by amalan | 15 Feb, 2023 | Artikel Kredit dan Pinjaman, Kartu Kredit
Berprofesi sebagai karyawan swasta tentunya tidak asing dengan rasa tergoda akan membeli sebuah barang yang harganya seringkali lebih tinggi dari penghasilan reguler yang diterima setiap bulan. Solusi yang biasanya digunakan adalah dengan berbelanja dengan kartu kredit. Sebagian orang berpikir bahwa dengan cara mencicil inilah mereka bisa mendapat barang yang diinginkan. Belum lagi godaan kartu kredit yang sering memberikan promo sehingga harga sebuah produk bisa lebih murah dari harga reguler.
Maka dari itu, bagi para karyawan muda yang baru saja mendapatkan penghasilan juga tergoda untuk mencoba membuat kartu kredit untuk pertama kalinya. Namun, sadarkah bahwa sebenarnya saat memiliki kartu kredit Anda membutuhkan sikap bijak yang cukup tinggi agar tidak sembarangan berbelanja? Belum lagi godaan dari para agen kartu kredit yang sering berkeliaran di pusat perbelanjaan atau tempat umum seperti bandara. Godaan berupa kemudahan pengajuan kartu kredit seringkali sulit ditolak apalagi dengan tawaran begitu banyak. (Baca juga: Ini Dia Cara Mengevaluasi Pengeluaran Bulanan Anda)
Pahami Gaji Bulanan dan Kemampuan Membayar Anda
Berapa pun besar kartu kredit yang ingin Anda ajukan, pastikan Anda sudah menghitung terlebih dahulu apakah kira-kira jika penggunaan kartu dilakukan paling tidak setengah dari limit setiap bulannya, Anda masih sanggup membayar atau tidak. Jika tidak mampu, sebaiknya tidak usah menggunakan kartu kredit terlebih dahulu. Dampak yang akan terasa jika Anda tidak melunasi pembayaran tentu saja dengan adanya bunga yang menumpuk setiap bulan, belum lagi biaya keterlambatan yang juga harus dibayarkan.
Ketahui Persyaratan Umum dalam Mengajukan Kartu Kredit
Ini adalah hal-hal mendasar yang perlu Anda ketahui sebelum mengajukan kartu kredit, khususnya bagi Anda, karyawan yang pertama kali mengajukan kartu kredit. Berikut adalah beberapa persyaratan umum yang wajib dipenuhi saat mengajukan kartu kredit, misalnya:
- KTP/SIM
- NPWP
- Slip gaji, perlu diketahui biasanya minimal penghasilan tetap yang dibutuhkan untuk mengajukan kartu kredit sebesar Rp 3.000.000,- maksimal kepemilikan pun hanya sebanyak 2 kartu kredit saja. (Sumber: Viva News)
- Usia minimal 21 tahun dan isi formulir pengajuan kartu kredit

Pilih Kartu yang Keuntungannya Sesuai dengan Kebutuhan Anda
Begitu banyak pilihan kartu kredit, begitu banyak juga tawaran keuntungan yang diberikan. Pilihlah bank penerbit dan jenis kartu kredit yang kira-kira bisa memberikan keuntungan lebih untuk Anda. Setiap jenis kartu kredit biasanya memiliki kerjasama dengan tenant-tenant berbeda. Misalnya, bagi Anda yang memiliki hobi nonton film di bioskop, Anda bisa memilih jenis kartu kredit yang memang bekerja sama dengan bioskop langganan Anda, sehingga Anda bisa mendapatkan potongan lebih setiap menonton film. Berbeda dengan para ibu rumah tangga yang mungkin lebih cocok untuk membuat kartu kredit supermarket, Anda bisa menyesuaikan sesuai dengan kebutuhan dan jenis produk yang sering Anda beli.
Contoh lain yang perlu Anda perhatikan misalnya, jika bank penerbit kartu kredit Anda hanya memiliki tawaran diskon di Ibukota saja, maka tidak akan ada gunanya jika saat ini Anda tinggal di luar kota. Jadi, pilihlah kartu yang keuntungannya lebih banyak dan bisa memenuhi kebutuhan Anda.
