalah yang ditemui adalah ketidakmampuan pemilik kartu dalam melunasi sisa utang yang masih berjalan. Langkah yang bisa Anda ambil adalah dengan memanfaatkan program keringanan agar dapat melunasi tagihan kartu kredit baik dengan diskon satu kali bayar maupun cicilan berbunga rendah yang tenornya diperpanjang. Program keringanan ini bisa Anda dapatkan melalui perusahaan yang menyediakan program manajemen utang.

Perusahaan yang menyediakan program manajemen utang akan membantu Anda untuk menyediakan strategi terbaik agar Anda bisa lebih cepat terbebas dari utang. Hal ini bisa dilakukan dengan melihat kemampuan membayar serta kondisi finansial yang sedang Anda hadapi. Mengapa begitu? Sebab perusahaan seperti ini biasanya diisi oleh tim yang profesional dan lebih berpengalaman dalam melakukan negosiasi ke pihak bank agar Anda bisa mendapatkan program yang lebih baik bagi Anda. 

(Baca juga: 4 Cara Melunasi Utang Kartu Kredit dengan Cepat Agar Terbebas Utang)

amalan international merupakan perusahaan manajemen utang berbasis teknologi pertama di Indonesia yang tercatat di OJK. amalan bekerja untuk peminjam dan bekerja sama mencari solusi terbaik dan terjangkau dengan pemberi pinjaman. Program manajemen utang amalan memanfaatkan teknologi dan data yang sah agar klien amalan bisa keluar dari jerat utang dengan lebih cepat, membayar bunga dan penalti yang lebih rendah. Selain program manajemen utang, amalan juga memiliki solusi refinancing yang mengganti utang lama yang memberatkan menjadi utang baru yang lebih ringan. Kantor amalan indonesia didirikan di Jakarta pada tahun 2015 dan telah berhasil membangun tim yang terdiri dari ahli restrukturisasi dan ahli IT dengan pengalaman puluhan tahun. Sejak Juli 2016, amalan indonesia menjadi perusahaan pertama di Asia yang mendapatkan akreditasi dari International Association of Professional Debt Arbitrators (IAPDA).

Masalah Kartu Kredit yang Sering Ditemui. Apa Saja, Ya?

Memiliki kartu kredit bukan berarti bisa bebas bersenang-senang menggunakannya untuk belanja ini dan itu. Tanpa kontrol yang tepat, kepemilikan kartu ini bisa berujung pada masalah. Ada berbagai jenis masalah yang bisa muncul akibat ketidakwaspadaan dalam menggunakan kartu. Untuk selengkapnya, mari simak berbagai masalah yang bisa muncul dalam penggunaan kartu kredit:

Memakai Limit Kartu Kredit Sampai Habis

Saat memiliki kartu kredit, biasanya godaan terbesar yang tidak bisa dipungkiri tentunya berbelanja terus menerus. Belum lagi kalau Anda mengingat bahwa limit yang tersedia di kartu kredit masih tersedia, rasanya ingin menggunakan kartu plastik tersebut secara terus menerus dengan godaan membayar di bulan selanjutnya. Tentunya hal ini bisa menjadi masalah kartu kredit jika tidak dikontrol dengan baik. Sejak awal mendapatkan kartu kredit seharusnya Anda paham bahwa kartu ini sebenarnya bisa dimanfaatkan untuk hal lain yang lebih menguntungkan, dan bukan malah berbalik seperti bumerang yang menyerang.

Ingatlah agar selalu menggunakan kartu kredit untuk tujuan promosi saja. Memang biasanya kartu kredit dapat memberikan potongan-potongan menarik dari setiap pembelanjaan yang Anda lakukan. Hanya saja, akan lebih bijak rasanya jika Anda juga memperhitungkan setiap pemakaian yang telah Anda lakukan. Jika saja penggunaan kartu kredit terlalu sering sampai menyentuh limit maksimal, rasanya penggunaan kartu kredit juga terlihat kurang tepat sebab hal tersebut tidak ada bedanya dengan pemborosan. 

