Cara Membersihkan BI Checking: Ikut Program Manajemen Utang

Mengalami utang yang menumpuk tentunya akan berdampak pada nama Anda dalam Sistem Informasi Debitur (SID) Bank Indonesia. Saat melakukan pemeriksaan data di Bank Indonesia, atau biasa disebut BI Checking biasanya Anda dapat melihat langsung apakah nama Anda benar-benar bersih, atau pernah memiliki jejak rekam buruk akibat penunggakan. Untuk itu, Anda perlu mencari tahu cara membersihkan BI Checking dan mengambil langkah strategis agar dapat membersihkan nama tersebut dari blacklist BI. 

Cara Membersihkan BI checking

Cara membersihkan BI checking sebenarnya tidak lain adalah dengan melunasi utang yang masih tertunggak di pihak bank, baik berupa kartu kredit atau KTA. Biasanya setelah Anda berhasil melunasi seluruh sisa tunggakan (termasuk di dalamnya biaya-biaya seperti denda keterlambatan, administrasi, bunga, dsb), pihak bank akan melakukan update data ke pihak Bank Indonesia. Nantinya, nama Anda akan kembali bersih, dan Anda dapat kembali mengajukan pinjaman seperti dahulu kala, karena nama tersebut sudah tercatat bertanggungjawab dalam melunasi tunggakan.

Per Januari 2018, seluruh proses BI Checking untuk mendapatkan IDI Historis tidak lagi dapat diakses melalui Bank Indonesia. Anda bisa mendapatkannya melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

Sayangnya, saat ingin melunasi tunggakan, banyak masalah yang biasanya menghalangi. Hal inilah yang biasanya juga menjadi penyebab seseorang terlilit utang dan tidak mampu membersihkan namanya di BI Checking. Berikut adalah beberapa penyebab yang mengakibatkan seseorang tidak mampu membayar utang dan membuat dirinya masuk dalam daftar nama nasabah bank yang di-blacklist BI. 

Kehilangan Tulang Punggung Keluarga 

Penyebab yang umumnya ditemui adalah karena sumber penghasil utama di keluarga meninggal dunia. Kejadian seperti ini tentunya sangat mempengaruhi kondisi finansial. Bisa saja tulang punggung keluarga tersebut masih memiliki cicilan yang sebenarnya masih dapat dilunasi, hanya saja ketika anggota keluarga tersebut meninggal dunia, tidak ada lagi anggota yang mampu melunasi cicilan sampai selesai.

Tersendatnya arus pemasukkan dalam keuangan keluarga tidak jarang menjadi penyebab utama mengapa seseorang terlilit utang. Belum lagi, seringkali utang juga bisa diwariskan ke keluarga dan tetap harus dilunasi. Hal ini sendiri memiliki pengecualian apabila debitur (pemilik utang) sudah sempat mengasuransikan kartu kredit atau pinjaman yang dimilikinya. 

Kehilangan Pekerjaan 

Adanya program pemotongan jumlah karyawan seringkali membawa efek domino. Betapa tidak, jika seseorang kehilangan pekerjaannya, maka tentu saja banyak kebutuhan yang tidak dapat terpenuhi. Belum lagi, ada utang yang tetap harus diselesaikan.

Hal inilah yang seringkali menyebabkan keterbatasan pemasukan dialokasikan terlebih dahulu untuk keperluan lain, dan utang dibiarkan tertunggak. Padahal seharusnya utang harus menjadi prioritas agar nama tetap dapat tercatat bersih di IDI Historis. 

Tertimpa Musibah

Musibah berupa bencana alam, penyakit, atau kecelakaan tentunya dapat menyebabkan seseorang tertimpa utang. Besarnya biaya yang harus dikeluarkan lagi-lagi menjadi penyebab mengapa seseorang tidak mampu melunasi utang yang sudah berjalan, atau bahkan mulai mengajukan pinjaman tanpa tahu mampu melunasi utangnya atau tidak.  

Bisnis yang Gagal

Umumnya untuk memulai sebuah bisnis diperlukan modal yang cukup besar, sehingga tidak jarang orang menggunakan KTA untuk memulai bisnisnya. Walaupun hal ini merupakan keputusan yang kurang tepat, masih banyak orang yang menggunakan KTA untuk memulai bisnis, bukan untuk mengembangkan bisnis.

Saat bisnis berjalan kurang lancar, seringkali wirausahawan akan perlahan-lahan dikubur dalam timbunan utang yang seringkali memiliki nominal besar dan sulit dibayar. (Baca juga: Ingin Menggunakan Pinjaman Bank untuk Mengembangkan Bisnis Anda? Baca Ini Dulu!)

Memanfaatkan Program Keringanan sebagai Cara Membersihkan BI Checking

Cara membersihkan BI Checking yang bisa Anda lakukan misalnya dengan memanfaatkan program keringanan. Program keringanan ini biasanya disebut sebagai restrukturisasi kredit. Menurut Peraturan Bank Indonesia, restrukturisasi kredit adalah upaya perbaikan yang dilakukan Bank dalam kegiatan perkreditan terhadap debitur yang mengalami kesulitan untuk memenuhi kewajibannya. Hasil dari restrukturisasi kredit ini biasanya dapat meringankan nasabah sehingga mereka bisa lebih mampu membayar.