Pahami Biaya-biaya yang Terdapat dalam Kartu Kredit
Selain memutuskan berdasarkan keuntungan yang Anda miliki, tentu saja Anda juga harus mempertimbangkan biaya-biaya lain yang ada dalam kartu kredit incaran. Ketahui berapa besar annual fee (biaya tahunan) yang terdapat dalam kartu, apakah Anda dibebaskan dari biaya tersebut atau apakah biayanya justru tidak sesuai dengan kantong Anda. Belum lagi, pahami juga besar minimum payment (minimal pembayaran) yang harus dibayarkan kalau-kalau Anda terpaksa tidak bisa melunasi tagihan secara penuh. Selain itu, ada juga biaya keterlambatan yang harus dibayar jika Anda hanya membayar minimum payment atau malah jika tidak melunasi sama sekali. Ketahui biaya-biaya ini dengan paham, tanyakan ke orang yang berperan dalam aplikasi kartu kredit Anda secara detil agar Anda bisa memperhitungkan dengan matang apakah kartu kredit tersebut memang benar sesuai untuk Anda.
amalan international merupakan perusahaan manajemen utang berbasis teknologi pertama di Indonesia yang tercatat di OJK. amalan bekerja untuk peminjam dan bekerja sama mencari solusi terbaik dan terjangkau dengan pemberi pinjaman. Program manajemen utang amalan memanfaatkan teknologi dan data yang sah agar klien amalan bisa keluar dari jerat utang dengan lebih cepat, membayar bunga dan penalti yang lebih rendah. Selain program manajemen utang, amalan juga memiliki solusi refinancing yang mengganti utang lama yang memberatkan menjadi utang baru yang lebih ringan. Kantor amalan indonesia didirikan di Jakarta pada tahun 2015 dan telah berhasil membangun tim yang terdiri dari ahli restrukturisasi dan ahli IT dengan pengalaman puluhan tahun. Sejak Juli 2016, amalan indonesia menjadi perusahaan pertama di Asia yang mendapatkan akreditasi dari International Association of Professional Debt Arbitrators (IAPDA).
by amalan | 15 Feb, 2023 | Artikel Kredit dan Pinjaman, Kartu Kredit
Kartu kredit selalu menjadi pedang bermata dua. Fungsi kartu kredit biasanya memang berguna terutama jika Anda ingin mendapat potongan lebih saat memanfaatkan promosi. Di sisi lain, penggunaan kartu kredit juga bisa menjadi penyebab Anda terjerat utang, yang bisa membawa Anda menuju dampak-dampak utang lainnya. Berikut adalah 3 alasan mengapa Anda bisa terjerat utang kartu kredit.
Sering Menggunakan Kartu Kredit untuk Dana Hiburan
Susahnya menolak ajakan teman-teman atau keluarga untuk keluar di akhir pekan biasanya bisa menjadi titik awal Anda mulai menggunakan kartu kredit untuk dana hiburan. Saat melakukan transaksi untuk membayar makan atau hal lainnya, kartu kredit bisa sangat menggoda untuk digunakan. Belum lagi saat ini sudah banyak promosi yang bermunculan di restoran-restoran maupun tempat atraksi. Pembayaran dengan menggunakan kartu kredit biasanya bisa memberikan promosi lebih banyak daripada pembayaran dengan tunai. Sayangnya, penggunaan kartu kredit tanpa kontrol untuk keperluan dana hiburan bisa menjadi bumerang dan malah membuat seseorang jadi terjerat utang kartu kredit.
Sering Berbelanja Online Menggunakan Kartu Kredit
Sama halnya dengan menggunakan kartu kredit untuk dana hiburan, biasanya Anda bisa mendapatkan potongan lebih saat berbelanja online dengan menggunakan kartu kredit. Umumnya promosi yang berlaku adalah potongan diskon tambahan atau pembayaran yang dicicil dengan diskon 0% selama beberapa bulan. Meskipun menarik karena tanpa bunga, tetap saja berbelanja tanpa kontrol dengan kartu kredit hanya dapat membuat seseorang terlilit utang kartu kredit. Anggap saja Anda memiliki 5 barang yang dibeli secara mencicil 0%, tetap saja Anda harus menyediakan dana yang cukup untuk membayar masing-masing tunggakan. Jika tidak ada dana yang cukup, tentu kesempatan mencicil 0% tersebut tidak ada gunanya, bukan?