Kebiasaan Gesek Tunai (Gestun)

Godaan yang juga sering mendatangkan masalah kartu kredit adalah kebiasaan melakukan gesek tunai. Biasanya langkah ini dilakukan oleh orang-orang yang membutuhkan uang tunai dengan cara singkat, namun dengan bunga yang lebih kecil jika dibandingkan dengan metode tarik tunai. Cara praktik ini biasanya dilakukan dengan oknum yang memiliki mesin EDC (Electronic Data Capture). Oknum biasanya akan tampil seolah-olah menjadi sebuah toko di mana pemilik kartu melakukan ‘aktivitas berbelanja’. Padahal sebenarnya, pemilik kartu tidak benar-benar sedang berbelanja, ia hanya mengambil uang tunai sebesar nominal yang digesekkan pada mesin EDC. Uang tunai yang didapatkan juga tidak serta merta bebas biaya, pemilik kartu harus membayar ‘biaya administrasi’ kepada oknum sebesar 2-3% dari nominal yang hendak digesekkan. 

Misalnya, Budi ingin mendapatkan uang tunai sejumlah sekitar Rp5.000.000,- ia memiliki kartu kredit dengan limit Rp5.000.000,- lalu Budi melakukan praktik gesek tunai kepada oknum jasa gesek tunai. Dalam transaksi tersebut, dituliskan bahwa seolah-olah Budi membeli sebuah dompet kulit seharga Rp5.000.000,- maka sesungguhnya yang didapatkan oleh Budi hanyalah 3% x Rp5.000.000,- = Rp4.850.000,-

Namun, biaya yang muncul di tagihan kartu kreditnya tetap sejumlah Rp5.000.000,- Jika saja hal ini sering dilakukan oleh Budi, dan ia melakukan keterlambatan pembayaran tagihan, maka ia akan tetap membayar bunga sebesar 2,25% lagi, sehingga ia akan mengalami total kerugian hingga 5 – 10% dari dana yang seharusnya bisa Anda dapatkan. Bukannya untung mendapatkan uang tunai dengan cara cepat, malah jadi merugikan, bukan?

Tidak Terlalu Memperhatikan Tagihan Bulanan Kartu Kredit 

Jika Anda memiliki kebiasaan menggunakan fasilitas auto debet untuk membayar tagihan bulanan kartu kredit, berarti Anda perlu memberikan perhatian esktra pada tagihan tersebut. Langkah pembayaran dengan auto debet memang tepat karena akan membuat Anda terhindar dari keterlambatan pembayaran, yang berdampak pada dikenakannya bunga serta denda keterlambatan. Hanya saja, kebiasaan ini sendiri bisa menimbulkan masalah kartu kredit jika pemiliknya tidak memperhatikan besarnya tagihan yang harus dibayarkan setiap bulannya. Meskipun menggunakan fasilitas auto debet, sebaiknya Anda juga memperhatikan besarnya pengeluaran yang sudah dilakukan dengan kartu kredit yang Anda miliki. Mengapa? Alasannya adalah agar Anda dapat tetap mengevaluasi seberapa besar pengeluaran, serta apakah pengeluaran yang dilakukan sudah cukup tepat sasaran atau hanya dilakukan karena godaan belanja semata. 

Terjebak dalam Minimum Payment

Masalah kartu kredit yang lainnya dan sering dijumpai adalah kebiasaan selalu membayar dengan minimum payment. Biasanya hal ini dilakukan oleh pemilik kartu kredit yang sudah tidak mampu lagi melakukan pembayaran secara penuh, akibat adanya masalah finansial. Untuk menghindari dirinya dari daftar nama nasabah bank yang di-blacklist BI, biasanya pemilik kartu memilih langkah ini sebagai jalan pintas. Secara umum, sebenarnya pembayaran kartu kredit dengan minimum payment berarti pemilik kartu hanya membayarkan (rata-rata) 10% dari total tunggakan + tagihan yang masih belum lunas di bulan sebelumnya (jika ada). 

Satu hal yang seringkali tidak diindahkan adalah sebenarnya pembayaran dengan metode minimum payment hanya membuat Anda menimbun utang tanpa melunasinya sama sekali. Mengapa begitu? Sebab, jika memang ingin terbebas dari utang kartu kredit dengan metode ini, Anda disarankan untuk tidak menggunakan kartu kredit sama sekali. Lalu, Anda hanya membayar sedikit demi sedikit bahkan sampai bertahun-tahun baru dapat terbebas dari masalah tersebut. Bayangkan jika di sela-sela waktu tersebut Anda diharuskan menggelontorkan sejumlah dana darurat untuk keperluan lain, tentunya terus-terusan membayar tagihan kartu kredit dengan minimum payment hanya menyusahkan saja. Dengan tidak digunakannya kartu kredit karena sibuk membayar dengan minimum payment, Anda juga bisa melewatkan berbagai kesempatan menarik untuk memanfaatkan promosi kartu kredit, yang mungkin saja sesuai dengan kebutuhan Anda. 