Ada beberapa jenis program keringanan yang bisa didapatkan misalnya: mendapatkan potongan atas kredit yang dimiliki, potongan dengan cicilan yang diperpanjang, atau gabungan keduanya. 

Potongan / Diskon dalam Satu Kali Bayar

Jenis program keringanan yang satu ini memungkinkan nasabah agar total utangnya berkurang menjadi lebih kecil. Sesuai dengan namanya, walaupun nasabah mendapatkan diskon dalam utangnya, mereka harus langsung membayar dalam satu kali bayar. 

Cicilan yang Diperpanjang dengan Bunga Rendah 

Berbeda dengan program diskon dalam satu kali bayar, program satu ini cocok bagi mereka yang secara finansial lebih minim. Singkatnya, nasabah yang memiliki tunggakan kartu kredit atau tunggakan KTA dapat memperpanjang tenor cicilannya agar menjadi lebih ringan, bunga yang didapat pun lebih rendah daripada bunga yang berlaku pada umumnya. 

Diskon Cicilan 

Lain lagi dengan program yang satu ini, jenis program ini merupakan gabungan dari dua jenis program di atas, yakni nasabah mendapatkan potongan lalu sisa pembayarannya dapat dilakukan dengan cicilan. Bank juga akan melihat kondisi yang dialami nasabah terlebih dahulu. Jika nasabah memiliki kondisi pendukung yang membuatnya semakin sulit untuk melunasi utang, maka kemungkinan besar mereka bisa mendapatkan program ini (dengan catatan bank yang bersangkutan memiliki program tersebut).

Untuk mendapatkan program keringanan di atas, Anda bisa meminta bantuan dari perusahaan yang menyediakan jasa program manajemen utang. Perusahaan seperti ini biasanya memiliki tim berpengalaman yang profesional dalam membantu Anda untuk menyusun strategi dalam melunasi utang.

Belum lagi jika Anda memiliki beberapa utang di berbagai bank sekaligus, tentunya perusahaan yang menyediakan program manajemen utang dapat membantu Anda dalam menyusun strategi dan memutuskan jenis tunggakan mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu sesuai dengan kondisi finansial yang Anda miliki. Salah satu perusahaan yang bisa Anda manfaatkan adalah amalan. 

Apa Itu SID Bank Indonesia? Temukan Jawabannya di Sini

Saat akan mengajukan pinjaman ke pihak bank, biasanya bank akan mengecek riwayat pembayaran cicilan Anda / debitur di masa lalu melalui Bank Indonesia. Hal ini bertujuan agar bank / kreditur dapat melihat apakah Anda cukup layak untuk diberikan pinjaman. Seluruh data ini biasanya tersedia dalam SID Bank Indonesia. Apa itu SID Bank Indonesia?

Catatan: Per Januari 2018, seluruh proses BI Checking untuk mendapatkan IDI Historis tidak lagi dapat diakses melalui Bank Indonesia. Anda bisa mendapatkannya melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK)

Apa itu SID Bank Indonesia?

SID (Sistem Informasi Debitur) adalah sistem yang mempertukarkan informasi debitur dan fasilitas kredit dari Bank dan Lembaga Pembiayaan. Jadi, SID benar-benar merekam seluruh data dan riwayat pembayaran cicilan / pembiayaan lain yang pernah Anda ambil, baik yang baru maupun di masa-masa lampau.

Sistem Informasi Debitur dapat mencatat apakah Anda pernah melakukan penunggakan di masa lalu, atau selalu melakukan pembayaran dengan lancar. Kalaupun Anda pernah melakukan penunggakan dan sudah sempat melunasinya, SID akan mencatat juga hal tersebut, sehingga Anda dapat tetap mengajukan pinjaman lagi di masa mendatang.

SID dikelola oleh Biro Informasi Kredit (BIK) yang merupakan bagian dari Bank Indonesia. Biro Informasi Kredit akan membantu untuk menghimpun seluruh data penyediaan dana/pembiayaan, yang tersimpan dalam SID. Biasanya lembaga keuangan seperti bank yang berencana memberikan pinjaman kepada Anda akan melakukan pengecekan data Anda (BI Checking). Di proses ini, Biro Informasi Kredit-lah yang akhirnya mendistribusikan data yang tercatat di SID berupa IDI Historis.

IDI Historis 

Seperti yang telah dijelaskan di atas, IDI (Informasi Debitur Individual) adalah produk dari hasil pengecekan data di SID. Di dalam IDI Historis, pihak bank yang akan memberikan pinjaman dapat melihat kredibilitas (kelayakan) Anda dalam menerima pinjaman, sehingga mereka dapat menerapkan manajemen risiko untuk menghindari kegagalan membayar pinjaman dan mencegah penipuan. 

IDI Historis sendiri biasanya memang hanya menampilkan status kelancaran pembayaran selama 24 bulan (2 tahun) terakhir saja. Sayangnya, banyak yang salah mengartikan hal tersebut, dan menganggap bahwa status blacklist BI hanya akan bertahan selama 2 tahun (24 bulan) saja, dan nama debitur (nasabah) akan bersih dengan sendirinya.