Terpaksa Menggunakan Kartu Kredit untuk Kondisi Darurat
Salah satu penyebab terjerat utang lainnya adalah karena terpaksa menggunakan kartu kredit untuk memenuhi kondisi darurat. Biasanya untuk memenuhi dana mendesak tidak jarang orang mengandalkan kartu kredit untuk menalangi biaya. Beberapa kondisi darurat tersebut misalnya kecelakaan, dana untuk renovasi rumah atau mereparasi kendaraan, atau saat pemilik kartu mendadak tidak memiliki pekerjaan atau penghasilan tetap. Masalahnya adalah meskipun bank tahu bahwa ini adalah kondisi darurat dan Anda pun terpaksa menggunakan meski tahu tidak mampu melunasi, pihak bank akan tetap memberikan tagihan teratur setiap bulan.
Setelah mengetahui apa saja penyebab terjerat utang kartu kredit, kami berharap agar Anda dapat lebih berhati-hati dalam menggunakan dan tahu sampai mana batas penggunaan kartu kredit Anda. Jika memang Anda terlanjur menggunakan kartu kredit secara berlebihan baru-baru ini, Anda hanya perlu memastikan bahwa Anda masih memiliki cukup dana untuk membayar tagihan di bulan selanjutnya. Berikut artikel dari kami, Cara Melunasi Kartu Kredit agar Anda dapat terbebas dari utang.
Baca juga artikel menarik lainnya dari amalan: Ini 3 Solusi Ampuh Mengatasi Stress karena Utang
Sumber gambar: Amebame, Brighter Life Indonesia
amalan international merupakan perusahaan manajemen utang berbasis teknologi pertama di Indonesia yang tercatat di OJK. amalan bekerja untuk peminjam dan bekerja sama mencari solusi terbaik dan terjangkau dengan pemberi pinjaman. Program manajemen utang amalan memanfaatkan teknologi dan data yang sah agar klien amalan bisa keluar dari jerat utang dengan lebih cepat, membayar bunga dan penalti yang lebih rendah. Selain program manajemen utang, amalan juga memiliki solusi refinancing yang mengganti utang lama yang memberatkan menjadi utang baru yang lebih ringan. Kantor amalan indonesia didirikan di Jakarta pada tahun 2015 dan telah berhasil membangun tim yang terdiri dari ahli restrukturisasi dan ahli IT dengan pengalaman puluhan tahun. Sejak Juli 2016, amalan indonesia menjadi perusahaan pertama di Asia yang mendapatkan akreditasi dari International Association of Professional Debt Arbitrators (IAPDA).
by amalan | 15 Feb, 2023 | Artikel Kredit dan Pinjaman, Kartu Kredit
Saat memiliki utang kartu kredit, tidak jarang orang-orang memiliki lebih dari satu jenis kartu kredit. Adanya tunggakan di berbagai kartu kredit tentunya dapat membuat utang kartu kredit menjadi menumpuk dan semakin sulit dilunasi.
Memiliki beberapa utang kartu kredit sekaligus memang seringkali dapat membuat kepala menjadi pusing, maka dari itu simak cara melunasi utang kartu kredit yang menumpuk dalam beberapa poin berikut:
Berhenti Menggunakan Kartu Kredit
Langkah paling pertama yang bisa Anda lakukan sebagai cara melunasi utang kartu kredit yang menumpuk, adalah dengan berhenti menggunakan kartu kredit. Tidak ada gunanya bekerja keras mencari cara untuk melunasi utang jika Anda sendiri tidak berhenti menggunakan kartu kredit. Dengan terus menerus berbelanja menggunakan kartu plastik ini, total tunggakan Anda akan semakin meningkat. Sebisa mungkin, simpan kartu kredit jauh dari Anda, namun pastikan diletakkan di tempat yang aman. Langkah ini akan membantu Anda untuk mengontrol keinginan untuk berbelanja dan tetap melindungi keamanan kartu kredit sekaligus.