(Baca juga: Utang Kartu Kredit Tidak Dibayar. Ini 7 Cara Mengatasinya!)

Pembayaran Kartu Kredit Tertunggak Total 

Masalah yang terakhir adalah mereka yang bahkan sudah tidak mampu lagi melakukan pembayaran dengan metode minimum payment. Biasanya pemilik kartu yang seperti ini sudah mulai tertunggak pembayarannya, dan mulai tercatat dalam blacklist Bank Indonesia. Untuk mengatasi hal ini, sebenarnya ada jalan keluar yang bisa diambil, yakni dengan mengikuti program manajemen utang. Fungsinya adalah agar pemilik kartu bisa mendapatkan keringanan dari pihak bank. Biasanya ada 3 jenis program bank yang bisa diambil untuk mengurangi beban.

Potongan / Diskon dalam Satu Kali Bayar

Jenis program keringanan yang satu ini memungkinkan nasabah agar total utangnya berkurang menjadi lebih kecil. Sesuai dengan namanya, walaupun nasabah mendapatkan diskon dalam utangnya (umumnya 20-50%), mereka harus langsung membayar dalam satu kali bayar. Dalam beberapa kasus, program keringanan satu ini dapat memberikan pemilik kartu potongan diskon sampai 70%. 

Cicilan yang Diperpanjang dengan Bunga Rendah 

Berbeda dengan program diskon dalam satu kali bayar, program satu ini cocok bagi Anda yang secara finansial lebih minim. Singkatnya, nasabah yang memiliki tunggakan kartu kredit atau tunggakan KTA dapat memperpanjang tenor cicilannya agar menjadi lebih ringan, bunga yang didapat pun lebih rendah daripada bunga yang berlaku pada umumnya. Jika bunga normal yang berjalan saat ini berada di kisaran 2,25%, maka ada kemungkinan untuk mendapatkan bunga sebesar 0-2% saja.

Diskon Cicilan 

Lain lagi dengan program yang satu ini, jenis program ini merupakan gabungan dari dua jenis program di atas, yakni nasabah mendapatkan potongan lalu sisa pembayarannya dapat dilakukan dengan cicilan. Bank juga akan melihat kondisi yang dialami nasabah terlebih dahulu. Jika nasabah memiliki kondisi pendukung yang membuatnya semakin sulit untuk melunasi utang, maka kemungkinan besar mereka bisa mendapatkan program ini (dengan catatan bank yang bersangkutan memiliki program tersebut).

Untuk mendapatkan program keringanan seperti tiga pilihan di atas, Anda bisa meminta bantuan dari perusahaan yang menyediakan jasa program manajemen utang. Perusahaan yang menyediakan program manajemen utang seperti ini biasanya memiliki tim berpengalaman yang profesional dalam membantu Anda untuk menyusun strategi dalam melunasi utang. Belum lagi jika Anda memiliki beberapa utang di berbagai bank sekaligus, tentunya perusahaan yang menyediakan program manajemen utang dapat membantu Anda dalam menyusun strategi dan memutuskan jenis tunggakan mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu sesuai dengan kondisi finansial yang Anda miliki. Salah satu kelebihan menggunakan perusahaan yang menyediakan program manajemen utang untuk mengatasi masalah utang kartu kredit Anda adalah Anda dapat berfokus untuk mencari dana untuk melunasi utang. Salah satu perusahaan yang bisa Anda manfaatkan adalah amalan. 

(Baca juga: 4 Cara Melunasi Utang Kartu Kredit dengan Cepat Agar Terbebas Utang)

amalan international merupakan perusahaan manajemen utang berbasis teknologi pertama di Indonesia yang tercatat di OJK. amalan bekerja untuk peminjam dan bekerja sama mencari solusi terbaik dan terjangkau dengan pemberi pinjaman. Program manajemen utang amalan memanfaatkan teknologi dan data yang sah agar klien amalan bisa keluar dari jerat utang dengan lebih cepat, membayar bunga dan penalti yang lebih rendah. Selain program manajemen utang, amalan juga memiliki solusi refinancing yang mengganti utang lama yang memberatkan menjadi utang baru yang lebih ringan. Kantor amalan indonesia didirikan di Jakarta pada tahun 2015 dan telah berhasil membangun tim yang terdiri dari ahli restrukturisasi dan ahli IT dengan pengalaman puluhan tahun. Sejak Juli 2016, amalan indonesia menjadi perusahaan pertama di Asia yang mendapatkan akreditasi dari International Association of Professional Debt Arbitrators (IAPDA).