Nantinya, di dalam hasil IDI Historis akan terdapat beberapa skor yang mengintepretasikan kelayakan Anda berupa 5 jenis kolektabilitas:

  • Kolektabilitas 1 berarti kredit lancar
  • Kolektabilitas 2 berarti kredit dalam perhatian khusus/DPK
  • Kolektabilitas 3 berarti kredit tidak lancar
  • Kolektabilitas 4 berarti kredit diragukan
  • Kolektabilitas 5 berarti kredit macet

Jika skor Anda rendah (misalnya 3-5), biasanya Anda akan lebih sulit untuk mengajukan pinjaman. 

“Lalu, bagaimana jika saya mendapat kolektabilitas 5 / kredit macet pada IDI Historis saya?”

Anda tetap dapat memperbaiki riwayat tersebut dengan melunasi seluruh sisa tunggakan yang masih berjalan. Jika memang merasa kesulitan dalam melunasi tunggakan yang berjalan, Anda bisa melunasi utang dengan program keringanan bank:

Potongan / Diskon dalam Satu Kali Bayar

Jenis program keringanan yang satu ini memungkinkan nasabah agar total utangnya berkurang menjadi lebih kecil. Sesuai dengan namanya, walaupun nasabah mendapatkan diskon dalam utangnya, mereka harus langsung membayar dalam satu kali bayar. 

Cicilan yang Diperpanjang dengan Bunga Rendah 

Berbeda dengan program diskon dalam satu kali bayar, program satu ini cocok bagi mereka yang secara finansial lebih minim. Singkatnya, nasabah yang memiliki tunggakan kartu kredit atau tunggakan KTA dapat memperpanjang tenor cicilannya agar menjadi lebih ringan, bunga yang didapat pun lebih rendah daripada bunga yang berlaku pada umumnya. 

Diskon Cicilan 

Lain lagi dengan program yang satu ini, jenis program ini merupakan gabungan dari dua jenis program di atas, yakni nasabah mendapatkan potongan lalu sisa pembayarannya dapat dilakukan dengan cicilan. Bank juga akan melihat kondisi yang dialami nasabah terlebih dahulu. Jika nasabah memiliki kondisi pendukung yang membuatnya semakin sulit untuk melunasi utang, maka kemungkinan besar mereka bisa mendapatkan program ini (dengan catatan bank yang bersangkutan memiliki program tesebut).

Setelah berhasil melunasi seluruh tunggakan dengan salah satu jenis program keringanan tersebut, nantinya data Anda akan di-update oleh pihak Bank Indonesia, dengan label “lunas dengan program keringanan”, yang berfungsi untuk memberikan informasi ke bank lain tentang cara pelunasan yang Anda lakukan. 

Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk mendapatkan program keringanan tersebut adalah dengan meminta bantuan dari perusahaan yang menyediakan program manajemen utang. Perusahaan jenis ini biasanya memiliki tim berpengalaman dan profesional yang sudah terbiasa untuk melakukan negosiasi dengan pihak bank, sehingga utang yang Anda dapatkan bisa mendapatkan potongan.

Perusahaan yang menawarkan program manajemen utang juga dapat membantu Anda untuk menyusun strategi dalam menyelesaikan masalah utang yang sedang Anda hadapi, apalagi jika utang tersebut ada beberapa jenis dan tersebar di beberapa bank sekaligus. Pihak perusahaan dengan jasa prorgram manajemen utang dapat membantu Anda dalam memutuskan jenis tunggakan mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu sesuai dengan kondisi finansial yang Anda miliki. Salah satu perusahaan yang bisa Anda manfaatkan adalah amalan. 

OJK Perkenalkan SLIK: Cara Melihat BI Checking Terbaru

Setiap kali ingin mengajukan pinjaman ke bank, baik berupa kartu kredit, KTA (kredit tanpa agunan), KKB (kredit kendaraan bermotor), KPR (kredit pemilikan rumah), maupun pinjaman lainnya, biasanya pihak bank pasti akan menilai kredibilitas Anda terlebih dahulu. Tujuannya? Tentu saja untuk menentukan apakah Anda dapat dipercaya untuk kembali membayar angsuran ke depannya, tanpa adanya penunggakan.

Biasanya penentuan ini juga tidak dilakukan secara asal-asalan. Pihak bank akan menggunakan Sistem Informasi Debitur (SID) untuk melakukan pemeriksaan data informasi calon debitur (BI Checking). Bagi yang belum tahu, SID adalah sistem yang mempertukarkan informasi debitur dan fasilitas kredit dari Bank dan Lembaga Pembiayaan.

Jadi, SID benar-benar merekam seluruh data dan riwayat pembayaran cicilan / pembiayaan lain yang pernah Anda ambil, baik yang baru maupun di masa-masa lampau, serta mencatat apakah Anda pernah melakukan penunggakan di masa lalu, atau selalu melakukan pembayaran dengan lancar.

Data hasil pengecekan ini disebut dengan IDI Historis, dan untuk mendapatkan akses tersebut pihak bank bisa memintanya ke Bank Indonesia. Namun, beberapa waktu yang lalu ada perubahan sistem.