Susun Ulang Anggaran Anda
1. Susun Ulang Pengeluaran Bulanan
Setelah berkomitmen untuk tidak lagi menggunakan kartu kredit, langkah selanjutnya adalah menyusun ulang anggaran Anda, khususnya di pengeluaran. Hitung lagi berapa besar pendapatan bulanan Anda. Lalu, hitung juga berbagai pengeluaran tetap yang dilakukan setiap bulan. Beberapa pengeluaran yang pasti misalnya sewa rumah (jika menyewa), biaya makan, BBM, dan asuransi. Sisihkan uang untuk kategori-kategori ini terlebih dahulu, karena biasanya merupakan biaya yang penting setiap bulan.
2. Korbankan Biaya Hiburan
Di saat memiliki keinginan untuk melunasi utang kartu kredit yang menumpuk, biasanya ada hal yang juga harus dikorbankan. Ya, Anda harus merelakan kehidupan sosial, artinya akan ada pemotongan besar-besaran di biaya hiburan. Anda harus mengurangi intensitas belanja, makan di restoran, atau berpergian demi menghemat.
3. Beli Jika Memang Benar-Benar Perlu
Sama halnya saat akan membeli barang, Anda juga harus mempertimbangkan banyak hal. Lihat lagi apakah Anda benar-benar membutuhkan barang tersebut. Sudahkah Anda memiliki barang serupa. Jika memang perlu, apakah harus membeli dengan merek tertentu? Atau bisakah pembelian barang ditunda sampai masalah utang sudah selesai? Intinya, jangan terburu-buru saat akan membeli barang apalagi di saat krusial seperti ini.
Lihat Simpanan Uang yang Sudah Dialokasikan untuk Hal Lainnya
Apakah dalam beberapa waktu belakangan Anda sudah rutin menabung untuk dialokasikan ke hal-hal tertentu? Misalnya membeli aset atau sebagai biaya berlibur/ Jika ya, ada baiknya untuk mengalokasikan uang tersebut ke hal lain yang lebih prioritas, yakni membayar utang tertunggak.
Gunakan dana darurat yang sudah Anda miliki dalam beberapa saat terakhir untuk membantu pelunasan utang. Cek lagi berapa nominal di rekening bank, dan hitung ulang berapa besar nominal yang bisa Anda gunakan untuk mulai melunasi sisa utang yang ada.
Melakukan Refinancing
Secara sederhana, refinancing diartikan sebagai langkah menggunakan pinjaman baru untuk melunasi utang yang lama, hanya saja pinjaman yang baru ini memiliki ketentuan yang lebih meringankan dibanding utang yang lama, misalnya bunga yang lebih rendah. Program refinancing bisa menjadi langkah yang tepat dan bijak apabila Anda mampu memilih program yang benar-benar baik dan tidak semakin memberatkan.
Refinancing Membutuhkan Jaminan
Biasanya dalam mengajukan program refinancing, akan diperlukan jaminan (dapat berupa properti / kendaraan). Nantinya aset yang Anda ajukan tersebut akan ditaksir, dari sinilah Anda bisa mendapatkan pinjaman baru. Jadi, uang tunai yang Anda dapatkan ini bisa langsung dimanfaatkan untuk membayar sisa tunggakan lama. Sementara itu, Anda juga harus mengangsur pinjaman yang didapatkan sampai lunas.
Anda dapat menghubungi konsultan yang membantu manajemen utang Anda, untuk mendapatkan rekomendasi lembaga finansial yang bisa memberikan program refinancing untuk Anda, agar tidak sampai salah memilih program dengan bunga yang rendah, dan pinjaman yang dapat langsung digunakan untuk membayar utang.