Jangan Bayar Minimum Payment untuk Tagihan Kartu Kredit

Saat sudah tidak mampu melunasi total tagihan kartu kredit yang telah dipakai, biasanya orang-orang akan memanfaatkan opsi membayar dengan pembayaran minimum payment kartu kredit agar tetap terhindar dari blacklist BI. Banyak yang menganggap bahwa opsi ini adalah solusi yang paling tepat agar tidak perlu repot-repot keluar dari blacklist BI. Namun, apa betul ini bisa menjadi langkah yang tepat?

Membayar dengan Minimum Payment = Menimbun Utang

Beberapa saat yang lalu kita pernah membahas tentang hal ini. Definisi minimum payment adalah pembayaran untuk tagihan kartu kredit dengan hanya (rata-rata) 10% dari total tunggakan + tagihan yang masih belum lunas di bulan sebelumnya (jika ada). Terkesan tidak terlalu memberatkan? Padahal tidak juga. Bisa dibilang membayar dengan minimum payment setiap bulan hanya akan membuat Anda menimbun utang saja. Anda tidak akan melunasi utang tersebut. Pembayaran minimum kartu kredit tidak akan membantu Anda untuk terbebas utang sama sekali, bunga yang dikenakan dalam total tagihan akan terus terakumulasi dan timbunan utang akan meninggi. 

Utang Lebih Lama Lunas

Dampak lanjutan akibat terus menerus menimbun utang yang paling jelas adalah utang yang Anda miliki semakin lama dilunasi. Meskipun kesannya Anda sudah mencicil sedikit demi sedikit, padahal kenyataannya butuh waktu yang terlalu lama untuk melunasi utang. Mengapa? Sebab ada bunga yang terus terakumulasi setiap bulan, jadi meskipun rasanya sudah mencicil banyak pada kenyataannya Anda hanya mengangsur sedikit. 

Jalan Keluar yang Paling Tepat

  • Tabungan 
    Salah satu langkah awal yang bisa Anda gunakan untuk melunasi utang kartu kredit adalah dengan merogoh tabungan. Meskipun rasanya sangat disayangkan untuk mengorek rekening tabungan, namun di saat darurat untuk melunasi tunggakan kartu kredit seperti ini, Anda bisa memanfaatkan opsi ini. Lebih baik langsung melunasi seluruh utang daripada harus terus menerus terjerat dengan akumulasi utang yang tidak lunas-lunas, bukan? 
  • Bantuan keluarga
    Opsi lain yang bisa Anda lakukan adalah meminta bantuan keluarga. Salah satu kelebihan meminta bantuan keluarga adalah Anda tidak akan dibebankan bunga kartu kredit seperti yang seharusnya. Tentu saja diperlukan tanggungjawab untuk mengembalikan uang tersebut. Meskipun keluarga akan dengan senang hati membantu,  utang yang Anda miliki bukanlah tanggungjawab mereka. Jadi, tunjukkanlah itikad baik dengan membayar angsuran secara teratur. 
  • Memanfaatkan Perusahaan yang Menyediakan Program Manajemen Utang
    Cara yang terakhir ini bisa membebaskan Anda dari utang dengan lebih cepat dan ringan. Anda bisa menggunakan perusahaan yang menyediakan program manajemen utang. Perusahaan seperti ini dapat memberikan program serta melakukan negosiasi atas utang Anda, sehingga Anda bisa mendapatkan keringanan dari pihak bank. Utang yang Anda miliki bisa disertai dengan potongan, tidak hanya terjamin bebas dari utang lebih cepat, Anda juga bisa melunasi dengan lebih ringan! Program keringanan dari bank yang bisa diusahakan oleh perusahaan seperti ini misalnya:
    • Diskon Satu Kali Bayar
      Anda tidak perlu menunggu dan berlama-lama lagi untuk melunasi utang dengan lebih cepat dan potongan lebih besar. Jika Anda berhasil mendapatkan program ini, potongan yang didapatkan bisa sampai 70% dari total kewajiban utang yang harus dibayarkan!
    • Cicilan Berbunga Rendah yang Tenornya Diperpanjang 
      Program ini cocok bagi Anda yang memiliki dana terbatas namun tetap membutuhkan keringanan. Anda dapat melunasi utang dengan bunga yang jauh lebih kecil dan disesuaikan dengan kondisi finansial serta hasil negosiasi dengan pihak bank.   