Per Januari 2018, seluruh proses BI Checking untuk mendapatkan IDI Historis tidak lagi dapat diakses melalui Bank Indonesia. Anda bisa mendapatkannya melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK).

Masih Bingung? Mari Mengenal BI Checking Kembali

Jika Anda lebih sering menggunakan istilah “BI Checking”, sebenarnya istilah ini memiliki definisi berupa pengecekan data Anda ke pihak Bank Indonesia, tujuannya untuk mengetahui apakah nama Anda masih dianggap bersih dan tidak memiliki tunggakan sama sekali. Jika nama bersih, berarti Anda masih bisa dengan leluasa mengajukan pinjaman ke bank maupun lembaga pembiayaan lainnya (leasing, multifinance, dsb). 

Proses “BI Checking” sendiri biasanya dillakukan dengan melakukan pengecekan data ke Sistem Informasi Debitur di Bank Indonesia. Nantinya, hasil pengecekan dari sistem tersebut bisa Anda dapatkan berupa IDI Historis, yang akan menampilkan skor kredibiltas kredit Anda. 

Kini Melakukan BI Checking Tidak Lagi melalui SID di Bank Indonesia, Melainkan melalui SLIK di OJK

Mengapa begitu? Sebab saat ini Pemerintah sudah melakukan perubahan. Cara melihat BI checking saat ini bisa dilakukan di OJK melalui SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan). Apa itu SLIK OJK?

SLIK adalah sebuah sistem yang dibentuk untuk menjadi wadah informasi pembiayaan dan perkreditan antarlembaga di bidang keuangan. Kini, SLIK akan merekam seluruh data yang bermanfaat bagi lembaga keuangan seperti bank atau Lembaga Pengelolaan Informasi Perkreditan, dengan informasi debitur yang dihasilkan oleh SLIK, lembaga seperti ini bisa memutuskan apakah calon debitur layak diberikan pinjaman atau tidak. 

Anda sendiri pun juga bisa mendapatkan keuntungan dari SLIK, karena dengan sistem ini Anda bisa mendapatkan informasi yang akurat mengenai data kredit perbankan, baik di masa lalu maupun di masa sekarang. Informasi yang tersedia di SLIK bisa berupa data pokok debitur, plafon kredit, baki debet, kualitas kredit, beban bunga, cicilan pembayaran serta denda atau penalti pinjaman.

SLIK juga bisa memberikan informasi mengenai status agunan serta rincian penjamin kredit. Singkatnya, Anda pun juga bisa mendapatkan data pinjaman yang masih berjalan, pinjaman yang tertunggak, agunan yang masih dijaminkan, dsb. 

Setelah mengetahui apa itu SLIK OJK, Anda juga harus tahu apa manfaatnya untuk masyarakat secara umum. 

Cara Mengajukan Informasi Debitur di SLIK OJK

Untuk Perorangan

Bagi masyarakat perorangan cukup dengan menyerahkan fotokopi identitas diri asli yaitu Kartu Tanda Penduduk/KTP 

Untuk Badan Usaha

Jika Ingin Diwakilan untuk Membantu Proses Pengajuan Informasi Debitur 
Jika Anda ingin mengajukan informasi debitur melalui SLIK di OJK sebagai perwakilan, maka ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi:

Ke Mana Mengajukan Informasi Debitur melalui SLIK OJK?

Cara melihat BI Checking adalah dengan membawa berkas-berkas yang menjadi persyaratan di atas ke kantor OJK atau cabang di daerah. Di kantor-kantor OJK saat ini yang sudah menyiapkan ruangan atau desk khusus untuk melayani permintaan informasi debitur perbankan dan layanan jasa keuangan lainnya.

Untuk Anda yang berada di Jabodetabek, Anda bisa langsung mendatangi alamat berikut: Menara Radius Prawiro Lantai 2 – Komplek Perkantoran Bank Indonesia Jl. M.H. Thamrin No. 2 Jakarta Pusat 10350.

Untuk daerah luar Jabodetabek, Anda bisa mengunjungi Gerai Pelaku Kantor Regional / Kantor OJK setempat. SLIK OJK sendiri sudah berjalan di 37 kota di Indonesia. Jika masih bingung di mana alamat kantor terdekat, Anda bisa menelepon ke call center OJK: 157.

Catatan tambahan:

Saat mengunjungi kantor OJK setempat maupun gerai pelaku kantor regional, ingatlah untuk membawa identitas lain, selain KTP. Anda bisa membawa identitas lain seperti SIM, karena untuk memasuki gedung perkantoran OJK biasanya pengunjung harus menitipkan identitas diri sebagai jaminan.

Hasil Informasi Debitur melalui SLIK OJK

Setelah mencoba mengajukan informasi debitur melalui SLIK OJK, tentunya Anda akan mendapatkan hasil berupa informasi debitur. Di informasi ini, Anda bisa melihat seberapa bagus skor Anda (terbagi dalam beberapa golongan kolektabilitas).