Ikut Program Manajemen Utang untuk Terbebas dari Utang
Program-program seperti ini biasanya bisa Anda dapatkan dari perusahaan penyedia manajemen utang, yang memiliki konsultan-konsultan berpengalaman. Belum lagi, jika Anda memiliki beberapa utang tertunggak sekaligus, pihak konsultan dapat membantu Anda dalam menyusun strategi untuk memutuskan jenis utang mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu, sesuai dengan kondisi finansial yang Anda miliki saat ini. Berikut adalah beberapa jenis program keringanan yang bisa Anda manfaatkan untuk mulai terbebas utang di akhir tahun:
1. Potongan / Diskon dalam Satu Kali Bayar
Jenis program keringanan yang satu ini memungkinkan nasabah agar total utangnya berkurang menjadi lebih kecil. Sesuai dengan namanya, walaupun nasabah mendapatkan diskon dalam utangnya (umumnya 20-50%), mereka harus langsung membayar dalam satu kali bayar. Dalam beberapa kasus, program keringanan satu ini dapat memberikan pemilik kartu potongan diskon sampai 70% atau bahkan lebih, sesuai dengan kondisi finansial tertentu.
2. Cicilan yang Diperpanjang dengan Bunga Rendah
Berbeda dengan program diskon dalam satu kali bayar, program satu ini cocok bagi Anda yang secara finansial lebih minim. Singkatnya, nasabah yang memiliki tunggakan kartu kredit atau tunggakan KTA dapat memperpanjang tenor cicilannya agar menjadi lebih ringan, bunga yang didapat pun lebih rendah daripada bunga yang berlaku pada umumnya. Jika bunga normal yang berjalan saat ini berada di kisaran 2,25%, maka ada kemungkinan untuk mendapatkan bunga sebesar 0-2% saja.
3. Diskon Cicilan
Lain lagi dengan program yang satu ini, jenis program ini merupakan gabungan dari dua jenis program di atas, yakni nasabah mendapatkan potongan lalu sisa pembayarannya dapat dilakukan dengan cicilan. Bank juga akan melihat kondisi yang dialami nasabah terlebih dahulu. Jika nasabah memiliki kondisi pendukung yang membuatnya semakin sulit untuk melunasi utang, maka kemungkinan besar mereka bisa mendapatkan program ini (dengan catatan bank yang bersangkutan memiliki program tersebut).
Jika Anda ingin mencoba memanfaatkan perusahaan manajemen utang agar bisa mendapatkan program manajemen utang, maka Anda bisa mencoba layanan yang diberikan oleh amalan.
Tentang amalan
amalan international merupakan perusahaan manajemen utang berbasis teknologi pertama di Indonesia yang tercatat di OJK. amalan bekerja untuk peminjam dan bekerja sama mencari solusi terbaik dan terjangkau dengan pemberi pinjaman. Program manajemen utang amalan memanfaatkan teknologi dan data yang sah agar klien amalan bisa keluar dari jerat utang dengan lebih cepat, membayar bunga dan penalti yang lebih rendah. Selain program manajemen utang, amalan juga memiliki solusi refinancing yang mengganti utang lama yang memberatkan menjadi utang baru yang lebih ringan. Kantor amalan indonesia didirikan di Jakarta pada tahun 2015 dan telah berhasil membangun tim yang terdiri dari ahli restrukturisasi dan ahli IT dengan pengalaman puluhan tahun. Sejak Juli 2016, amalan indonesia menjadi perusahaan pertama di Asia yang mendapatkan akreditasi dari International Association of Professional Debt Arbitrators (IAPDA).
by amalan | 15 Feb, 2023 | Artikel Kredit dan Pinjaman, Kartu Kredit
Sebagai pemegang kartu kredit, Anda harus mengetahui seputar kartu kredit yang Anda miliki termasuk cara menutup kartu kredit Anda. Jika Anda merasa sudah tidak membutuhkan kartu kredit, Anda dapat menutup kartu kredit yang Anda miliki. Anda dapat menutupnya sendiri ataupun menggunakan jasa profesional. Bagi Anda yang terlilit utang, jasa penutupan kartu kredit mungkin akan membantu Anda meringankan beban. Berikut 5 hal tentang jasa penutupan kartu kredit yang perlu Anda ketahui:
Alasan Menutup Kartu Kredit
Anda yang tadinya terbiasa menggunakan kartu kredit mungkin memilih untuk tidak menggunakannya lagi. Situasi tersebut dapat terjadi karena pola kebiasaan Anda yang berubah ataupun kartu kredit yang sudah tidak sesuai lagi dengan Anda. Selain itu, Anda mungkin ingin menutup kartu kredit karena pendapatan yang tidak lagi sama dengan yang dulu, yang mengakibatkan pada ketidakmampuan membayar tagihan dan membuat seluruh tagihan kartu kredit mulai tertunggak. Dari sinilah, biasanya bisa muncul keinginan untuk menutup kartu kredit saja, tanpa menggunakan kartu plastik itu lagi. Memiliki kartu kredit berarti Anda harus membayar bukan hanya tagihan dari apa yang Anda gunakan untuk membeli suatu barang tetapi juga bunga, denda, dan tagihan per tahunnya. Denda berlaku bagi Anda yang menunggak membayar tagihan. Biasanya ada berbagai alasan penyebab orang terlilit utang kartu kredit, salah satunya mungkin karena kehilangan pekerjaan.