Oleh karena itu, stop membayar tagihan kartu kredit dengan minimum paymentAnda juga dapat mengecek simulasi pelunasan kartu kredit dengan minimum payment disini. Jika Anda menggunakan metode tersebut dengan alasan karena tidak mampu melunasi secara penuh, ada cara lain yang bisa Anda lakukan. Cara tersebut adalah dengan mengikuti program keringanan dari bank. Cara ini tentunya lebih baik daripada terus-menerus melakukan pembayaran dengan pembayaran minimum, yang tidak jauh berbeda dengan menunda penunggakan kartu. Anda dapat mengikuti program keringanan agar dapat mendapatkan potongan dalam membayar tagihan kartu kredit. 

amalan international merupakan perusahaan manajemen utang berbasis teknologi pertama di Indonesia yang tercatat di OJK. amalan bekerja untuk peminjam dan bekerja sama mencari solusi terbaik dan terjangkau dengan pemberi pinjaman. Program manajemen utang amalan memanfaatkan teknologi dan data yang sah agar klien amalan bisa keluar dari jerat utang dengan lebih cepat, membayar bunga dan penalti yang lebih rendah. Selain program manajemen utang, amalan juga memiliki solusi refinancing yang mengganti utang lama yang memberatkan menjadi utang baru yang lebih ringan. Kantor amalan indonesia didirikan di Jakarta pada tahun 2015 dan telah berhasil membangun tim yang terdiri dari ahli restrukturisasi dan ahli IT dengan pengalaman puluhan tahun. Sejak Juli 2016, amalan indonesia menjadi perusahaan pertama di Asia yang mendapatkan akreditasi dari International Association of Professional Debt Arbitrators (IAPDA).

Utang Kartu Kredit Tidak Dibayar. Ini 7 Cara Mengatasinya!

Masih dalam suasana tahun baru di 2018, tentunya masih besar semangat untuk menyambut suasana baru, bukan. Begitupun dalam segi finansial, tentu saja muncul keinginan untuk memulai awal baru dan menyelesaikan seluruh masalah yang ditemui di 2017, salah satu yang mungkin masih terbawa di tahun baru adalah utang kartu kredit tidak dibayar, yang terus menjadi masalah yang menggentayangi Anda. Tidak perlu khawatir, Anda dapat mengatasinya dengan cara-cara berikut:

1. Buat Gol yang Ingin Dicapai

Langkah pertama dalam mengatasi utang kartu kredit tidak dibayar adalah dengan membuat gol yang ingin dicapai. Buatlah gol yang spesifik, beserta dengan periode waktu yang ditargetkan, sehingga Anda bisa lebih memiliki target yang jelas. Dengan memiliki target waktu yang jelas, Anda juga bisa lebih mendisiplinkan diri, agar bisa cepat terbebas dari utang kartu kredit yang masih berjalan. Salah satu contoh gol yang bisa dibuat adalah dengan menggunakan metode SMART (Specific, Measurable, Attainable, Relevant, dan Time-Bound), misalnya ingin terbebas dari masalah utang kartu kredit sebesar Rp10.000.000,- pada akhir 2018. Dari gol ini, Anda bisa mulai mengira-ngira berapa besar uang yang harus disisihkan setiap bulannya, serta berapa besar uang yang harus dihasilkan supaya masih bisa membayar utang dan membayar pengeluaran bulanan.

2. Buat Prioritas Utang

Jika Anda memiliki beberapa utang sekaligus, pastikan untuk menghitung secara teliti. Tidak lupa, perhatikan juga berapa besar bunga, serta biaya-biaya lain yang harus diperhatikan seperti denda keterlambatan atau biaya administrasi yang juga wajib dibayarkan. Tidak lupa, tulis juga berbagai cicilan di luar kartu kredit dan KTA yang masih membebani Anda dan wajib dilunasi juga, misalnya Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Hal ini berfungsi untuk membantu Anda dalam mengatur keuangan. 