Rasio Utang Terhadap Pendapatan yang Ideal

Jika Anda ingin mengelola keuangan dengan baik, Anda sebaiknya melakukan pemeriksaan setidaknya sebulan sekali. Anda sebaiknya meneliti transaksi keluar-masuk di rekening bank dan memastikan semua tagihan Anda dibayar. Anda sebaiknya juga mengecek skor kredit secara berkala. Tetapi itu semua belum lengkap jika Anda belum meninjau rasio utang terhadap pendapatan (Debt to Income – disingkat DTI) dan juga faktor-faktor lainnya.

Lalu, berapa rasio DTI yang baik? Sederhananya, semakin rendah semakin baik. Rasio DTI yang tinggi membuat Anda lebih sulit mendapatkan pinjaman dan dapat menjadi tanda peringatan bahwa skor dan kesehatan kredit Anda sedang menurun.

Dengan memantau rasio DTI secara berkala, Anda dapat mengetahui lebih dini kapan Anda harus mengurangi pengeluaran atau mengelola utang Anda dengan lebih baik. Itu sebabnya Anda perlu memahami cara menghitung rasio DTI, dan cara menguranginya jika terlalu tinggi.

Apa Itu Rasio Utang Terhadap Pendapatan (DTI)?

Rasio DTI adalah persentase dari pendapatan bulanan Anda yang digunakan untuk membayar utang dan jumlah pendapatan yang tersisa di akhir bulan setelah tagihan dibayar. Kreditur menghitung rasio DTI Anda untuk memahami seberapa besar utang Anda saat ini mempengaruhi keuangan Anda. Dengan melakukan penghitungan ini, kreditur dapat mengetahui berapa banyak utang tambahan yang layak Anda dapatkan.

Jika kreditur berpikir rasio DTI Anda tinggi, mereka akan menilai Anda cukup berisiko untuk diberikan pinjaman baru. Sebaliknya, jika rasio DTI Anda rendah, Anda bisa mendapatkan pinjaman baru atau hipotek dengan lebih mudah. Sebabnya, kreditur menilai Anda masih mampu untuk mengembalikan pinjaman.

Maka sebaiknya Anda berupaya untuk menurunkan rasio DTI agar Anda dapat fokus menabung untuk masa depan. Semakin rendah ketergantungan Anda pada utang, maka semakin tinggi peluang Anda untuk membangun kekayaan dan siap menghadapi segala kondisi dengan menabung dana darurat.

Apa bedanya rasio utang terhadap pendapatan dan skor kredit?

Memang benar bahwa rasio utang terhadap pendapatan (DTI) yang rendah dapat membantu Anda mendapatkan pinjaman dan bunga yang rendah. Tetapi selain itu, skor kredit juga berpengaruh besar pada pengambilan keputusan kreditur. Rasio DTI membantu kreditur memutuskan berapa banyak yang akan dipinjamkan kepada Anda, sedangkan skor kredit mempengaruhi persyaratan pinjaman, seperti tenor dan tingkat persentase tahunan (APR) yang akan dikenakan pada Anda.

Skor kredit sangat penting ketika Anda ingin mengambil kredit baru atau hipotek. Riwayat pembayaran serta pemakaian dan riwayat kredit berkontribusi pada skor kredit Anda. Semua ini membantu kreditur menganalisa kemungkinan Anda untuk membayar kembali pinjaman (disebut sebagai kelayakan kredit). Jika skor kredit Anda rendah, Anda mungkin kesulitan mendapatkan suku bunga pinjaman yang rendah.

Bagaimana cara menghitung rasio utang terhadap pendapatan?

Sangat mudah untuk menghitung rasio utang terhadap pendapatan (DTI) Anda. Anda hanya perlu menjumlahkan semua nominal tagihan utang bulanan Anda, termasuk kartu kredit, pinjaman pribadi, hipotek, dan utang-utang lainnya. Kemudian, bagi jumlah tersebut dengan pendapatan bruto bulanan Anda (sebelum pajak). Terakhir, kalikan angkanya dengan 100 untuk mendapatkan persentase utang terhadap pendapatan (DTI).

Secara matematis, inilah cara menghitung rasio utang terhadap pendapatan (DTI):

([Total Utang] / [Pendapatan Bruto]) x 100 = [Rasio utang terhadap pendapatan]

Misalnya, jika total tagihan utang bulanan Anda Rp 2,5 juta, dan pendapatan bruto bulanan Anda Rp 6 juta, maka rasio DTI Anda adalah 41,67 persen.

Berapa rasio DTI yang baik?

Setiap kreditur mungkin memiliki kriteria yang berbeda-beda, dan faktor lain juga dapat mempengaruhi keputusan pemberian pinjaman. Tetapi umumnya, rasio DTI yang baik menambah kelayakan kredit Anda.

  • Di bawah 36%: Hampir semua kreditur akan mempertimbangkan Anda untuk hipotek atau pinjaman baru karena rasio 36% ke bawah berarti Anda masih mampu membayar tagihan.
  • Antara 37% hingga 49%: Beberapa kreditur mungkin menilai Anda cukup berisiko meskipun masih ada kemungkinan mereka akan tetap memberi pinjaman pada Anda.
  • Di atas 50%: Kemungkinan besar Anda akan mengalami kesulitan untuk disetujui karena kreditur menganggap berisiko tinggi tidak mampu membayar utang tambahan apapun.