Kartu Kredit Ditutup = Semua Utang Lunas
Tadinya Anda mungkin mengira jika menutup kartu kredit berarti tidak ada lagi utang yang harus Anda lunasi. Anda mungkin merasa semua kewajiban Anda telah selesai dan bisa hidup tanpa memikirkan utang lagi. Hal tersebut sebagian benar, jika Anda menutup kartu kredit, tidak ada lagi tagihan kartu kredit yang harus Anda bayarkan. Namun, menutup kartu kredit untuk membuat utang lunas tidak semudah itu. Sebelum Anda menutup kartu kredit, Anda harus melunasi semua utang yang Anda memiliki termasuk bunga dan denda jika ada. Jangan harap Anda bisa menutup kartu kredit jika belum melunasi semua cicilan. Selain kartu kredit yang tidak bisa ditutup, nama Anda juga mungkin masuk ke daftar blacklist BI. Jangan lupa untuk meminta surat keterangan lunas dari bank sebagai bukti Anda telah melunasi semua utang Anda.
(Baca juga: Terjerat Utang Bank: Bagaimana Cara Memberi Tahu kepada Pasangan?)
Cara Menutup Kartu Kredit
Prosedur awal untuk menutup kartu kredit adalah dengan datang ke bank penerbit. Anda dapat mengajukan permohonan secara tertulis melalui email atau fax atau pun lisan dengan telepon. Namun, ada baiknya Anda datang langsung ke bank tersebut. Pastikan Anda telah melunasi semua tagihan yang dibebankan kepada Anda. Saat Anda menutup kartu kredit, Anda juga harus memastikan bahwa kartu kredit Anda sudah diblokir dengan penuh. Hal tersebut untuk menghindari adanya tagihan tahunan yang tetap ditagihkan kepada Anda meskipun Anda sudah menutup kartu kredit tersebut. Penutupan kartu kredit berlangsung maksimal tiga hari kerja setelah Anda melakukan permohonan penutupan kartu kredit jika semua syarat sudah terpenuhi. Baca juga artikel berikut bagaimana cara menutup kartu kredit dengan mudah.
Masalah Saat Akan Lunasi kartu Kredit
Saat Anda berpikiran untuk menutup kartu kredit, mungkin Anda akan menemui beberapa kendala. Salah satunya adalah jika Anda tidak mampu membayar sisa tunggakan kartu kredit, yang tentu saja menjadi salah satu syarat penting yang wajib dilakukan agar permohonan penutupan kartu kredit Anda di setujui. Anda tidak perlu panik karena banyak cara untuk menutup kartu kredit Anda. Tentunya, Anda harus melunasi semua utang yang Anda miliki. Namun, jika Anda merasa terbebani, Anda dapat melunasi utang dengan beberapa cara. Terdapat beberapa cara yang dapat mengurangi beban utang Anda seperti potongan langsung, pelunasan dan dengan cicilan, dan gabungan antara potongan dan cicilan. Anda dapat menemukan jalan melunasi utang Anda salah satunya adalah dengan meminta bantuan jasa profesional.