3. Atur Ulang Anggaran Bulanan

Sebelum mulai mengatur ulang anggaran bulanan, Anda bisa mulai dengan meninjau pengeluaran yang dilakukan selama dua minggu terlebih dahulu. Dari sini, Anda bisa tahu ke mana pengeluaran terbesar yang biasanya Anda lakukan. Bisa saja pengeluaran paling besar dilakukan saat membeli secangkir kopi di kafe, atau sebungkus rokok dengan harga yang sebenarnya melampaui pendapatan yang mampu Anda dapatkan. 

Setelah mengetahui pengeluaran yang Anda lakukan, Anda bisa mulai membuat kategori-kategori spesifik, misalnya:

  • Keperluan makan sehari-hari
  • Transportasi
  • Keperluan rumah, termasuk di antaranya tagihan listrik dan air
  • Hiburan

Setelah membuat kategori-kategori tersebut, lihat lagi kira-kira jenis kategori mana yang bisa dipangkas lebih banyak lagi. Selisih yang berlebih ini bisa langsung dialokasikan untuk mengatasi masalah utang kartu kredit tidak dibayar.

4. Mulai Menyusun Strategi dalam Melunasi Utang

Anda bisa mulai membayar nominal utang kartu kredit yang lebih kecil. Keuntungan membayar utang yang nominalnya lebih rendah terlebih dahulu adalah dapat memotivasi Anda untuk melunasi sisa utang lain yang masih belum terselesaikan. Gunakan uang yang sudah Anda sisihkan untuk membayar utang kartu kredit dengan nominal yang paling rendah, tidak peduli apakah bunganya paling besar atau paling kecil, pokoknya lunasi dulu utang kartu kredit tersebut. Di akhir bulan, akumulasikan juga dengan sisa uang yang didapat dari bulan lalu, agar lebih cepat melunasi sisa utang di bulan berikutnya. Setelah satu jenis utang kartu kredit selesai dibayarkan, Anda bisa mulai membayar utang kartu kredit selanjutnya.

Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan mulai membayar utang kartu kredit dengan suku bunga yang paling tinggi terlebih dahulu. Banyak juga orang yang memperdebatkan, apakah lebih baik membayar dari jenis utang yang nominalnya paling kecil atau dari jenis utang dengan bunga paling besar. Pada dasarnya, strategi manapun yang akan diambil sebetulnya sama baiknya, asalkan Anda bisa cukup konsisten melunasi utang sampai lunas. 

5. Memanfaatkan Tabungan

Anda juga bisa memanfaatkan tabungan untuk mulai membantu pelunasan sisa utang kartu kredit yang belum dibayar. Lebih baik lagi jika Anda menggunakan dana darurat saja. Untuk menentukan berapa besar dana darurat yang bisa dipakai, biasanya Anda bisa menggunakan 3, 6, atau 12 kali dari jumlah gaji bulanan Anda. Biasanya bagi yang masih single, cukup 3 kali jumlah gaji. Untuk yang sudah berkeluarga, ada baiknya menyiapkan minimal 6 atau 12 kali dari jumlah gaji Anda. Dengan menggunakan dana darurat dari uang tabungan, Anda bisa terbantu untuk mulai terbebas dari utang.

(Baca juga: 5 Cara Melunasi Utang Kartu Kredit yang Menumpuk)

6. Melakukan Refinancing

Secara sederhana, refinancing diartikan sebagai langkah menggunakan pinjaman baru untuk melunasi utang yang lama, hanya saja pinjaman yang baru ini memiliki ketentuan yang lebih meringankan dibanding utang yang lama, misalnya bunga yang lebih rendah. Berarti sama saja seperti gali lubang tutup lubang, dong?

Jika diartikan secara kasar, jawabannya adalah ya. Namun sebenarnya program refinancing bisa menjadi langkah yang tepat dan bijak apabila Anda mampu memilih program yang benar-benar baik dan tidak semakin memberatkan. Anda harus tahu persis berapa besar suku bunga yang diberikan melalui pinjaman baru, jika sama saja atau bahkan lebih besar, tentu saja hal ini tidak akan membantu Anda untuk terbebas dari utang. 

Biasanya dalam mengajukan program refinancing, akan diperlukan collateral (dapat berupa properti / kendaraan). Nantinya aset rumah / mobil yang Anda ajukan tersebut akan ditaksir, dari sinilah Anda bisa mendapatkan pinjaman baru. Jadi, uang tunai yang Anda dapatkan ini bisa langsung dimanfaatkan untuk membayar sisa tunggakan lama. Sementara itu, Anda juga harus mengangsur pinjaman yang didapatkan sampai lunas. 