Jika Anda berencana mengajukan hipotek atau pinjaman baru lainnya, ada baiknya Anda menjaga rasio DTI tetap rendah. Rasio DTI yang rendah juga dapat meningkatkan keuangan Anda karena memberi lebih banyak kesempatan untuk menghemat uang.

Apa implikasi rasio DTI terhadap kesejahteraan finansial Anda?

Rasio utang terhadap pendapatan (DTI) tidak hanya berguna saat Anda membutuhkan pinjaman, tetapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan. Rasio DTI membantu Anda mempertimbangkan apakah penghasilan Anda saat ini cukup untuk menutupi pengeluaran dan menabung.

Rasio DTI yang tinggi berarti Anda tidak mungkin menabung sebanyak yang Anda inginkan karena alokasi pendapatan Anda banyak dihabiskan untuk menutup utang. Sebaliknya, rasio DTI yang rendah berarti Anda mungkin bisa menabung untuk masa depan karena hanya sedikit dari pendapatan Anda yang dialokasikan untuk membayar utang.

Berapa rasio DTI yang harus diwaspadai?

Jika rasio DTI Anda berada di atas 35%, itu artinya kondisi keuangan Anda tidak baik. Mungkin Anda kesusahan memperbaiki kerusakan rumah atau kendaraan, dan mungkin tidak akan mampu lagi membayar utang jika terjadi keadaan darurat seperti kehilangan pekerjaan atau sakit.

Rasio DTI yang tinggi juga berpotensi membuat Anda terlambat membayar tagihan jika ada kebutuhan mendadak dan tidak terduga. Keterlambatan dalam membayar utang tentu saja berdampak negatif pada skor kredit Anda dan memicu persentase bunga tahunan (APR) yang tinggi. Akibatnya, Anda mungkin akan lebih sering terlambat membayar utang.

Jika rasio DTI Anda di atas 35%, Anda harus waspada tetapi tidak perlu panik. Ada solusi yang dapat membantu Anda menurunkan rasio DTI.

Bagaimana cara mengurangi rasio DTI?

Jika Anda ingin mengurangi rasio utang terhadap pendapatan (DTI), Anda perlu mengurangi utang dan/atau meningkatkan penghasilan. Anda bisa mencoba memohon kenaikan gaji di kantor atau mencari pekerjaan dengan gaji yang lebih baik. Anda juga bisa mengendalikan perilaku konsumtif dan menghemat pengeluaran untuk melunasi utang Anda.

Dalam hal utang kartu kredit, membayar minimum payment adalah cara yang paling tidak efektif. Membayar minimum payment berarti Anda hanya membayar sebagian kecil dari pokok utang dan justru membayar lebih banyak suku bunga. Jika Anda ingin terbebas dari utang kartu kredit, Anda harus membayar lebih dari jumlah minimum payment yang harus dibayar setiap bulan.

Tetapi jika Anda kesulitan untuk membayar lebih dari minimum payment, ada opsi lain yaitu program keringanan utang. Di program ini Anda akan menghentikan pembayaran tagihan, dan menabung di rekening khusus untuk dana pelunasan, lalu bernegosiasi dengan kreditur untuk menurunkan total utang. Setelah total utang diturunkan dan dilunasi dengan uang yang ditabung di rekening khusus untuk dana pelunasan, maka utang dianggap sudah dibayar penuh.

Meskipun Anda mungkin dapat melakukannya sendiri, perusahaan manajemen utang profesional seperti amalan punya lebih banyak pengetahuan, skill, dan koneksi untuk bernegosiasi dengan kreditur sehingga dapat memperoleh keringanan yang lebih besar.

Kendalikan rasio DTI dan masa depan keuangan Anda

Jika Anda sedang kesusahan membayar utang dan memiliki rasio DTI yang tinggi, rasanya mustahil untuk bebas dari utang. Tetapi amalan dapat membantu Anda melalui program keringanan utang kami. Konsultan profesional kami akan membantu Anda menemukan solusi untuk mengurangi rasio DTI dan menempatkan Anda pada jalur menuju masa depan keuangan yang lebih baik. Daftarkan diri Anda pada program keringanan utang amalan sekarang juga.

Apa itu Refinancing (Pembiayaan Kembali)?

Ketika Anda mengambil pinjaman, Anda setuju untuk membayar kembali jumlah yang Anda pinjam ditambah bunga dalam jangka waktu tertentu. Tapi ketika Anda mengambil refinancing (pembiayaan kembali), itu artinya Anda mendapatkan pinjaman baru untuk melunasi pinjaman sebelumnya—biasanya dengan syarat yang lebih membantu Anda untuk menghemat uang dan melunasi pinjaman lebih cepat. Inilah alasan mengapa refinancing adalah pilihan yang populer di kalangan debitur.

Namun sebelum Anda mengambil refinancing, Anda harus memahami kelebihan dan kekurangannya dulu.

Apa itu refinancing (pembiayaan kembali)?