Minta Bantuan Profesional
Jika Anda terlilit utang kartu kredit dengan bank, Anda dapat memercayakan masalah Anda dengan jasa penutupan kartu kredit profesional. Dengan jasa penutupan kartu kredit tersebut, Anda dapat dibantu dengan strategi-strategi yang membebaskan Anda dari utang. Hal tersebut tentu menghemat waktu dan tenaga Anda berurusan dengan pihak bank. Anda dapat menggunakan jasa penutupan kartu kredit dari amalan. Tim amalan terpercaya dan akan menuntun Anda dari awal proses hingga mendapat surat keterangan lunas dari bank. Selain itu, amalan bersama Anda akan mencari jalan keluar terbaik melunasi utang dengan proses yang mudah.
(Baca juga: 4 Cara Melunasi Utang Kartu Kredit dengan Cepat)
amalan international merupakan perusahaan manajemen utang berbasis teknologi pertama di Indonesia yang tercatat di OJK. amalan bekerja untuk peminjam dan bekerja sama mencari solusi terbaik dan terjangkau dengan pemberi pinjaman. Program manajemen utang amalan memanfaatkan teknologi dan data yang sah agar klien amalan bisa keluar dari jerat utang dengan lebih cepat, membayar bunga dan penalti yang lebih rendah. Selain program manajemen utang, amalan juga memiliki solusi refinancing yang mengganti utang lama yang memberatkan menjadi utang baru yang lebih ringan. Kantor amalan indonesia didirikan di Jakarta pada tahun 2015 dan telah berhasil membangun tim yang terdiri dari ahli restrukturisasi dan ahli IT dengan pengalaman puluhan tahun. Sejak Juli 2016, amalan indonesia menjadi perusahaan pertama di Asia yang mendapatkan akreditasi dari International Association of Professional Debt Arbitrators (IAPDA).
by amalan | 15 Feb, 2023 | Artikel Kredit dan Pinjaman, Kartu Kredit
Ada berbagai alasan yang bisa menjadi penyebab mengapa seseorang tidak bisa bayar kartu kredit. Beberapa yang umum ditemui misalnya karena tulang punggung keluarga yang meninggal dunia, bisnis yang mengalami kerugian besar, dilanda musibah, atau bahkan hanya karena belanja yang tanpa kontrol. Alasan-alasan ini bisa berujung pada mimpi buruk yang membuat Anda bisa saja berhadapan dengan pihak bank. Saat tidak mampu bayar kartu kredit, nasabah harus bisa lebih peka mencari berbagai cara yang bisa dilakukan supaya bisa cepat-cepat terbebas dari masalah tersebut.
Menghentikan Pemakaian Kartu Kredit
Cara pertama yang wajib dilakukan tentunya dengan berhenti pemakaian kartu kredit sama sekali. Hindari membawa kartu kredit saat akan berpergian, supaya dapat menghindari diri agar tidak mudah tergiur untuk berbelanja. Biasanya magnet yang menjadi penyebab penggunaan kartu kredit semakin melonjak adalah karena ada penawaran-penawaran yang didapat saat sedang berpergian, dan tentunya ketika tidak ada niat sama sekali untuk berbelanja. Semakin tingginya transaksi, berarti akan berimbas pada tagihan Anda yang semakin melonjak. Hal ini tentunya akan membuat Anda semakin tidak bisa bayar kartu kredit. Maka dari itu, cara terbaik adalah dengan menyimpan kartu kredit di tempat yang aman, dan hindari untuk membawa kartu tersebut agar Anda bisa lebih menahan keinginan untuk berbelanja.
Pangkas Pengeluaran
Selain berhenti memakai kartu kredit, langkah lain yang perlu dilakukan saat tidak bisa bayar kartu kredit adalah dengan mulai memangkas pengeluaran. Cobalah untuk melihat lagi pengeluaran-pengeluaran apa yang selalu Anda lakukan setiap bulannya. Kemudian, lakukan evaluasi atas seluruh pengeluaran-pengeluaran tersebut, pastikan bahwa setiap dana yang dialokasikan untuk setiap jenis pengeluaran memang sudah cukup sesuai. Jika memang belum, cobalah untuk mulai pangkas satu per satu setiap pengeluaran yang tidak perlu. Di sisi lain, Anda juga bisa mulai menghitung ulang alokasi dana yang perlu dikeluarkan di masing-masing pengeluaran.