Bagaimana cara untuk mengikuti program refinancing seperti ini? Anda dapat menghubungi konsultan yang membantu manajemen utang Anda, untuk mendapatkan rekomendasi lembaga finansial yang bisa dipercaya dalam memberikan pinjaman. Memilih lembaga finansial yang baik merupakan hal yang wajib Anda perhatikan, agar tidak sampai salah memilih program dengan bunga yang rendah, dan pinjaman yang dapat langsung digunakan untuk membayar utang.  

7. Ikut Program Manajemen Utang untuk Terbebas dari Utang

Program-program seperti ini biasanya bisa Anda dapatkan dari perusahaan penyedia manajemen utang. Perusahaan seperti ini biasanya memiliki konsultan-konsultan berpengalaman yang dapat membantu Anda dalam mendapatkan keringanan terbaik dari pihak bank. Belum lagi, jika Anda memiliki beberapa utang tertunggak sekaligus, pihak konsultan dapat membantu Anda dalam menyusun strategi untuk memutuskan jenis utang mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu, sesuai dengan kondisi finansial yang Anda miliki saat ini.  

Berikut adalah beberapa jenis program keringanan yang bisa Anda manfaatkan untuk mulai terbebas utang di akhir tahun: 

Potongan / Diskon dalam Satu Kali Bayar

Jenis program keringanan yang satu ini memungkinkan nasabah agar total utangnya berkurang menjadi lebih kecil. Sesuai dengan namanya, walaupun nasabah mendapatkan diskon dalam utangnya (umumnya 20-50%), mereka harus langsung membayar dalam satu kali bayar. Dalam beberapa kasus, program keringanan satu ini dapat memberikan pemilik kartu potongan diskon sampai 70%.

Cicilan yang Diperpanjang dengan Bunga Rendah

Berbeda dengan program diskon dalam satu kali bayar, program satu ini cocok bagi Anda yang secara finansial lebih minim. Singkatnya, nasabah yang memiliki tunggakan kartu kredit atau tunggakan KTA dapat memperpanjang tenor cicilannya agar menjadi lebih ringan, bunga yang didapat pun lebih rendah daripada bunga yang berlaku pada umumnya. Jika bunga normal yang berjalan saat ini berada di kisaran 2,25%, maka ada kemungkinan untuk mendapatkan bunga sebesar 0-2% saja.

Diskon Cicilan

Lain lagi dengan program yang satu ini, jenis program ini merupakan gabungan dari dua jenis program di atas, yakni nasabah mendapatkan potongan lalu sisa pembayarannya dapat dilakukan dengan cicilan. Bank juga akan melihat kondisi yang dialami nasabah terlebih dahulu. Jika nasabah memiliki kondisi pendukung yang membuatnya semakin sulit untuk melunasi utang, maka kemungkinan besar mereka bisa mendapatkan program ini (dengan catatan bank yang bersangkutan memiliki program tersebut).

Jika Anda ingin mencoba memanfaatkan perusahaan manajemen utang agar bisa mendapatkan program manajemen utang, maka Anda bisa mencoba layanan yang diberikan oleh amalan. 

(Baca juga: 4 Cara Melunasi Utang Kartu Kredit dengan Cepat Agar Terbebas Utang)

amalan international merupakan perusahaan manajemen utang berbasis teknologi pertama di Indonesia yang tercatat di OJK. amalan bekerja untuk peminjam dan bekerja sama mencari solusi terbaik dan terjangkau dengan pemberi pinjaman. Program manajemen utang amalan memanfaatkan teknologi dan data yang sah agar klien amalan bisa keluar dari jerat utang dengan lebih cepat, membayar bunga dan penalti yang lebih rendah. Selain program manajemen utang, amalan juga memiliki solusi refinancing yang mengganti utang lama yang memberatkan menjadi utang baru yang lebih ringan. Kantor amalan indonesia didirikan di Jakarta pada tahun 2015 dan telah berhasil membangun tim yang terdiri dari ahli restrukturisasi dan ahli IT dengan pengalaman puluhan tahun. Sejak Juli 2016, amalan indonesia menjadi perusahaan pertama di Asia yang mendapatkan akreditasi dari International Association of Professional Debt Arbitrators (IAPDA).