Refinancing adalah proses melunasi pinjaman lama dengan pinjaman baru. Tergantung syarat dan ketentuannya, refinancing dapat membantu Anda:

  • Menurunkan tagihan bulanan
  • Memperpanjang atau mempersingkat periode pembayaran Anda
  • Mengubah struktur pembayaran Anda

Anda dapat melakukan refinancing pada hampir semua jenis kredit, termasuk kredit kendaraan bermotor (mobil), kredit rumah, pinjaman pribadi, dan utang kartu kredit. Tapi, walaupun refinancing dapat mengubah ketentuan pinjaman, Anda masih berutang pinjaman awal Anda, dan utang itu tidak akan hilang sampai Anda melunasi pinjaman baru Anda.

Jenis-jenis refinancing

Jenis refinancing yang terbaik tergantung pada kondisi dan tujuan Anda. Pinjaman dengan agunan biasanya memiliki bunga yang lebih rendah karena kreditur dapat mengambil alih aset Anda (seperti rumah) jika Anda tidak membayar. Sedangkan untuk pinjaman tanpa agunan (seperti pinjaman pribadi), riwayat dan skor kredit Anda serta faktor lainnya menentukan tingkat bunga Anda.

Itu sebabnya, alangkah pentingnya memahami opsi terbaik sebelum Anda mengambil refinancing.

Refinancing suku bunga dan jangka waktu

Jenis refinancing ini bisa dibilang yang paling mudah. Tidak ada uang yang berpindah tangan dan besaran pinjaman tetap sama (selain untuk biaya refinancing itu sendiri). Anda hanya mendapat perubahan bunga atau ketentuan pinjaman Anda saat ini.

Jika suku bunganya rendah, Anda dapat membiayai kembali pinjaman sebelumnya (yang bunganya lebih tinggi) menjadi pinjaman dengan suku bunga yang lebih rendah dengan jangka waktu tertentu. Anda juga dapat membiayai kembali pinjaman yang tenornya lebih pendek, menghemat bunga, dan melunasi utang Anda lebih cepat.

Cash-out refinancing

Cash-out refinance adalah pinjaman dengan rumah Anda sebagai agunan. Jika Anda gagal membayar kembali pinjaman Anda, Anda berisiko kehilangan rumah.

Salah satu alasan umum melakukan refinancing adalah memanfaatkan ekuitas rumah Anda untuk keperluan lain, seperti melunasi utang lain atau memperbaiki rumah. Kelemahannya adalah saldo hipotek Anda akan meningkat.

Cash-in refinancing

Cash-in refinance adalah kebalikan dari cash-out refinance, di mana Anda membayar tagihan utang untuk memenuhi syarat tingkat bunga yang lebih rendah. Membayar secara cash juga akan mengurangi total utang, pembayaran bulanan, dan jumlah bunga yang akan Anda bayar sepanjang masa pinjaman.

Salah satu alasan umum memilih cash-in refinancing adalah jumlah utang yang lebih besar dari nilai rumah. Itu sebabnya Anda pertama-tama harus membayar saldo hipotek hingga mencapai loan-to-value ratio (rasio kesesuaian pinjaman terhadap nilai agunan) agar memenuhi syarat untuk refinancing.

Manfaat melakukan refinancing

Refinancing membutuhkan waktu dan uang, tetapi di balik itu ada manfaat besar yang dapat diraih:

  • Menghemat bunga. Jika Anda refinancing ke bunga yang lebih rendah, Anda dapat menghemat bunga setiap bulan dan selama masa pinjaman.
  • Mengurangi pembayaran bulanan. Jika Anda berhasil mendapatkan suku bunga yang lebih rendah atau memperpanjang jangka waktu pinjaman, itu akan mengurangi beban tagihan bulanan Anda sehingga masih ada sisa untuk ditabung dan digunakan untuk keperluan lain.
  • Melunasi pinjaman lebih cepat. Kalaupun Anda mendapatkan pembayaran bulanan yang lebih tinggi, Anda dapat melunasi pinjaman dan bebas dari utang lebih cepat.
  • Konsolidasi utang. Refinancing bisa menjadi cara cerdas untuk menyatukan beberapa utang lama menjadi satu pinjaman baru dari satu kreditur. Namun penting untuk diingat bahwa Anda tetap harus melunasi semua utang-utang lama Anda.

Kekurangan refinancing

Meskipun ada berbagai manfaat, refinancing belum tentu menjadi solusi yang tepat. Anda harus mempertimbangkan pilihan Anda dengan hati-hati, karena refinancing juga memiliki kekurangan.

Biaya refinancing

Memilih pinjaman bukan cuma soal suku bunga dan jumlah tagihan bulanan. Ada banyak biaya yang terkait dengan refinancing, dan bisa jadi itu sangat mahal. Dalam beberapa kasus, biaya refinancing yang besar bisa membuat manfaat-manfaat di atas menjadi kurang berarti.