Freelance, Freelance, Freelance!
Memangkas pengeluaran sudah, berarti inilah saatnya untuk mulai meningkatkan pendapatan melalui pekerjaan sampingan / freelance. Mulailah untuk lebih peka terhadap peluang-peluang yang bisa membantu Anda untuk meningkatkan pendapatan. Tentunya untuk memanfaatkan pekerjaan tersebut, Anda juga harus lebih peka terhadap keterampilan-keterampilan lain di dalam diri yang belum sempat dieksplorasi. Peluang-peluang pekerjaan sampingan misalnya menjadi penerjemah artikel dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, penulis artikel blog, desain grafis, atau Anda juga bisa menambah pekerjaan sampingan melalui keterampilan yang memang sering diaplikasikan dalam pekerjaan Anda sehari-hari. Misalnya, jika dalam kehidupan sehari-hari Anda bekerja di bidang admnistrasi, cobalah untuk menjadi pekerjaan sampingan di bidang data entry. Sama halnya, jika misalnya sehari-hari sebagai staff di bidang pajak di perusahaan tempat Anda bekerja, cobalah menjadi pekerjaan sampingan sebagai konsultan pajak untuk kenalan lain di luar perusahaan.
Tutup Kartu Kredit
Jika memang sudah tidak bisa bayar kartu kredit lagi, maka memang sebaiknya Anda harus menutup kartu kredit. Hal ini bisa dilakukan agar Anda tidak kembali jatuh ke dalam lubang yang sama. Sayangnya, saat akan menutup kartu kredit, nasabah akan dihadapkan dengan beberapa masalah. Umumnya, karena mereka tidak tahu cara menutup kartu kredit. Apalagi sebelum menutup kartu kredit, mereka juga wajib menggunakan sisa reward yang ada, menonaktifkan pembayaran tagihan secara auto-debet, dan tentunya wajib melunasi seluruh sisa tunggakan yang ada.
Sayangnya, yang sering menjadi masalah tentunya adalah karena nasabah tidak memiliki sisa uang untuk membayar sisa utang yang masih berjalan. Tentu saja, karena biasanya nasabah sudah lebih dulu tidak bisa bayar kartu kredit. Langkah yang bisa Anda ambil adalah dengan memanfaatkan program keringanan agar dapat melunasi tagihan kartu kredit baik dengan diskon satu kali bayar maupun cicilan berbunga rendah yang tenornya diperpanjang. Program keringanan ini bisa Anda dapatkan melalui perusahaan yang menyediakan program manajemen utang.
Perusahaan yang menyediakan program manajemen utang akan membantu Anda untuk menyediakan strategi terbaik agar Anda bisa lebih cepat terbebas dari utang. Hal ini bisa dilakukan dengan melihat kemampuan membayar serta kondisi finansial yang sedang Anda hadapi. Mengapa begitu? Sebab perusahaan seperti ini biasanya diisi oleh tim yang profesional dan lebih berpengalaman dalam melakukan negosiasi ke pihak bank agar Anda bisa mendapatkan program yang lebih baik bagi Anda.
amalan international merupakan perusahaan manajemen utang berbasis teknologi pertama di Indonesia yang tercatat di OJK. amalan bekerja untuk peminjam dan bekerja sama mencari solusi terbaik dan terjangkau dengan pemberi pinjaman. Program manajemen utang amalan memanfaatkan teknologi dan data yang sah agar klien amalan bisa keluar dari jerat utang dengan lebih cepat, membayar bunga dan penalti yang lebih rendah. Selain program manajemen utang, amalan juga memiliki solusi refinancing yang mengganti utang lama yang memberatkan menjadi utang baru yang lebih ringan. Kantor amalan indonesia didirikan di Jakarta pada tahun 2015 dan telah berhasil membangun tim yang terdiri dari ahli restrukturisasi dan ahli IT dengan pengalaman puluhan tahun. Sejak Juli 2016, amalan indonesia menjadi perusahaan pertama di Asia yang mendapatkan akreditasi dari International Association of Professional Debt Arbitrators (IAPDA).