  • Biaya pengajuan. Banyak kreditur membebankan biaya awal untuk memproses pengajuan pinjaman Anda, yang mencakup biaya penjaminan dan verifikasi. Biaya-biaya ini didasarkan pada skor kredit dan jangka waktu pinjaman Anda.
  • Biaya proses. Tergantung dari kreditur, Anda mungkin harus membayar biaya pengajuan, biaya pemrosesan, biaya keterlambatan pembayaran, penalti pembayaran di muka, dll. Kreditur diwajibkan untuk memberitahu Anda terkait biaya-biaya ini.
  • Beban bunga. Jika Anda melakukan refinancing dan memperpanjang jangka waktu pinjaman, itu artinya Anda membayar bunga lebih banyak. Dengan mengambil tenor yang lebih lama, pembayaran bulanan Anda memang lebih rendah, tetapi bunganya bisa bertambah lebih banyak selama masa pinjaman.
  • Biaya penutupan. Jika Anda melakukan refinancing terhadap rumah Anda, Anda juga harus membayar biaya penutupan untuk layanan dan pengeluaran yang diperlukan untuk menyelesaikan pinjaman Anda. Jumlahnya bervariasi tergantung dari kreditur, jenis pinjaman, dan biaya-biaya di wilayah Anda. Skor kredit dan ekuitas rumah Anda juga akan menentukan total biaya penutupan.

Semua pinjaman pasti ada bunga dan biayanya. Biaya-biaya ini dapat bertambah dengan cepat, jadi sangat penting untuk melakukan perhitungan apakah Anda secara finansial masih mampu untuk melakukan refinancing.

Tidak kunjung bebas dari utang

Beberapa kreditur akan menawarkan untuk mengurangi pembayaran Anda dengan memperpanjang jangka waktu pinjaman, tetapi tenor yang panjang berarti lebih banyak uang yang dihabiskan untuk membayar bunga. Idealnya, refinancing tidak hanya mengurangi pembayaran bulanan tetapi juga waktu yang diperlukan untuk pelunasannya.

Kapan sebaiknya mengambil refinancing?

Jika melalui refinancing Anda bisa melunasi semua utang-utang lama Anda, membayar biaya-biaya terkait, lalu uang yang tersisa juga masih cukup, maka refinancing mungkin solusi yang tepat untuk Anda. Di bawah ini adalah dua kondisi di mana refinancing bisa menjadi pilihan yang tepat:

  • Ketika bunganya rendah. Beberapa ahli menganjurkan untuk mengambil refinancing jika bunganya setidak-tidaknya 2% lebih rendah dari bunga Anda saat ini. Tetapi situasi dan tujuan keuangan setiap orang berbeda-beda. Anda harus mempertimbangkan semua biaya terkait dan menentukan apakah pinjaman baru ini akan menghemat uang Anda.
  • Ketika skor kredit Anda membaik. Jika Anda rutin dan tepat waktu membayar tagihan Anda untuk pinjaman saat ini, maka skor kredit Anda meningkat. Skor kredit yang meningkat berpotensi untuk mendapatkan tingkat bunga yang lebih baik dan persyaratan yang lebih menguntungkan untuk pinjaman baru.

Bagaimana cara melakukan refinancing?

Setelah Anda memutuskan bahwa refinancing adalah solusi yang tepat, segera lakukan langkah-langkah berikut ini untuk mendapatkan pinjaman terbaik.

  1. Periksa dengan teliti opsi pinjaman Anda. Buatlah perbandingan bunga, ketentuan, dan tarif-tarif lainnya dari beberapa kreditur sekaligus. Ini akan membantu Anda mendapatkan bunga dan biaya yang terbaik untuk refinancing Anda.
  2. Hitung semua biaya. Jangan berfokus pada suku bunga saja, tapi perhatikan juga tingkat persentase tahunan (APR). APR (annual percentage rate) memberitahu Anda total biaya yang akan Anda keluarkan dengan memasukkan biaya dan bunga.
  3. Pastikan pinjaman baru ini sesuai dengan tujuan keuangan Anda. Pinjaman baru ini harus menjadi pinjaman yang mampu Anda bayar setiap bulan, menghemat uang, dan mencapai tujuan Anda lebih cepat.
  4. Kunci tingkat bunga Anda. Jika Anda yakin pinjaman baru ini memang layak diambil, segera hubungi kreditur Anda untuk mengunci tingkat bunga dan memulai proses refinancing.

Dalam banyak kasus, tujuan refinancing adalah untuk mendapatkan tingkat bunga yang lebih rendah dan menghemat uang selama masa pinjaman. Tapi refinancing juga bisa membantu Anda mengurangi sebagian beban tagihan bulanan dan memberi Anda lebih banyak waktu untuk membayar pinjaman. Situasi setiap orang berbeda-beda. Jadi tidak bisa dikatakan kalau jangka waktu pinjaman yang lebih singkat (di mana bunganya lebih hemat) adalah solusi yang tepat untuk semua orang.

Jadi luangkan waktu untuk menimbang kembali tujuan Anda dan pastikan pinjaman yang ingin Anda ambil ini benar-benar membantu Anda mencapai tujuan tersebut. Kemudian, pastikan Anda mendapatkan kreditur yang tepat, dengan tarif dan persyaratan yang sesuai dengan kondisi Anda.

Ambil tindakan hari ini dan ambil kendali utang Anda

Refinancing adalah satu dari beberapa pilihan untuk meringankan utang Anda. Jika beban utang Anda berat, amalan dapat membantu Anda menemukan solusi yang tepat. Konsultan profesional kami akan mencarikan jalan keluar yang menempatkan Anda pada masa depan keuangan yang lebih baik. Konsultasi ini gratis dan tersedia di setiap hari dan jam kerja. Hubungi kami sekarang juga untuk konsultasi.